Destiny Of Love

Destiny Of Love
ROSALIA .G


__ADS_3

Siang itu matahari begitu terik, selepas melakukan bimbingan srikpsi Nayla mengajak Rere kesuatu tempat dengan mengendarai si mocan, tapi sebelumnya mereka mampir dulu sebuah minimarket untuk membeli dua buah cup es krim.


Nayla membawa Rere ke taman bunga yang waktu itu tempat Rey pertama kali mengutarakan cintanya, semenjak Rey mengajak Nayla kesana, tempat itu menjadi tempat favorit Nayla yang sering dia kunjungi, walaupun hanya untuk sekedar mampir duduk - duduk saja, sejenak melepaskan kepenatan akan kesibukan rutinitasnya selama ini. Tempat itu merupakan tempat ternyaman baginya untuk menenangkan diri dengan keindahan bunga-bunga cantik itu seakan membuat pikiran Nayla fress kembali.


" Lo sering kesini Nay?" Rere yang pertama kali datang kesana merasa terpukau dengan keindahan tempat itu.


" Hmmm." Nayla menggangguk, lalu menarik tangan Rere mengajaknya untuk duduk di bangku panjang yang di sediakan oleh pengurus taman disana.


" Lo kok gak pernah ngajak gue sih ?" Rere berdecak sebal sambil mendudukkan tubuh nya di bangku panjang.


" Gue kesini nya juga bentaran - bentaran doang, sejenak melepas lelah dan menghirup udara segar yang masih alami di sini. " Ucap Nayla sambil menarik nafas dan membuangnya perlahan.


" Ah...iya, es krim nya lupa !" Seru Nayla lalu berjalan menuju motor nya, mengambil dua cup es krim yang dia gantung di tempat menggantung barang di motornya.


Kemudian dia kembali ke tempat duduk Rere


" Nih..." Nayla memberikan satu cup es krim untuk Rere.


" Makasih " Rere mengambilnya sambil tersenyum manis, membuat Nayla mengernyitkan dahinya. Dia duduk di samping Rere dan membuka kemasan es krim lalu melahapnya.


" Taman ini terlihat sepi, tapi sangat terawat " Ucap Rere di sela kesibukannya melahap es krim.


"Lo benar, sebenarnya mas Rey yang mengusulkan untuk membuat taman ini." Ucap Nayla sambil mengaduk es krim dalam cup nya.


Rere menoleh " Siapa ? mas Rey ? " Rere terkekeh, tawa nya pecah tiba-tiba


" Hahaha...sejak kapan panggilan lo berubah sama abang gue ?" Tanya Rere di sela tawa nya.


Nayla berdecih tak suka mendengar Rere mentertawakannya. " Sejak tiga hari yang lalu, abang lo yang minta " Celetuk Nayla sambil memanyunkan bibirnya.


" Kenapa ?" tanya Rere penasaran.


Nayla menggeleng " Entah, gue gak boleh tahu alasannya apa, abang lo tuh aneh " Tukas Nayla.


" Tapi lo suka kan...." Sahut Rere menggoda.

__ADS_1


" Gak terlalu " Bantah Nayla


Rere kembali terkekeh " Eh...gimana -gimana tadi cerita nya, jadi taman ini di buat oleh bang Rey, berarti punya bang Rey dong?" Tanya Rere kembali ke topik yang sebelumnya.


" Seharus nya begitu " Sahut Nayla.


" Maksudnya ? Apa bang Rey yang cerita sama lo ? " Tanya Rere bersamaan, Rere belum bisa mencerna perkataan Nayla.


" Gue sih tahu nya dari pemilik sebelumnya lahan taman ini, sekaligus orang yang suka bersihin dan ngerawat bunga-bunga disini, namanya Pak Joni, dia seumuran dengan ayah gue" Tutur Nayla.


" Terus.." Sahut Rere tidak sabar.


" Awalnya sih, dia cuma nyapa gue, karena gue sering kesini dan duduk di sini, tapi setelah gue bilang kalau mas Rey yang pertama kali ngajak ke sini dia malah menceritakan semuanya. " Nayla kembali melahap es krim.


" Kata pak Joni, dulu dia pernah menolong mas Rey saat mobil mas Rey mogok di deket daerah ini, katanya mas Rey sepulang dari...." Nayla berpikir sejenak.


" Sepulang dari tempat yang dia survey untuk lokasi pembangunan resort baru kalau gak salah, dan dia kemalaman, tapi tepatnya di daerah mana pak Joni juga gak cerita banyak. Saat itu baterai ponsel bang Rey habis, lalu pak Joni lewat dengan mengunakan sepedanya, dia baru pulang dari berkunjung ke rumah sodara nya yang ada di bawah bukit sana. " Nayla menunjukkan jari nya ke arah bukit di depannya.


" Pak Joni menghampiri mas Rey, dan mengajaknya untuk bermalam di rumah nya, karena sudah tengah malam, disana sangat sepi tidak ada rumah satupun, apalagi bengkel, mas Rey akhirnya setuju dan meninggalkan mobilnya yang mogok untuk ikut naik sepeda bersama pak Joni menuju rumah pak Joni, itu dia rumahnya " Nayla menunjuk sebuah rumah yang bersebelahan dengan taman bunga itu. Rere pun menoleh ke arah rumah Pak Joni, kemudian beralih lagi ke arah Nayla untuk kembali mendengar ceritanya.


" Tapi entah kenapa, setelah kejadian itu mas Rey malah sering berkunjung kesini, katanya mas Rey sering duduk termenung di depan kolam besar yang mirip danau kecil itu. Dulu itu hanya sebuah kolam ikan biasa tapi karena mas Rey suka tempat ini, dia meminta ijin untuk membelinya dan mengubah nya menjadi taman secantik ini, sekaligus merenovasi rumah milik pak Joni. Pak Joni sangat berterimakasih pada mas Rey, terlebih surat tanah lahan ini masih di simpan pak Joni, Rey tidak mau mengambilnya, dia hanya minta pak Joni untuk merawat taman ini dengan baik. " Nayla kembali melahap es krim nya, rasanya tenggorokannya kering karena terlalu banyak bercerita.


Rere mengganguk pelan " Jadi itu alasan nya, seharusnya kalau sudah di beli, lahan ini memang milik bang Rey, tapi bang Rey tidak mau memilikinya. Bodoh banget abang gue " Celetuk Rere.


tuk...


Satu jitakan kecil mendarat di kening Rere,


" Abang lo tuh orang baik, gue malah bangga, ternyata dia punya sisi baik seperti ini " Ucap Nayla sambil tersenyum menerawang.


Rere terkekeh sambil mengusap keningnya


" Gue lupa, lo kan sekarang pacar bang Rey, gue jadi gak boleh bicara macem -macem tentang dia. " Celoteh Rere.


Nayla hanya menepiskan senyuman. Lalu dia teringat sesuatu " Ah...iya kata pak Joni, mas Rey menamai taman ini, apa ya? gue lupa lagi, sebentar....."

__ADS_1


Nayla beranjak dari duduknya dan berjalan menuju sebuah monumen kecil berbentuk kotak yang berada di sisi kolam, disana terpatri sebuah nama " Ini dia, kata pak Joni ini tulisan mas Rey, ROSALIA .G " Nayla membacakan tulisan di monumen tersebut sambil berjongkok "Tapi, pak Joni tidak tahu apa itu G ? mungkin ROSALIA GARDEN, karena disini banyak sekali di tanami bunga mawar , jadi maksudnya adalah kebun mawar " Imbuh Nayla menebak nama taman itu.


Rere terdiam sejenak, rasanya nama itu sangat familiar di telinga nya " ROSALIA GISELLA " ucap Rere keluar begitu saja.


Nayla mengangkat sebelah alisnya " Apa itu nama seseorang ?" tanya Nayla


" Hmm" Rere menggangguk membenarkan.


" Siapa ?" tanya Nayla cepat.


" Dia mantan kekasih bang Rey " Celetuk Rere, dan sontak membuat wajah Nayla berubah muram.


Rere menutup rapat mulutnya, dia lupa kalau Nayla sekarang adalah kekasih abangnya, lalu dia berjalan menghampiri Nayla yang masih jongkok di tepian kolam sambil memandangi monumen kecil yang bertuliskan ROSALIA . G . itu.


" Ayo lah Nay, itu cuma tebakan gue aja, mungkin saja tebakan lo yang benar. " ucap Rere mencoba menghibur Nayla.


Nayla menghela nafas " Enggak, lo yang bener. Gue inget sekarang, pak Joni pernah cerita juga kalau dulu mas Rey sering berkata jika suatu saat kekasihku kembali, aku akan membawanya melihat taman ini pak Joni , jadi rawatlah baik-baik taman ini sampai aku menemukannya." Nayla berkata mengulangi apa yang di ceritakan oleh Pak Joni kepadanya.


" Jadi, taman ini memang di buat mas Rey untuk mantan kekasihnya itu " Imbuh Nayla sambil menatap mata Rere dengan tatapan sendu.


Rere mengerti dengan perasaan Nayla saat ini, dia sangat menyesal karena telah menyebut nama mantan kekasih abangnya. "Dia cuma masa lalu Nay, sekarang abang gue cinta mati deh sama lo " Ucap Rere sedikit bercanda.


Nayla mengernyit " Gue gak mau mati karena cinta, lo pikir orang mati bisa cinta-cintaan " Celetuk Nayla sambil mengerucutkan bibirnya.


Rere tersenyum mendengarnya, sahabatnya itu memang selalu berpikir realistis " Udah ah, gue mau pulang, mau mandi, lengket banget nih badan gue " Ajak Rere sambil menarik tangan Nayla. " Sekalian mau beres-beres, besok kan kita mau berlibur ke pantai " Imbuh Rere dengan semangat.


Nayla mengikuti ajakan Rere tapi matanya sesekali melirik ke monumen kecil itu, ada rasa kecewa terselip di hatinya saat ini, tapi dia percaya, mungkin Rey membuat taman itu saat dia belum bertemu dan jatuh cinta pada Nayla, jadi dia masih mengharapkan mantannya itu kembali.


Mereka pun pergi dari taman bunga dan pulang ke rumah Rere.


***


Besok ceritanya mau liburan ya readers , jadi siapin poinnya buat ongkos author survey tempatnya dulu..😁😁


Makanya vote sebanyak-banyak ya...

__ADS_1


Like dan komen nya juga.😆😆


__ADS_2