Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MIE AYAM


__ADS_3

Bukan tentang siapa yang datang, tapi tentang siapa yang mampu bertahan.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Dan berhasil, ardi berhasil pergi bersama mayra dan juga ayahnya, membuat pak seto menyetujui sarannya, dan menjadikan hari itu makan bersama calon mertua pikirnya.


Ardi meminta agar pak seto meninggalkan motornya di kantor, ia akan meminta seseorang untuk mengantarkannya pulang. Selama di perjalanan, pak seto terus bercerita pada ardi tentang kebiasaan mereka, bernostalgia dengan kenangan indah yang mereka lalui. Bahkan tawa renyah kian mengisi ruang-ruang kosong perbincangan mereka, dan mayra memilih diam mendengarkan dongeng ayahnya. Ia tak menyangka jika ardi akan se akrab itu dengan sang ayah, mengingat jabatan mereka di kantor, membuat mayra tersenyum melihat ayahnya tertawa bahagia.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka tiba di warung mie ayam tersebut, yakni Mie Ayam Goyang Lidah. Pak seto tersenyum tak kala membaca nama warung mie langganan mereka, masih teringat jelas, pertanyaan mayra yang terdengar sangat lucu waktu itu.


Kilas ingatanπŸ‚


"Ayah..kenapa nama warungnya mie ayam goyang lidah? Apa penjualnya sambil goyang-goyang lidah ayah?" tanya mayra.


Lantas pertanyaan putrinya membuat dirinya tertawa, ia tak menyangka jika mulut putrinya akan mengeluarkan pertanyaan selucu itu.


"Mayra-mayra, bukan lidahnya yang bergoyang sayang." jelas pak seto.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Ayah..." panggil mayra.


Lantas pak seto tersadar dari lamunannya, ia segera masuk mendengar panggilan mayra.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mayra segera memesan mie ayam legend kesukaannya, ia juga memesan untuk ardi dan ayahnya, tak lupa dengan es jeruk kesukaanya. Sambil menunggu, ardi mengajak pak seto.dan juga mayra untuk mengambil foto selfie, ia merasa senang bisa ketempat kesukaan mayra, apalagi bersama ayahnya. Dan beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang, lalu mereka segera menyantapnya selagi hangat.


Sementara itu, di sisi lain ada adi yang rupanya baru saja selesai dengan urusannya, ia bergegas untuk pulang, karna badannya sudah terasa lelah.


Di perjalanan pulang, adi memeriksa kembali ponselnya, memastikan apa ada pesan baru dari mayra. Tapi bukannya mendapat pesan baru, adi justru kembali teringat dengan pesan yang mayra kirim, dan beberapa saat ia menyadari isi pesan itu membuat adi menyesal.


"Shhiiittt...bisa-bisanya aku membiarkan mayra pergi ke sana sendiri, bisa saja ada dia di sana, arrhhhh..." kesalnya.


Lantas adi menambah kecepatan mobilnya, agar ia segera tiba di rumahnya, dan bersiap agar bisa secepatnya pergi kerumah mayra untuk memastikan keadaannya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mereka sangat menikmati acarakan makan bersama itu, bahkan pak seto sampai menambah satu porsi, hal itu membuat mayra tertawa, melihat ayahnya lahap dengan mie kesukaan mereka.


Di sisi lain, ada adi yang sudah merasa tidak tenang, ia baru saja tiba di rumahnya, lalu bergegas masuk untuk ganti baju dan mandi, tapi sebelum itu, ia mengirim pesan untuk mayra.


βœ‰βœ‰βœ‰βœ‰Send to my love.


"Sayang, kamu ada di mana?"

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah mereka kenyang, mereka memutuskan untuk pulang. Ardi juga mengantar mereka pulang, dan selama di perjalanan, ardi dan pak seto terus saja bicara, membuat mayra merasa heran melihat keduanya.


"Ada saja yang mereka bicarakan, entah dari mana saja mereka menemukan topik." batinnya.


Hingga tak terasa jika mereka sudah tiba di rumah, mereka segera turun, apalagi saat itu ada ibu sinta yang rupanya sedang ada di teras rumah menyambut kedatangan mereka. Pak seto tersenyum menunjukkan bungkusan mie ayam yang ia bawa untuk istrinya, seperti kebiasaannya. Membuat mayra tersenyum melihat tingkah orang tuanya yang sangat lucu, apalagi melihat rona malu sang ibu mendapat perhatian dari ayahnya.


"Isshh..mereka ada-ada saja." gumamnya perlahan.


Ardi juga tersenyum melihat moment-moment itu, dirinya merasa senang bisa bergabung dalam kebahagian kecil mereka, apalagi ketika melihat senyuman di wajah mayra. Bahkan ardi dengan sengaja mencolek mayra, melihat orangtua mayra sudah masuk, ia berpikir untuk menggodanya, ia juga berbisik pada mayra.


"Aku ingin seperti mereka, bahagia bersama dengan berbagi tawa, dan itu bersamamu." bisiknya lembut.


Lantas mayra mengernyitkan dahinya, ia bergeser memberi jarak diantara mereka, tak ingin orangtuanya curiga ketika melihat mereka.


"Jangan banyak tingkah mas, ada ayah ibu." ucap mayra perlahan.


Ardi ingin tertawa mendengar ucapan mayra, namun ia tahan, dan ia hanya bisa tersenyum, melihat tingkah mayra yang seolah takut orang tuanya curiga.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Saat sedang bahagia, dunia terasa milik berdua, dan hal itulah yang orang tua mayra rasakan. Sejak kedatangan mereka, pak seto sarkas masuk bersama istrinya untuk menemaninya makan, bahkan mereka lupa jika saat itu ada mayra dan juga ardi, membuat keduanya tertinggal di teras.


Namun beberapa saat kemudian, bu sinta baru menyadari, bahwa ia lupa mengajak ardi masuk, meninggalkannya di luar bersama mayra. Lantas setelah itu mereka bergegas keluar, sambil tertawa menyadari kepikunan mereka.


"Iya yah.." sahut bu sinta.


Obrolan keduanya terdengar oleh ardi, membuatnya tersenyum. Bahkan mayra bukan hanya tersenyum, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal ketika mendengar kata cucu dari mulut orangtuanya.


"Pikun kok bawa-bawa cucu sih, ada-ada aja ayah." batinnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di sisi lain, ada adi yang merasa kesal, melihat tak ada jawaban dari pesannya, bahkan saat melihat pesannya, ternyata mayra belum membacanya.


"Sesibuk apa kamu mayra, sampai mengabaikan aku" kesalnya.


Adi segera pergi, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak mau dirinya terlambat mencegah masalah yang akan menimpa hubungannya. Namun sayangnya adi memang sudah terlambat, di rumah mayra, ardi rupanya sudah meminta ijin untuk pulang, karna ada beberapa urusan yang harus ia selesaikan, ia juga berterimakasih karna ayah mayra sudah mengajaknya pergi bersama.


"Jangan begitu nak ardi, justru kitalah yang harusnya berterimakasih, karna kamu sudah mentraktir kita makan." jelas pak seto.


"Jangan begitu pak, saya juga merasa senang, lain kali jika ada waktu, boleh kita pergi bersama lagi." ucap adi.


Mayra tidak menyangka bahwa ardi akan sepintar itu mengambil hati orangtuanya, bahkan ia juga secara tidak langsung telah membuat janji dengan orangtuanya, barulah setelah itu ia pulang.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Kemudian mereka masuk, mayra pergi kekamarnya, ia segera mandi dan ganti baju, sedangkan orangtuanya memilih beristirahat di kamar.


Beberapa menit kemudian, rupanya adi sudah tiba di rumah mayra, ia segera turun dan memencet bel memberitahu kedatangannya, namun belum ada yang membukakan pintu untuknya, membuat dirinya kesal, lalu ia merogoh ponsel disakunya, dan segera menelfon mayra.


Saat adi menelfon mayra, suara ponsel mayra masih bisa terdengar sampai keluar, karna kamar mayra memang ada di depan, dan hal itu membuat adi semakin kesal, bukan karna apa, karna mayra tidak segera menerima telfonnya.


Dan saat itu, mayra baru saja keluar dari kamar mandi, ia mendengar ponselnya berdering, dan terlihat panggilan dari adi di layar ponselnya, membuatnya sarkas mengangkat telfon adi, mengingat kemarahan adi yang mengerikan menurutnya.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž..


"Halo mas.." ucap mayra.


"Cepat buka pintunya sekarang!" kesal adi..


Dan tutt.....


Panggilan itu berakhir, adi memutus telfonnnya. Mayra menelan salivanya susah, mendengar ucapan adi, kemudian mengintip keluar dari jendelanya, memastikan apa adi memang ada di sana, dan ternyata benar, membuat mayra kelabakan.


Bahkan tanpa banyak berpikir, mayra berlari keluar tanpa memakai baju, ia keluar membuka pintu untuk adi dengan handuk mandinya, bahkan rambutnya yang basah belum sempat ia keringkan dengan handuk, membuat airnya menetes dimana-mana.


☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺


Dorr..


Mayra berusaha tersenyum semanis mungkin saat membuka pintu, ia menutupi rasa takutnya mengingat nada adi yang tadinya terdengar emosi. Dan benar, adi memang sempat kesal tadinya, namun rasa kesal itu sirna, tak kala melihat senyum manis di wajah cantik mayra, apalagi suguhan segar untuknnya.


Bukannya marah karna mayra tak segera membuka pintu, adi justru marah karna mayra keluar menemuinya seperti itu, karna ia hawatir akan ada orang lain yang melihatnya. Sarkas adi membawa mayra masuk dan menutup pintu, ia tak mau mayra keluar seperti itu.


"Lain kali, jangan keluar seperti ini! Kau hanya boleh begini dihadapanku." jelas adi.


Mayra mengangguk, ia merasa bingung melihat perubahan sikap adi, tapi ia bersyukur, karna adi tak lagi marah padanya.


Sedangkan adi masih menatap dirinya, ia tak berkedip menatap mayra, apalagi melihat kesegaran air yang mengalir di wajah mayra karena tetesan rambutnya.


"Oh tuhan, ini cobaan atau ujian?" batin adi.


Menyadari tatapan adi, mayra bergidik ngeri, ia baru tersadar bahwa dirinya keluar dengan handuk mandi, yang bisa saja jatuh kapan saja di hadapan adi, sarkas ia berlari masuk ke kamarnya lagi. Sedang adi tersenyum, ia mengerti bahwa mayra baru saja sadar dengan penampilannya, lalu adi duduk di ruang tengah sembari menunggu mayra keluar.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Alhamdulillah bisa up lagi...


Semoga kalian terus berkenan membaca karya mom..

__ADS_1


Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kalimat.


__ADS_2