Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MENYELINAP


__ADS_3

πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Bukannya tidur nyenyak, sabrina justru terbangun tak kala mendengar ketukan di jendela kamarnya, ia menatap jam di dinding yang masih menunjukkan jam 9 malam, awalnya ia merasa bahwa dirinya telah salah dengar, namun ketukan itu terdengar beberapa kali, hingga akhirnya, meski dengan perasaan ragu, mayra memberanikan dirinya untuk memeriksa.


Dan doorrrr...


Mata mayra terbebelak ketika melihat sosok yang berdiri di luar jendelanya, siapa lagi kalau bukan ardi, ia merasa panik kemudian segera membuka jendela kamarnya, ia bertanya pada ardi untuk apa dirinya datang malam-malam, apalagi ia berdiri di depan kamarnya, ia hawatir akan ada yang melihatnya nanti, namun sang empunya tidak menjawab, bahkan ardi menyelinap masuk melewati jendela tanpa aba-aba dari mayra, sebelum ada yang melihatnya di sana.


Ardi masuk, mayra bingung harus bagaimana, ia memijat kepalanya pusing, melihat ardi yang kini sudah ada di dalam kamar bersamanya. Berbeda dengan ardi, ia justru tersenyum melihat wajah mayra, namun senyumnya berubah tak kala ia melihat bekas di leher mayra, yang terlihat jelas, karna saat itu mayra menggunakan tangtop putih bertali spageti dan hot pants hitam, di tambah rambut mayra yang disanggul sembarang. Tangan ardi mengepal kuat, ada api cemburu yang membakar hatinya, tak kala terbayang sosok adi yang telah memberikan tanda kepemilikan itu dileher mayra.


"Shiiittt...beraninya dia." batinnya.


😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱


"Mas mas.." panggil mayra mengipas-ngipas tangannya.


Membuat ardi tersadar dari pikirannya, ia menatap wajah mayra, kemudian tersenyum, sebelum akhirnya dirinya menjelaskan kedatangannya kesana.


"Sesuai janjiku, aku ingin menikmati waktuku bersamamu malam ini bagaimanapun caranya, setuju atau tidak aku tidak perduli, jika kamu menolak, aku bisa memanggil ayah ibu agar mereka kemari." jelas ardi santai.


Mayra menggeleng, ia semakin tidak mengerti, dirinya merasa pusing, tidak tau harus bagaimana, dan akhirnya terpaksa setuju, karna dirinya tau jika ardi tidak akan menuruti permintaannya untuk pergi dari sana, ia tau jika ardi sama keras kepalanya seperti adi. Ardi melepas jas kerjanya, juga kemejanya, lalu berbaring di kasur mayra, hanya menggunakan kaos singlet putih masih dengan celananya.


Mayra sempat terkejut melihat apa yang ardi lakukan, namun ternyata pikirannya salah, lalu ia segera mengambil jas dan kemeja ardi untuk menyimpannya di gantungan, namun tersisa satu masalahnya saat itu, dirinya bingung harus tidur dimana, tak kala ada ardi yang sudah berbaring di kasurnya. Melihat wajah mayra yang bingung, ardi tersenyum, lalu menepuk-nepuk kasur di sisinya memberi kode mayra, ia mengerti kebingungan mayra saat itu, dan ardi tidak menerima penolakan apapun.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Mengerti kode ardi, mayra menghela nafas, ia terpaksa tidur dengannya, di tambah tidak ada sofa yang bisa mayra tempati, ia berbaring disisi ardi dengan posisi tidur membelakanginya, dirinya hanya cemas jika nantinya ada yang memergoki mereka, satu kasur dan itupun di rumahnya sendiri pikir mayra hawatir. Ardi tersenyum, kemudian membawa mayra mendekat padanya, hingga tak ada jarak diantara keduanya, bahkan ardi membuat mayra berbantal tangannya.


"Aku tau banyak pertanyaan dihatimu sayang, tapi aku tidak ingin menjawabnya, aku hanya ingin menikmati malamku bersamamu, karna aku sangat merindukanmu, diam dan nikmati saja, aku tidak akan merepotkanmu jika kamu menurut." jelas ardi.


Lalu ia semakin mengeratkan pelukannya di perut mayra, tangan ardi sudah melingkar kokoh di sana, memperkuat posisinya, membuat keduanya semakin menempel, menciptakan kehangatan di dinginnya malam, hingga akhirnya keduanya sama-sama terpejam.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Mayra benar-benar terlelap, karna dirinya memang sudah mengantuk dan merasa lelah, namun berbeda dengan ardi, ia justru membuka matanya kembali, dirinya kembali teringat ucapan juliet, ada rasa takut kehilangan, ardi ingin waktunya saat itu tidak cepat berlalu, ia ingin mayra menemani setiap malamnya seperti itu.


Aroma manis terus menyeruak, membuat ardi tak ingin jauh dan semakin menempel, bahkan hasrat ardi semakin terpancing, tak kala mayra sedikit menggeliat dalam pelukannya. Ardi semakin bergelora, tak kala tangannya bisa menelusup ke balik tangtop mayra, marasakan kulit mulusnya, bahkan bukan cuma itu, tangannya kini mulai berkeliaran nakal di area perut mayra, membuat sang empunya terganggu.


"Mass...jangan ganggu aku sekarang." gumam mayra samar.


Ardi tersenyum, ia tidak menyangka bahwa mayra akan terganggu dengan ulahnya, mendengar gumaman mayra membuat ardi mengambil kesimpulan, hingga akhirnya dirinya menghentikan aksinya.


"Baiklah sayang, tidak sekarang tapi besok pagi." batin ardi.


Di sisi lain, ada mama anita yang tadinya sempat menunggu kedatangan putranya, namun dirinya memilih untuk tidur tak kala sang suami mengajaknya untuk beristirahat.


"Tidak biasanya ardi blum pulang." batinnya cemas.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Keesokan paginya, jam masih menunjukkan pukul 4 pagi, mayra sudah terbangun lebih dulu, mayra baru ingat bahwa dirinya tidak tidur sendirian, ia tidur bersama ardi saat merasakan tangan kokoh melingkar di perutnya, perlahan mayra memindahkan tangan kokoh itu, ia hendak bangun untuk mencuci muka sebelum ia membuat susu dan roti untuk ardi.


"Selamat pagi sayang, rupanya kau bangun lebih dulu, memangnya kamu mau kemana?" tanya ardi.


Mayra menghela nafas, ia tidak menyangka ardi akan terbangun, padahal dirinya sudah sangat pelan, hingga akhirnya mayra menjelaskan bahwa dirinya ingin bangun untuk menyiapkan baju sekolahnya. Tapi ardi tak melepas mayra begitu saja, ia justru merengek manja meminta morning kiss dari mayra.


"Morning kiss dulu sayang." manja ardi.


Mayra mengangguk mengiyakan permintaan ardi, tak ingin terlalu lama tertahan dengan drama ardi yang masih pagi. Ardipun melepas mayra, membiarkannya bangun dan memberikan morning kiss untuknya, ia tahu jika mayra tidak akan menolak permintaannya, apalagi membuat keributan di pagi hari dirumahnya, barulah setelah itu ardi membiarkan mayra pergi.


Mayra segera pergi setelah memberikan morning kiss untuk ardi, ia mencuci mukanya kemudian pergi menuju dapur, ia pergi ke dapur pagi sekali hanya untuk membuatkan susu dan roti untuk ardi, sebelum sang ibu bangun dan pergi kedapur, mayra merasa tidak enak hati jika nantinya ardi pergi tanpa sarapan, karna tidak mungkin ia mengajak ardi sarapan bersama dengan orang tuanya.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Beberapa menit kemudian, mayra kembali ke kamar, ia masuk dengan membawa nampan berisi segelas susu hangat dan roti selai untuk ardi, ia segera meletakkannya di meja kecil dekat tempat tidurnya, kemudian memberitahu ardi untuk sarapan sebelum pergi dari sana.


"Aku mau mandi dulu mas, aku sudah siapkan sarapan untukmu, tapi ini hanya susu dan roti, karna tidak mungkin jika kita sarapan bersama ayah dan ibu." jelas mayra perlahan.

__ADS_1


Ardi tersenyum, ia bangkit dari tidurnya, melihat mayra masuk kedalam kamar mandi, dirinya tidak menyangka mayra akan melakukan hal itu, ardi pikir mayra hanya bangun untuk menyiapkan keperluan sekolahnya, justru ia bangun pagi hanya untuk melayani dirinya sepeerti seorang istri, membuat ardi semakin jatuh hati.


"Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu begitu saja, bahkan setelah aku kehilangan ingatanku sekalipun, perlakuanmu dan perhatianmu membuatku semakin tidak ingin jauh darimu mayra, aku ingin setiap hariku bisa di temani oleh mu, aku mencintaimu." batin ardi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Beberapa menit kemudian, mayra selesai dan keluar dari kamar mandi, ia keluar menggunakan bathrobe pink, dengan rambut yang telah terbungkus handuk, tetes-tetes air masih mengalir di wajahnya, membuat mayra terlihat sangat segar.


"Aku suka." gumam ardi perlahan.


Ardi terpaku, melihat kecantikan mayra yang natural, apalagi seperti saat itu, mayra terlihat sangat segar, apalagi saat melihat wajah mayra yang bersemu merah karna malu, setelah itu ardi bangun dan masuk ke kamar mandi. Sementara mayra baru saja menghela nafas lega, tak kala ardi sudah masuk meninggalkannya, bagaimana mayrra tak merona malu, itu adalah kali pertama dirinya tidur satu kamar bersama laki-laki, dan di paginya ia bangun menyambutnya setelah mandi, seperti suami istri pikir mayra, lalu ia segera bersiap sebelum ardi selesai.


Selesai bersiap, mayra segera merapikan tempat tidurnya, ia juga menyiapkan kemeja dan jas ardi, sembari menunggunya selesai dari kamar mandi. Beberapa saat, ardi keluar dari kamar mandi, ia keluar sudah dengan mengenakan celananya, namun tanpa kaos dalam, memperlihatkan tubuhnya yang gagah dengan postur roti sobek yang berjejer rapi, rambutnya yang basah juga membuat dirinya nampak sangat segar, membuat mayra merona, lalu segera mengalihkan pandangannya.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Sementara ardi tersenyum, tak kala menangkap mayra yang tengah menatapnya, membuat sang empunya merona, ardi merasa senang, melihat mayra yang demikian, lalu ia segera menyambar kemejanya yang sudah mayra siapkan. Tak ingin membuat mayra tak nyaman, ardi kemudian duduk di kasur dan mengambil sarapan yang mayra siapkan, ia sarapan dengan bahagia, sembari memandang mayra yang tengah bersiap di depan cermin.


Kali ini mayra bersiap lebih pagi dari biasanya, namun mayra tetap akan keluar kamar seperti biasanya, tak ingin orangtuanya curiga. Sadar ardi sedang memperhatikannya membuat mayra kembali merona, karna itu adalah kali pertama dirinya bersiap di depan ardi, lalu mayra mencoba bicara pada ardi untuk mengalihkan perhatiannya.


Ardi menyadari jika mayra merasa canggung saat dirinya menatap dirinya, namun ia sangat suka, apalagi saat melihat mayra yang merona.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Alhamdulillah bisa up..


swmoga para readers setia, selalu sabar n suka karya mom..


jangan bosen, mohon maaf bila ada salah kata n penulisannya..


jangn lupa like, love dan komen sebanyaknya..


Trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2