
π₯°ππ€©π₯°πππ€©π₯°ππ€©π₯°πππ€©
Ardi terus menatap mayra, ia tak menyangka malam ini mayra akan menemaninya, entah mayra datang hanya sebatas tamu atau apapun, yang ardi tau hal itu membuat hatinya bahagia.
Ardi mengajak mayra duduk di taman, ia ingin mengajak mayra menikmati indahnya sinar rembulan bersama bunga-bunga yang bermekaran, sesekali ia mencuri pandang menatapnya, ada rasa tenang yang kian mengisi hatinya.
Hembusan angin malam menerpa keduanya, bahkan beberapa anak rambut mayra menjuntai sembarangan karna di terpa angin malam, sungguh ardi yang melihat semakin terpaku, membuat sang empunya yang tersadar merona malu.
βββββββββ
Mayra mengucapkan trimakasih pada ardi atas undangan makan malamnya, ia juga minta maaf jika beberapa hari yang lalu ada sikapnya yang membuat ardi merasa tidak nyaman, mayra juga memberitahu tentang acara pertunangannya besok.
"Mas ardi, besok adalah hari pertunanganku dengan mas adi, jika mas berkenan hadir aku akan menunggu mas dirumah." jelas mayra ragu.
Bagai tersambar petir, ardi terkejut mendengar berita itu, ia tak menyangka bahwa mayra dan adi akan bertunangan secepat itu, rasanya tidak adil baginya untuk bersaing secara jantan dengan waktu yang singkat.
"Kenapa secepat itu mayra, apa karna kejadian waktu itu?" tanya ardi kecewa.
Dari raut wajahnya, terlihat jelas ada kekecewaan yang besar, tapi mayra tidak bisa mengendalikan semuanya, meski ia tidak ingin menyakiti siapapun termasuk ardi, mayra hanya berharap ardi tidak akan pernah membencinya, karna mayra mengerti bagaimana perasaan ardi, karna ia merasakan perasaan aneh saat melihat tatapan ardi, namun berusaha ia tekan.
"Mas maafkankan aku, semua terjadi begitu cepat, aku tidak bisa menolak tanpa alasan yang jelas, mungkin hubungan kita akan seperti ini, hanya sebatas teman jika kau masih mau berteman denganku." jelas mayra.
ππππππππ
Ardi melonggarkan dasinya, ada rasa sesak yang mencekik lehernya, harapannya pudar tak kala menerima kabat langsung dari gadis yang ia cintai akan bertunangan besok, namun ardi tak ingin menunjukkan kecewanya itu, ia berusaha menegarkan hatinya demi mayra.
"Kau tak perlu cemas mayra, aku mengerti..aku yakin semua adalah yang terbaik, aku hanya berharap apapun itu dengan siapapun kamu itu yang terbaik." jelasnya tegar.
Keduanya mengakhiri pembicaraan itu, memilih diam menikmati indahnya rembulan bersama angin malam, yang tanpa mereka sadari orang tua ardi tengah menatap keduanya dari kejauhan, ada rasa bahagia melihat ardi duduk bersama mayra, dengan beberapa kebenaran yang masih belum mereka ketahui.
ππππππππ
Satu jam kemudian, keduanya beranjak pergi masuk ke dalam rumah, mayra sudah waktunya ia pulang, tak ingin mengganggu waktu istirahat keluarga ardi.
Mayra menghampiri kedua orang tua ardi untuk pamit pulang, ia juga berterimakasih karna telah di undang makan malam bersama, itu juga kali pertama ia datang ke sana.
" Sebenarnya tante ingin kamu menginap di sini, tante sangat senang karna kamu bisa datang makan malam bersama kami, dan apa kau lupa mayra? ini bukan kali pertama kamu kemari, dulu sewaktu kamu masih berusia 5 tahun, ayah dan ibumu pernah membawamu ke sini." jelas mama anita lembut.
Mayra tak pernah menyangka bahwa dirinya dulu pernah ke sana di waktu kecil, karna dia tak ingat apapun, namun mayra senang jika hubungan baik yang ternyata sudah terjalin sejak lama masih berjalan sampai detik itu, Setelah berpamitan barulah ardi mengantar mayra pulang.
__ADS_1
Selama perjalanan pulang, mayra merasa tidak nyaman pada ardi sehingga dirinya memilih diam menatap keluar jendela, yang tanpa ia sadari ardi sejak awal sudah menatapnya dalam diam.
ππππππππ
Chittt...
Suara gesekan ban mobil dan jalan akibat ardi menginjak rem mendadak, membuat keduanya terperanjat kaget, terutama mayra yang sedari tadi diam membisu.
Mayra menatap ardi, dirinya bingung kenapa ardi mengerem mobilnya mendadak, sementara yang di tatap masih terdiam menatap ke depan, hal itu membuat mayra bingung.
Namun, tanpa aba-aba ardi menyerang mayra, di tariknya tengkuk mayra, kemudian dengan cepat ardi mendaratkan sebuah ciuman, hangat dan lembut namun sedikit menuntut.
Cuppp..ππππππ
Mayra terdiam, dirinya tidak tau harus bagaimana, mendapat serangan dadakan dari ardi, badannya terasa lemas, jantungnya berdegup kencang, ada keringat dingin yang terasa keluar dari tubuhnya merasakan ciuman ardi, hampir sama seperti saat pertama kali adi menciumnya.
Sementara ardi masih menikmati pagutannya di bibir manis mayra, tak mendapat penolakan membuatnya benar-benar menikmati ciuman itu, meski dirinya tau bahwa mayra tak membalas ciumannya, yang dia rasakan adalah apa yang dia lakukan saat itu, sebuah penyampaian rindu dengan rasa yang sudah lama ia tahan.
πππππππππππ
Ciuman tunggal itu berjalan 30 menit lamanya, ardi benar-benar merasa puas telah menyalurkan semua hasrat yang ia rasakan selama ini, meski ada rasa menyesal telah melakukan semua itu tanpa meminta ijin mayra terlebih dulu, sementara mayra hanya diam mematung sambil meremas jemarinya.
"Maafkan aku mayra." bisiknya lembut.
Mayra terhenyak mendengar kata maaf ardi, matanya menatap lekat ardi, posisinya membuat pandangan keduanya saling bertemu, sangat dekat bahkan deru nafas keduanya juga saling menyapu, ia sadar bahwa yang terjadi memanglah tidak benar, akan tetapi mayra tau bahwa perasaan ardi tidaklah salah, karna bukan dia yang menginginkan rasa itu muncul, tapi takdirlah, hingga mayra tersenyum untuk menetralkan suasana.
Ardi merasa lega melihat senyuman indah mayra, kemudian ia memeluknya erat, merengkuhnya dalam pelukan hangat, menikmati aroma manis yang keluar dari tubuh mayra, merasa bahagia mayra tak membencinya setelah apa yang terjadi.
" Jangan jauhi aku mayra, aku mencintaimu, meski tidak bisa memilikimu seutuhnya." bisiknya lembut.
Setelah puas memeluk mayra, barulah ardi kembali melajukan mobilnya, namun ardi masih enggan melepas mayra begitu saja, ia masih menggenggam tangan mayra dengan satu tangannya, matanya fokus menyetir, namun hati dan pikirannya di penuhi dengan berpikir seandainya mayra benar-benar menjadi miliknya.
πππππππππ
Mayra mencoba terus menetralkan hatinya, masih tak menyangka dengan apa yang terjadi, sesekali ia mencoba tersenyum saat melirik ke arah ardi, tak ingin ada rasa canggung yang justru akan membuat keduanya tak nyaman.
30 menit kemudian, tibalah mereka di depan rumah mayra, ardi menghela nafas berat, seakan tak rela berpisah dengan mayra, dengan berat hati melepas genggamannya, mayra memberi seulas senyum, baru setelah itu ia keluar dari mobil ardi, di susul ardi yang turun setelah itu.
Kebetulan saja, saat itu pak seto dan bu sinta sedang duduk di teras luar sambil menikmati secangkir teh hangat, keduanya segera berdiri tak kala mendapati mayra yang datang bersama ardi, mereka juga mengucapkan trimakasih padanya karna telah mengantar mayra, namun ardi justru tersenyum, menurutnya ardilah yang harus berterimakasih pada mereka karna telah mengijinkan mayra untuk pergi ke rumahnya.
__ADS_1
Selesai berbincang, kemudian ardi pulang di antar langsung oleh ketiganya, beberapa saat mobil ardi mulai menghilang dari pandangan mereka, barulah mayra memutuskan untuk masuk dan meninggalkan kedua orang tuanya yang masih betah di luar.
Pak seto duduk menyeruput kembali tehnya, di temani sang istri, melihat ardi tadi pak seto bisa merasakan bahwa ada yang aneh darinya, ia bisa merasakan bahwa ardi juga menaruh hati pada putrinya, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, karna semua tergantung pilihan mayra.
Sementara selama perjalanan pulang, ardi masih mengingat kejadian tadi, dimana mayra yang tak menolaknya, entah karena apa, yang jelas ardi juga tak menyangka, tiba-tiba matanya menangkap sebuah cahaya di kursi samping, melihat cahaya yang ternyata adalah ponsel mayra, ardi tak tau kalau mayra melupakan ponselnya tadi.
"Sebaiknya besok aku kembalikan ponsel ini." gumamnya.
πππππππ
Di kamar mayra sudah siap untuk tidur, ia lupa dengan ponselnya, badannya terasa lelah, di tambah juga pikirannya, menurutnya tidur adalah hal terbaik setelah melewati hari itu.
30 menit kemudian, tibalah ardi di rumah, ia segera masuk tak lupa membawa ponsel mayra yang tertinggal di mobilnya, rupanya sang mama belum tidur, ia mendapatinya sedang duduk bersama sang papa yang sedang menonton tv, namun ardi memilih untuk pergi ke kamarnya.
Setelah selesai mengganti baju tidur, ardi merebahkan tubuhnya di kasur, ia menerawang langit-langit, membayangkan wajah cantik mayra, senyumannya, juga aroma manis yang menyeruak dari tubuhnya, bibir manis yang membuat candu, untuk first kiss yang ardi berikan pada seorang gadis.
Dirinya teringat akan ponsel mayra, di raihnya ponsel itu, ponsel dengan wallpaper gadis cantik yang ia cintai, ardi tak berniat memeriksa ponsel mayra, namun entah kenapa ada rasa penasaran dengan isi ponsel itu, membuat ardi memeriksanya tanpa ijin.
Ardi memeriksa ponsel mayra, ia melihat foto-foto mayra kemudian memindahkan beberapa ke ponselnya, ia juga memeriksa pesan dari adi, dirinya sempat terkejut membaca pesan adi yang terkesan memaksa mayra, sehingga ia berpikir bahwa mayra terpaksa bersamanya.
Bukan hanya pesan dari adi yang mencuri perhatiannya, pesan dari kontak bernama rangga membuat ardi kesal, meski tidak secara terus terang, semua pesan yang rangga kirim pada mayra, jelas menunjukkan perhatiannya.
"Ternyata banyak sekali laki-laki yang mendekati mayra, tapi itu wajar, karna dia adalah gadis yang istimewa." batinnya.
ππππππππππππππ
Alhamdulillah bisa up..
semoga selalu sabar, suka sm karya mom..
jangan lupa tinggalkan like, fav dan komentar sebanyaknya ya..
agar mom lebih semangat upnya..
maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata dll..
trimakasih semua..
MARHABAN YA RAMADHANπ
__ADS_1