Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
RESAH


__ADS_3

Jangan pernah bertanya, akan bagaimana besok. Apalagi berpikir tentang apa yang terjadi. karna tanpa di duga, apapun itu, bisa saja kita alami.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Ardi melepas pelukannya dengan berat hati, dengan kekecewaannya pada dirinya sendiri. Namun, ia tak ingin menunjukkan hal itu di depan adi, karna kekecewaannya adalah kemenangan untuk adi.


"Kali ini, egoku kalah oleh cintaku sendiri. Tapi, aku tidak akan membiarkan mayra pergi dari sisiku." batin ardi menyakinkan dirinya sendiri.


"Ingat mayra! Apapun itu, aku akan mempercayaimu." tegas ardi melirik ke arah adi.


Setelah mendengar jawaban dari ardi, mayra merasa lega, meskipun ia tahu apa yang ardi hawatirkan, dan mayra berjanji pada dirinya sendiri agar tidak mengecewakan ardi.


"Aku janji mas, akan menjaga kepercayaanmu!" batin mayra.


Mendengar langsung jawaban ardi, adi merasa senang, karna ia bisa pergi bersama mayra. Lalu ia memutuskan untuk pergi, meski dirinya tak ingin. Karna adi sadar, jika terlalu lama melihat ardi bersama mayra, akan memancing emosinya, dan ia tidak mau merusak segalanya.


"Mayra, aku pergi dulu! Besok pagi, aku akan menjemputmu!" jelas adi pada mayra.


"Iya mas!" sahut mayra mengangguk.


Mayra membiarkan adi pergi sendiri, ia segaja tak mengantar adi kedepan pintu, demi menjaga perasaan ardi, karna mayra berpikir, jika ardi sudah berkorban untuk adi, demi merelakan mereka pergi berdua. Begitupun dengan adi, ia menyadari apa yang mayra lakukan, walaupun dirinya merasa kesal.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah kepergian adi, mayra berinisiatif untuk mengajak ardi pergi, ia ingin meluangkan waktunya bersama ardi, sebelum ia pergi besok pagi.


"Mas! Gimana kalau kita pergi jalan-jalan sama nonton? Udah lama banget aku gak pernah nonton!" ajak mayra manis.


Ardi tersenyum lebar, ia menganggukkan kepalanya mengiyakan keinginan mayra. Ada rasa bahagia melihat mayra yang ingin menghabiskan waktu bersamanya.


"Baiklah sayang! Apapun keinginanmu akan aku penuhi!" jelas ardi bahagia.


πŸƒSejatinya, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi esok. Tidak ada yang tau, seberapa lama kebahagian itu terjadi.πŸƒ


Tanpa membuang-buang waktu, mayra segera bergegas untuk bersiap pergi bersama ardi. Sedang ardi memilih untuk menunggunya di ruang tengah, sembari memeriksa beberapa pesan di ponselnya.


Beberapa saat kemudian, mayra sudah siap untuk pergi. Ia mengenakan celana jeans levis denim dengan hoodie pink oversize, dengan rambut terurai. Namun sebelum menemui ardi, mayra pergi ke kamar ibunya. Ia memberitahu ibunya, jika dirinya akan pergi keluar bersama ardi.


"Buk, aku sama mas ardi mau pergi jalan-jalan dulu ya." jelas mayra.


"Adi apa ardi mayra?" tanya ibu mayra bingung.


Pasalnya, yang ibu mayra tau yakni adilah yang datang kesana menemui mayra, setelah itu ia pergi meninggalkan mereka.


"Mas ardi buk! Mas adi sudah pulang tadi." jelas mayra tersenyum.


"Baiklah, hati-hati! Katakan pada ardi, ibuk istirahat." jelas sang ibu.


"Iya buk!"


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Setelah meminta ijin ibunya, mayra segera mengajak ardi untuk pergi.


"Ayo mas!" ajak mayra.


Ardi segera bangkit dari duduknya, ia tersenyum lebar melihat wajah cantik kekasihnya itu.


"Ayo sayang!" sarkas ardi antusias.


Selama di perjalanan, keduanya masih saling terdiam. Mayra sibuk dengan ponselnya, ia membalas beberapa pesan grub yang dikirim oleh teman-temannya. Sedang ardi fokus menyetir. Namun, pikirannya kembali gelisah ketika mengingat kepergian mayra besok bersama adi.


"Kenapa hatiku segelisah ini? Bukankah mayra hanya pergi sehari saja bersama adi, dan dia akan kembali padaku." batinnya gelisah lalu melirik mayra.


Sedang yang dilirik masih tak merasa, karna mayra tidak memikirkan apapun. Ia sedang menikmati perjalanannya bersama ardi, dan membalas pesan dari teman-temannya. Hingga beberapa menit kemudian, tak terasa mobil yang mereka tumpangi akhirnya tiba di tempat tujuan. Keduanya segera turun dan masuk ke dalam moll.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dilain sisi, adi yang baru saja tiba di rumah. Ia masuk tanpa bicara, mengabaikan bik jum yang menyapanya di teras. Hal itu sudah sering bik jum alami, dia juga sudah memahami sifat adi, dan mengerti dengan apa yang terjadi.


"Aku hanya berharap yang terbaik untukmu den." batinnya berdoa.


Adi melangkah masuk ke dalam kamarnya, ia lemparkan ponselnya ke kasurnya yang empuk, lalu melangkah ke luar balkon. Matanya menatap kosong ke langit, menerawang jauh ke mimpinya.


"Apa salah, jika aku berpikir semuanya tidak akan pernah berakhir? Jika tentang mimpiku, bersama gadis yang paling aku cintai? Jika hasratku, hanya tentang hidup bersamanya? Tapi, aku berharap, besok bukanlah akhir dari segalanya." cecar batinnya.


Wajah mayra lalu terbayang di matanya, senyumnya, marahnya dan juga perhatiaannya, membuat adi tidak bisa jauh darinya.


"Bagaimana, aku bisa beralih darimu mayra? jika dunia yang kulihat, hanya tentangmu." batin adi.


🀣🀣 slebewwww, cuakzzzzzz..


"Shiittt..!" decihnya mengepal.


Dirinya teringat ketika ardi yang dengan sengaja merangkul pinggang mayra tadi, membuatnya terbayang apa saja yang ardi lakukan saat hanya berdua dengan mayra, hingga tanpa sadar adi melayangkan pukulannya ke tiang balkon.


πŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘Š


Alhasil, hal itu membuat tangannya terluka. Bukan luka di tangannya yang ia rasakan. Tapi, hatinyalah yang terluka saat itu. Adi juga kembali teringat dengan kenangannya bersama mayra. Dimana dirinya pernah melakukan hal itu di depan mayra, dan membuat mayra marah.


"Akan aku trima semua amarahmu mayra! Asal jangan pergi dariku!" gumamnya menatap tangannya.


Di sisi lain, ada mayra yang tengah menonton film di bioskop bersama ardi. Keduanya menonton film yang berjudul "Dikejar Cinta Pak guru". Mayra duduk dengan tenang di samping ardi, dengan se box medium pop corn, sambil menyuapinya satu persatu ke mulutnya. Sedang ardi tak fokus pada filmnya, ia justru lebih fokus menatap mayra, gadis cantik pujaan hatinya. Ia sangat senang bisa menikmati waktunya bersama mayra, dengan hal-hal sederhana yang membuatnya bahagia.


"Setidaknya, disetiap hariku, akan menikmati kesederhanaan ini bersamamu mayra!" batinnya.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°Cuaakkkkzzzzzzz


Satu jam berlalu, akhirnya keduanya selesai menonton film. Lalu mayra mengajak ardi untuk pergi ke sebuah toko boneka. Ia meminta ardi untuk memilihkannya satu boneka untuknnya. Dan pilihan ardi jatuh pada boneka tedy bear berwarna cream setinggi 1 meter.


"Ini mayra! Kamu pasti suka!" jelas ardi menyodorkannya ke arah mayra.


Mayra tersenyum, ia suka dengan pilihan ardi, dan tanpa babibu, ia segera mengambil dan memeluknya.

__ADS_1


"Aku suka ini! Dan aku akan membayarnya!" jelas mayra antusias.


Namun, ardi melarang mayra untuk membayarnya, karna ardi akan membayar semua yang mayra mau.


"Tidak sayang! Aku akan membeli apapun yang kamu mau, kau tinggal pilih saja!" ucap ardi membelai rambut mayra.


"Siapa bilang, aku yang akan membayarnya mas? Tetap uangmu yang aku pakai, dari kartu yang kamu berikan!" ucap mayra santai.


Sontak ardi tertawa, ia tak mengira mayra akan mengatakan hal itu, hal yang membuatnya terlihat sedikit nakal namun menggemaskan. Dan ardi, sangat suka hal itu.


"Baiklah sayang! Apapun itu, terserah mau mu!" ucap ardi setuju.


πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™


Beberapa jam kemudian, ardi dan mayra telah selesai dengan acara jalan-jalan mereka. Dan mayra sudah mengajak ardi untuk pulang. Namun, kali itu ardi tak ingin mengantar mayra pulang ke rumahnya, ia justru membawa mayra menuju rumah pribadinya.


"Kita akan pulang ke rumahku sayang!" jelas ardi menyetir.


"Kenapa mas? Aku gak mau!" tanya mayra kaget.


Awalnya mayra menolak, saat ardi memberitahu hal itu. Tapi, akhirnya mayra menuruti kemauan ardi, setelah mendengar alasan ardi.


"Kau tau mayra! Aku sangat mencintaimu! Dan jangan tanya, bagaimana perasaanku harus merelakanmu pergi dengan orang lain. Aku resah dan gelisah, jika mampu, aku ingin egoku mengalahkan kepercayaanku! Tapi sayang, dirimu membuatku kalah dalam semua hal. Dan malam ini, ku mohon, jangan menolak permintaanku!" jelas ardi terdengar sendu.


Mayra terdiam, ia mengerti bagaimana perasaan ardi saat itu. Lalu ia juga memberitahu orangtuanya jika dirinya akan menginap di rumah ardi.


Di sisi lain, ada adi yang terus gelisah memikirkan apa saja yang mayra dan ardi lakukan. Hingga karna tidak sabar, adi menghubungi mayra, untuk bertanya dimana mereka saat itu.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žCall my love..


Tapi sayang, beberapa kali adi mencoba menghubungi mayra, tak ada satupun jawaban, dan hal itu membuat adi semakin gelisah.


"Dimana kamu mayra? Kenapa kamu tidak mengangkat telfonku?" batin adi gelisah.


"Mas adi!" gumam mayra melihat layar ponselnya.


Sedang mayra memang sengaja tidak mengangkat satupun telfon dari adi, ia tak mau adi membuat kekacauan nantinya, jika adi tau kalau dirinya sedang bersama ardi dan tak pulang ke rumah. Ia juga tak ingin menambah kecemasan dan kebencian adi pada ardi.


"Maafkan aku mas!"batin mayra.


Ardi melirik ke arah mayra, ia juga melihat panggilan dari adi yang beberapa kali masuk ke ponselnya. Ardi pikir mayra akan mengangkat telfon dari adi, tapi, dugaannya salah. Dan hal itu membuat ardi terkejut dengan reaksi mayra.


"Aku tau mayra, kamu bisa memahamiku!" batin ardi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Alhamdulillah bisa up lagi..


semoga tetap berkanan di hati..


mohon maaf jika ada salah kata...

__ADS_1


jangan lupa like, love dan komen..


trimakasih..


__ADS_2