
" Mau di apain nih cewek ?" tanya salah satu preman. Ketiga preman lainnya tampak bingung dan saling pandang.
" Kita masukin ke jurang sebelah sana aja, biar gak ada jejak, sekalian sama motornya juga, biar di sangka kecelakaan. " Usul preman lainnya. Ketiga teman lainnya tampak mengangguk setuju.
Mereka pun dengan cepat membawa tubuh Nayla dari sana dengan menggunakan mobil yang di parkir jauh dari tempat itu, salah satu preman membawa motor Nayla, mengikuti jejak mobil yang membawa tubuh Nayla.
Sampai di tempat yang sangat sepi, mereka menghentikan mobil yang mereka kendarai, dan di susul oleh preman yang membawa motor, di sebuah jalan yang hampir hancur yang jarang di lewati oleh orang dan terlihat jurang yang sangat terjal di bawahnya. Mereka semua turun melihat keadaan sekitar.
" Di sini saja lah buang nya, di sini sepi gak bakal ada orang yang lewat. " Ucap preman yang bertubuh sedikit gembul.
" Motor nya juga nih ?" tanya preman yang membawa motor Nayla.
" Iyalah sekalian, lo udah pake sarung tangan kan? jangan sampe sidik jari lo nempel di motor itu !"
" Udah beres " .
Tanpa pikir panjang lagi, mereka langsung menurunkan tubuh Nayla dari mobil dan menggotongnya dengan perlahan, dan tanpa perasaan mereka langsung menghempaskan tubuh Nayla ke dalam jurang yang sangat curam itu, sehingga tubuh Nayla berguling - guling menuju ke dasar jurang, tak anyal tubuhnya menabrak beberapa pohon dan semak yang menghalanginya hingga tubuh mungil Nayla hilang dari pandangan ke empat preman itu. Mereka juga melempar motor Nayla di tempat yang sama, tapi motor itu tersangkut di pohon hingga masih terlihat oleh mereka.
" Eh... di bawah itu ada pemukiman warga gak ? " Tanya salah satu preman yang menggotong tubuh Nayla.
" Gak ada, daerah sini tuh sepi, dan di bawah sana tuh masih hutan yang jarang di datangi manusia, paling tuh cewek ketemu sama binatang buas " Jawab teman preman yang berwajah sangar, dia terlihat tersenyum menyeringai, membuat ketiga preman lainnya bergidik ngeri membayangkan tubuh cantik Nayla di cabik - cabik oleh binatang buas.
" Ayo pergi, sebelum ada orang yang lihat. !"
__ADS_1
Ke empat preman itupun bergegas masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil mereka menjauh dari tempat Nayla berada.
Di sisi lain, Nayla terlihat mengerjapkan mata, merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya setelah terhempas dari tebing yang sangat terjal dan penuh dengan semak belukar dan pepohonan, tubuhnya penuh dengan luka gores dan benturan, terlebih rasa sakit di bagian pinggang akibat di tikam seakan membuat Nayla semakin mendekati kematiannya. Nayla begitu pasrah, dia sudah tak punya tenaga lagi untuk bangun.
Sayup - sayup dia mendengar suara seseorang, entah dia malaikat ataupun manusia Nayla sudah tak bisa membedakan nya, kini Nayla benar - benar merasa lelah, aliran darah nya seakan berhenti, matanya begitu enggan terbuka, yang ada dalam pikiran Nayla adalah bahwa dirinya akan meninggal saat itu, air mata di pelupuk matanya pun menetes dengan percuma, rasa penyesalan tak bisa melihat orang - orang yang di sayangi nya di saat terakhir membuatnya semakin tersiksa.
" Ibu, ayah , Dio, mas Rey....." Nayla menyebutkan orang - orang yang dia sayangi satu persatu dengan suara berat dan sangat tertahan karena rasa sesak yang semakin memburu di dada nya.
" Maafkan aku " Ucap terakhir Nayla, hingga dia benar - benar kembali kehilangan kesadarannya.
***
Sore berganti malam, Ibu Tina tampak mondar mandir di depan rumah nya menunggu kedatangan anak gadis kesayangannya pulang bekerja. Dimas yang melihat kecemasan sang istri pun menghampiri dan menggiring tubuh istri nya untuk duduk di kursi yang ada di teras depan.
" Ibu tenang dulu, coba telepon Rey, mungkin Nayla sedang bersamanya " Dimas memberi saran, dan di ikuti oleh Tina yang kemudian mengambil ponselnya kembali yang tadi dia simpan di atas meja. Tina mulai mencari nomor ponsel Rey kemudian menekan tombol panggilan di layar ponselnya.
" Hallo Rey ? " Sapa Bu Tina saat panggilan teleponnya sudah terhubung dengan Rey.
" Iya tante , ada apa ?" Tanya Rey di seberang telepon.
" Nayla bareng kamu nak ? ini sudah malam tapi Nayla belum pulang juga, ponsel nya juga tidak aktif " Jawab bu Tina, Rey sangat terkejut mendengar perkataan bu Tina, yang dia tahu Nayla sudah pulang dari jam 2 siang. Dia sempat mendapat chat dari Nayla sebelum dia pulang dia akan mampir dulu ke taman bunga.
" Sebentar tante, tadi Nayla sempat chat ke aku kalau dia akan mampir ke taman bunga dulu, mungkin dia mampir ke rumah nya pak Joni penjaga taman di sana " Rey terdengar panik, tapi dia berusaha untuk tidak berpikir buruk dulu, dia ingin Nayla tetap baik- baik saja.
__ADS_1
Kemudian Rey dan Tina pun mengakhiri panggilan telepon mereka, setelah Rey meminta ijin pada Tina untuk pergi ke taman bunga, semoga saja Nayla berada di sana sesuai harapan Rey.
Rey mengendarai mobilnya menuju ke taman bunga, saat sudah sampai di sana suasana tampak gelap dan sepi, tidak ada lampu jalan hanya ada beberapa lampu taman yang menerangi bunga - bunga cantik di sekitar taman yang menjadi sorotan setiap orang yang melintasi jalan itu.
Rey melihat ke sekiling taman, tak satupun orang yang dia tangkap dalam pandangan matanya, apalagi sosok Nayla yang sedang dia cari. Rey mengusap wajah nya gusar, dia pun melangkahkan kaki nya menuju rumah pak Joni yang tidak jauh dari taman itu.
Rey mengetuk pintu rumah pak Joni, dan mendapat sambutan yang hangat saat Pak Joni membuka pintu dan melihat Rey yang berkunjung, Pak Joni mengajak Rey masuk ke dalam rumah dan mempersilahkannya duduk di tengah rumah di atas ubin yang beralaskan tikar saja, karena di dalam rumah itu tidak tersedia kursi tamu.
Rey mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah pak Joni dan menanyakan perihal keberadaan Nayla. Pak Joni tidak tahu dimana Nayla, tadi sore dia memang melihat Nayla berkunjung ke taman itu, tapi hanya sebentar setelah itu pergi lagi, dan pak Joni tidak tahu Nayla pergi kemana setelah itu.
" Argghhh.." Rey mengerang frustasi, dia mengacak rambutnya dengan kesal.
" Kemana kamu Nay ?"teriak Rey yang kini sudah berada di sisi danau taman bunga miliknya.
****
KLIK LIKE
KOMENTAR
RATE 5 BINTANG
DAN VOTE SEBANYAK - BANYAK NYA YA...
__ADS_1