Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
DI LUAR DUGAAN


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Ardi sudah menunggu mayra untuk menjemputnya, kali ini ia duduk di cup mobil dengan gayanya yang keren, membuat semua gadis terpana saat melihatnya. Kacamata hitam yang bertengger di wajahnya yang tampan, dengan lengan kemeja yang di lipat, membuatnya terlihat semakin keren.


Lantas membuat mayra terkejut saat melihat ardi yang sudah standby menunggunya, ia segera berlari menghampirinya, di ikuti jeni dan nana yang mengekorinya. Mayra meminta ardi untuk segera masuk, melihat banyak siswi lain yang tengah menatap ke arah mereka, bukan karna cemburu, melainkan ia tak ingin ada kabar burung yang menjadi gosip hangat tentangnya.


Dan benar saja, ada beberapa teman kelas mayra yang merasa curiga, bahkan mereka mengira mayra kini sudah menjadi sugar baby, karna hal itu, sudah tak lagi tabu dikalangan remaja, apalagi mayra yang memiliki wajah cantik.


"Jangan-jangan dia sugar dady mayra." ucap nonik.


"Bisa aja, cantik sih dia." sahut yang lain.


"Ganteng juga tu om-om, jadi pengen jadi sugar baby." timpal yang lain.


Nana dan jeni menatap mayra curiga, mereka berdiri di depan mobil ardi, menghalanginya pergi dari sana.


"Mayra..ingat ya, kamu berhutang penjelasan pada kita!" jelas jeni menunjuk.


"Yaps...wajib!" timpal nana.


Mayra mengangguk, ia tak mau banyak berdebat dengan kedua temannya, apalagi di sekolah, membuat mereka menjadi bahan tontonan yang lain. Barulah setelah itu nana dan jeni membiarkan mobil ardi lewat dan pergi dari sana. Di perjalanan, ardi tersenyum sendiri, entah apa yang ada di otaknya saat itu, yang jelas hal itu membuat mayra merasa kesal, memilih diam membuang muka melihat jalanan.


Namun, diamnya mayra membuatnya teringat kembali pada foto itu, membuat hatinya tak enak, bahkan pikirannyapun membuatnya berasumsi berbeda dengan keyakinan hatinya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hingga beberapa menit kemudian, keduanya tiba di gedung apartement, membuat mayra bingung menatap ardi, berbeda dengan yang di tatap, ia justru tersenyum menggedikkan alisnya. Tak bicara, ardi justru meraih ponselnya, ia menelfon seseorang sambil menatap mayra, yang tanpa mayra ketahui dia adalah ayahnya.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž calling pak seto


"Halo pak, saya ingin minta ijin untuk mengajak mayra pergi, saya juga sudah menjemputnya, nanti malam saya antar dia pulang." jelas ardi.


Di sisi lain, ada pak seto yang merasa kaget mendengar ardi sudah menjemput putrinya, ia bingung harus menjawab apa pada ardi, saat ia meminta ijin untuk membawa putrinya, apalagi mayra sudah bersamanya, sehingga pak seto mengiyakan ardi untuk mengajak mayra pergi. Dan hal itu membuat ardi tersenyum lebar, lalu mengajak mayra turun menuju apartementnya. Tapi, sebelum masuk ke apartement, ardi meminta ponsel mayra, namun tak mayra berikan.

__ADS_1


"Untuk apa mas? nanti jika ayah mencariku?" kilah mayra.


Ardi tersenyum, ia tau apa yang mayra takutkan, karna ardi juga sudah memberitahu ayah mayra, lalu ia meminta agar mayra mengubah ponselnya ke mode silent, ia tak ingin ada yang mengganggu mereka.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Di sudut kantor lain, ada adi yang baru saja kembali ke kantor setelah acara makan siangnya bersama romeo, ia pergi untuk mengambil berkas penting yang tertinggal sebelum pulang, edo juga ikut bersamanya, karna ada beberapa hal yang harus ia jelaskan.


Tiba di ruangannya, adi duduk di kursi singgasananya, ia menyandarkan kepalanya, mencari posisi nyaman untuk untuk menenangkan pikirannya. Edo juga masih menemani adi, namun ia membiarkan bosnya beristirahat sebentar sementara dirinya memeriksa yang lain.


Adi menghela nafas, ia memejamkan matanya, lalu teringat pada mayra, bayangan kekasihnya itu muncul, memberi gundah yang mengandung rindu, membuat dirinya ingin bertemu. Ia berpikir jika mayra adalah obat terbaik untuk semua lelahnya, lalu ia segera menelfon mayra, ingin mendengar suara merdunya.


Tut tut.....


Tak kunjung ada jawaban dari mayra, bahkan adi terus mencoba menghubungi mayra beberapa kali, tapi hasilnya nihil, dan hal itu membuatnya kesal, lalu bangkit dari duduknya. Lantas edo terkejut, apalagi saat melihat wajah adi yang berubah memerah.


"Aarrrggghhhh..."


Adi mengerang frustasi, bahkan ia melempar ponselnya, membuat edo bergidik ngeri, ia mengerti bahwa adi sedang mencemaskan sesuatu, tapi bukan tentang pekerjaan, melainkan kekasihnya. Tak banyak hal yang edo tau tentang hubungan adi dan mayra, yang jelas, ia hanya tau jika mayra adalah tunangan dari bosnya, karna edo tak berani menyelam terlalu dalam tanpa perintah dari adi.


Setelah melempar ponselnya, adi menatap edo, ia memintanya untuk menghubungi ardi, untuk bertanya dimana mayra sebenarnya, karna ia yakin, jika mayra sedang bersama ardi saat itu.


Di sisi lain, ardi memang sedang duduk makan siang bersama mayra, keduanya sedang menikmati makan siang mereka, karna perut mereka juga sedang lapar, mengingat jam makan siang mereka juga sudah lewat, ardi sengaja ingin makan siang bersama mayra, sehingga mayra tidak menyadari bahwa ponselnya sempat bergetar di tasnya, karna setelah ardi meminta ponselnya, mayra menyimpan ponsel di tasnya.


Dan benar saja, edo segera menelfon ardi, ia ingin menanyakan keberadaan mayra. Tapi di sisi lain, ardi yang mendapat telfon dari edo tersenyum menatap ponselnya, lalu ia tersenyum menatap mayra, sambil menyuapi mayra makanan ardi mengangkat telfon dari edo.


"Tidak, dia tidak ada bersamaku, siapa dia? harusnya boss mu bisa menjaga apa yang dia anggap miliknya." jelas ardi.


Mayra bingung, mendengar ucapan ardi, ia tidak tau siapa yang sedang bicara dengannya di telfon. Sementara di sebrang sana, ada adi yang semakin mendidih mendengar ucapan ardi, hal itu membuatnya yakin jika ardi ingin bermain-main dengannya. Lalu setelah itu, adi memutus tiba-tiba sambungan telfonnya dengan ardi, karna ia sudah merasa kesal mendengar omong kosongnya, membuat edo bingung jadinya. Tapi hal itu cukup beruntung bagi edo, karna biasanya, sang bos sering membanting barang yang membuatnya kesal, dan kali itu ponselnya bisa selamat.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tanpa bicara, adi pergi meninggalkan edo sendiri, ia terlihat frustasi setelah mendengar ucapan ardi, lalu berniat untuk menemui mayra, namun sayang.

__ADS_1


BRUKKKKK...


Kali itu langkahnya terhenti, dia terbentur seseorang, yang membuatnya berhenti terdiam, bukan tentang siapa dia, tapi apa yang ia bawa datang bersamanya.


Bahkan adi sarkas memberikan senyum indahnya, raut kesalnya sirna, menghampirinya dan menyambutnya bahagia, lalu merubah arah langkahnya, kembali ke ruangannya, dan kali ini ia tidak kembali sendiri.


Edo yang tadinya ingin mengejar bossnya berhenti terdiam seketika, saat berpapasan dengan bossnya yang kembali dan datang tidak sendiri, setelah sekian lama.


"Ini diluar dugaann." batinnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di sisi lain, setelah selesai makan dan membereskan semuanya, mayra teringat akan ponselnya di tas, lalu ia segera memeriksanya. Dan alangkah terkejutnya ia melihat beberapa log panggilan yang terlewat dari adi, ia hawatir dan sarkas menghubunginya, ia juga menyadari bahwa adi akan marah padanya.


Tut tut....


Tak ada jawaban, bahkan beberapa kali mayra terus mencoba menghubunginya, dan hal itu berhasil membuat mayra hawatir, pasalnya meskipun adi marah, ia tak pernah tidak mengangkat telfonnya, mayra hawatir ada sesuatu hal yang terjadi pada adi saat itu.


"Jangan-jangan mas adi kenapa-kenapa? Tidak biasanya." cemasnya.


Ardi yang mendengar hal itu merasa kesal, baru kali itu dia melihat wajah mayra yang hawatir tentang adi, ia tak menyangka bahwa mayra akan cemas seperti itu, membuatnya bertanya-tanya akan seperti apa sikap mayra saat menghawatirkan dirinya.


Tak ingin merasa cemas, mayra akhirnya memberanikan diri untuk meminta ardi mengantarnya pulang, dan ardi mengerti akan hal itu, meskipun ia tak ingin, ardi mencoba menekan sikap egoisnya, tak ingin melihat wajah cantik itu gelisah, tapi sebelum itu, ardi bertanya apa mayra tau dimana kantor adi sebelumnya.


"Apa kau pernah ke kantor adi?" tanya ardi.


Mayra menggeleng, karna memang benar dirinya tak pernah ke kantor adi, ia hanya tau kantor ardi karna itu adalah kantor dimana ayahnya bekerja. Hal itu membuat ardi tersenyum, dan mengulurkan tangannya untuk mengantar mayra pergi kekantor adi. Mayra ikut tersenyum, ia tak menyangka ardi akan mau mengantarnya, ia sangat bersyukur bisa mendapat banyak orang yang menyayanginya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Alhamdulillah bisa up


Nyicilnya udah lama, tapi baru aja kelar, karna banyak hal, mulai dari adek sakit, bocil ples mom juga, lagi musim penyakit yang malah banyak obralan, buy one free one.

__ADS_1


Semoga tetep sabar nunggu dan suka sama karya mom, jangan lupa like, love dan komen.


__ADS_2