Destiny Of Love

Destiny Of Love
Menyelidiki


__ADS_3

Ke esokan harinya Rey bangun terlebih dahulu, bibirnya mengulas senyum saat dia membuka matanya melihat istri cantiknya sedang menyelusupkan kepalanya di dada bidang Rey, Nayla begitu terlihat nyaman, mungkin kehangatan tubuh Rey membuat suhu dingin di ruangan tersebut sedikit berkurang.


Rey memeluk tubuh istrinya, dia sangat merindukan pelukan itu apalagi sekarang dia sudah menjadi istri sahnya, membuat hasratnya semakin berselancar bebas di aliran darah Rey.


Entah kenapa di pagi buta itu, suhu ruangan yang biasanya membuat hawa tubuhnya kedinginan, kini berubah menjadi sangat panas, aliran darahnya berdesir hebat, dan jantungnya berdetak cepat. Rey jadi merasa tidak nyaman, apalagi saat Nayla mengerakkan tubuhnya semakin menyelusup mencari kehangatan.


Rey mencoba menahan hasrat itu, dengan memejamkan matanya kembali. Tapi hal itu tidak membuat hasratnya terhenti malah semakin menjadi - jadi, tangan Rey mulai tak tahu diri, menyentuh tubuh sang istri yang masih terlelap dalam dunia mimpi.


Di rasa tak ada penolakan dari Nayla, Rey semakin berani bergerilya, tubuhnya kini berada tepat di atas tubuh istri nya, matanya penuh kabut asmara.


Nayla mengerjapkan mata, saat dia merasakan ada benda berat yang menimpa tubuhnya, sambil sedikit meringis sakit, saat luka pinggangnya juga terasa tercekit. Luka itu sebenarnya sudah kering dari luar, tapi karena dulu cuma di obati oleh obat herbal mungkin bagian dalamnya masih sembuh benar. Nayla menyipitkan kedua matanya mencoba menyesuaikan cahaya yang menusuk masuk ke bola matanya. Samar - samar dia melihat seseorang di depan matanya yang sedang tersenyum penuh arti dan sudah bertelanjang dada.


" Aaaarrgh..." Pekik Nayla sambil mendorong dengan kuat tubuh suaminya, Nayla begitu terkejut apalagi saat melihat bagian atas tubuhnya terpampang nyata dengan kancing yang terbuka, Nayla langsung beranjak duduk sambil menarik selimut menutupi bagian dadanya. Rey sedikit terpental tapi untungnya tidak sampai jatuh ke lantai.


" Mas mau perkosa aku ? " Seru Nayla dengan geram.


Rey mengernyitkan dahi " Sejak kapan seorang suami memerkosa istrinya sendiri ." Gumam Rey dalam hati. Rey mencoba kembali mendekat berniat hendak menenangkan istrinya tersebut.


"Sayang...tenang dulu! Kamu kan istri aku, masa kamu menuduhku mau memperkosa istri sendiri?" Sahut Rey sambil menyentuh pundak Nayla.


Nayla pun sontak terdiam, kenapa dia bisa lupa kalau dia sekarang adalah istri Rey. Tubuhnya kini mulai tenang, dan menatap wajah suaminya dengan tatapan sendu.


"Maaf...." ucap Nayla dengan pelan, sambil menundukkan kepalanya.


Rey pun tersenyum senang, dia mengangkat dagu runcing istrinya dengan perlahan. Rey ingin melanjutkan hasratnya yang tiba-tiba tertahan.


"Jadi?" Rey tersenyum penuh arti, binar matanya tampak berbeda.


"Jadi apa?" Nayla mulai kelabakan, sebenarna dia tahu arti tatapan suaminya itu. Dia cuma berusaha mengalihkannya dulu. Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Rey langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah Nayla, mencium kening Nayla lalu perlahan ke bawah hingga menyentuh bibir Nayla, Rey mengecup bibir itu dengan lembut.


Tak ada penolakan dari Nayla, Rey jadi semakin menjadi. Apalagi saat Nayla tidak menolaknya.

__ADS_1


Tangan Rey pun tak tinggal diam, dengan perlahan dia menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya itu, dan menyelesaikan tugasnya membuka sisa kancing baju dan menariknya hingga benar-benar terlepas dari tubuh istrinya. Dengan cekatan tangan itu berhasil membuat Nayla menjadi malu.


Kening Rey berkerut tajam, saat dia melihat perban yang terbalut di pinggang sebelah kiri istrinya itu.


"Ini kenapa sayang?" tanya Rey sambil menunjuk ke arah luka Nayla . Suasana hening seketika, hasrat yang sudah menyala kini jadi tertunda. Nayla mengangkat sedikit kepalanya, melihat ke arah telunjuk Rey pada bagian tubuhnya.


"Hanya luka kecil, ditikam orang sebelum dilempar ke jurang." Nayla berkata seolah-olah itu bukanlah hal besar.


"Ditikam orang? Kenapa baru bilang sekarang?" Rey berubah jadi geram, hasratnya tiba-tiba saja jadi hilang.


"Mas lupa ya, aku pulang itu baru kemarin dan langsung dipaksa menikah denganmu, bahkan kakiku pincang saja kau tidak tahu, apalagi dengan lukaku yang ini," ucap Nayla sambil membulatkan bibirnya, dia kembali mendorong tubuh Rey agar sedikit menjauh darinya, dan duduk bersandar di kepala ranjang.


Rey memasang wajah sendu, "Maaf ya, mas tidak tahu jika kamu kesakitan, kita akan melakukannya lain kali." Mendengar itu Nayla sedikit kecewa tapi dia juga merasa lega, dari tadi dia memang sedikit menahan sakit akibat lukanya itu. Mau menolak tapi takut dosa, dia cuma bisa pasrah saja, walaupun akhirnya hasrat itu terjeda juga.


Sebenarnya hasrat Rey sudah nyampe ke ubun-ubun, tapi apa mau di kata, dia juga tak mau menyakiti istrinya yang baru kembali dan belum pulih benar.


***


Di Meja Makan


" Gak tahu , dari tadi belum ada yang turun, maklumlah namanya juga pengantin baru." jawab Rania sambil terkekeh lucu.


Rere pun mengangguk - anggukkan pelan kepalanya sambil terus memasukan makanan ke dalam mulutnya. Selang beberapa menit terlihat Rey dan Nayla sedang berjalan menuruni anak tangga. Mereka terlihat sangat mesra Rey berjalan sambil menggandeng tangan Nayla, memapahnya untuk berjalan dengan hati - hati.


" Udah kayak truk aja bang, gandengan terus." Ledek Rere sambil terkekeh geli. Ketika Rey dan Nayla sudah sampai di meja makan.


Rey melirik ke arah Rere " Kaki nya masih sakit. " Ucapnya dengan ketus, Rey menarik sebuah kursi kosong, dan mendudukkan tubuh Nayla disana, kemudian menarik kursi satu lagi di sebelah Nayla dan duduk di sana.


" Masih sakit ya Nay ?" Tanya Rere, setelah dia meminum segelas susu dan menyimpan gelas kosongnya kembali ke atas meja.


" Sedikit. "

__ADS_1


" Ke rumah sakit aja ! " Perintah mama Rania yang juga ikut berbicara.


" Iya, habis ini Rey mau ke rumah sakit buat periksa kaki sama luka nya yang lain, takutnya masih ada luka dalam. Katanya Nayla cuma dapat pengobatan tradisional dan minum obat herbal saja disana. " Ujar Rey sambil memberikan sebuah roti yang sudah di kasih selai pada Nayla.


" Abis itu Rey mau ke kantor polisi ." Imbuh Rey sambil mengambil sehelai roti lagi untuk dirinya sendiri.


Rania menautkan kedua alisnya. " Kantor polisi ? ngapain ? " Tanya nya penuh selidik.


" Nayla bukan kecelakaan, tapi dia sengaja di buang ke jurang itu, sepertinya buat ngilangin bukti, Rey curiga ada dalang di balik kejahatan itu, karena sasarannya cuma Nayla mereka gak ngambil keuntungan apapun darinya, bahkan motornya pun di tinggal disana. " Tutur Rey menjelaskan apa yang sudah Nayla ceritakan padanya di kamar.


" Jadi maksud abang, ada yang mau membunuh Nayla ? " Tanya Rere dengan nada tinggi, dia sangat geram dan merasa kasihan dengan nasib sahabatnya itu, menjadi seorang pendekar membuat Nayla selalu saja berurusan dengan orang jahat.


" Masih kemungkinan. " Ucap Nayla ikut menimpali. " Jangan suka su'udzon sama orang, biarin aja sih, udah lama juga kan? " imbuhnya dengan santai.


" Terserah kamu mau ngomong apa, yang pasti mas tidak terima kalau ada orang yang mau ngejahatin kamu, mas akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas. " Tukas Rey sedikit emosi.


" Iya Kamu tuh ya, bisa gak sih lebih mikirin nyawa kamu sendiri, mereka tuh hampir membuat kamu mati. " Decak Rere sambil mendengus kesal dan membuang nafas nya kasar, merasa heran dengan Nayla yang selalu sabar, padahal nyawanya sudah hampir melayang.


" Tapi kan sekarang aku masih hidup, lagian abang mu juga masih bisa hidup tanpa aku, iya kan mas ? " tanya Nayla pada Rey dengan nada menyindir. Rey mendelikkan matanya ke arah Nayla, sambil terus menguyah makanan di mulutnya.


" Masih mau bahas itu ? mesti berapa kali mas bilang, mas terpaksa sayang. " Seru Rey dengan nada memelas.


" Iya Nayla kasian suamimu, Rey gak salah kok ." Sahut mama Rania ikut membela anaknya.


Nayla tersenyum pelik " Iya tante, maaf !"


" Kok tante sih ? mama dong ! " Seru Mama Rania.


" Iya mama. " Nayla kembali mengulas senyum walau dirinya masih sedikit canggung.


***

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘


Jangan lupa like, comment, favorit sama Vote sebanyak - banyak nya ya...lup yu full 😍😍😍


__ADS_2