
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Setelah selesai makan, keduanya melanjutkan perjalanan menuju butik untuk memilih gaun mayra, suasana sangat tenang, bahkan mayra tak menunjukkan sikap yang aneh meski sudah melihat adi dengan wanita lain.
Setelah perjalanan beberapa menit, keduanya tiba di butik Mawar, yah butik langanan orang tua adi dan juga mantan istrinya. Bukan tentang bersama siapa ia datang, tapi adi tetap memilih butik itu karna kualitas pelayanannya yang tidak di ragukan lagi.
Keduanya turun di sambut wanita paruh baya, adi di sambut dengan ramah oleh wanita itu, dia akrab di sapa tante mima.
Adi masuk dengan menggandeng tangan mayra, yang di gandeng hanya diam mengikuti kemana adi membawanya, sebelum mereka ke sana, adi sudah menelfon tante mima untuk menyiapkan beberapa gaun terbaik untuk mayra.
"Kau cobalah sayang, mereka sudah menyiapkan beberapa gaun, pilih yang kau suka, aku akan menunggumu di sini." jelas adi membelai rambut mayra,
yang di belai tertunduk malu melihat sikap adi yang membuatnya merona.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Mayra masuk ke dalam kamar pass di bantu dengan tante mima, sedangkan adi menunggunya di sebuah sofa, di dalam sana mayra mencoba salah satu gaun berwana soft peach.
Sementara adi menunggu di luar, ia duduk di sofa sambil memeriksa beberapa laporan kantornya, namun siapa sangka, hari ini dirinya benar-benar harus bertemu dengan masalalunya berulang kali di beberapa tempat, adi memutar mata jengah melihat kedatangan eva.
Beda halnya dengan eva yang merasa senang, pucuk di cinta bulanpun tiba, hal itu ia anggap sebagai sebuah takdir baik bisa bertemu dengan adi, dengan sikapnya yang manis, dia berusaha menghampiri adi, bahkan duduk tanpa permisi di sampingnya.
Sikap murahan eva tetap sama, tanpa rasa malu dia bicara tentang masalalu yang indah bersama adi menurutnya.
Adi tak mengidahkan semua ucapan eva, yang terdengar menjijikan itu.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Saat itu juga, mayra hendak keluar bersama mima, agar adi bisa menilai penampilan mayra, namun langkah mayra terhenti saat hendak keluar dari kamar pass bersama mima, ia kembali masuk. Mima yang merasa heran kemudian memilih memeriksa keluar dan meninggalkan mayra sendiri, dia terkejut melihat sikap eva yang menjijikkan menurutnya meski dirinya seorang wanita, mima merasa sedih melihat hal itu, pantas saja mayra tak mau keluar tadi, namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa.
Di dalam sana mayra merasakan sedikit rasa ngilu saat melihat adi bersama wanita lain yang sedang mendekatinya, mayra menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya beberapa kali, mencoba menetralkan rasa yang bergejolak di hatinya, ada rasa sesak dan banyak pertanyaan yang mengisi hati dan pikirannya, tentang sosok wanita yang sedang bersama adi.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Di luar sana adi tetap menunggu mayra, dia tak menggubris ucapan eva, bahkan adi dengan sengaja menghina setiap ucapan eva, dia semakin merasa jijik melihat sikap eva yang tak tau malu.
Adi tersadar bahwa mayra sudah selesai mencoba, saat melihat sosok mima yang sudah duduk di meja kerjanya, dia pergi meninggalkan eva sendiri, adi masuk ke ruang pass.
Mayra sedang menatap dirinya di cermin, balutan gaun soft pink bertali spagetti yang menjuntai hingga ke kakinya dengan sedikit belahan di bagian depan memperlihatkan sedikit kaki jenjang mayra, indah menurutnya namun tak seindah harinya.
Mayra tersentak kaget, saat tiba-tiba saja adi masuk dan memeluknya dari belakang, ia menyibak rambut mayra yang terurai, kemudian mengecup pundak mayra dari belakang.
💋Cup...
Deg deg deg...
__ADS_1
Hal itu membuat hati mayra berdegup, baru pertama kalinya dia merasakan hal itu, pelukan adi yang semakin erat tak kala mayra berusaha memberontak untuk melepaskan pelukannya, hingga akhirnya membuat mayra pasrah.
"Kau sangat cantik sayang dengan gaun ini, aku suka." jelas adi.
Dia masih memeluk mayra posesif, bahkan dirinya mengendus-ngendus aroma manis yang keluar dari tubuh mayra, menelusup ke area telinga dan leher mayra dari belakang.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Mayra hanya diam, dirinya pasrah tak bisa memberontak, ada banyak pertanyaan di hatinya, namun tak berani ia ungkapkan, besitan rasa ragu mulai tumbuh dalam pikirannya.
"Mas, lepaskan aku, aku ambil gaun ini saja, aku akan melepasnya." ucap mayra pelan.
Adi benar-benar tersihir dengan aroma tubuh mayra, dirinya tak ingin melepas mayra saat itu, hasratnya kembali muncul, namun ia sadar kalau itu bukan waktu yang tepat dan tempat yang tepat, dengan terpaksa adi melepas mayra.
"Aku akan membantumu sayang." ucap adi.
Mayra terbelalak kaget mendengar ucapan adi, dia mundur beberapa langkah dari adi.
"Kau sadar mas, aku bisa melakukannya sendiri atau di bantu tante mima, kau keluarlah jangan berpikir mesum." ucap mayra mengusir adi.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Yang di usir malah tersenyum, kemudian keluar dan mima masuk membantu mayra di dalam, adi kembali duduk menunggu mayra, namun ia kembali menghela nafas jengah ketika melihat eva yang masih ada di sana, dengan memakai sebuah gaun yang sangat sexy dan meminta pendapat adi tentang penampilannya.
Adi menggelengkan kepalanya, entah kenapa dia bodoh sekali, karna dulu tidak bisa melihat sifat dan sikap asli eva yang sangat menjijikkan pikirnya.
"Kau ingin tau eva, apa pendapatku tentang gaun yang kau pakai?" sinis adi.
"Tentu adiku sayang." sahut eva manja.
"Keduanya sama saja, sama-sama murahan dan menjijkkkan, tak ada yang bisa di pandang indah dari dirimu, bahkan kau tak lebih seperti seorang ******." tegas adi.
Adi beralih pergi meninggalkan eva yang mematung, terlihat guratan kekecewaan dan mungkin rasa malu di wajahnya, adi berlalu sambil tersenyum melihat hal itu.
Benar saja eva merasa malu dan sangat terhina dengan ucapan adi, dia merasa benci dan berjanji akan membuat adi bertekuk lutut padanya, memohon agar eva mau kembali padanya.
"Lihat saja adi, akan kubuat kau kembali padaku, dan memohon akan hal itu." batin eva kesal.
Eva memilih pergi setelah membayar gaun yang ia pilih.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Mayra keluar setelah selesai mengganti seragamnya kembali, dia bersikap tenang, meski tak setenang hatinya. Adi beranjak dari duduknya melihat mayra yang sudah keluar, setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang.
Selama perjalanan pulang mayra tak bicara sedikitpun, adi melirik ke arah mayra, dia tau kalau sebenarnya mayra tak baik-baik saja, di usia mayra saat ini dia tau kalau kekasihnya itu masih sangat labil.
__ADS_1
Adi bukan mengantar mayra pulang ke rumahnya, tapi pulang kerumahnya sendiri, dia ingin menjelaskan beberapa hal tentang masalalunya bersama eva, agar tak terjadi kesalah pahaman di kemudian hari.
Mayra yang sadar kalau jalan yang mereka lewati bukan arah ke rumahnya menatap adi heran, dia bertanya kenapa adi tak mengantarnya pulang.
"Kenapa mas tak mengantarku pulang ke rumah, kita sudah selesai membeli semuanya." bingung mayra.
"Aku tau sayang, tapi ada beberapa hal yang belum selesai, dan aku akan menjelaskannya padamu, diam saja dan jadilah gadis penurut." jelas adi tersenyum.
Mayra memutar mata malas, dia tidak bisa melakukan apapun, percuma saja berdebat dengan adi.
Setelah beberapa menit, kini keduanya tiba di rumah adi, bik jum segera menyambut kedatangan keduanya, membantu membawakan barang belanjaan mayra.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Keduanya masuk dan duduk di sofa, adi mulai menceritakan masalalunya dengan eva, mayra sempat terkejut mendengar kalau wanita itu adalah mantan istri adi, mayra sudah lupa dengan wajah istri adi, karna mereka sudah sangat lama tak bertemu hingga tak mengenali eva, di tambah penampilan eva yang berubah.
Adi menjelaskan bahwa eva hanyalah masalalu yang sudah ia kubur dalam-dalam, di hatinya hanya ada mayra seorang, dan adi bersungguh-sungguh dalam menjalani hubungannya dengan mayra.
"Percayalah mayra, aku hanya mencintaimu saat ini dan sampai kapanpun, tolong jangan pergi dari sisiku, aku hanya menginginkan dirimu." lembut adi membelai wajah mayra.
Yang dibelai sudah merona malu, dirinya tersentuh mendengar cerita adi, kejujuran terlihat jelas di sana, namun tak bisa mayra pungkiri, kalau ada rasa nyeri di hatinya saat melihat adi dan eva bersama.
Entah tanpa sadar mayra menyentuh wajah adi, membelainya lembut. Adi yang merasakan sentuhan mayra merasa sangat senang, ia menarik tubuh mayra membawanya masuk kedalam pelukannya.
"Berjanjilah mayra kau tidak akan meninggalkan aku." bisik adi di telinganya.
Mayra mengangguk pelan, ia merasa tenang berada di dalam pelukan adi.
Namun tiba-tiba saja bik jum datang membawakan minuman untuk adi dan mayra, bik jum tak tau kalau dirinya muncul di saat yang tidak tepat.
Mayra merasa malu karna bik jum melihatnya di peluk oleh adi, dirinya ingin keluar dari pelukan adi, namun adi malah menahannya.
"Kau tak perlu malu sayang, bik jum akan terbiasa melihat ini, iyakan bik." jelas adi tersenyum.
Bik jum tersenyum mendengar ucapan tuannya, dirinya senang jika tuannya kembali hangat seperti dulu, ia segera pergi meninggalkan keduanya, tak ingin mengganggu waktu mereka.
Adi memaksa mayra agar pulang malam nanti, ia masih ingin menikmati waktu bersama mayra, karna jika di sekolah adi tak bisa banyak bicara dan menghabiskan waktu bersama mayra.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
alhamdulillah bisa up..
jangan lupa 👍❤🗯..
Trimakasih..
__ADS_1