Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
PEMBATALAN SEPIHAK


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Kau masih tunanganku mayra! Aku tidak pernah menerima pembatalan sepihak darimu." tegas adi menatap mayra tajam.


Setelah mengatakan hal itu, adi kembali melajukan mobilnya, ia membawa mayra menuju rumahnya, tak perduli mayra mau atau menolaknya. Tapi ada rasa bersalah di hatinya, untuk kali pertamanya adi membentak mayra.


"Maafkan aku mayra." batinnya.


Mayra masih terdiam, ia tidak mau berdebat dengan adi, karna semua tidak akan bisa memperbaiki segalanya. Ia terus menatap keluar jendela merenungi semuanya. Hingga beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah adi.


Mayra sarkas turun tanpa di minta oleh adi, dan kedatangan mereka sudah di sambut oleh bik jum kembali. Tapi raut wajah bik jum terlihat berbeda, ia terlihat cemas dan bukannya bahagia. Melihat kedatangan mayra bik jum berhambur lari ke arahnya, dengan wajah cemasnya ia memohon pada mayra.


"Non..non mayra kemari, syukurlah non. Bibik mohon non, minta den adi untuk makan, sejak kemarin malam ia belum makan, bibik takut den adi sakit." memelas bik jum.


Mayra terkejut mendengar penjelasan bik jum, ia tidak menyangka adi bisa begitu.


"Pantas saja dia panas." batin mayra.


Adi tak perduli tentang dirinya, ia juga tidak mendengar permohonan bik jum yang memintanya untuk makan. Ia justru menarik lengan mayra agar ikut dengannya, membawanya masuk ke dalam rumah, hanya berdua, lalu menguci pintunya dari dalam. Dan hal itu membuat mayra kaget, melihat apa yang adi lakukan. Begitu juga dengan bik jum, ia takut terjadi apa-apa pada keduanya.


"Mas..apa yang kamu lakukan hah? Buka pintunya, tidak perlu di kunci." kesal mayra menatap adi.


Adi tidak menghiraukan mayra, ia justru membawa mayra kedalam gendongannya ala bridestyle. Ia membawanya naik menuju kamarnya, lalu merebahkan mayra di ranjang dan hal yang sama adi lakukan, yakni mengunci pintu kamarnya. Mayra semakin cemas melihat yang adi lakukan.


"Aku mau keluar dari sini mas!" tegas mayra berlari ke depan pintu.


Adi justru menarik tubuh mayra, membuatnya terduduk di ranjang.


"Diam mayra!!" bentak adi.


Seketika mayra terdiam, ia tidak menyangka adi akan membentaknya lagi. Membuat hatinya hancur hingga air matanya lolos mengalir di pipinya, membuatnya terisak dalam sesak. Sontak hal membuat adi menyesal, merasa terluka melihat mayra terisak. Ia sarkas menghampiri mayra dan berjongkok di depannya, perlahan adi meraih kedua tangannya.


"Mayra, maafkan aku, aku tidak ingin menyakitimu apalagi membuamu menangis, karna tangismu adalah lukaku. Dan aku tidak mau menjadi penyebab lukamu." jelas adi memohon.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Masih menggenggam tangan mayra, adi terus menatapnya sendu, ada rasa sakit yang juga menghantam dirinya. Beberapa saat tangis mayra mulai mereda, setelah sesaknya ia tumpahkan bersama lara.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di bicarakan mas, aku sudah memutuskan semuanya, termasuk ikatan kita." j3las mayra terisak.


Adi menggeleng, ia meletakkan jarinya di bibir mayra, meminta untul berhenti bicara, dan mendengarkan semua penjelasam darinya.


"Mayra, percayalah semua yang terjadi adalah salah paham, aku bisa menjelaskan semuanya. Aku tau aku salah karna sudah tidak percaya pada semua ucapanmu, tapi kau tidak bisa menghukumku seperti ini. Dan sampai kapanpun, aku tidam akan pernah menerima pembatalan sepihak darimu." tegas adi menatap mayra.


Pandangan keduanya saling bertemu, tangan keduanya saling bertaut, bahkan panas tangan adi menyatu dengan dinginnya tangan mayra, membuat keduanya saling berbagi.


"Ini semua adalah keputusanku mas, aku tidak mau menjadi mainan bagimu. Dan sudah ku katakan sejak awal, setiap hubungan membutuhkan kepercayaan. Aku juga sudah memberimu kesempatan, di saat aku mengantar hasil lab itu padamu." jelas mayra perlahan.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Adi justru menggeleng, ia berdiri di hadapan mayra, lalu menjelaskan semuanya.


"Maaf jika aku tidak percaya dan tidak langsung berterus terang padamu. Hasil lab itu baru aku baca kemarin malam, yang ternyata semuanya sudah terlambat dan menghancurkan segalanya. Dan yang kau lihat di kantor waktu itu, bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Dia adalah difa putriku dan eva. Tapi difa bukan putri kandung kami, eva memaksa untuk mengangkatnya dari panti asuhan, yang ternyata ia lakukan untuk menutupi semua kebusukannya. Aku tidak ingin memperlakukan anak tidak berdosa dengan buruk, apalagi menghukum dirinya atas kesalahan eva. Dia kuberi hak untuk memanggilku ayah, tapi aku tidak akan pernah memberi hak pada eva untuk menganggapku suaminya lagi. Aku tidak akan membiarka dia kembali ke dalam hidupku selamanya." jelas adi.


Deg deg deg..


Mayra terkejut mendengar penjelasan adi, tapi kebenaran itu tidak bisa merubah segalanya. Mayra tetap tidak bisa memberi kesempatan untuk adi, karna berulang kali ia meragukan kejujurannya. Mayra juga masih belum yakin sepenuhnya jika tidak langsung bertemu dengan eva, dan kalaupun yang adi katakan memang benar, mayra tidak ingin mengambil kebahagiaan anak kecil yang menyayangi adi sebagai ayahnya. Dengan alibi dirinya sudah tidak mencintai adi lagi.


"Apapun itu, aku tidak peduli mas, semua sudah terlambat. Aku sudah memilih jalanku bersama mas ardi, aku gadis murahan yang buruk dan tidak pantas bersaing denganmu. Aku hanya berharap agar kamu bisa bahagia dengan orang lain yang jauh lebih baik dariku." jelas mayra.


Lalu ia menghampiri mayra dan membawanya kedalam pelukannya.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah merelakanmu. Aku berjanji, tidak akan ada wanita yang bisa masuk kedalam hidupku selain kamu." jelas adi.


Hingga tanpa terasa, air mata adi mengalir dipipinya, membasahi wajah tampannya dan menetes di pundak mayra. Membuat sang empunya tersadar, jika adi mengatakan yang sejujurnya. Mayra tau jika adi selalu berkata jujur padanya, meski kali ini sudah terlambat. Meski hatinya masih memiliki rasa untuk adi, tapi mayra sudah tidak bisa kembali lagi.


"Maafkan aku mas." batin mayra hancur.


Sama seperti adi, mayra juga hancur lebur dalam cinta mereka. Mayra hanya bisa terdiam membisu, terisak dalam sesaknya, menahan semua luka yang membuatnya menderita.


Beberapa saat, mayra mencoba melepaskan pelukan adi, namun adi justru memeluknya semakin erat, membuat mayra terdasar jika demam adi semakin tinggi.


"Mas..kau demam tinggi, lepaskan aku! Kau harus ke dokter." jelas mayra cemas.


"Biarkan saja mayra, aku tidak perduli, jika kamu juga tidak memperdulikan aku." jelas adi.

__ADS_1


Adi tak mau melepas mayra, ia hanya ingin terus memeluknya, tidak perduli dengan keadaannya sendiri, mengingat mayra yang tidak perduli padanya pikir adi. Dan hal itu membuat mayra merasa kesal.


"Dasar keras kepala." batin mayra kesal.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Dan tanpa banyak berpikir, mayra mendorong tubuh adi sekuat tenaga, hingga membuatnya berhasil lepas dari pelukan adi. Sarkas ia menatap kesal adi, lalu mendorong tubuhnya hingga terduduk di ranjang.


"Kau itu ya mas, laki-laki menyebalkan, keras kepala, pembohong dan..semuanya. Kalau sikapmu begitu, terserah, aku tidak perduli padamu!" kesal mayra.


Lalu ia berbalik badan dan hendak pergi, tapi adi mencegahnya kembali. Adi menatap sendu mayra dan mengangguk memegang tangannya.


"Jangan pergi mayra, aku akan menuruti semuanya." jelas adi.


Mayra merasa lega, ia bisa membuat adi menuruti kemauannya, tapi mayra mencoba menutupi semuanya. Mayra memutar mata malas, lalu melepas tangan adi. Bahkan tanpa ijin, mayra meraih kunci kamar di saku baju adi.


"Tunggu disini, aku akan kembali." jelas mayra.


Adi mengangguk, menjadi laki-laki penurut seperti kemauan mayra. Kepalanya sudah terasa sangat pusing, demamnya semakin tinggi, di tambah perutnya sudah terasa nyeri akibat ia tak makan sejak kemarin.


Mayra bergegas turun, ia menemui bik jum yang tengah berada di dapur, memintanya untuk menghubungi dokter pribadi adi. Sementara mayra mengambil makanan untuk adi. Setelah mengambil makanan untuk adi, mayra mengambil ponsel di tasnya, ia ingin menghubungi ardi, untuk memberitahu jika dirinya ada di rumah adi, tak ingin ada salah paham diantara mereka yang akan merusak segalanya.


📞📞📞📞📞 Calling Mas adi...


"Hallo mas..aku ada dirumah mas adi, dia sedang sakit. Mas tidak perlu menjemputku, aku bisa pulang sendiri." jelas mayra.


"Tidak sayang, aku akan menjemputmu nanti, tunggu aku disitu." jawab ardi santai.


Setelah itu mayra mengakhiri panggilannya dengan ardi, ia pergi membawa makanan menuju kamar adi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Alhamdulillah bisa up,..


Harus nya kemaren cuma ketunda..


Mohon maaf jika ada salah kata..

__ADS_1


Jangan lupa, like, love and komen..


trimakasih 🥰😍


__ADS_2