
Nayla sudah mengutarakan maksudnya kepada aki Asep dan nini Lastri yang ingin mengajak mereka ke kota untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Nayla dan Rey. Aki Asep dan nini Lastri setuju dan mereka akan berangkat besok pagi. Jadi malam ini pasangan yang sedang di mabuk cinta ini harus menginap di desa terpencil di tengah hutan tersebut.
Suasana malam yang kelam, di iringi dengan sahutan - sahutan anjing kecil dan suara burung hantu yang terdengar jarang memecah sunyinya malam, membuat siapa saja yang belum terbiasa dengan hal itu mendadak hatinya menciut karena takut. Rey pun merasakan hal demikian, ternyata di balik sikapnya yang sangar pada orang lain Rey memiliki sisi lain yang menggelikan, dia lebih memilih bersembunyi di balik tubuh istrinya tak berani menatap jauh ke depan saat dirinya berada di teras luar rumah bilik itu. Bahkan dari semenjak mentari menutup mata dan menghadirkan gelap di malam gulita Rey terus saja mengekori tubuh istrinya tersebut.
" Mas, ngapain sih ? dari tadi nempel - nempel mulu. Malu ih, banyak orang juga . " Gerutu Nayla pada suaminya yang terus saja menggelayuti tubuh Nayla dari belakang, tatkala mereka sedang duduk di teras sekedar melepas santai menikmati pemandangan malam yang mencekam di kelilingi hutan yang rindang. Jordy hanya mendengus kesal, merasa tidak aneh dengan sikap posesif bos nya itu terhadap istri tercintanya. Sedangkan Aki Asep dan Nini Lastri hanya tersenyum - senyum kecil melihat tingkah pasangan pengantin baru tersebut.
Seakan tak ingin mendengar, Rey mengabaikan perkataan istrinya, dia malah semakin menyusupkan wajahnya di ceruk leher Nayla. " Dingin banget yang.." Kilah Rey sambil menutupi rasa takutnya.
Jordy menoleh ke arah pasangan yang selalu membuat perasaan Jordy yang makin ngenes saja, " Bos di dalem kek mesra - mersaannya, bikin orang ngiri aja. " Jordy yang juga merasakan dinginnya angin malam tiba - tiba merindukan kekasihnya Ana, melihat kemesraan pasangan di hadapannya itu, membuat hatinya semakin merana.
" Makanya nikah, betah banget sih pacaran lama - lama. " Tukas Rey masih tak bergeming dari posisi nya.
" Ana nya gak mau nikah dulu katanya gak mau ngeduluin kakaknya. " Decak Jordy sambil memutar matanya jengah. Bos nya memang sangat menjengkelkan.
" Nikahin aja sih dua - duanya. " Ucap Rey seenaknya.
" Aww..." Pekik Rey, saat sebuah sikutan tajam mendarat di perut datarnya, " Sakit dong yang. " Keluh nya manja. Seketika tangannya terlepas dari perut Nayla.
" Rasain ! makanya kalau ngomong tuh di pikir dulu, memangnya boleh nikahin adik kakak sekaligus. " Gerutu Nayla sambil menoleh dan mendongak melihat ekspresi wajah sang suami yang katanya kesakitan.
" Memangnya gak boleh ya ? " Tanya Rey pura - pura tidak tahu. " Berarti kalau sama wanita lain boleh dong ya. " Imbuhnya sambil tersenyum menyeringai. Dan pelototan mata Nayla sontak membuat Rey membungkam.
" Mau lagi ? " Ancam Nayla
" Becanda yang. " Ucap Rey sambil tertawa cengengesan. Dan Jordy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol bos nya itu.
" Yang, masuk yuk ! dingin banget di sini. " Ajak Rey sambil menangkupkan lagi wajahnya di ceruk leher istrinya. Membuat Nayla semakin risih plus malu di hadapan semua orang disana, untungnya Ayu tidak ada disana, dia sudah tidur duluan di kamarnya.
" Sosor terus ! sono tuh bos di tengah hutan gak ada orang . " Decak Jordy sambil mendengus kesal.
Nayla seakan sudah tak punya muka lagi, dia benar - benar malu dan salah tingkah. Dengan terpaksa Nayla mengikuti keinginan suaminya untuk masuk ke dalam rumah aki Asep, sebelumnya dia pamit undur pada yang punya rumah dan juga Jordy. Mereka masuk ke kamar yang di tinggali Nayla dulu saat di rawat di rumah itu. Kebetulan itu adalah kamar orang tuanya Ayu yang di tinggal pergi ke kota.
" Jangan macam - macam ya mas, ingat loh ini rumah orang ! " Ancam Nayla saat mereka sudah masuk ke dalam kamar, lalu mengambil tas ransel miliknya bermaksud mengambil sebuah piyama tidur yang sudah di bawanya dari rumah.
__ADS_1
" Aku ke kamar mandi sebentar ya ! mau ganti baju dulu. " Pamit Nayla setelah mendapatkan baju yang dia maksud.
Rey mengerutkan dahinya, " Kenapa gak di sini saja sih ? " Ucapnya dengan ketus. Pasalnya kamar mandinya berada di dekat dapur rumah itu, jadi otomatis Rey akan sendirian berada dalam kamar. Seketika saja bulu - bulu halus di leher nya meremang, tatkala dia mendengar sayup - sayup suara burung hantu yang terdengar sangat dekat dengan kamar mereka.
" Ckk, kalau disini aku gak bakalan jadi pakai bajunya. Yang ada entar aku tidur gak pake baju. " Decak Nayla sambil mendelikkan matanya tajam dengan nada menyindir.
Rey terkekeh mendengar ucapan istrinya itu, " Tidak akan.. " Sanggahnya.
" Bener ya.. !" Seru Nayla merasa tak percaya dengan ucapan suaminya tersebut.
" Iya.. " Ucap Rey sambil menganggukkan kepalanya. " Kalau gak percaya, mas akan berbalik badan saat kau ganti baju. " Imbuh Rey sambil membalikkan tubuhnya memunggungi Nayla.
Nayla tersenyum melihat tingkah suaminya tersebut, dengan cepat dia menanggalkan semua baju yang dia kenakan dan memakai piyama tidur kesukaannya. Setelah selesai Rey pun di minta untuk berbalik badan lagi ke arah Nayla. Dan mengajak laki - laki itu untuk segera tidur.
Mereka pun naik ke atas ranjang sederhana yang terbuat dari kayu yang di lapisi kasur kapuk alakadarnya. Mereka tidur di dua sisi dan sedikit berjauhan. Rey pun tidak bisa memejamkan matanya karena sudah terbiasa memeluk istrinya jika tidur.
" Sayang.." Panggil Rey sambil menolehkan sedikit kepalanya ke arah Nayla yang sudah memejamkan matanya, yang dia yakini masih terjaga.
" Hmm. " Gumam Nayla menjawab panggilan suaminya tanpa membuka matanya.
Nayla membuka matanya, lalu menoleh ke arah suaminya yang sudah menunggu persetujuannya dengan tatapan penuh harap.
" Peluk aja ya ! " Seru Nayla dengan nada mengancam. Mendengar itu Rey langsung menarik tubuh istrinya untuk masuk ke dalam pelukannya sambil tersenyum senang. Rasa hangat dalam tubuh Nayla membuat Rey merasa nyaman. Nayla pun merasa demikian dia menyelusupkan kepalanya di dada bidang milik suaminya tersebut.
Tapi, saat Nayla sudah melayang menuju alam mimpinya, Rey masih saja terjaga, suara kicauan burung hantu itu semakin larut semakin terdengar jelas , walaupun Rey berusaha memejamkan matanya rapat - rapat tetap saja tidak mau terlelap.
Rey semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri, membuat Nayla mengerjapkan matanya karena merasa ada sesuatu yang menghimpit tubuhnya dan membuatnya sangat sesak.
Nayla menyipitkan kedua matanya saat mendapatkan dada bidang suaminya begitu rapat menutupi wajahnya. Seketika itu Nayla kembali terjaga dan mendorong tubuh suaminya hingga terjatuh ke lantai, karena ukuran ranjang itu tidak terlalu besar.
" Aww.. " Pekik Rey sambil memegangi pinggangnya yang terbentur lantai.
" Maaf mas.. gak sengaja ." Ujar Nayla sambil duduk melihat suaminya dari atas ranjang dan terkekeh pelan.
__ADS_1
" Jahat banget sih yang. " Decak Rey sambil memanyunkan bibirnya.
Nayla kembali terkekeh. " Lagian di bilangin jangan macem - macem. "
" Memangnya mas ngapain ?" tukas Rey sambil beranjak berdiri dan kembali duduk di tepi ranjang.
" Tadi peluk aku kenceng banget, mas mau ngapa - ngapain kan ? " Tanya Nayla penuh curiga.
Rey mencebikkan bibirnya, " Cuma peluk doang, mas gak bisa tidur. " kilah nya.
" Kenapa ? " Nayla mengernyit heran. Rey sejenak terdiam.
" Kamu bisa suruh burung hantunya diem gak ? " Ucap Rey sambil mencondongkan kepalanya ke arah Nayla dengan nada pelan.
Mendengar itu Nayla sontak tertawa tapi dengan cepat dia membekap mulutnya sendiri saat dia ingat kamar itu tidak kedap suara, dan pasti terdengar jelas oleh se isi penghuni rumah jika dia tertawa terbahak - bahak.
" Kenapa tertawa ? memangnya lucu ! " Seru Rey sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Jelas saja lucu, memangnya aku ini pawang burung, lagian burung itu binatang liar penghuni hutan ini, bagaimana caranya istrimu ini menyuruhnya untuk tidak bersuara. " Sahut Nayla masih terkekeh geli.
Rey tak menangggapi, dia mendelik dengan kesal menatap istrinya sangat puas mentertawakannya. Tapi tiba - tiba Nayla menghentikan tawa pelannya dan mendekatkan kepalanya dengan wajah suaminya. " Jangan bilang mas takut burung hantu !" Bisiknya dengan jarak yang sangat dekat, hingga hembusan nafas istrinya terasa lembut menyentuh kulit pipinya. Hampir saja Rey kehilangan kendalinya dan meraih tubuh itu ke pelukannya kembali. Tapi gerak refleks Nayla terlalu baik, secepat kilat dia menghindar dan menggagalkan rencana mesum suaminya tersebut. Sambil tersenyum meledek Nayla kembali ke posisi duduknya menunggu jawaban sang suami dengan pertanyaannya tadi.
Rey melengos, " Mas tidak takut, cuma gak suka aja denger suaranya. " Sanggahnya dengan nada terdengar angkuh.
Nayla berdecih " Apa bedanya ? " Ledeknya kemudian. Nayla terdiam menatap wajah sang suami yang sesekali merengut saat suara burung itu kembali terdengar. Terlihat sekali gurat ketakutan di dahi suaminya itu. Nayla pun merasa iba, dia tahu sekuat - kuatnya seseorang dia pasti punya sisi lemahnya juga. Tanpa banyak tanya lagi, Nayla menggeser tubuhnya sedikit lalu menumpukkan dua bantal dan memposisikan tubuhnya duduk bersandar di kepala ranjang tersebut, sambil tersenyum pada sang suami yang menatapnya dengan heran.
" Gak usah malu, di sini aja tidurnya, nanti aku jagain sampai mas bisa tertidur. " Ucap Nayla sambil menepuk paha nya agar bisa di jadikan bantal untuk suaminya.
Rey pun tersenyum senang, dia pun langsung merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya tersebut dan menyusupkan wajahnya di perut istrinya.
" Jangan macem - macem ya !" Nayla mengingatkan kembali suaminya, sambil menepuk - nepuk pelan bahu kekar suaminya itu. Sebelah tangannya lagi dia simpan di telinga Rey, agar laki - laki itu tidak mendengar suara horor yang membuatnya ketakutan. Rey sangat nyaman dengan posisi tersebut, membuat rasa kantuk yang menyerangnya dari tadi mengajaknya terbuai ke alam mimpi.
Nayla begitu lega melihat suaminya akhirnya bisa tertidur pulas, dia tak pernah menyangka suaminya juga punya sisi lemah yang menurutnya sepele, dengan hati - hati dia memindahkan kepala sang suami ke atas bantal dan dia pun merebahkan tubuhnya di samping sang suami sambil memeluknya dan ikut memejamkan mata.
__ADS_1
***
Maaf ya jika banyak typo....Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankannya ya readers...Tetap minta dukungannya ya Klik LIKE , KOMENTAR dan VOTE nya . makasih. 😘😘😘