
"Membina rumah tangga tidaklah mudah. Ada banyak tanggung jawab besar yang harus dipikul. Masing-masing, suami dan istri punya kewajiban dan haknya. Jika salah satu saja dilanggar, hal itu dapat menggoyang biduk rumah tangga. Ada kalanya berbagai ujian dan cobaan datang menghadang. Seperti rasa lelah, bosan bertemu setiap hari, faktor ekonomi, perbedaan prinsip, dan masih banyak lagi lainnya." Ucap Khing Khong saat Ryan datang dan mengeluh tentang rumah tangga nya
" Aku tahu, Salah satu yang bisa digunakan untuk menambah keharmonisan dalam rumah tangga yakni dengan melakukan kegiatan bersama-sama dan menghadapi segala ujian keluarga dengan cinta. Rasa kasih sayang yang besar akan mampu membuat semuanya tetap indah. Tapi bagaimana jika sikap atau perilaku dari salah satu pasangan, perbuatan istri misalnya, berubah dan membuat kecewa?" Tanya Ryan yang kemudian membuat Khing Khong mengerti arah pembicaraan dari Ryan
" Sebagai nya kamu tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang suami. Dan pastikan kamu adil terhadap mereka dan jika bisa habiskan lebih banyak waktu dengan Kim Hana karena dialah istri mu dan wanita yang membuat mu menjadi bucin."
"Bagi kamu, pria yang jadi kepala keluarga, harus mampu sekuat tenaga menempuh cara lain untuk mempertahankan pernikahan. Jangan biarkan goyangan angin dan masalah membuat pernikahanmu hancur. Akan tetapi rasa kecewa yang teramat besar dan memuncak, tak jarang membuat hatimu seakan meletup kesakitan. Setidaknya katakan dan utarakan pada sang istri, apa yang sekiranya baik dan tepat demi keberlangsungan hubunganmu."
" Terima kasih dad."
Di sisi lain....
Hana memutuskan untuk berbelanja agar dirinya tidak melulu melihat Kim Sha Pie-then.
Di mall Hana tidak sengaja bertemu dengan Jameson Alexander.
"Membangun rumah tangga tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai macam hal harus dipersiapkan. Mulai dari kesiapan mental, fisik, finansial, dan lain sebagainya. Sebab, jika tidak akan muncul berbagai pertengkaran yang bisa saja berujung pada perpisahan." Ucap Hana saat Jameson Alexander menanyakan tentang keadaan rumah tangga nya.
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud...."
" Tidak apa apa." Ucap Hana langsung memotong pembicaraan dari Jameson Alexander.
"Setiap ujian dalam hidupmu bisa membuatmu pedih atau menjadikanmu orang yang lebih baik." Ucap Jameson Alexander.
" Ya kamu benar. Tapi aku rasa untuk sekarang aku tidak merasa dua duanya. Rasanya menyedihkan saat aku sudah berusaha semaksimal mungkin untukmu. Tapi semua ternyata belum cukup."" Ucap Hana.
" Kim Hana, ikutlah denganku. Aku akan menjagamu dan juga bayimu."
" Tuan Jameson Alexander apa anda sadar dengan apa yang baru saja anda katakan?"
" Aku tahu sebenarnya kamu hanya berpura-pura bahagia dan berpura-pura menerima kenyataan, kamu sebenarnya sangat terluka terutama mengetahui fakta bahwa sekarang suami mu sudah berbagi kehangatan dengan wanita lain."
Hana yang tadinya memandang Jameson Alexander kini mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kepedihanku sudah seperti candu bahkan ketika aku tidak merasa sedih, aku mulai panik dan berusaha agar tetap merasa sedih. Mencoba menyingkirkan ego karena tak kuat menahan rasa pedih patah hati."
" Tapi sampai kapan kamu akan menyiksa dirimu sendiri?"
" Aku tidak sedang menyiksa diri sendiri. Aku hanya sedang menunggu dan berjuang agar ingatan Ryan dapat segera kembali walaupun kemungkinannya kecil."
__ADS_1
"Makin keras suara tawamu, makin terlihat pedih yang kamu rasakan. Bukan karena hati kamu menangis. Tapi, karena kesakitan yang sangat pedih." Ucap Jameson Alexander.
" Aku harus pergi, ingat lah selalu untuk tidak pernah berusaha bertahan sementara dirimu tidak sanggup untuk bertahan. Dunia ini masih luas untuk wanita seperti mu yang tidak seharusnya bertahan dalam lembah kesakitan."
"Banyak hal yang tak ingin kita tinggalkan dalam hidup ini namun semua pasti ada akhir sesuai dengan ketentuan-Nya." Lirih Hana sambil melihat kepergian Jameson Alexander.
Hana menundukkan kepalanya dan menangis. Sungguh dia adalah wanita biasa dan seperti wanita pada umumnya yang tidak bisa melihat suami nya berbagai kehangatan dengan wanita lain.
Hana sepertinya sudah sangat terluka dengan keputusannya mengijinkan Kim Sha Pie-then dan Ryan untuk menikah.
Tapi hal itu lebih baik daripada nantinya Kim Sha Pie-then akan masuk menjadi seorang pelakor dan merusak rumah tangga nya.
Kini bahkan Hana sudah merasa rumah tangga nya bagai sebuah area balapan dimana dirinya dan Kim Sha Pie-then harus berjuang untuk mendapatkan kembali hati Ryan.
...----------------...
Malam harinya...
Hana terkejut saat melihat Kim Sha Pie-then berdiri di depan pintu rumah dengan menggunakan bikini.
" Kau sedang apa?" Tanya Hana saat dirinya turun karena merasa lapar.
" Apa kamu tidak tahu jika Ryan tidak akan pulang malam ini?"
" Apa?"
" Mungkin sebaiknya kamu membiasakan diri membuka ponsel sebelum berpakaian seperti itu." Pekik Hana sambil tersenyum smirk dan berjalan menuju dapur.
Kim Sha Pie-then segera masuk ke dalam kamar dan melihat pesan dari Ryan yang mengatakan bahwa dia harus ke luar negeri yang urusan pekerjaan yang sangat penting.
Brak !!!
Kim Sha Pie-then sangat kesal, sangking kesal nya dia membanting ponsel itu hingga hancur.
Kim Sha Pie-then segera berganti pakaian dan memutuskan untuk keluar dari rumah guna mencari ketenangan.
Ditengah jalan, mobil Kim Sha Pie-then mengalami kebocoran. Hal itu semakin membuat Kim Sha Pie-then merasa kesal.
Hujan yang tiba-tiba membuat tubuh Kim Sha Pie-then menjadi basah kuyup.
__ADS_1
Tak lama kemudian sebuah mobil menepi.
" Hak-kun?" Pekik Kim Sha Pie-then.
" Masuklah, apa yang kamu lakukan di tengah hujan begini?" Tanya Hak-Kun.
" Aku... Aku.. mobilku..."
" Masuklah, hujan semakin deras." Pekik Hak-kun.
Kim Sha Pie-then tidak punya pilihan lain selain masuk ke dalam mobil Hak-kun setelah mengambil tasnya.
Hak-kun adalah mantan bos model dunia dimana Kim Sha Pie-then pernah menjadi model kesayangan nya.
" Mobilku bocor." Ucap Kim Sha Pie-then setelah dia masuk ke dalam mobil.
" Memangnya apa yang kamu lakukan malam hari begini?"
" Aku sedang kesal, aku berniat mencari hiburan tapi malah terjebak dalam keadaan seperti ini." Pekik Kim Sha Pie-then sambil melihat tubuhnya yang basah kuyup.
Hak-kun memberikan jas yang ada di kursi sebelah kepada Kim Sha Pie-then yang duduk di belakang.
" Terima kasih." Ucap Kim Sha Pie-then .
" Jadi apa kamu mau aku antar pulang?"
" Tidak, maksud ku.. antar saja aku ke hotel karena aku sedang tidak ingin pulang."
" Baiklah."
Hak-kun membawa Kim Sha Pie-then menuju apartemen nya, karena dia tidak ingin Kim Sha Pie-then menginap di hotel terutama dalam keadaan basah kuyup ditambah pakaian yang basah membuat lekuk tubuh Kim Sha Pie-then semakin terlihat menggoda ditambah pakaian dalam yang terpampang jelas jika Hak-kun tidak memberikan Kim Sha Pie-then jas miliknya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1