
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Rupanya adi sudah terlambat untuk mengejar mayra, karna gadis itu sudah pergi dari sana, adi juga sudah mengelilingi alun-alun kota, dan hasilnya nihil, menghubunginyapun tak ada jawaban, hingga adi memutuskan untuk menyusul mayra ke rumahnya.
Sementara rangga memutuskan untuk pulang, meski lemah, ia berusaha pulang menggunakan motornya, untungnya saja ia membawa helm, jadi ia bisa menutupi wajahnya yang babak belur akibat ulah adi.
Di sisi lain, mayra barulah tiba di rumah, ia mencoba tersenyum seperti biasa, tak ingin menunjukkan sesaknya pada orang lain, yah..saat itu bu sinta tengah duduk di teras sembari menjahit, mendapati putrinya yang baru datang, lalu mayra segera masuk, ia mengatakan akan mandi dan kembali untuk membantu sang ibu jika belum selesai.
🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒
Beberapa menit kemudian, adi tiba di depan rumah mayra dengan mobilnya, ia yakin mayra pasti ada di sana, melihat ada sang ibu mertua, adi segera keluar untuk turun dan menanyakan keberadaan mayra, dan benar saja..rupanya mayra sudah pulang, bu sinta meminta agar adi menunggu di ruang tengah karna mayra tengah mandi.
Adi masuk, ia memilih menunggu di ruang tengah sesuai instruksi sang ibu mertua, berharap mayra akan keluar setelah ia selesai dan mau bicara dengannya, adi duduk menyadarkan tubuhnya di sofa, terus menatap arah pintu dimana mayra akan muncul.
15 menit kemudian, tak ada usaha yang menghianati hasil, mayra muncul dengan mengenakan hot pants hitam dan tangtop putih, rambutnya juga masih basah, terlihat jelas dari tetesan air yang masih basah di kepalanya.
Adi menelan salivanya susah, niatnya untuk minta maaf hilang sesaat melihat mayra, gadis cantik yang terlihat sangat menggoda dan sangat segar membuatnya lupa ingatan, juniornyapun sudah stay on melihat mayra saat itu.
🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦
Berbeda dengan mayra yang terkejut melihat adi disana, ia merasa kesal melihat adi yang sudah menunggunya, ia segera berbalik badan hendak pergi meninggalkan adi, namun sayang, langkahnya terhenti tak kala adi berhasil meraih lengannya untuk mencegahnya pergi, mayra berdesis kesal, ia berpikir kenapa harus di hadapkan oleh orang seperti adi, yang kenyataannya adalah tunangannya sendiri.
Dan tepat saat itu juga sang ibu masuk, melihat putrinya bersikap demikian, bu sinta menasehati mayra.
" Bersikap sopan nak, dia itu tunanganmu, temani dia, ambilkan makanan dan minuman, ibu ingin pergi sebentar." jelas sang ibu.
Adi tersenyum penuh kemenangan, ia tak menyangka dewi fortuna sedang berpihak pada dirinya saat itu, ia kembali duduk sesaat setelah sang ibu mertua pergi, sementara mayra mengambil beberapa cemilan dan minuman untuk adi.
Beberapa saat mayra datang, ia membawa nampan berisi minuman dan cemilan, namun raut wajah mayra masih terlihat kesal, dan hal itu terlihat sangat menggemaskan bagi adi, mayra segera meletakkan nampan yang di bawanya, dan hendak pergi untuk duduk di sisi lain bukan di samping adi, namun sayang..adi berhasil menarik mayra hingga jatuh kedalam pangkuannya, mengunci tubuh mayra dalam pelukannya, membuat sang empunya menghela nafas.
🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌
__ADS_1
"Sudahlah sayang, jangan marah..maafkan aku, aku itu sangat mencintaimu, wajar saja jika aku bersikap seperti itu melihat laki-laki lain yang menyentuhmu." posesif adi memeluk.
Mayra mencoba memberontak untuk melepas tangan adi yang melingkar di perutnya, namun usahanya selalu gagal, adi memang lebih kuat, bahkan bukannya berhasil untuk lepas, mayra justru semakin terkunci, adi membuatnya benar-benar menempel dengan dirinya, rambut mayra yang masih basah juga membuat seragam adi basah, tapi adi suka hal itu.
Seketika mayra terdiam, saat tak sengaja merasakan sesuatu yang keras di bawah duduknya, otaknya kembali ingat saat beberapa waktu lalu dengan ucapan adi, ia menelan salivanya susah, berharap adi tak menyadari hal itu dan bersikap tenang agar adi tak curiga, namun sayangnya, gerak-gerik mayra sudah bisa terbaca oleh adi, ia tahu kalau mayra sudah menyadari semuanya, membuat adi tersenyum bahagia.
"Kau tau mayra, aku sangat senang bisa berdua saja denganmu saat ini, sudah sejak kemarin aku menunggu saat seperti ini, tidak akan ada yang mengganggu kita, aku sangat merindukanmu." lembut adi berbisik.
Mayra bergidik ngeri, sekejap tubuhnya merasa geli mendengar bisikan adi, sementara adi tersenyum, ia semakin mengeratkan pelukannya pada mayra, kemudian tanpa banyak bicara adi merengkuh tubuhnya, menyibak rambut mayra kemudian mendaratkan ciumannya.
💋💋💋💋💋💋
Cupp...ciuman adi melandas sempurna di bibir mayra, ciuman hangat yang begitu lembut, dengan gigitan-gigitan kecil agar membuka jalan untuk mengeksplor isi mulutnya, ciuman yang semakin menuntut, membuat mayra kian terhanyut.
Tanpa sadar Mayra kini sudah memejamkan mata, merasakan hangatnya ciuman adi, dan mulai membalas ciumannya, ia mengalungkan satu tangannya di leher adi, *******-***** lembut kerah bajunya, merasakan sentuhan adi yang mulai bergelayar di tubuhnya.
Adi berhasil membawa mayra kedalam permainannya, melihat mayra yang mulai terhanyut, adi mulai bergerilya, tangannya sudah mulai masuk menelusup di balik tangtop yang mayra kenakan, bergerak lembut menuju gundukan kembar, yang terlihat sangat menggoda dari balik tangtop putih itu.
Adi sudah tidak bisa menahan hasratnya, sejak kejadian di dapur waktu lalu ia sudah mendamba gundukan kenyal itu, kali ini dia sudah benar-benar bisa melihatnya, namun belum puas ia bermain di gundukan kenyal itu, tiba-tiba saja ada yang memencet bel, membuat keduanya terperanjat kaget, terutama mayra.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Mayra sarkas tersadar, ia segera bangkit dari pangkuan adi, tak ingin ada yang memergokinya, ia segera memperbaiki tangtopnya yang meringsek ke atas akibat ulah adi, sementara adi masih duduk mengusap wajahnya kasar, ia merasa kesal, tak menyangka akan terus ada saja yang mengganggunya dan mayra.
Mayra mengintip siapa yang datang dari cendela, ternyata seorang kurir, tapi ia enggan untuk menemui kurir itu, di tambah ada adi yang tidak akan memperbolehkan mayra keluar, hingga mayra memilih kembali pada adi, memintanya untuk menemui kurir yang datang.
Adi melenggang santai keluar menemui kurir, ia bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun tadi, sementara mayra menunggu di ruang tengah, ia masih menggeleng tak percaya mengingat apa yang terjadi.
Beberapa saat adi masuk, menghampiri mayra yang tengah duduk, memberikan paket yang ia terima, kemudian ia berjongkok di depan mayra, membuat mayra bingung dengan apa yang adi lakukan.
🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭
__ADS_1
"Kau tau sayang, aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilangan dirimu, maaf jika sikapku sering membuatmu kecewa, mungkin itu kekurangan yang harus kamu terima, jujur saja, sebenarnya aku ingin segera menikahimu, aku tidak bisa menahan semuanya terlalu lama, apalagi saat dekat denganmu, jadi aku ingin setelah ujian, kita menikah." jelas adi lembut.
Mayra menyipitkan matanya, ia tidak yakin pada adi, kemudian melepas genggaman tangan adi, dan menepuk pundaknya.
" Aku tau mas, tapi tidak secepat itu, solusinya adalah..kau harus menjauhi aku, jangan terlalu dekat, apalagi kau selalu seperti itu." sahut mayra tersenyum.
Adi menggeleng, memang benar yang mayra katakan, tapi ia menolak solusi yang mayra katakan, karna ia tau, itu bukanlah solusi, justru akan menjadi malapetaka jika dia harus menjauhi mayra, akan ada laki-laki yang datang untuk mendekatinya lagi, seperti halnya ardi dan rangga, mengingat ardi, adi merasa heran, ia tak pernah melihat ardi lagi, dan berharap ardi benar-benar pergi dari hidup mayra.
Mayra meminta adi bangun dan duduk di sampingnya, ia tau adi tidak akan pernah setuju dengan solusinya, ia hanya ingin bercanda dengan adi saat itu, lagipula tak buruk niat baik adi pikirnya, namun mayra masih enggan untuk mengiyakan ucapan adi, karna jika mayra mengatakan hal itu sekarang, ia yakin adi akan mempercepat semuanya sesuai keinginannya.
🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬
Tiba-tiba saja sifat poseseif adi muncul setelah ia mengingat ardi, adi meminta mayra untuk mengambil ponselnya, dengan alasan ingin tau ponsel mayra masih berfungsi atau tidak, karna mayra tak kunjung mengangkat telfon darinya, meksi sebenarnya adi hanya ingin memastikan ardi masih berhubungan dengan kekasihnya itu atau tidak.
Tak ingin banyak berdebat, mayra segera pergi mengambil ponselnya kedalam, sementara adi menunggu di ruang tengah, ia memeriksa beberapa laporan di ponselnya, beberapa saat pak seto datang, kemudian bertanya dimana mayra karna adi terlihat sendiri.
Belum sempat ia menjawab, mayra muncul dan memberikan ponselnya pada adi, melihat hal itu pak seto tersenyum, kemudian memilih masuk ke dalam meninggalkan keduanya, tak ingin ikut campur dengan hubungan putrinya, ia hanya berharap semuanya akan berjalan sebaik mungkin.
Sementara adi merasa sedikit malu, mendapati dirinya yang terpergok bersifat posesif pada putrinya, gadis yang telah berhasil menguasai hati dan pikirannya, putri cantik pak seto yunanda.
Mayra duduk di samping adi, sembari memakan cemilan menemani adi yang tengah memeriksa ponselnya, mayra sangat tenang, ia tahu bahwa harusnya tidak ada yang perlu adi hawatirkan, karna tidak ada laki-laki lain yang menghubungi dirinya, terkecuali rangga hari itu.
Karna semenjak hari itu, mayra sudah berjanji tidak akan ada laki-laki selain adi, perasaan sesak membuatnya menyadari apa artinya kehilangan, cukup sekali kehilangan, membuatnya mengerti artinya menyesal, dan kesalahan tidak akan terjadi untuk kedua kalinya.
🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽
Alhamdulillah bisa up..
Maaf ya..sebenernya ini upnya udah seleaai dari beberapa hari yang lalu, cuma belom sempet mom up, maaf sekali lagi..
jangan lupa like, fav dan komen..biar mom makin semangat..
__ADS_1
Trimakasih banyak..😌😌😌🙏😇