Destiny Of Love

Destiny Of Love
Terciduk


__ADS_3

Setelah setengah jam berlalu, Dio akhir nya menyelesaikan tugasnya, lalu dia berpamitan untuk masuk ke kamar nya sambil membawa beberapa potong martabak yang sudah di sajikan di atas piring oleh Nayla sebelumnya.


" Bawa aja semua " Perintah Nayla pada Dio yang hanya menyomot dua potong martabak.


" Gak ah, buat disini aja, lagian gak bakalan habis sama Dio sendiri. " ucap Dio


" Memangnya kamu gak mau?" tanya Rey pada Nayla.


" Kakak gak suka keju " Sahut Dio " Ups... keceplosan " Gumam Dio pelan lalu merapatkan mulutnya. Dio melirik ke arah Rey yang kini menatapnya dengan tatapan curiga, sehingga membuat Dio salah tingkah. Nayla tersenyum geli melihat adiknya yang ketahuan mengerjai Rey, padahal Rey hanya berpura -pura tidak tahu saja.


" Dio ke kamar dulu ya..." Seru Dio setengah berlari ke kamar nya, karena takut dengan tatapan Rey. Nayla akhirnya tertawa, dia tak tahan melihat tingkahnya adiknya yang ketakutan pada Rey. Rey tersenyum melihat Nayla tertawa dengan riang, dia terlihat cantik seperti itu.


" Kenapa melihatku seperti itu. " Ucap Nayla yang berhenti tertawa saat melihat Rey hanya terdiam sambil menatap nya.


" Kamu cantik kalau tertawa " Goda Rey.


Nayla tersipu " Mulai deh.." Seru Nayla sambil mengalihkan pandangannya.


Rey menggeser tubuhnya mendekati Nayla, Nayla pun sontak ikut bergeser menjauh. "Eh.. ngapain ? ini di rumah aku loh bang " Tukas Nayla sambil menajamkan alisnya.


Rey tersenyum, " Memangnya mau ngapain, aku cuma mau lihat,itu ada coretan pulpen di pipi kamu " Ucap Rey sambil membersihkan pipi Nayla dengan tangannya.


Nayla diam saja, sambil menatap wajah Rey yang tampan dengan seksama. Nayla memang sempat menyoretkan pulpen di tangan Dio saat mereka berdebat tadi dan Dio membalas dengan mencoret wajah Nayla.


" Sudah cukup belum menatap nya ? " Ucap Rey membuyarkan pikiran Nayla. Kemudian Nayla kembali menggeser tubuh nya.


Rey menarik tangan Nayla, sehingga membawa tubuhnya juga mendekat " Seneng banget sih jauh-jauhan. " Goda Rey lagi.


Nayla melebarkan matanya saat mendapati tubuhnya sangat dekat dengan Rey, jantungnya berdegup dengan kencang. Rey menatap bibir Nayla yang merah alami, hanya dengan sekedar sedikit pelembap bibir saja membuat kesexiannya semakin terpancar.

__ADS_1


Rey tak tahan melihatnya dan mendekatkan bibir nya dengan bibir Nayla, lalu mengecup bibirnya pelan, Nayla seakan terhipnotis dia hanya diam saja mendapat ciuman dari Rey, saat di rasa tidak ada penolakan dari Nayla, Rey pun memegang tengkuk leher Nayla dan memperdalam ciumannya, sambil memberikan lumatan kecil pada bibir Nayla. Nayla seakan hanyut dalam permainan Rey, sampai akhirnya dia tersadar bahwa itu ciuman pertamanya. Nayla melepaskan pagutannya dengan Rey, dan mendorong tubuh Rey sedikit menjauh. Dia memegang bibir nya yang masih basah.


" Ciuman pertamaku..." Gumam Nayla pelan, tapi bisa terdengar oleh Rey.


Rey tersenyum menyeringai mendengarnya,


" Benarkah ? aku beruntung sekali sudah mendapatkannya " Ucap Rey sambil mencondongkan wajahnya kembali ke arah Nayla dan sontak Nayla menarik mundur kepalanya.


Nayla mengerutkan dahi, lalu membuang muka


" Ciuman pertama ku harus nya untuk suami ku nanti, tapi kau malah merebutnya barusan " Decak Nayla sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


" Tapi aku calon suami mu, dan itu hanya sebuah ciuman, aku tidak akan meminta lebih sebelum aku benar-benar menjadi suami mu " Ucap Rey dengan yakin.


Nayla kembali menatap Rey " Abang yakin sekali aku mau jadi istri mu " Ucap Nayla sinis.


Rey mengerutkan dahi " Memangnya kamu tidak mau?" tanya nya sedikit menggoda.


" Ehm.... baiklah aku akan sabar " ucap Rey dengan lirih, wajah nya terlihat muram.


" Abang kenapa ?" Nayla bertanya sambil mencondongkan wajahnya mendekati Rey.


Rey kembali tersenyum " Apa kamu sedang menggodaku lagi ?" Rey balik bertanya lebih mendekatkan lagi wajahnya, tapi dengan cepat Nayla menghindar, kali ini dia lebih waspada.


" Ish.....dasar mesum " Gerutu Nayla sambil mengerucutkan bibirnya.


Rey tertawa pelan " Salah siapa, kenapa kamu selalu menggodaku " Ucap Rey di sela tawanya. " Ah...iya, mulai sekarang jangan panggil abang ya, panggil mas saja, kalau bisa sayang " Sambung Rey


Nayla mengernyit heran " Kenapa? bukannya sama saja, lagian bukannya dulu kau yang menyuruhku panggil abang ?"

__ADS_1


" Dulu kau teman adikku, sekarang kau kekasihku, sudah jelas beda." Sahut Rey. "Gak boleh nolak, dan gak boleh banyak bertanya ! ok " Imbuhnya dengan sedikit memaksa.


" Kumat deh, penyakit lama... pemaksa akut " Gumam Nayla sambil membulatkan bibirnya.


" Jangan seperti itu, aku malah semakin ingin menciummu lagi " Goda Rey sambil terkekeh. Nayla hanya mencebik kesal.


Tapi, tiba - tiba terdengar suara seperti gelas pecah, sontak membuat Nayla dan Rey terlonjak kaget dan menoleh ke arah asal suara tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Ternyata suara itu di sebabkan oleh Tina yang tidak sengaja menjatuhkan gelas kosong yang di pegangnya, saat akan mengambil air di dapur dan melewati ruang tengah rumahnya itu. Tina pun reflek berjongkok untuk membersihkan serpihan gelas yang pecah. Melihat itu, Nayla langsung berlari ke arah ibunya dan segera mencekal tangan ibunya yang hendak menyentuh serpihan kaca. " Ibu jangan, nanti ibu terluka ! " Seru Nayla. Tina pun berdiri.


" Tunggu sebentar, aku ambil sapu dulu. " Pinta Nayla. Tak lama Nayla kembali dengan membawa sapu di tangan kanannya dan serokan sampah di tangan kiri. Nayla membersihkan serpihan gelasnya dengan hati-hati. Sedangkan Rey hanya memperhatikannya di dekat kursi tamu sambil berdiri.


" Kenapa bisa jatuh bu? " Tanya Nayla di tengah kesibukannya membersihkan pecahan gelas.


Tina sedikit gugup " Ehm.... ibu cuma kaget aja." Ucap Tina sambil menggaruk keningnya.


" Kaget kenapa ?" Nayla kini sudah selesai dia berjalan ke arah dapur dan menyimpan sapu serta membungkus pecahan gelas dengan plastik dan membuangnya di tempat sampah. Tapi suara nya masih bisa terdengar jelas oleh Tina, karena jaraknya tidak terlalu jauh.


Tina hanya diam saja, dia masih berdiri di tempatnya tidak kemana- mana, Tina lalu menoleh ke arah Rey yang sedari tadi melihatnya, dan mendapat sambutan senyuman manis dari Rey. Sampai Nayla kembali dari dapur dan mengampiri ibunya kembali " Ibu kaget kenapa?" Nayla mengulangi pertanyaannya.


Tina menghela nafas " Ibu cuma kaget tadi ada sepasang tikus yang mau berciuman. " Celetuk Tina sambil terkekeh.


" Hah ?" Nayla memekik terkejut, matanya membulat sempurna. Rasanya dia tahu perkataan ibunya mengarah kemana. Lalu dengan cepat menoleh ke arah Rey, dan Rey hanya mengangkat kedua bahunya kemudian terkekeh juga.


***


Maaf ya readers, aku selipin adegan sedikit panas, tapi gak panas- panas banget sih, takut melepuh author nya.😆😆


Jangan minta yang lebih dari itu ya, belum halal soalnya... 😄😄 Salam hangat dari author. 😙

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyak nya ya...😉😉


__ADS_2