Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
KEKASIHKU


__ADS_3

🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Sebaiknya, apapun itu..


Jangan pernah engaku berkenalan dengan yang namanya kebohongan, jika kau sampai mengenal kebohongan, maka percayalah, apapun hal baik yang engkau inginkan, akan menjadi sebuah keburukan.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Kadang...mayra suka bertindak tanpa berpikir, maklum saja, usianya memang masa dimana dia masih berpikir labil, ia mengiyakan ajakan rangga tanpa memberitahu ardi terlebih dahulu, dan kini rangga tengah menunggunya keluar di depan gerbang sekolah.


Mayra pulang lebih dulu, ia memberitahu nana dan jeni bahwa rangga mengajaknya ke alun-alun kota setelah pulang sekolah, sementara nana dan jeni masih ingin ke perpus untuk meminjam buku, tak ingin rangga menunggu lama, mayra segera pergi setelah memberitahu keduanya.


Adi baru saja keluar dari ruang guru, ia segera menghubungi mayra, namun sayang mayra tak mengangkat telfonnya, adi bingung kenapa mayra tidak mengangkat telfonnya, tiba-tiba saja adi melihat nana dan jeni sedang berjalan menuju perpustakaan, namun tak melihat mayra bersama mereka, sarkas adi memanggil keduanya untuk bertanya kemana mayra.


Jeni dan nana yang mendengar panggilan adi segera berlari menghampirinya, mereka takut jika adi marah karna mereka terlalu lambat nantinya, hingga akhirnya mereka tiba di hadapan adi.


😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆


Tanpa basa-basi, adi bertanya kemana mayra pergi, kenapa mereka tidak bersama, merekapun memberitahu bahwa mayra pulang lebih dulu, karna ia pergi ke taman alun-alun kota bersama rangga, sementara mereka masih ke perpustakaan untuk meminjam buku, setelah menjelaskan hal itu, barulah keduanya di ijinkan untuk pergi.


Mendengar penuturan kedua sahabat mayra, adi mengepal tangannya kuat, ia yakin rangga akan berbuat aneh pada mayra, ia tau kalau rangga menyukai mayra, tanpa banyak berpikir ia segera pergi untuk menyusul mayra dan rangga.


Beberapa menit kemudian, sepeda motor rangga terhenti, keduanya sudah tiba di alun-alun kota, ia mengajak mayra membeli sesuatu sebelum keduanya duduk untuk bicara, mayra memesan beberapa bungkus jajanan kesukaannya, hal ini yang membuat dirinya senang pergi ke sana.


Tak berselang lama, adi kini sudah tiba di alun-alun, ia segera memarkirkan mobilnya, dan mencari dimana mayra, ia terus mencoba menghubungi mayra, ia semakin kesal karna mayra tak mengangkat satupun telfonnya, sementara ponsel mayra berada di dalam tas dengan mode silent.


Mayra dan rangga sudah duduk di tempat biasa, ia mulai berbicara pada mayra, namuh bukan hanya mulutnya yang berbicara, tangan rangga juga ikut berbicara, menyampaikan perasaannya pada mayra, yah..tangan rangga meraih kedua tangan mayra, rangga terus mengungkapkan isi hatinya, rindunya dan segalanya, bahkan ia memohon pada mayra untuk mau menerima perasaannya dan menjadi kekasihnya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, adi kini sudah melihat keduanya, bahkan mendengar pernyataan cinta rangga pada kekasihnya, ditambah sikap rangga, sontak hal itu membuat darah adi mendidih, membuat sang empunya sarkas menghampiri keduanya.


BUGGGGHHH...


👊👊👊👊👊...


Satu pukulan mendarat sempurna di pipi rangga, yah..rangga tersungkur ke samping, ia tak tau kalau adi datang kesana, mayra juga terkejut, adi yang emosi, segera menghampiri rangga, menariknya bangun, kemudian memberi beberapa pukulan di perutnya, hal itu membuat mayra takut dan segera menghentikan adi, ia tak mau terjadi sesuatu hal pada rangga karna dirinya.


"Stop mas, stop, stop.....kasian kak rangga, ayo kita pergi!! ucap mayra berusaha melerai adi.


Adi masih emosi, dirinya masih belum puas menghadiahi rangga dengan pukulannya, rasanya kekerasan yang bisa membuatnya sadar pikirnya, hingga mayra kesal karna tak kunjung bisa melerai adi yang terus saja memukuli rangga yang sudah lemah, dan mayra berteriak.


"Pukul mas..terus saja pukul, pukuli saja sampai dia mati, barulah kita akan hidup seumur hidup semati di dalam penjara, dengan kasus pembunuhan berencana, dengan motif cinta segitiga, kau mau itu kan??" lantang mayra bersedekap dada.


JEDARRR..


Kata-kata mayra membuat adi sadar, ia berhenti memukuli rangga yang telah lemah akibat ulahnya, beberapa memar kemerahan sudah menghiasi wajah rangga, bahkan seragam yang ia kenakan sudah kotor akibat beberapa kali ia tersungkur ketanah, dan benar kata mayra, memukuli rangga hanya akan membuat masalah baru, ia tidak ingin membuat mayra terlibat dalam masalah apalagi karna dirinya.


Melihat adi yang mulai mereda mayra menghela nafas kasar, ia tak menyangka adi akan bersikap seperti itu karna dirinya, hingga ia tak berani mendekati rangga untuk menolongnya, ia membiarkan rangga berdiri sendiri, dan menjauh beberapa langkah dari adi, membuat adi merasa menyesal karna membuat kekasihnya takut akibat sikapnya tadi.


Melihat mayra yang mengambil beberapa langkah untuk menjauh, adi berniat untuk mendekat kembali, namun mayra cegah, langkahnya terhenti tak kala mayra mengisyaratkan tangannya untuk tidak mendekat, dan adi paham itu, sementara rangga masih berdiri lemah dengan memegangi wajahnya yang sudah babak belur akibat ulah adi.


Mayra menghela nafas kasar, tak kala melihat rangga lagi, kemudian memutar mata malas melihat adi, tapi semuanya sudah terjadi.


"Kak rangga, aku dan pak adi sudah bertunangan, jadi maaf..aku tidak bisa menerima perasaan kakak, hubungan kita cukup sebagai adik dan kakak, tak lebih dan tak kurang, mungkin hanya kata maaf untuk rasa sakit akibat penolakan ini semua, termasuk apa yang terjadi hari ini, trimakasih untuk semua kebaikan yang kakak beri, meski tanpa balasan, aku harap kakak bisa mengerti, percaya saja kak, takdir tidak akan pernah salah alamat, maaf juga kak..karna aku tidak bisa membantumu untuk mengobati luka kakak." jelas mayra.


Adi masih terdiam, dia hanya bisa menyimak apa yang mayra katakan, karna membantah apapun itu akan percuma baginya, semua kesalahan kini hanya mengarah pada dirinya, ia tak ingin mayra semakin kesal dengan ulahnya.

__ADS_1


"Dan mas adi..setidaknya apapun itu, bicarakan semuanya secara baik-baik mas, kau perlu ingat mas, dia yang memelukku belum tentu dia yang memiliki hatiku!!" Jelas mayra.


Suasana semakin hening, ia tak menyangka mayra akan mengatakan hal yang menampar dirinya, hingga ia sadar dengan semua kesalahan yang ia perbuat, meski apapun itu semuanya sudah terjadi, dengan kenyataan pahit yang tak bisa ia hindari dan prediksi.


Mayra pergi meninggalkan keduanya, ia tak ingin menambah sesak di hatinya, kecewa pada sikap adi itu pasti, tapi semuanya sudah terjadi, mayra hanya berharap rangga akan mengerti dengan semuanya, ia mau menerima kenyataan pahit dari kebenaran yang ada.


Sementara rangga masih terdiam di tempat, ia masih berdiri lemah menatap kepergian mayra, sosok yang sudah mengisi hatinya, kebenaran yang belum bisa ia terima, meski sebenarnya rangga sudah tau sejak lama, ia pikir...kebenaran yang ia tepis akan berubah seperti kebenaran yang ia inginkan, tapi salah, justru hal itu menjadi bumerang untuk dirinya sendiri, takdir hanya akan datang pada pemiliknya, dan ia harus percaya bahwa mayra bukan menjadi takdirnya, sakit dan sulit..tapi itu harus ia coba terima, karna itu kenyataannya.


Tak ingin berlama-lama di sana dan memancing emosinya lagi, adi memilih pergi meninggalkan rangga sendiri, ia ingin mengejar mayra untuk membicarakan semuanya, namun sebelum pergi adi masih menjelaskan beberapa hal pada rangga.


"Sekarang kamu sudah tau dengan sangat jelas semuanya, aku harap kamu akan mengerti dan memahami, bahwa apa yang bukan takdirmu, tidak akan sampai padamu, mayra adalah kekasihku, dia tunanganku, milikku dan aku tidak suka ada yang mengganggunya, apalagi kau sudah tau ini sejak lama." jelasnya tegas.


Yah..adi menjelaskan semuanya, ia berharap rangga akan bisa menerima segalanya, berhenti mengejar mayra, ia juga tidak menyangka bahwa rangga akan tetap maju meskipun ia tahu kebenarannya, yaps..adi tau kalau rangga sudah mengetahui hubungan mereka, saat kejadian di pinggir jalan waktu itu, adi sempat melihat sosok seseorang dari kejauhan yang melihatnya dengan mayra, beberapa saat setelah semuanya, mungkin juga dengan adegan ciuman mereka, karna sekelibatan almamater yang rangga kenakan terlihat olehnya.


Ia juga yakin bahwa rangga sudah curiga dengan hubungan mereka sejak awal, tapi adi memilih diam, berpikir rangga tetap tidak tau, tak ingin membahas semuanya, apalagi memberitahu mayra bahwa saat itu ada yang melihat mereka di pinggir jalan, namun sebelum ia pergi, adi juga meminta maaf atas semua yang terjadi, apapun itu tidak ada niatan sebelumnya bagi adi, dan berharap rangga mengerti.


Di sisi lain, ada mayra yang kini tengah duduk termenung di dalam angkutan, ia berpikir tentang semua pelajaran hidup yang ia terima, cinta, benci, luka, rasa nyaman, kehilangan, sesak dan takdir, semunya hadie menjadi satu dalam kombinasi rasa yang membuat hati getir.


Baru satu sesak ia buang, karna sesal yang datang, kini ia tak mau ada sesak akibat sesal untuk yang kedua kalinya, cukup sekali dan ia saja yang alami.


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇


MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR BATIN


Alhamdulillah mom bisa up, maaf sekali lagi mom gagal up, niat sudah ada tapi belum ada pasti, jadi ya begini..😁


Berharap kalian semua bisa mengerti, apa maksut isi hati..

__ADS_1


Jangan lupa like, fav dan komen sebanyaknya, trimakasih.🙏


__ADS_2