Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MEMELUK


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Yang salah bukan takdirnya..


Tapi yang salah, terlambat menyadari segalanya...


Masih terus terisak, mayra meringkuk memeluk kesedihannya, hatinya hancur mengingat segalanya, ucapan adi terus terngiang ditelinganya.


"Aku yang salah, aku wanita murahan, wanita tidak punya harga diri, tidak berharga." gumamnya terisak.


Wajah cantik itu kian layu, air mata sudah mengalir membasahi pipinya, hatinya masih kacau, membuatnya tidak bisa mengontrol emosinya. Dan dari kejauhan, adi masih ada di sana, menatap sesal melihat mayra, ia juga masih bisa mendengar gumaman mayra, juga merasakan sakit dari air matanya.


"Aku juga sakit mayra, tapi bukan aku yang memulai segalanya." batinnya.


Hampir setengah jam mayra menangis, kemudian ia bangkit, menarik nafas dalam-dalam, mencoba menetralkan hatinya, menghembuskannya perlahan, melepas semua sesaknya. Mayra menyeka air matanya, menghapus semua bekas kesedihannya, mencoba menutupinya dengan senyumannya, setelah itu ia pergi.


Dan adi masih ada di sana, melihat segalanya, mengetahui bahwa mayra tidak baik-baik saja. Ada rasa hawatir yang membuatnya ingin terus mengikuti mayra, namun sayang, masih banyak urusan yang harus ia selesaikan, membuat adi mengurungkan niatnya, dan kembali ke perpustakaan.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Mayra kembali menemui nana dan jeni, ia berusaha tegar di depan keduanya, seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi mereka merasa curiga, melihat mata mayra yang memerah.


"Kamu kenapa mayra? Cerita dong sama kita!" ucap jeni.


Mayra menggeleng, ia mengatakan jika dirinya baik-baik saja, ia hanya terharu tidak menyangka jika dirinya akan di lamar secepat itu oleh ardi, mayra juga meminta keduanya untuk menghadiri acara pertunangannya.


"Kalian hadir ya, nanti aku share alamatnya di grup, sekarang aku harus pulang dulu, karna mas ardi memintaku untuk bersiap." jelas mayra.


Mereka mengangguk bahagia, tidak menyangka jika nanti malamnya mereka akan pergi ke acara pertunangan mayra, setelah itu mayra pergi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mayra pergi dengan memesan taksi, ia menuju kantor ardi, sesuai dengan pesan yang ardi kirim, tapi sebelum itu, mayra memutuskan untuk mampir ke rumah adi, ia ingin mengembalikan cincin dan kalung yang adi berikan, mayra sudah melepasnya dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, ia tiba di rumah adi, kedatangannya di sambut oleh bik jum yang sedang ada di halaman, ia tau jika adi tidak ada di rumah, jadi mayra sengaja pergi ke sana. Namun siapa sangka, saat ia bicara dengan bik jum dan memberikan kotak yang berisi cincin dan kalungnya, tiba-tiba saja seseorang datang menghampirinya mereka.


Ia berjalan anggun keluar dari dalam rumah adi, dengan penampilannya yang sexy di balut dress merah yang press body. Siapa lagi kalau bukan eva, ia melangkah mendekati mayra, dengan ekspresi sinis dari wajah cantiknya.


"Untuk apa gadis murahan ini datang kemari? Rasanya tak pantas gadis sepertimu menginjakkan kaki di rumah ini." jelasnya sinis.


Mayra tersenyum mendengar kata-kata eva, ia tidak perduli, apalagi merasa sakit hati, ia justru merasa iba melihat eva. Dan tak banyak bicara, setelah memberikan kotak itu, mayra melangkah pergi dari sana. Sementara eva merasa kesal melihat mayra, ia kesal karna eva tidak terpancing sedikitpun oleh kata-katanya.


Setelah kepergian mayra, eva merebut kotak itu dari bik jum, ia membukanya dan terkejut melihat cincin dan kalung di dalamnya, lalu tanpa ijin, ia langsung mengambilnya dan memakainya, sambil tersenyum angkuh menatap cincin itu di jemarinya.


"Cincin yang cantik, dan ini hanya pantas untuk ku bukan untuk gadis sepertinya, juga kalung ini." jelasnya menyentuh kalung di lehernya.


Bik jum berusah melarangnya, menghentikan eva untuk memakainya, karna eva tidak berhak atas barang-barang mayra.


"Non tidak boleh memakainya tanpa izin, den adi pasti marah non, karna itu milik nona mayra." jelas bik jum.


Lantas hal itu membuat eva emosi dan menatap tajam bik jum, ia tidak suka mendengar bik jum membela mayra, tapi ia mencoba menahannya, karna eva tau jika adi tidak suka ada orang yang menyakiti bik jum.


"Jangan ikut campur bik jum, ingat saja posisimu, kalung dan cincin ini adalah urusanku." jelasnya angkuh.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di sisi lain, ada ardi yang baru saja selesai menelfon romeo dan juliet, ia mengundang mereka untuk datang ke acara pertunangannya dengan mayra, ia ingin berbagi kabar bahagianya. Mendengar kabar baik dari ardi, membuat romeo dan juliet terkejut, mereka tak menyangka akan hal itu, ada banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran mereka, tapi satu hal yang pasti, mereka ikut bahagia dengan pertunangan mereka.


Setelah itu, ardi meminta lina untuk menunggu kedatangan mayra, ia tidak ingin membuat mayra menunggu lama. Lina mengangguk patuh, ia segera melakukan perintah bossnya, tak ingin mendapat masalah seperti sebelumnya.


Beberapa menit kemudian, mayra tiba di kantor ardi, ia di sambut oleh lina yang sudah menunggunya sejak tadi, membuat semua mata menatap kearahnya, melihat sosok mayra yang akan menjadi pasangan ardi, apalagi mayra datang dengan seragam SMAnya, namun ada beberapa orang orang yang tak asing dengan sosok mayra, karna ia beberapa kali melihat mayra ke kantor menghampiri ayahnya.


Begitu juga dengan lina, itu adalah kali pertama ia bertemu langsung dengan sosok mayra, ia tak menyangka jika mayra jauh lebih cantik dari fotonya, gadis cantik yang ramah dan masih muda pastinya, membuatnya tak heran jika ardi menyukainya.


"Pantas saja, tenyata nona mayra jauh lebih cantik dari fotonya." batinnya insecure.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Lina segera menyambut mayra, ia langsung mengajaknya keruangan ardi, tak ingin membuat bossnya menunggu terlalu lama. Pak seto tidak tau jika putrinya juga ada di kantor, karna yang ia tau putrinya masih pergi ke sekolah, mengingat acara pertunangan mereka akan terjadi malam nanti.


Beberapa saat, mayra tiba di ruangan ardi, lina pergi meninggalkan keduanya , sebelum ardi yang mengusirnya. Ardi tersenyum bahagia menyambut kedatangan mayra, ia sarkas menghampiri mayra lalu memeluknya.


"Sekarang kamu adalah calon istriku, aku bisa memelukmu sesukaku, dimanapun dan kapanpun aku mau, dan aku berjanji akan selalu menjagamu sayang." lembut ardi.


Mendengar kata itu, membuat mayra merona malu, ia kembali teringat dengan semuanya, tidak menyangka dirinya masih di pertemukan oleh orang- orang yang menyayanginya, terutama ardi.


"Makasih mas." gumam mayra lembut.


Ardi tersenyum, ia masih mendengar gumaman lembut mayra, ia berjanji di dalam hatinya untuk selalu menjaga mayra. Setelah itu ardi mengajak mayra untuk pergi, mereka akan makan siang sebelum bersiap untuk acara pertunangan mereka. Ardi juga memberitahu mayra, jika akan ada yang menjemput orang tuanya nanti, untuk membawa mereka ketempat acara, ardi juga meminta lina, untuk membantu orang tua mayra bersiap, ia tak ingin ada yang kurang di hari bahagianya.


Di sisi lain, ardi juga masih belum mengetahui, jika orang tuanya akan hadir atau tidak di acara bahagianya, ia hanya berharap orang tuanya bisa hadir untuk memberi restu, meskipun ardi sudah memutuskan, orangtuanya setuju atau tidak ia akan tetap menikahi mayra.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sementara di kantor lain, ada adi yang tengah mengurus beberapa berkas, awalnya ia memiliki janji makan malam dengan romeo, tapi di batalkan, dan adi tidak tau apa alasannya. Adi benar-benar sibuk, di tengah-tengah kerumitan hubungannya, membuatnya merasa lelah, bahkan beberapa kali, adi terdengar menghembuskan nafasnya kasar.


"THUUFFFF...."


Edo yang mendengar hal itu menatap bossnya, ia tau boss nya jelas tidak baik-baik saja. Namun hal itu tidak mencegahnya untuk memberitahu adi tentang sesuatu.


"Boss, aku memeriksa rekaman cctv kantor ini, dan beberapa hari lalu, aku melihat nona mayra datang kemari bersama ardi, namun ia terhenti di depan pintu ruanganmu, dan aku ingat, saat itu, eva sedang datang kemari bersama difa." jelas edo.


Adi terkejut mendengar penuturan edo, ia tidak menyangka mayra akan datang ke kantornya, tapi bersama ardi, ia juga yakin, jika mayra melihat eva di dalam ruangannya.


"Aku yakin mayra melihat eva di sini, ini semua salah paham." batinnya.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Alhamdulillah bisa up...


Semoga berkenan, jangan lupa, like, love dan komen...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah kata..


trimakasih...


__ADS_2