
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Pagi yang cerah, secerah harapan setiap insan, bahkan sama seperti harapan ardi pagi itu, ia berharap akan secerah sang mentari, pasalnya dirinya tak bisa tidur nyenyak, ia bangun lebih pagi dari biasanya, bayangan mayra terus menghantui pikirannya, serpihan-serpihan kenangan wajah mayra mulai muncul, ia berharap hari itu juliet akan membantunya, bahkan ardi akan melakukan cara apapun agar bisa bertemu dengan mayra, tapi ada satu hal yang ardi pikirkan, tak lain dengan sosok adi, dirimya masih belum bisa mengenali adi bahkan dalam ingatan kenangannya, ia ingin mengetahui siapa sosok adi yang sebenarnya, mengapa mayra datang sebagai tunangannya.
Ardi turun menuju meja makan, ia tak duduk sarapan bersama kedua orangtuanya, ia hanya singgah untuk pamit pergi, menolak sang mama yang memaksanya untuk sarapan sebentar.
"Aku akan sarapan di luar ma, o ya pa, ardi juga sudah mengkonfirmasi semua yang papa minta kemarin, nanti lina yang akan mengantar semua file keruangan papa." jelas ardi.
Ardi pergi begitu saja, ia tak menghiraukan ucapan sang mama, karna tak ada gunanya jika berdebat dengan sang mama, ardi ingin sang mama tidak terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya. Sementara itu, mama anita merasa kesal, karna suaminya tak mendukung dirinya sedikitpun, apalagi melihat sikap ardi yang seperti tadi, ia tidak pernah menerima penolakan dari putranya sebelum itu, karna ardi selalu setuju dengan semuanya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di sisi lain, ada mayra yang rupanya juga sudah siap pergi kesekolah, hari ini dirinya ingin pergi kesekolah diantar sang ayah, tak ingin keinginannya batal, ia segera mengirim pesan pada adi agar tidak menjemputnya, entah kenapa mayra merasa ingin menjauh dari adi sedikit saja, setidaknya ia bisa menenangkan dirinya setelah kejadian semalam pikirnya.
Pak seto mengiyakan keinginan mayra, setelah mendengar putrinya sudah memberitahu adi agar tidak menjemputnya.
Mayra pergi ke sekolah diantar sang ayah, keduanya memilih mengendarai motor pagi itu, menikmati pemandangan sembari menghirup udara segar, mengingat kembali masa kecil mayra dengan kenangan sepeda motor ayahnya, sesekali keduanya tertawa mengingat semua moment mereka bersama, sepeda yang dulunya bisa di bonceng bertiga, kini hanya muat berdua, membuat keduanya tertawa, hingga tak terasa beberapa menit kemudian, keduanya sudah tiba di sekolah mayra.
Mayra segera turun, berpamitan kemudian menunggu sang ayah pergi, setelah itu barulah ia berjalan masuk menuju kelasnya, dan tanpa sengaja mayra melihat sesuatu, yang tak lain adalah pemandangan romantis sahabatnya, nana dan roy yang tengah asik berduan di kelas, hal itu membuat mayra tersenyum, melihat keromantisan dua insan yang sedang kasmaran🤭♥️.
"Pemandangan yang harus di hindari." gumamnya berbalik.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Dan BRUKKKKK......
Mayra menabrak seseorang, siapa lagi kalau bukan adi, yah..tiba-tiba saja adi muncul di belakang mayra, membuat mayra terkejut, mayra merasa kesal dan ingin memarahi adi, namun sayangnya, belum sempat ia bicara, adi sudah menariknya pergi, adi dengan sengaja membawa mayra pergi, bukan ke perpustakaan, tapi ke ruang UKS, ia ingin bicara dengan kekasih cantiknya itu, dimana tidak ada orang yang melihat mereka.
Mayra terpaksa mengikuti adi kemana ia membawanya pergi, keduanya masuk kedalam ruang UKS, bahkan adi sengaja mengunci ruangan itu dari dalam, melihat hal itu membuat mayra semakin kesal dan hawatir.
"Mas ngapain ngajakin aku kesini? kalau tadi ada yang lihat kita gimana?" oceh mayra.
__ADS_1
Adi menggeleng, kemudian ia tersenyum menatap mayra, lalu memegang kedua bahu mayra, memfokuskan pandangan keduanya, sunyi dan sepi, tak ada yang akan mengganggu keduanya, karna ruangan itu berada di pojok sekolah, adi sengaja mengajak mayra kesana untuk bicara, sikap mayra yang aneh mengharuskan mereka bicara secepatnya, sebelum semuanya terlambat, adi yakin ada yang salah sejak tadi malam.
"Aku tau mayra, ada yang salah sejak tadi malam, kau tidak perlu menutupinya, dan sebelum semuanya terlambat, aku ingin kita bicara, aku sangat hafal dengan sikapmu, kau ingin berusaha menjauh dariku kan? tapi itu tidak mungkin, karna aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sekarang ceritakan semuanya, atau harus aku yang bicara?" tegas adi.
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Mayra terdiam menatap adi, otaknya masih berpikir tentang apa yang harus ia katakan, menjelaskan semuanya tidak selalu memperbaik keadaan, apalagi membiarkannya begitu saja pikirnya, namun waktu berpikir mayra terlalu lama untuk adi, membuat adi tak sabar hingga bicara lebih dulu karna waktu mereka tidaklah banyak.
"Kenapa dengan ardi mayra? kenapa kamu terkejut melihat dia? seolah kita tidak pernah bertemu sebelumnya!" tanya adi penuh selidik.
Mayra menelan salivanya susah, ia bingung harus mengatakan apa, sehingga ia memutuskan untuk memberitahu kebenaran tentang ardi.
"Mas ardi lupa ingatan setelah ia kecelakaan, yang jelas aku sudah berkata jujur, itu adalah kali pertama aku bertemunya kembali setelah sekian lama mas." singkat mayra.
Adi seolah terkejut, ia tidak menyangka ardi akan mengalami hal buruk itu, ia merasa iba dengan apa yang terjadi padanya, kemudian adi merengkuh mayra kedalam pelukannya.
"Apapun yang terjadi, mungkin itu semua sudah takdir sayang, jadi kau tidak perlu hawatir, satu yang terpenting, jangan pernah mencoba menjauh dariku, jika tidak aku akan membuatmu tidak bisa pergi kemanapun tanpa aku." batinnya.
Pelukan itu hanya terjadi beberapa menit, mayra segera melepas pelukan adi, ia meminta adi untuk segera membuka pintu karna ingin keluar dari sana, tak ingin ada yang memergoki keduanya, tapi adi justru duduk di ranjang uks, ia tersenyum melihat wajah mayra yang menggemaskan karna cemas.
"Kemari mayra, jangan hawatir, jam masuk kelas masih lama, tadi malam kau berhutang padaku sayang!" jelas adi mengedipkan mata.
Mayra mendengus kesal mendengar ucapan adi, ia tidak menyangka adi akan memanfaatkan situasi seperti itu, usahanya untuk menjauh selalu saja gagal, justru membuat dirinya sendiri yang berlari kearah adi, hingga dengan keterpaksaan mayra segera mendekat kearah adi, bahkan mencium pipinya, ingin segera mengakhiri dramanya, dan hal itu berhasil membuat adi terkejut, tak menyangka mayra melakukan apa yang ia mau, tapi keinginannya tidak sampai disana, adi justru menarik tubuh mayra kedalam pelukannya.
"Aku tidak mau itu sayang, tapi yang lain." rengek adi memelas.
Karna merasa kesal dengan sikap adi, mayra segera memberontak dari pelukannya, ia merebut kunci di saku baju adi, namun adi mencegahnya, sudah tidak sabar dengan sikap adi, mayra benar-benar marah, bahkan berani mengancam adi.
"Aku akan benar-benar marah padamu mas, aku tidak akan bicara dan bertemu denganmu, jika kamu tidak segera membuka pintunya!!" tegas mayra.
Seolah meremehkan mayra, adi justru memeluknya semakin erat, manarik tengkuk mayra, mendaratkan ciuman di bibir manisnya..💋💋💋💋💋..
__ADS_1
Cuuppp..
Membuat sang empunya terdiam, adi benar-benar tak memberi jeda untuk mayra bicara, ia tidak perduli dengan gertakan mayra, karna adi yakin bahwa mayra tidak akan bisa melakukan hal itu, namun sayangnya, ciuman itu tak bertahan lama, hanya sekitar beberapa menit, berkat usaha mayra yang terus memberontak, adi melepas ciumannya, ia tak tega melihat wajah kesal kekasihnya, kemudian menyeka bibir mayra yang basah akibat ulah nakalnya, namun hal itu ditepis oleh mayra.
"Buka mas, atau aku akan teriak!" ketusnya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Adi mengerti mayra sedang kesal, ia tak ingin berdebat kemudian segera membuka pintu, membiarkan mayra keluar lebih dulu, namun sebelum keluar, ia meminta mayra untuk memperbaiki penampilannya yang sedikit kusut akibat ulahnya.
Mayra mendengus kesal dan keluar lebih dulu, ia menggerutu dengan sikap adi, bahkan ia berjanji akan memberi pelajaran pada adi, ia akan membuktikan semua ucapannya kepada adi, mayra segera kembali ke kelasnya, dan setibanya disana, rupanya sudah banyak siswa yang datang, termasuk jeni, bahkan jeni sudah duduk bersama nana menunggu kedatangan dirinya, ia segera masuk dan bergabung dengan yang lain.
Disisi lain, ada ardi yang pergi ke apartement romeo dan juliet sepagi itu, ia dengan penuh kerendahan hati memohon kepada keduanya untuk mempertemukan dirinya dengan mayra, dengan alasan bahwa kesempatan yang mereka berikan belum terlaksana, karna pada dasarnya, pertemuannya dengan mayra tadi malam, adalah diluar dugaan.
Romeo dan juliet tak menyangka, bahwa ardi akan melakukan hal itu demi mayra, keduanya hanya terpaku mendengar ucapan ardi, pasalnya memang benar apa yang ardi katakan, namun keduanya tak bisa berjanji semudah itu untuk bisa mempertemukan mayra dengan dirinya, hingga akhirnya juliet mengiyakan permintaan ardi, tapi tidak hari itu juga.
"Kita akan membantumu ardi, tapi tidak bisa hari ini juga, karna aku harus mengurus segalanya, sekarang kau bisa pergi, nanti kita akan mengabarimu." jelas juliet.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Alhamdulillah..
bisa up lagi..
semoga suka ya semua..
mohon maaf jika ada salah kata dan penulisannya..
jangan lupa like, love dan komen..
trimakasih banyak...
__ADS_1