
🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬
Pagi ini mayra berangkat sekolah bersama adi, meski hal itu di karenakan adi yang memaksanya, karna percuma saja berdebat untuk menolak, mayra tetap saja akan kalah dengan adi yang keras kepala itu, gugup itu pasti, sepanjang perjalanan dia terdiam, bukan karna apa melainkan memikirkan cara menjawab pertanyaan jika ada yang memergoki keduanya berangkat bersama.
Adi tak memperdulikan hal itu, dia bersikap santai dengan wajahnya yang datar, sesekali ia tersenyum saat melirik ke arah mayra yang memanyunkan bibirnya, dia sadar bahwa kekasihnya itu sedang kesal, sejujurnya hal itu tidak cukup baik bagi mayra, jika ada yang melihat keduanya, namun adi tak perduli, yang dia ingin hanyalah berangkat bersama mayra.
Tibanya di sekolah, mayra keluar terlebih dulu meski harus berjongkok untuk mengendap-ngendap saat keluar dari mobil adi, dirinya sangat gugup dan benar saja saat ingin berdiri tiba-tiba saja ada sosok seseorang yang berdiri di depannya yang tak lain adalah nana.
" Dorrr...." sapa nana mengagetkan mayra yang sedang berjongkok.
Yang di kagetkan terkejut, namun masih bisa menghela nafas lega setelah tau yang memergokinya ternyata bukan orang lain melainkan nana, meski ia tau jika nana tidak akan bisa menyimpan rahasia jika dia melihat semuanya dari awal.
☘☘☘☘
Sementara adi masih di mobil, ia masih melihat gerak-gerik kekasihnya yang sangat lucu, ada rasa kasihan melihat mayra harus mengendap-ngendap saat ia ingin berangkat bersama.
"Ku harap ini cepat berlalu sayang, aku tak tega melihatmu harus seperti itu." batin adi.
Mayra segera mengajak nana pergi masuk ke dalam kelas mereka, dia tak mau nana terlalu banyak mengintrogasi dirinya, karna jika mayra mengatakan semuanya, sudah dapat di pastikan dirinya akan menjadi hot news di sekolahnya.
"Kamu kenapa tadi jalannya jongkok sambil ngendap-ngendap gitu?" selidik nana, dirinya nampak berpikir sambil menatap mayra yang sedang dia ikuti dari belakang.
Mayra memutar otak mencari alasan apa yang tepat untuk menjawab nana.
"Emmm...tadi aku cuma lagi cari sesuatu."
"Sesuatu apa sih say?" bingung nana.
Bingung harus menjawab pertanyaan nana, mayra memilih diam, sedangkan jeni yang baru datang melihat aneh ke arah keduanya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
jam istirahat pun tiba, ketiganya memilih pergi ke kantin bersama, mayra memesan telur gulung bersama nana, sedangkan jeni memilih menunggu di bangku kantin.
Dari kejauhan sosok adi sedang memandang mayra bersama nana yang sedang menunggu pesanan mereka, awalnya adi tak masalah melihat hal itu namun matanya mulai menatap curiga ketika melihat seorang siswa menghampiri keduanya.
Mayra dan nana sedang menunggu, tiba-tiba roy datang menghampiri keduanya, yah...roy adalah teman beda kelas mayra. Dia murid kelas 12 ips 1 yang sejak dulu menyukai mayra namun mayra tak pernah menanggapi hal itu, karna mayra hanya menganggap roy sebagai teman biasa.
Kebetulan sekali saat itu roy juga sedang memesan telur gulung, pesanan roy lebih dulu ketimbang mayra, roy memanglah ramah, meski dia tak pernah mendapat respon soal perasaannya namun roy tetap bersikap baik layaknya teman pada mayra.
Hal itu di sebabkan karna roy memang tak pernah mengungkapkan perasaannya, namun sikap roy sudah menunjukkan ketertarikannya pada mayra, selain ramah, baik dan pintar, roy salah satu siswa yang cukup tampan di sekolah itu cukup banyak siswi yang juga menyukai dirinya.
Roy tersenyum ke arah mayra, dan hal itu di balas senyuman juga oleh dirinya, sedangkan nana yang merasa gemas melihat hal itu hanya bisa terkekeh pelan, bahkan nana sengaja menyikut lengan mayra hingga tanpa sengaja tubuh mayra menabrak roy yang berada di sampingnya, padahal nana menyikut mayra tak terlalu keras, namun hal itu terjadi akibat mayra yang tak seimbang saat itu.
"Maaf roy, aku gak sengaja.." ucap mayra, dirinya mundur beberapa langkah.
"Tak masalah mayra, aku juga tidak apa-apa" sahut roy tersenyum.
Mayra beralih menatap nana, yang di tatap hanya bisa tersenyum, nana tau arti tatapan mayra, namun mayra tidak akan berbuat apapun karna di situ ada roy, biasanya mayra akan menggelitiki nana jika dirinya melakukan kesalahan.
Namun karna saat itu ada roy, mayra memilih diam dan akan memberi nana pelajaran nanti saat di kelas.
__ADS_1
setelah menunggu beberapa saat pesan roy selesai lebih dulu, namun roy memberikan pesanan telur gulung itu pada mayra, dan dirinyalah yang membayar pesanan itu.
Mayra tak bisa menolak karna roy memaksanya, dan nana sangat senang karna mereka mendapatkan telur gulung gratis.
Mayra tersenyum kemudian meninggalkan roy lebih dulu bersama nana.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Masih Di tempat yang sama adi memicingkan matanya, dirinya tersulut api cemuburu melihat hal itu, apalagi saat mayra tersenyum pada roy, dia juga merasa kesal pada nana yang telah membuat kekasihnya itu bersentuhan dengan laki-laki lain.
Meski sebenarnya itu bukan sepenuhnya kesalahan nana.
Adi tersenyum, entah apa yang sedang dia pikirkan namun yang jelas hari ini di jam pelajaran terahir adi akan masuk di kelas mayra.
➖➖➖➖➖➖
Kini tibalah jam pelajaran terakhir, adi masuk membawa beberapa buku tebal dan buku buku lain, dia masuk dengan ekspresi datarnya, tak ada senyuman hari ini, meski beberapa murid sudah menyapanya seperti biasa.
Jam pelajaran di mulai seperti biasanya, namun hari ini adi terlihat lebih cuek dari biasanya, mayrapun menatap aneh adi yang tak terlihat seperti biasanya.
Tiba-tiba saja adi memanggil nana maju kedepan, yang di panggil menelan salivanya kasar, ntah apa yang akan terjadi, ini kali pertama nana di panggil oleh guru itu, nana memang mengagumi adi namun di panggil dalam situasi seperti itu membuatnya bergidik ngeri, di tambah jeni yang menakut nakuti nana.
"Sepertinya kau akan mendapat masalah hari ini na." bisik jeni pelan.
Nana menelan salivanya susah, sedangkan mayra hanya menunduk sambil berharap tak mendapatkan masalah hari ini.
Nana maju perlahan tibanya di depan adi memberi tugas agar nana menulis rangkuman di papan tulis sebanyak 2 lembar, harus selesai sebelum jam berakhir dan akan menjadi catatan bagi murid lainnya yang akan di kumpulkan setelah itu.
Yah, meski akhirnya nana tetap harus menulisnya, karna jika nana berani membantah adi akan memberi tambahan rangkuman yang akan di tanggung oleh semua murid, dan hal itu akan membuatnya semakin di pojokkan oleh murid lainnya jika adi sampai menambah rangkumannya.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Benar saja, tulisan nana memang tak bagus, bahkan banyak murid yang lain mengeluh akan hal itu, membuat nana semakin lelah karna banyak yang bertanya karna tak mengerti dengan tulisannya.
Mayra tetap fokus menulis, meski pikirannya sedang bercabang berpikir tentang sikap adi yang aneh dan membuat kelasnya menanggung akibatnya.
Sesekali adi mencuri pandang ke arah mayra, hingga saat pandangan mereka bertemu adi melemparkan tatapan tajam membuat yang ditatap menunduk.
Hingga 2 jam kemudian, akhirnya meski dengan susah payah, di sertai keringat yang bercucuran di wajah nana, rangkuman itu selesai tepat waktu, di susul dengan rangkuman murid lain yang juga selesai dan di kumpulkan.
Semua murid menghela nafas lega, terutama nana. Karna tugas mereka selesai tepat waktu, meski mereka sedikit bingung dengan sikap adi.
Mayra di minta membawa buku semua murid ke meja adi sebelum pulang.
🍃🍃🍃🍃✅✅✅✅
Mayra mengikuti adi di belakangnya membawa buku-buku itu, meski sedikit kesal mayra tetap berusaha sabar dan tidak mengeluh sedikitpun, karna dia tau kalau mood adi sedang tidak baik, tak ingi dirinya ikut tertimpa masalah, yang memang sebenarnya dirinyalah inti dari hal itu semua.
Ruang guru terlihat sepi saat itu, adi meminta mayra meletakkan buku itu di meja, kemudian sebelum mayra pergi dirinya mengatakan sesuatu.
" Tunggu aku di mobil, jika tidak aku akan menghukummu." ucap adi setengah berbisik.
__ADS_1
Mendengar hal itu, mayra menelan salivanya susah, dia segera pergi, namun tetap tak bisa pulang, melainkan terpaksa menunggu adi di mobilnya meski harus bersembunyi.
Kurang lebih sekitar 30 menit mayra menunggu di mobil adi sambil menunduk, dia tak mau ada yang melihat dirinya di dalam sana, terlihat adi yang baru saja keluar bersama beberapa guru yang lain, yah dia terlihat seperti biasa bahkan dirinya sempat tertawa, tapi entah kenapa dengan adi di kelas mayra hari ini, itulah yang menjanggal di pikirannya.
Tibanya adi di dalam mobil, segera adi melajukan mobilnya, adi tak banyak bicara, dia diam meski melihat muka kesal kekasihnya yang sudah menunggunya itu, sebenarnya dia juga kasihan pada mayra namun bagaimana lagi, meski adi siap dan ingin semua orang tau hubungan mereka namun belum tentu dengan mayra.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Mayra diam membuang mukanya kesal dan memilih melihat keluar kaca mobil, sedangkan adi sesekali menatap ke arahnya.
Beberapa saat tibalah keduanya di rumah adi, seperti biasa bik jum sudah menunggu untuk menyambut kedatangan tuannya yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri.
kali ini mayra masuk tanpa di suruh oleh adi, bahkan mayra naik ke kamar adi tanpa bicara, hal itu membuat bik jum tersenyum melihat tingkah mayra yang aneh, namun bik jum tau jika ada yang tidak beres dengan keduanya, di tambah adi yang tak bicara sepatah kata apapun, dirinya masih memilih duduk di sofa meski melihat mayra sudah naik, sebenarnya adi senang karna kini mayra mulai terbiasa dengan rumahnya.
"Bik...tolong siapkan makanan untuk kami, setelah itu bibik istirahat saja, tak perlu menunggu, ada mayra yang akan melayaniku bik." jelas adi, dia beranjak dari duduknya, menyusul mayra yang sudah lebih dulu masuk ke kamarnya.
Adi masuk, dan di sana mayra sudah melepas sepatunya, dia merebahkan dirinya di atas kasur empuk itu, posisi mayra terlentang dan memejamkan mata, membuatnya tak sadar jika adi sudah masuk ke kamar itu.
Suara adi saat masuk memang tak terdengar, karna pintu kamar itu tadinya masih terbuka setelah mayra masuk ke dalam. Dirinya tersenyum melihat hal itu, tak ingin mengganggu mayra, adi memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mengajak mayra makan.
Selesai mandi dan memakai baju, adi membangunkan mayra yang terlelap akibat menunggunya, mayra membuka matanya perlahan, namun dirinya terkejut saat melihat wajah adi ada di depan wajahnya, membuat adi juga terkejut di tambah mayra yang berteriak.
"Aaaaaa....." teriak mayra seraya mendorong tubuh adi yang ada di depannya.
Bukannya berdiri adi malah membekap mulut mayra agar tak berteriak.
"Diam mayra, apa kamu pikir saya ini tukang telur gulung di sekolah, sehingga kamu teriaki." ucap adi menatap mayra tajam.
Mayra diam dan tersadar kalau dirinya ada di rumah adi, kemudian otaknya mencerna kata-kata adi yang menyebutkan soal telur gulung, dan dari sanalah ahirnya mayra paham kenapa adi bisa berubah.
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
"Pantas saja, aku yakin pasti mas adi tadi melihat aku dan roy, jadi ini semua gara-gara telur gulung." batin mayra, dirinya terdiam masih sibuk dengan pikirannya.
Sementara adi ikut terdiam, dirinya masih fokus menatap mayra kekasihnya yang sedang melamun itu.
Alhamdulillah bisa up...
setelah sekian lama, maaf se besar-besarnya..saking sibuk dan banyak alasan di balik mom yang udah lama banget gak up, tapi mom harap kalian bisa sabar dan tetep suka sama karya ini..
Jangan lupa like, fav dan komen sebanyak-banyaknya...
Komen juga penting ya biar makin seru n semangat upnya..
Sekali lagi maaf dan trimakasih untuk semua readers ku.
jangan lupa like, fav dan komen sebanyaknya, dan baca juga novel mom yang satunya..
Sugar baby CEO ya 😚😚😚😚😚😚
ig mom: hana_nanawi042021
__ADS_1