
ππππππππππππ
Kepergian romeo memberi banyak tanda tanya, serpihan kebenaran yang satu persatu ia ungkap semakin membuatnya bingung, ada rasa gelisah mendengar kata menyesal yang romeo katakan, bahkan wajah ardi menjadi kalut ketika keluar dari restoran itu, ia tak mendengar ucapan lina yang bicara dengannya, ardi pergi begitu saja meninggalkan lina sendirian.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah kemana ardi akan pergi, ia juga tidak tau, yang jelas kebingungannya benar-benar membuatnya kacau, sementara lina sedang mendengus kesal, ia masih berdiri di tempatnya, menggerutu memaki sang boss yang tega meninggalkannya sendiri.
"Isshhh...dasar boss gak ada ahlak, gak punya perasaaan, gak peka, pantesan aja jomblo, tapi untung aja jomblo, siapa tau jodohnya aku." gerutunya.
ππππππππππππππ
Di sisi lain, ada mayra yang kini sudah kembali ke kamarnya, ada rasa hawatir dihatinya mengingat juliet yang menelfon suaminya, bahkan berpesan untuk ardi, ia hawatir romeo sedang bersama ardi dan mengatakan semuanya, kemudian ardi mengingat segalanya pikir mayra, meskipun tidak mayra pungkiri, bahwa ada rasa lega setelah menceritakan semuanya pada juliet, kebenaran yang selama ini ia pendam.
Ardi terus berpikir, dari mana ia harus memulai semuanya, bertanya pada orangtuanya itu tidak mungkin, mencari gadis itu di semua apartement juga tidak mungkin karna ia belun tau siapa dia, namun tiba-tiba saja ia.teringat, tentang orang-orang yang sudah lama ada bersama mereka, yah..ada bik tutik yang sudah lama tinggal bersama mereka, ardi yakin bahwa ada kemungkinan ia juga tau kebenaran apa yang terjadi, sehingga tanpa banyak berpikir lagi ardi segera memutar setir menuju rumahnya.
Di kantor adi baru saja selesai meeting, ia baru saja kembali ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya, ia segera meraih ponselnya di saku jasnya, menelfon mayra yang sudah sejak tadi mengganggu pikirannya.
ππππππππππππππ
Tut.....tut....
Tak kunjung ada jawaban dari telfonnya, hal itu membuat adi gelisah, ia terus mencoba, namun hasilnya nihil, adi sudah gelisah sejak tadi ditambah mayra yang tak mengangkat telfonnya, hal itu membuatnya kesal.
"Dimana kamu sayang, kenapa tidak mengangkat telfonku?" batinnya kesal, k3mudian beranjak dari duduknya untuk kembali ke apartement, adi menunda semua skejulnya demi mayra, dan hal itu membuat edo menggeleng kepala.
Sementara mayra yang sedari tadi merasa bosan memilih berendam di bathub, hal itu adalah kali pertama ia berendam, sembari menikmati aroma wangi yang membuatnya merasa relaks, ia juga tak mendengar telfon yang masuk ke ponselnya, karna ponsel mayra dengan mode getar, ia juga tak memegang ponsel sejak tadi malam.
__ADS_1
Adi merasa kesal dan juga hawatir, ia takut terjadi apa-apa pada kekasihnha yang cantik itu, hingga dengan kecepatan tinggi, beberapa menit mobilnya sudah tiba di apartement itu, ia segera masuk menaiki lift menuju kamarnya, dan beberapa saat ia tiba, adi segera mencari mayra, mengedarkan pandangannya ke semua tempat, namun hasilnya nihil, tapi ia belum memeriksa kamar mandi, melihat kamar mandi yang tertutup adi segera memeriksanya, dan dorr...sang kekasih hati ternyata sedang ada di sana sambil berendam diri.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Mayra terkejut, tak kala mendapati pintunya terbuka, dan ternyata itu adi, ia terduduk hingga tanpa sadar memperlihatkan bagian dadanya dengan dua gunung kembar yang terekspos nyata, hal itu membuat adi tak fokus bahkan pikirannya terbang entah kemana melihat keindahan itu, namun sang empunya tersadar, mayra segera menenggelamkan dirinya kembali, menyadari tatapan adi.
Adi juga menggeleng melihat reaksi mayra yang meyadari tatapannya, ia tersenyum dan bernafas lega, rupanya mayra sedang berendam di kamar mandi, pantas saja ia tak mengangkat telfonnya pikir adi, kemudian perlahan adi menghampiri mayra ke samping bathub, ia membelai wajah mayra penuh cinta.
"Lain kali, bawa ponselmu sayang, aku sangat hawatir saat kamu tidak mengangkat telfonku, aku segera kembali karna mencemaskan dirimu, dan maaf jika aku mengganggu acara berendammu, ya sudah, lanjutkan saja, aku akan menunggumu di luar." jelasnya lembut.
Mayra mengangguk, ia bernafas lega tak kala melihat adi yang bangkit dari sampingnya, awalnya ia takut adi akan ikut berendam bersamanya, namun ternyata salah, adi justru keluar meninggalkannya sendirian di sana, tapi tanpa mayra ketahui, adi kini sedang mendengus frustasi merasakan sakit kepala akibat melihat pemandangan indah tadi, sudah jelas juniornya kini sudah stay on di bawah sana, mendesak keluar merasa sesak, namun ia tak bisa berbuat apa-apa, karna itu belum waktunya, adi hanya bisa melepas jasnya kemudian merebahkan tubuhnya di kasur sembari menunggu mayra kembali, mencoba menetralkan hasratnya dengan mengalihkan pikirannya dari bayangan tubuh mayra.
βββββββββββββ
Tak lama kemudian mayra keluar dari kamar mandi, ia sudah lengkap mengenakan bajunya kembali, namun dengan rambutnya yang basah terbungkus handuk di kepalanya, dengan senyum indah yang ia suguhkan pada adi, membuat yang melihatnya ikut tersenyum, adi akui ia tak bisa marah jika melihat senyum indahnya, adi bangkit menghampiri mayra, kemudian menarik mayra menuju cermin dan mendudukkannya di sana, ia segera mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut mayra, perlahan adi dengan telaten mengeringkan rambut mayra.
Hingga beberapa menit kemudian, rambut mayrapun kering sempurna, membuat sang empunya merona, di tambah saat pandangan keduanya bertemu di cermin, posisinya pun sangat sempurna, adi berdiri di belakang mayra sembari memegang kedua bahunya.
" Kau sangat cantik sayang, aku sangat mencintaimu, tapi satu hal yang harus kamu ingat! kamu hanya milikku, aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dari diriku, lain kali jangan buat aku cemas, bawa ponselmu kemanapun kamu pergi, aku tidak mau hawatir memikirkan dirimu seperti tadi." jelas adi.
Mendengar ucapan adi, mayra tersenyum, ia mengangguk kemudian meminta maaf, pasalnya memang benar, kehawatiran adi pada dirinya, karna mayra tak mengangkat telfon darinya, mayra menyadari kesalahan itu.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Sementara disisi lain, ada ardi yang baru saja tiba di rumahnya, ia melihat suasana rumah yang sepi, sudah pasti saat itu sang mama sedang pergi, ia segera pergi menuju dapur, sembari memanggil bik tutik, suara ardi yang menggelegar keseluruh ruangan membuat sang empunya yang merasa di panggil oleh ardi segera berlari menghampiri asal suara.
__ADS_1
Ardi terhenti saat bik tutik tiba di hadapannya, tanpa banyak bicara ia segera maraih tangan bik tutik, kemudian membungkuk di depannya, ardi meletakkan telapak tangan bik tutik di kepalanya, sembari bicara dengan memohon.
"Kumohon bik, jangan berbohong, bersumpahlah demi aku, jika tidak, aku tidak akan pernah kembali kerumah ini untuk yang kedua kalinya." jelas ardi.
DUAAARRRR...
Seperti petir yang menyambar, hati bik tutik bergetar mendengar ucapan ardi, ia tak ingin ada hal buruk menimpa ardi untuk kedua kalinya, mengingat kecelakaan yang sudah menimpanya dan ardi masih bisa kembali lagi, ia juga menyayangi ardi seperti putranya sendiri, sumpah yang ardi berikan membuatnya bimbang, antara mengatakan semua kebenaran atau tetap diam.
ππππππππππππππ
Ardi yakin bahwa bik tutik mengetahui segalanya, apalagi tatapan bik tutik yang seolah bingung, namun ardi segera membujuknya kembali, meyakinkannya bahwa ardi akan baik-baik saja jika ia memberitahu semua kebenaran kepada dirinya, ia juga berjanji tidak akan memberitahu siapapun tentang kebenaran yang ia berikan pada ardi.
"Aku pastikan semua itu bik, jika kau juga menyayangi diriku, apa kau ingin melihatku semakin menyesal nantinya, jika kebenaran yang aku terima sudah terlambat, setidaknya katakan siapa dia?" jelas ardi perlahan.
Hingga akhirnya bik tutik menyerah, ia meneteskan air mata melihat ardi yang membungkuk di hadapannya, ia segera meminta ardi untuk berdiri, tak ingin melihat ardi yang sudah ia anggap sebagai putra membungkuk memohon kepadanya, bik tutik mulai bicara membuka diamnya, yah..karna tanpa sang majikan minta bik tutik tetap diam mengetahui kebenaran yang ada, ia juga tahu bahwa ardi juga sudah mulai mencari tahu semua kebenarannya.
"Maafkan bibik den, bibik tidak bisa mengatakan banyak hal, yang jelas bibik akan mengatakan apa yang bibik tahu, gadis itu adalah mayra, gadis pertama yang membuat aden jatuh cinta, dia gadis yang cantik dan baik, meski bibik tidak tau apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian, namun sejak saat aden kecelakaan, mayra sudah tidak pernah kemari, bahkan namanya sudah tidak pernah di sebut di rumah ini, dia gadis pertama yang membuat aden tersenyum." jelas bibik perlahan, air matanya mengalir terisak haru.
Ia kembali teringat dimana kenangan masalalu saat melihat ardi yang tersenyum bersama mayra, senyum yang kini sudah lama hilang bersama hilangnya mayra dari ingatan ardi, bik tutik hanya bisa memberitahu hal itu saja pada ardi, ia merasa sedikit lega saat beban yang ia simpan sudah terbuka, karna ia juga ingin mengatakan semua kebenaran saat mengetahui ardi yang tertekan ingin mencari semua kebenaran tentang mayra.
πππππππππππππππ
Maaf ya semua..
mom baru bisa up, semoga kalian tetap suka sm karya mom, dan terus bersabar, meski hasil dari kesabaran kalian kurang memuaskan, maaf sekali lagi, jangan lupa like, fav dan komen sebanyak-banyaknya..
__ADS_1
Trimakasihπππππβ€β€β€β€