Destiny Of Love

Destiny Of Love
Tak Bisa Fokus


__ADS_3

Hari menjelang sore, Nayla dan Rey sudah selesai dengan sesi foto pra - wedding nya, Nayla tampak menekuk wajahnya dengan kesal, dia duduk di samping Rey yang sedang fokus dengan kemudinya.


Rey sesekali menoleh pada Nayla karena semenjak keluar dari studio foto dia tak bersuara sama sekali " Kenapa diam saja ?" Tanya Rey sambil kembali menghadap ke arah jalan.


Nayla mencebikkan bibir, mengulangi perkataan Rey tanpa suara dengan gaya meledek. Rey melihat itu, dan tangan sebelahnya langsung mengusap kasar wajah Nayla, " Jelek tau.." Gerutu Rey.


" Ish... mas ngeselin banget sih !" Geram Nayla dengan ketus.


" Memangnya kenapa ? kamu tuh yang ngeselin di tanya malah ngeledek " ujar Rey dengan wajah datar.


" Mas tau gak ? gara - gara mas aku gak bisa balik lagi ke rumah sakit, tadi tuh harusnya udah selesai dalam dua jam, tapi mas membuat nya menjadi lima jam..ngeselin gak itu ! " Gerutu Nayla sambil mulutnya bersungut kesal.


Rey hanya tertawa kecil menanggapinya. "Jangan salahkan aku, salahkan tukang foto itu ! " Tukas Rey sambil tersenyum - senyum kecil masih fokus dengan kemudinya.


" Fotografer !" Ralat Nayla.


" Sama saja "


" Terserah lah, memangnya kenapa dengan fotografer itu ? dia juga tadi ku lihat sangat kesal dengan mu, karena kamu tak pernah fokus mendengar arahannya, kamu malah terus saja menggoda ku " Ujar Nayla, tak habis pikir dengan sikap Rey yang selalu saja mesum.


Rey tersenyum menyeringai " Ya jelas dia salah, dia selalu mengarahkan ku untuk selalu memelukmu, bahkan dia menyuruh ku untuk memelukmu dari belakang, mana bisa aku fokus " Ucapnya dengan santai.


Nayla mengernyit dahi, menatap tajam tunangannya, lalu menghela nafas nya dengan kasar " Aku jadi ngeri, bagaimana nanti aku harus menghadapi kemesuman pria di samping ini, jika kami sudah menikah nanti" Gumamnya dalam hati.


Rey menoleh sekilas, kemudian menghadap ke jalan kembali " Kenapa menatapku seperti itu ? "


Nayla mengerjap bingung " Ehm... gak apa - apa, sekarang kita mau kemana ?" Nayla mengalihkan pandangannya ke depan.


" Aku antar kamu pulang dulu, mas mesti kembali ke kantor, harus bertemu dengan klien penting. "

__ADS_1


" Tapi aku bawa motor " Tukas Nayla.


" Biarkan saja, tidak akan hilang kok, besok mas yang akan antar kamu ke rumah sakit. "


Nayla hanya menggangguk pelan, kemudian menyenderkan kepala nya karena merasa sangat lelah, tak membutuhkan waktu lama Nayla pun tertidur di kursi mobil tersebut.


Rey yang tak mendengar suara Nayla, menoleh sekilas lagi, " Dia tertidur " Ucap nya pelan, kemudian tersenyum dan mengusap pelan kepala Nayla dengan sebelah tangannya.


***


Setelah beberapa menit berlalu, Rey pun sudah sampai di depan rumah Nayla, dia hendak membangun kan tunangannya tersebut, namun saat dia melihat Nayla begitu terlelap dia merasa tak tega, Rey pun memilih untuk diam sebentar. Menatap wajah cantik Nayla, bulu matanya yang panjang dan menjetik lucu, hidungnya yang lancip dan sampai pada bibir tipis Nayla yang menggoda, membuat Rey menelan ludahnya sendiri.


Hingga Rey tak kuasa untuk tidak mendekatkan wajah nya pada bibir itu, saat Rey hendak mendaratkan bibirnya di bibir sexy Nayla, tiba - tiba suara teriakan Bu Tina dari luar mobil membuatnya terkesiap.


" Nayla.... ! " Teriakan Tina di samping jendela mobil sambil menggedor kaca nya dengan keras.


Rey segera menjauhkan tubuhnya dari Nayla, merasa gugup karena terciduk oleh calon mertua. Nayla yang kaget dengan teriakan Tina pun mengerjapkan mata dengan cepat, menyipitkan kedua matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya.


Tina yang kembali menggedor kaca jendela mobil membuat Nayla menoleh dengan cepat, kemudian menajamkan matanya, meyakinkan siapa yang ada di luar sana " Ibu " Ucap Nayla.


Nayla pun bergegas membuka pintu mobil tersebut, Rey masih diam saja di tempatnya, mengumpulkan keberaniannya menahan malu bertemu dengan calon mertua atas ulahnya pada anak gadisnya yang belum sah menjadi istri Rey itu.


" Ibu , ngapain gedor - gedor kaca mobil ? " Nayla bertanya saat dia sudah keluar dari mobil dan berhadapan dengan ibunya.


Tak lama Rey pun berani turun, dan memutar ke depan mobil menemui Tina dan Nayla di sana. Tina mendelik tajam pada Rey, membuat Rey sedikit canggung.


" Tumben di antar Rey pulangnya, motornya kemana ? " Tanya Tina dengan heran, karena tadi pagi Nayla berangkat kerja membawa motor cantiknya itu.


" Tadi kami habis foto pra wedding dulu, dan mas Rey langsung nganterin pulang, jadi motornya aku tinggal di rumah sakit, besok mas Rey jemput aku, berangkat kerja nya." Tutur Nayla menjelaskan pada Tina.

__ADS_1


Tina mengangguk pelan, kemudian mengajak anak gadis dan calon mantunya itu masuk ke dalam rumah, tapi Rey menolaknya dengan halus karena dia harus segera kembali ke kantor nya.


" Maaf tante, aku harus kembali ke kantor sekarang, masih ada meeting penting di sana." Seru Rey, berpamitan pada Tina dan Nayla.


Tina tersenyum hangat pada Rey " Oh... jangan terlalu sibuk Rey ! nanti kecapean loh pas ijab kabul, apalagi setelah ijab kabul " Goda Tina sambil menaikkan sebelah alisnya.


Rey mengerutkan dahi, ternyata calon mertua nya juga pandai menggoda, Nayla jadi malu mendengar ucapan ibunya sendiri, tak di sangka ibunya juga berani menggoda Rey.


" Ibu apaan sih ?" Nayla menyenggol tubuh Tina.


" Eh...emang benar kan Rey, kalau terlalu sibuk nanti capek, salah ya ?" Tina berucap dengan wajah pura -pura polos.


Rey tersenyum kikuk sambil menganggukkan kepalanya. " Benar " Ucapnya kemudian.


" Permisi tante, aku harus pergi sekarang " imbuh Rey kemudian meraih tangannya Tina dan mencium punggung telapak tangan Tina.


Tina mendekatkan kepalanya pada telinga Rey, membuat Rey merasa gugup " Sabar ya Rey ! dua minggu lagi kok, Nayla bisa bebas kamu apa- apain walau dia sedang tidur. " Bisik Tina yang kembali menggoda Rey, dengan senyumnya yang menyeringai.


Rey membulatkan matanya dengan sempurna, tak di sangka ternyata calon mertuanya itu tidak marah, malahan dia sengaja mengodanya seperti itu.


Tina kembali menarik mundur kepalanya kemudian tertawa kecil, membuat Nayla penasaran dengan apa yang di katakan ibu kandung nya kepada calon suami nya tersebut.


" Ngomongin apa sih ? bisik- bisik segala ! " Seru Nayla ingin tahu.


" Rahasia dong !" Tukas Tina " Udah sana Rey, kerja yang bener, biar Nayla nya seneng " imbuhnya mengijinkan Rey untuk kembali ke kantor nya.


Rey pun mengangguk kemudian berbalik berjalan memasuki mobilnya, setelah berpamitan juga pada Nayla. Nayla melambaikan tangannya pada Rey yang melajukan mobilnya menjauh dari pandangannya. Dia memang kesal dengan sikap mesum Rey, tapi Nayla juga sangat bahagia sebentar lagi dia akan benar- benar menjadi istri dari pria yang dia cintai.


***

__ADS_1


Jangan lupa like...kasih komentar dan vote nya readers...nuhun.


__ADS_2