Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
KOLAM RENANG


__ADS_3

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Setelah bicara, mayra hendak berbalik dan pergi meninggalkan adi, namun siapa sangka, adi justru sarkas berbalik meraih tangan mayra untuk menghentikannya, membuat sang empunya terdiam, hingga keduanya saling bertatapan.


Sarkas adi menarik mayra menjadi lebih dekat kedalam pelukannya, ia membelai wajah mayra, kemudian mengecup keningnya.


"Aku tidak perduli kau ragu dengan dirimu, karna yang terpenting kau tidak pernah meragukan cintaku mayra, aku sangat mencintaimu, kadang aku merasa bosan menutupi hubungan kita, aku ingin satu dunia tau bahwa kamu adalah milikku, agar tidak ada yang bisa mendekatimu apalagi mencoba merebutmu dariku, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, samapi kapanpun, karna kamu hanyalah milikku." tegas adi.


💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋


Mayra terdiam, ia menatap lekat mata adi, kemudian tanpa disangka, mayra tiba-tiba saja mengalungkan kedua tangannya keleher adi, kemudian mendaratkan bibirnya di bibir adi, ia memejamkan matanya, memulai ciumannya lebih dulu. Adi terkejut mendapat serangan itu, namun ia tak menyia-nyiakannya, adi justru menarik tengkuk mayra untuk memperdalam ciumannya, membalas ciuman hangat mayra, dengan gelora cinta yang membara.


Merasa tak leluasa dengan posisi mereka, adi sarkas menggendong mayra, ia membawa mayra ketempat tidurnya, merebahkannya perlahan tanpa melepas ciumannya. Adi sangat menikmati ciumannya, ia merasa mayra benar-benar mencurahkan hasratnya saat itu, mengjngat mayra yang tak tak pernah memberi serangan lebih dulu.


30 menit kemudian, mayra mendorong tubuh adi, membuat sang empunya berhenti dan melepas ciumannya, adi tidak menyadari bahwa mayra sudah kehabisan nafas, akibat ciuman mereka yang tak terjeda, apalagi serangan adi yang begitu brutal. Mayra menghirup udara dengan rakus, ia juga menyeka bibirnya yang basah, namun bukan hanya basah, mayra merasa bibirnya bengkak, terasa sedikit perih.


Adi yang duduk di samping mayra tersenyum, melihat kekasihnya yang terlihat berantakan karna ulahnya, di tambah bibir mayra yang terlihat bengkak, adi tak menyangka ulahnya akan membuat bibir mayra seperti itu.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Melihat adi yang tersenyum, mayra bangkit, ia terduduk di samping adi dengan tatapan kesal, bukan cuma itu, tiba-tiba saja menghujani adi dengan pukulan di dada bidangnya, ia merasa kesal karna bibirnya yang bengkak.


"Mas adi jahat, bibirku terasa perih dan bengkak, aku yakin bibirku sudah jelek dan tidak karuan, bagaimana aku bisa pulang?" keluh mayra kesal.


Adi tertawa mendegar penuturan mayra, melihat wajah cantik kekasihnya yang semakin menggemaskan saat seperti itu.


"Jangan hawatir sayang, kau tetap terlihat cantik, bahkan lebih cantik dan menggemaskan, membuatku semakin tak tahan." goda adi berbisik.


Sontak mayra reflek mendorong adi, ia bergidik ngeri mendengar ucapan adi, mengingat adi yang sangat brutal saat mendapat kesempatan. Mayra hendak bangkit, namun adi memegang tangannya, menahannya pergi dari sana, ia tak ingin mayra pergi meninggalkannya, adi masih belum puas menikmati waktunya bersama mayra.


Mayra menghela nafas, ia tak menyangka kekasihnya itu sangat manja, dan semakin manja saat mendapat kesempatan, lalu mayra memberitahu adi, ia hanya ingin pergi ke kamar mandi, karna merasa gerah sejak tadi.

__ADS_1


Bukannya mengijinkan mayra pergi, adi justru tersenyum, ia bangkit kemudian menggendong mayra, ia berpikir bahwa akan sangat menyenangkan jika mereka bisa mandi bersama, dimana lagi kalau bukan dikolam renang. Mayra mencoba memberontak, meminta adi untuk menurunkan dirinya, tapi bukan menurunkan dirinya, adi justru menggendongnya sampai ke kolam renang, membuat sang empunya tercengang.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dengan jelas adi mengatakan niatnya, ia ingin mandi bersama dengan mayra, bahkan adi tak sungkan untuk melepas baju dan celananya di depan mayra, membuat mayra menutup mata malu melihatnya. Kemudian adi masuk ke kolam renang lebih dulu, ia juga meminta mayra untuk segera melepas bajunya agar bisa bergabung dengannya.


Tapi mayra menolak, ia tak mau berenang bersama adi, dengan alasan ia tak memiliki baju renang, apalagi mayra takut ada yang melihat keduanya berenang bersama, tak ingin ada yang berpikiran aneh tengang keduanya.


Adi tidak menerima penolakan mayra, bahkan ia mengancam mayra akan melakukan hal lain yang justru lebih sulit, membuat mayra tak berdaya, lalu ia meminta mayra untuk segera melepas bajunya, dan masuk ke kolam renang.


Terjebak dengan pilihan yang sulit, mayra mendengus kesal, ia menuruti kemauan adi dan memintanya menutup mata saat dirinya melepas bajunya. Mayra dengan segera melepas bajunya, kemudian masuk ke kolam renang bersama adi, ia hanya mengenakan tangtop putih dan hotpants hitam, yang saat tubuhnya basah, mengekspos jelas lekukan tubuhnya, bahkan bra hitam di balik tangtop putihnya, dengan dua gundukan kenyal yang membuat mata tergoda.


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭


Pada akhirnya keduanya bisa berenang bersama, adi segera menghampiri mayra, ia berdiri di belakangnya, menyibak mesra rambut mayra kesamping, lalu memeluknya. Pelukan hangat di dalam dinginnya air, adi menautkan kepalanya di bahu mayra, menikmati aroma tubuhnya, keduanya sangat dekat, hembusan nafas adipun terasa hangat menyapa tubuh mayra.


Mayra terpejam merasakan kehangatan pelukan adi, ada gelayar aneh yang kian merasuk di dirinya, di tambah sapuan nafas adi yang terasa hangat menyapu tubuhnya, mayra benar-benar merasakan sesuatu yang aneh, mungkin karna itu adalah kali pertama keduanya berenang bersama.


Menyadari mayra yang terpejam menerima sentuhannya, adi tersenyum, ia memutar tubuh mayra perlahan, membuat keduanya saling berhadapan, kemudian adi mengunci tubuh mayra di tepian kolam, membuat keduanya saling menempel, membuat mayra membuka mata, ia terkejut saat adi mengunci tubuhnya di tepian kolam, di tambah ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana, membuat wajahnya merona saat tersadar dengan semuanya.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Deg deg deg..


Detak jantung mayra berdetak lebih kencang, perasaan aneh yang membuatnya bingung, mayra juga tidak mengerti, padahal keduanya sudah sering sangat dekat. Adi tersenyum melihat wajah mayra yang bersemu, ia membelai lembut wajah cantik itu, kemudian mengecup mesra keningnya.


"Kau tau sayang, mungkin kita sudah sering bersama, tapi entah kenapa aku merasakan kehangatan yang berbeda saat ini, aku ingin kita lebih sering menikmati waktu seperti ini, sedekat ini, sehingga tidak ada jarak diantara kita, aku tidak ingin kehilangan dirimu, karna aku sangat mencintaimu." bisiknya lembut di telinga mayra.


Mayra tersenyum, sentuhan hangat adi membuatnya merasa nyaman, wajahnyapun tidak bisa berbohong akan hal itu, saat wajahnya kembali merona mendengar bisikan adi, membuat mayra memeluk adi menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya. Adi tersenyum, ia tak ingin waktu seperti itu cepat berlalu, mengingat beberapa hal yang sering memberi jarak diantara keduanya, namun bukan hanya itu, adi juga berpikir untuk segara menikahi mayra, mengingat hasratnya yang saat ini sedang tersiksa, menerima cobaan yang begitu besar.


"Seandainya kau sudah menjadi milikku, tak akan aku sia-siakan waktu ini." batinnya berpikir.

__ADS_1


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


"Mas...aku tidak bisa berenang, apa kita hanya akan berendam disini?" tanya mayra lembut.


Adi tersadar, ia menatap lembut mayra yang ada dalam pelukannya, kemudian melepas pelukannya, lalu mundur menjauhi mayra, kemudian memercikkan air ke arahnya, membuat mayra membalas ulah usilnya, hingga akhirnya keduanya bermain air bersama. Adi sengaja melepas pelukannya, ia tak mau hasratnya tidak terkendali jika terus memeluk mayra, mengingat juniornya yang sudah stay on di bawah sana, ia juga masih melihat bibir mayra yang bengkak, tak ingin menambah bengkak akibat ulahnya.


Keduanya tertawa bersama, percikan demi percikan air yang saling mereka siram, membantu menyegarkan hubungan keduanya yang terasa gersang, ada rasa bahagia yang terlihat jelas di wajah keduanya, moment pertama yang indah berada di dalam air bersama.


Adi tak fokus, tak kala matanya menangkap pemandangan indah yang sulit untuk di lewatkan begitu saja, apalagi kalau bukan, pemandangan indah tubuh mayra yang semakin basah karna bermain air, membuat lekukan indah tubuhnya semakin terekspos jelas, bahkan adi kembali mendekat ke arah mayra, ia menarik tubuh mayra kedalam pelukannya, dan seketika adi menyibak rambut mayra, tanpa aba-aba ia menanggalkan tanda kepemilikan di lehernya.


Mayra terkejut, ia tak menyangka adi akan melakukan hal itu begitu saja, di tambah lagi adi bukan cuma melakukannya satu kali, tapi beberapa kali, membuat beberapa jejak kepemilikan pada dirinya, mayra mendengus kesal, ia mendorong adi dan memukulinya, meskipun pukulannya tak berarti apa-apa.


"Mas jahat..nanti kalau ada yang lihat gimana? pasti temen-temen bakalan curiga." keluh mayra berpaling.


Adi tertawa, ia merasa gemas melihat kekasihnya, bibirnya yang merah dan sedikit bengkak membuatnya semakin menggoda, namun bukan cuma itu, gundukan kenyal yang semakin jelas membuat matanya tak fokus, hasratnya membuat adi kembali mengunci tubuh mayra ke tepian kolam, hingga keduanya kembali menempel, membuat mayra merasakan hal mengganjal yang sama.


"Kau tau sayang, sulit untuk bisa mengontrol diri, apalagi seperti saat ini, aku sangat ingin memakanmu, tapi apa daya, aku harus sedikit bersabar." jelas adi tersenyum.


Sementara mayra menelan salivanya susah, ia mengerti maksut adi, di tambah hal mengganjal di dalam air yang ia rasakan saat keduanya saling menempel, ia menunduk melihat tubuhnya yang sudah basah kuyup, dan menyadari apa penyebab adi melakukan hal itu.


"Rupanya, aku sendiri yang memancing mas adi" batin mayra melihat tubuhnya.


Adi tau apa yang mayra pikirkan, bahwa mayra menyadari jika dirinyalah yang memancing dirinya, di tambah saat melihat tubuhnya yang basah.


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭


Alhamdulillah bisa up.lagi..


Semoga berkenan, jangan lupa, like, love dan komen.


Mohon maaf apabila ada salah ketik dan kata, semoga bisa memahami..trimakasih semua🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2