Destiny Of Love

Destiny Of Love
KESAKITAN


__ADS_3

Erfan masih setia memperhatikan gadis yang pernah menjadi


bagian dari masa lalunya itu, dia terlihat sedang asyik berbincang bersama


Nayla, sang mempelai wanita.


Mereka terlihat akrab sekali,apa istri Rey tahu jika Gisella adalah mantan kekasih dari suaminya


dulu. Batin Erfan sambil sesekali meneguk minuman dari gelas yang dia


pegang. Hingga datang seseorang yang menghampiri sang gadis pujaan, matanya


tetap saja fokus memperhatikan.


“ Teteh  Nayla… “ Teriak seorang gadis kecil yang tak lain adalah Ayu. Dia berlari kecil menghampiri


Nayla dan juga Gisella. Sontak kedatangan gadis itu menyita perhatian keduanya dan seketika menoleh kea rah Ayu. Pekikan anak itu terlalu menggema walau suasana gedung tak  begitu sepi denganalunan musik  yang selalu mengiringi.


“ Di bilangin jangan berisik ! “ Sebuah sentakan kecil keluardari mulut Dio yang tiba-tiba muncul di belakang Ayu.  Ya, semenjak semalam mereka berbaikan dan memutuskan untuk berteman Dio ingin selalu membuntuti kemanapun gadis itu pergi. Walaupun Ayu terkadang risih, tapi dia juga senang merasa di temani.


“ Apa sih  Aa ? “ Ayu berdecak pelan, “ Ayu kan Cuma panggil teh Nayla aja.” Imbuhnya sambil memanyunkan bibir kecilnya.


“ Ye… Di bilangin ! “ Seru Dio dengan gemas.


Ayu mencebikkan bibirnya , memberikan ledekan pada adik kakak angkatnya itu. Menjadikan Nayla sebagai kakak angkatnya, tidak mengharuskannya mengganggap Dio sebagai kakaknya juga.


“ Kalian ini rebut terus, kapan akurnya ? “ Gerutu Nayla sambil menyimpan tangannya diatas pinggang.  Gisella hanya tersenyum geli melihat tingkah lucu kedua bocah remaja di hadapannya itu.


“ Ini udah akur teteh , Aa Dio nya aja yang cerewet dari tadi. Ayu gak boleh ini, gak boleh itu, harus ini, harus itu, di kira Ayu anak kecil gitu ! “ Adu Ayu sambil memperagakan gaya Dio saat memperingati dirinya.


“ Eh…kamu memang masih kecil ya ! “ Tukas Dio yang merasa kesal karena di adukan pada kakak perempuannya, dan Ayu hanya mencebikkan bibirnya sebagai tanggapan.


Gisella semakin merasa gemas dengan tingkah Ayu yang sangat polos itu, lucu sekali gadis kecil di hadapannya tersebut. “ Kamu lucu banget sih ? Namanya  siapa ? “ layaknya bicara pada anak kecil Gisella berucap dengan nada gemas sambil mencubit pipi Ayu yang terlihat cabi.


“ Ih, tetehnya  jangan  cubit- cubit ! Ayu gak suka.” Tukas Ayu sambil menyentuh bekas cubitan Gisella di pipinya tersebut.


Gisella mengernyit . “ Eh, maaf .” Sesalnya, tapi kemudian kembali tertawa. Dan matanya beralih pada Nayla.


“ Nayla, lucu sekalli anak ini, nemu dimana ? “ Tanya sambil tersenyum lucu.


Eh, gimana ? Nemu dimana ? Di kira Ayu barang di temuin. Ayu mendelikan matanya menatap tak ramah kepada Gisella.


“ Ayu bukan barang ya teteh, enak aja di temuin.” Decak Ayu dengan sebal.


Gisella menoleh lagi, setelah kembali mendengar celotehan anak itu. “ Eh, salah lagi ya ? maaf lagi deh. “


 


Mendengus pelan Ayu akhirnya mengiyakannya, karena dia disana ada Nayla dia tak ingin terlihat tidak sopan di hadapan salah satu tamu di sana. Nayla tersenyum, Ayu memang selalu bisa menghibur , saat dulu Nayla berada


di tengah hutan Nayla tak pernah merasa kesepian. Ayu selalu membuat hari – harinya ceria, hingga dia bisa melupakan rasa kesedihan yang menyelimutinya saat itu.


“Ah, iya mba Gie, kenalkan ini Ayu. Dia cucu dari sepasang suami istri yang menolong ku di hutan dulu. “ Ucap Nayla meperkenalkan Ayu pada Gisella. Mendengar hal itu entah kenapa hati Gisella berubah sendu, perasaan


bersalahnya kembali menderu. Wajahnya tampak kaku senyumnya yang terlihat lucu kini hilang dalam haru.

__ADS_1


Nayla sadar kata – katanya mengingatkan Gisella dengan kejadian yang di sebabkan olehnya, dengan cepat dia mengalihkan pembicaraan. “ Ayu tahu gak ? mba Gie ini yang merancang gaun yang teteh pakai sekarang.” Ucap


Nayla pada Ayu sebagai pengalihan.


Ayu tercekat menatap gaun yang di pakai Nayla dari atas sampai ke bawah dengan penuh kekaguman. Sungguh mengagumkan, Nayla sengaja bicara seperti  itu pada Ayu karena dia tahu Ayu sangat ingin menjadi seorang desainer handal yang bisa merancang berbagai baju cantik dan juga mewah.


“ Wah, ternyata si teteh seorang perancang busana ya ? “ Tanya Ayu yang matanya kini beralih pada Gisella yang tertunduk sedih.


“ Teteh mau nerima aku sebagai murid gak ? Aku mau belajar dong ! “ Imbuhnya penuh harap.


Mendengar itu Gisella tersenyum kembali. “ Boleh.” Katanya


“ Ye…..” tanpa aba – aba teriakan itu kembali keluar dari mulut Ayu, membuat beberapa tamu yang berada di sekitar mereka menjadi menoleh dan seketika Ayu menjadi pusat perhatian.


Dio tak tinggal diam, dia membungkam mulut Ayu dengan cepat dan menganggukkan kepalanya sedikit sebagai permohonan maaf pada setiap orang yang merasa terganggu dengan teriakan Ayu tersebut.


“ A Dio lepasin ! “ Seru Ayu dengan suara nya yang tertahan oleh tangan Dio.


Dio melepaskan bekapannya, “ Sakit atuh A !” Ucap Ayu sambil memegangi mulutnya.


 “ Makanya jangan berisik ! bikin malu tahu.” Ucap Dio penuh penekanan.


Ayu mendengus . ” Iya.  “ Tegasnya  sambil merengut kesal.


“ Ayu, mau lihat baju – baju aku yang lain gak ? “ Tanya Gisella membuat binar mata gadis itu terlihat bahagia.


“ Mau teh mau, hayu  atuh sekarang ! “ Seru Ayu dengan semangat.


Gisella tersenyum senang, melihat semangat anak itu  entah kenapa dirinya juga ikut bersemangat.


Gisella pun menggandeng tangan Ayu hendak mengajaknya untuk pergi ke kamar rias


dia bawa sebagai cadangan. Tapi sebelumnya dia berpamitan dengan pada Nayla


untuk undur diri dari sana. Nayla pun mengiyakannya dan tersenyum senang melihat


Gisella telah memiliki seorang penggemar baru. Dio jangan di tanya, dirinya


sudah pasti mengikuti Ayu dan Gisella.


Baru beberapa langkah Gisella dan Ayu pergi dari  tempat Nayla, tiba – tiba mereka di kagetkan


oleh sebuah pekikan tajam yang berasal dari arah belakang mereka, terdengar


sangat dekat dan rasanya Gisella kenal suara itu. Tubuhnya langsung berbalik kea


rah dirinya tadi berdiri bersama Nayla bebebarapa detik yang lalu.


“ Nayla…? “ Terikan Gisella terdengar begitu menggema, saat mendapati


adik angkatnya yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


Gisella kembali ke tempat Nayla berada.


“ Maaf Nona, aku benar – benar tidak sengaja !” Ucap

__ADS_1


seseorang yang terdengar ketakutan berdiri menghadap Nayla sambil sedikit


membungkukkan badannya merasa khawatir dengan keadaan orang yang tak sengaja


dia tabrak itu. Nayla sedang berdiri memperhatikan kepergian Gisella bersama


Ayu dan adiknya Dio. Tapi tiba- tiba dari arah belakang seorang wanita yang


sedang berjalan sambil memainkan ponselnya  tertabrak oleh seseorang yang lain hingga


tubuhnya terpental ke arah Nayla dan tanpa persiapan apa – apa tubuh Nayla


terdorong hingga perutnya menyentuh ujung meja. Nayla memekik tanpa sadar


perutnya terasa di dera rasa sakit yang teramat sangat. Perutnya kram dan otot


perutnya mengeras , dia takut terjadi sesuatu pada bayi nya.


“ Apa yang kamu lakukan padanya ? “ Gisella langsung


mencecar wanita yang meminta maaf pada Nayla dengan wajah yang ketakutan.


“ Aku Aku tidak sengaja menabraknya nona, sampai perutnya


terbentur meja.” Ucap gugup wanita itu.


“ Astaga , dia sedang hamil .” Gisella begitu terkesiap,


hingga matanya membulat seketika. Gisella langsung merengkuh tubuh Nayla dan membantunya


untuk berjalan meninggalkan tempat pesta.


Suasana menjadi sedikit tegang, hal itu baru di sadari oleh


sosok Rey yang sedang asyik berbincang bersama teman – temannya di area balkon


gedung itu, yang jaraknya agak jauh dari tempat Nayla berada, karena tadi


temannya sempat mengajak Rey untuk menemui teman lamanya yang sedang berada di


balkon itu.


“ Ada apa ? “ Tanyanya pada seorang pelayan yang tampak terengah karena berlari mencari sosok majikannya tersebut.


“ Non Nayla pak !” Seru pelayan itu dengan nada tegang.


Mendengar nama istrinya di sebut dengan nada penuh dengan ketegangan, membuatnya yakin istrinya sedang dalam keadaan tidak baik. Tanpa banyak bertanya lagi,dia langsung berlari menemui istrinya tersebut. Dan saat


dirinya melihat Gisella sedang bersusah payah memapah tubuh Nayla, rahang Rey tiba – tiba mengeras, dia menyangka jika Gisella kembali menyakiti istrinya.


“ Lepaskan dia ! “ Tukas Rey sambil menjauhkan tangan Gisella dan langsung menopang tubuhnya istrinya,membuat Gisella begitu terkesiap begitu juga dengan Nayla.Tapi rasa sakit di perutnya itu tak bisa membuatnya berkata – kata. Dia hanya meringis menahan sakit sambil terus memegangi perutnya.


“ Mas…” Hanya kata itu yang sanggup Nayla ucapkan. Tanpa banyak bicara lagi Rey langsung mebopong tubuh istrinya dan membawanya ke rumah sakit.Meninggalkan Gisella yang masih mematung dengan kesedihannya. Dia ingin berada di samping Nayla, tapi apalah daya Rey tak akan mengizinkannya.


***

__ADS_1


Happy Reading ****


Jangan lupa kasih like , coment, dan vote nya yang banyak ya….


__ADS_2