Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
Menunda


__ADS_3

♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


Lantas kedatangan dan perminta maafan dari adi tidak bisa membuat mayra semudah itu untuk memaafkan kesalahannya kemarin, egonya membuatnya ingin menenangkan diri terlebih dahulu, akan lebih baik jika semua langkah yang mereka ambil dalam menjalin hubungan harus benar-benar di pikirkan secara matang.


"Mas..aku ingin pertunangan kita di tunda beberapa bulan lagi, aku tidak mau jika di kemudian hari akan ada penyesalan diantara kita, kau tau aku masih labil, hubungan ini bukan main-main, kita masih belum lama saling mengenal satu sama lain, lebih baik jalani semuanya terlebih dulu, aku tak ingin suatu saat jika kita mengalami masalah, tidak akan ada pihak yang saling menyalahkan." jelas mayra lembut.


😌😌😌😌😌😌😌😌


Adi menghela nafas, dirinya tak ingin menunda pertunangan mereka, namun bagaimanapun adi harus tetap setuju, karna meski adi memaksakannya mayra tetap akan menolak dan tak ingin membuat hubungan mereka kacau karna hal itu.


"Dengan satu syarat.." ucap adi.


"Apa mas?" tanya mayra.


Adi memberi syarat pada mayra, meskipun acara pertunangan mereka di tunda, mayra tetaplah tunangannya, kekasihnya dan miliknya, dan mayra menyetujui hal itu.


Adi masih enggan untuk pulang, rasa rindunya terhadap mayra begitu besar, bahkan adi tak segan-segan untuk terus menggenggam tangan mayra sambil sesekali menciumnya, hingga membuat sang empunya malu ketika tak sengaja bu santi melihat ulah adi saat menyuguhkan cemilan untuk keduanya.


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭


"Pulanglah mas..ini sudah sore, lebih baik kamu pulang dan istirahat, aku baik-baik saja, tidak enak sama ayah dan ibu." usir mayra.


Adi menatap mayra penuh selidik, dirinya masih ingin bersama sang kekasih tapi mayra malah mengusirnya pulang, hingga muncullah sebuah ide.


Awalnya mayra mengira adi ingin bertemu orang tuanya untuk sekedar pamit pulang, tapi ternyata dugaannya salah, adi malah meminta ijin untuk membawa mayra pergi keluar makan malam, dan ia berhasil meminta ijin.


Mayra mendengus kesal tak kala melihat adi yang tersenyum penuh kemenangan mendapat ijin orang tuanya, mau tidak mau mayra ikut pergi bersama adi.


Awalnya mayra berniat untuk berganti baju, karna dirinya hanya mengenakan dress selutut berwarna hitam dengan tali spageti yang membuat kulitnya yang putih lebih menonjol, tapi adi melarangnya, karna menurutnya mayra sudah terlihat sangat cantik meski dengan balutan dress sederhana, di tambah rambutnya yang terurai bebas memberi kesan yang anggun menurutnya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Selama di perjalanan mayra memilih diam, menikmati pemandangan jalanan, dengan lampu-lampu kota yang menghiasi malam, sesekali adi melirik ke arahnya, bahkan sesekali adi membelai lembut rambutnya.


Mayra terdiam menerima perlakuan lembut adi, mayra menatap adi dan tanpa sengaja tatapan keduanya saling bertemu, hingga dengan segera mayra mengalihkan pandangannya.


30 menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi berhenti, mayra memang tak bertanya kemana adi akan mengajaknya pergi hingga tanpa disadari kini mereka sudah tiba di rumah adi, mayra menatap kesal ke arah adi.

__ADS_1


"Pantas saja dia tak membiarkan aku berganti baju, ternyata dia mengajakku kemari." batin mayra kesal.


🥗🥙🥣🍟🌯🍕🫕🌭🍲🫕🍳🥣🍳🍙🍿🥫🍱🧂🍢🍙🍿


Bik jum sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut keduanya, yah..adi sudah mengirim pesan pada bik jum untuk mempersiapkan makan malam untuknya dan mayra.


" Selamat datang non mayra, tuan, saya sudah menyiapkan semuanya." sapa bik jum ramah.


Mayra tersenyum ramah, kemudian berjalan masuk mengekori adi, namun adi tidak membiarkan hal itu terjadi, dengan sekali hentakan adi menarik tubuh mayra agar berjalan di sampingnya, karna dia adalah kekasihnya bukan bodyguardnya.


********************%%%%%***************


Mayra sangat patuh, dia terus mengikuti adi kemanapun dia menuntunnya, adi mengajak mayra naik ke kamarnya, dirinya berniat untuk mandi dan meminta mayra menunggunya di atas, namun sayangnya pemikiran mayra justru berbeda dari adi, tepat di depan pintu kamarnya mayra berhenti melangkah, kemudian menatap adi.


"Sebaiknya..aku tunggu di bawah saja ya mas, aku ingin melihat-lihat rumah ini selagi kamu mandi." pinta mayra lembut.


Adi mengerti melihat tingkah mayra, hingga adi memutuskan untuk mengiyakan permintaannya.


"Baiklah..aku akan mandi, kau boleh melihat isi rumah ini, karna rumah ini adalah rumahmu juga, ingat..panggil aku jika kamu butuh sesuatu." jelas adi kemudian pergi.


Mayra menghela nafas lega, dia tidak perlu hawatir lagi dan bergegas turun untuk melihat isi rumah adi.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Mata mayra menelusuri setiap ruangan, mulai dari ruang tengah, ruang tamu, dan beberapa kamar yang cukup luas menurutnya, terdapat jejeran foto-foto masa kecil adi dan almarhum kedua orang tuanya.


" Harusnya mereka saat ini bisa menemani mas adi, mendukungnya dan melihat kesuksesan putra tunggalnya sekarang." gumam mayra menatap salah satu foto.


Tanpa mayra sadari rupanya adi sudah selesai beberapa saat yang lalu, namun dia memilih melihat mayra dari atas, membiarkannya melihat isi rumahnya sendiri, mendengarkan semua ucapan mayra dengan foto kedua orang tuanya.


Kemudian adi turun menghampiri mayra perlahan, memeluknya dari belakang membuat mayra terkejut.


"Mas adi.." ucap mayra.


"Iya sayang..kudengar kau sedang berbicara dengan kedua orang tuaku, apa kau mendengar jawaban mereka?" tanya adi menautkan wajahnya di bahu mayra.


Mayra menggelengkan kepala, dan hal itu membuat adi tersenyum.

__ADS_1


"Kau tau mayra, mereka memintamu untuk menggantikan mereka menemaniku didalam keadaan apapun, jangan pernah pergi dalam masalah apapun, menjadi istri dan menantu satu-satunya bagi mereka." jelas adi.


"Yah...itukan maunya mas." celetuk mayra.


😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆


Puas berkeliling melihat isi rumah, adi mengajak mayra untuk makan malam, yah..bik jum sudah masuk ke kamar untuk beristirahat, mayralah yang melayani adi makan.


Layaknya seorang istri, mayra mulai melayani adi untuk mengambil makanan, sementara adi menikmati pemandangan indah itu, gadis cantik yang sudah menjadi tambatan hatinya saat ini.


Keduanya makan malam dengan hikmat dan nikmat, sesekali adi mencuri pandang kearah sang kekasih, bahkan dirinya tak segan untuk sesekali membelai rambut mayra, yang di belai merasa malu hingga pipinya merona.


Beberapa saat kemudian, setelah selesai makan, mayra segera membersihkan semuanya, dan adi masih setia menunggu mayra di meja makan, memandangnya dari kejauhan, namun bukan cuma memandang, adi malah menghampiri mayra saat sedang mencuci piring, menyibak rambutnya ke belakang, memeluknya kemudian mencium bahunya dengan lembut, menghirup aroma tubuh mayra yang candu baginya.


Mayra bergidik ngeri, dirinya berusaha mempercepat gerakannya, tak mau terjadi suatu hal yang tidak dia inginkan.


Betul saja, adi memang selalu terpancing saat melihat mayra seperti itu, hasratnya seolah tidak tertahan, di tambah saat dia memeluk tubuhnya, lekukan tubuh mayra yang indah terlihat jelas, jemari adi mulai bermain nakal di perut mayra, bergerak lembut keatas dengan sentuhan-sentuhan hangatnya.


Mayra yang sadar akan hal itu mencoba menghentikan tangan adi saat pekerjaannya sudah selesai, sedangkan adi sudah terangsang, terasa jelas saat deru nafasnya menerpa kulit mayra, namun adi tidak berhenti begitu saja, dia malah membalik tubuh mayra membuatnya menghadap dirinya, dan dengan cepat menerkam bibir mayra, mel*matnya perlahan, menuntut mayra membalas gerakannya.


Sementara sang empunya tetap diam mematung, tak ingin membalas ciuman adi, terus berusaha mendorong tubuh adi sekuat tenaga, hingga adi tersadar bahwa mayra tak mau membalas ciumannya.


Adi melepas ciumannya, lalu menyatukan keningnya di kening mayra, menetralkan nafasnya, kemudian menatap mayra.


"Apa salah jika aku begitu mencintaimu mayra? apa salah jika aku menginginkanmu? maafkan aku jika ini terlalu cepat, tapi jujur mayra aku sangat mencintaimu." ungkap adi memeluknya.


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭


Mayra terdiam, terbesit rasa bersalah di hatinya, perasaanya memang ada untuk adi, namun mayra ingin meyakinkan perasaannya kembali, sebelum semuanya terlambat, atau sudah jatuh terlalu dalam, menunda belum tentu mengakhiri pikirnya.


"Maafkan aku mas." batinnya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Alhamdulillah bisa up lagi..


Semoga suka ya sama cerita ini...

__ADS_1


like, fav dan komen sebanyak nya biar mom makin semangat up..


trimakasih


__ADS_2