
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Ardi tersenyum lega mendengar ucapan bik tutik, kini ia bisa mulai mencari mayra, ia mengucapkan trimakasih pada bik tutik sebelum akhirnya ia pergi, melihat kepergian putra rumah itu, bik tutik menghela nafas lega, ia berharap ardi bisa menyelesaikan semua masalahnya, ia hanya berdoa agar tidak ada hal buruk yang akan menimpa ardi setelah itu, setelah kebenaran yang ia beritahukan padanya.
Sementara, adi yang baru saja selesai mengeringkan rambut mayra tiba-tiba saja mendapat telfon dari seseorang, yang tak lain adalah romeo, yah..romeo mengundang adi untuk makan malam bersama, ia juga mengingatkan adi untuk mengajak tunangannya, karna ia ingin mengenalkan sang istri pada pasangan adi, romeo juga megundang ardi untuk makan malam bersama, ia ingin adi dan ardi saling mengenal, meski sejatinya keduanya sudah pernah saling bertemu meski di masalalu, yang tanpa romeo ketahui bahwa mayra adalah pasangan adi.
Ardi yang mendapat undangan makan malam dari romeo tersenyum, ia berpikir jika nantinya ia ingin bicara soal mayra, ia ingin meminta bantuan romeo untuk mempertemukannya dengan mayra, ardi juga akan datang sendiri tanpa lina, karna itu bukan acara makan malam bisnis, ia berharap nantinya romeo bersedia membantunya.
Ardi memilih untuk beristirahat, sebelum nanti malam ia pergi makan malam, ia merebahkan dirinya di kasur yang empuk, sembari menatap langit-langit, membuat angannya berpikir, apa yang akan dia lakukan nantinya setelah ia bertemu mayra, kata-kata romeo yang mengatakannya akan menyesal benar-benar mengganggunya, membuat dirinya juga berpikir tentang apa dirinya akan kuat menghadapi kenyataan buruk itu.
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Setelah mendengar percakapan adi di telfon mayra berpikir, bahwa nanti malam ia akan pergi makan malam bersama sang kekasih, ia bingung harus mengenakan apa untuk pergi bersama adi, sementara adi yang melihat raut wajah mayra yang bingung tersenyum.
"Tenang sayang, setelah ini kita akan pergi ke butik, namun sebelum itu kamu harus menelfon ayah dan ibu, aku tidak ingin mereka hawatir saat kamu bersamaku." jelasnya membelai wajah mayra.
Kemudian mayra menelfon sang ayah dari ponselnya, ia mengatakan bahwa dirinya akan ikut makan malam bersama adi, dan pak seto mengiyakan hal itu, namun setelah mayra puas bicara dengan sang ayah, adi juga ikut bicara dengan mertuanya itu, ia memberitahu bahwa mereka akan pergi, sekaligus meminta ijin untuk mengajak mayra makan malam kemudian akan mengantarnya pulang setelah itu, mayra juga menelfon sang ibu untuk memberitahu tentang hal itu, barulah mereka pergi kebutik untuk memilih dress mayra.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Lantas, ketidak hadiran mayra hari itu disekolah menimbulkan tanda tanya diantara kedua sahabatnya, mereka berpikir bahwa akhir-akhir ini mayra terlihat aneh, bahkan mayra sering menghilang tanpa kabar, dan muncul tanpa di undang, membuat grup chating mereka penuh dengan tanda tanya, sementara sang empunya yang suka menghilang masih tertimbun entah kemana.
☆ Sekilas chat ☆
Jeni " ngilang aja.."
Nana " Sebangsa jin.."
__ADS_1
Jeni " Pesugihan.."
Nana "Dedemit, sebangsa mahluk halus.."
Jeni " Perkumpulan dong😅.."
Nana "Ealahh...iya sayy.."
Jeni "Idiihhh...baru nyadar.."
Nana "Iya ya..kan kita satu aliran..🙄"
Jeni "🤣🤣🤣🤣🤣 ngawuur.."
Nana "Sorry g konsen, btw mana nih nyai dedemit (mayra)?"
Jeni "Lagi terbang nyari mangsa kalik🤣"
Jeni "Mbak kunti kalik, kok di panggil-panggil."
Yah...mode silent membuat mayra tidak mengetahui rentetan bunyi chat grup yang kedua sahabatnya kirimkan, apalagi saat ponselnya sudah ada ditangan adi, sikap adi yang memang semakin posesif setelah kejadian lalu, mayra juga tidak pernah menghiraukan hal itu, ia sadar bahwa sikap posesif adi karna ia mencintai dirinya, asal tidak berlebihan.
Di butik, kini mayra tengah memilih sebuah gaun, yah..butik edelwis adalah butik yang berbeda, semenjak kejadian itu, adi tak lagi mengajak mayra memilih gaun di butik mima, di sana adi juga customer vvip, mayra dilayani sangat baik bahkan langsung oleh pemiliknya jeje, pria setengah wanita dengan sikapnya yang lemah gemulai, namun sangat terampil dalam bidangnya, ia memberikan beberapa pilihan gaun istimewa yang ia miliki, dan pilihan mayra jatuh pada gaun merah selutut dengan tali spageti yang terlihat sangat anggun dengan hiasan bulu di bagian dadanya, setelah memilih gaun untuk mayra, adi juga meminta jeje untuk membantu menyiapkan mayra, dan jeje segera melakukan apa yang adi inginkan.
"Siap tuan, aku akan menyiapkan istrimu...upss, calon istrimu secantik mungkin." jelas jeje menggandeng mayra pergi.
Di sisi lain, ada ardi yang juga tengah memilih setelan jasnya di walk in closet, ia bingung dengan pilihannya hari ini, entah apa yang membuatnya bingung, ada perasaan aneh di hatinya, padahal setiap harinya ardi sudah terbiasa memilih semuanya sendiri, apalagi hanya untuk makan malam bersama romeo, bukan untuk klien baru atau pertemuan khusus lainnya, hingga akhirnya ardi memutuskan untuk pergi ke butik, ia ingin meminta bantuan untuk memilih jass yang cocok untuk dirinya.
__ADS_1
Entah ada angin apa hari itu pikirnya, ardi merasa gelisah, ia juga menceritakan hal itu pada mima, dan yah...ardi masih tetap pergi ke butik mima, ingatannya juga menghapus kenangan mayra disana, mima yang mengetahui kecelakaan ardi dan akibatnya memilih diam, apalagi nyonya anita telah memintanya untuk tetap diam, meski sejujurnya mima tau apa yang ardi rasakan, kebingungan yang selama ini ia ceritakan tidak lain adalah tentang mayra, gadis cantik dan baik hati pikirnya.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
BEBERAPA JAM KEMUDIAN....
KUATKAN HATI PEMIRSA...
Romeo dan juliet sudah menunggu kedatangan para tamunya, tak lama kemudian, tibalah ardi disana, ardi terlihat sangat tampan dibalut setelan jas navy, meskipun tetap terlihat jelas bahwa ada keraguan di matanya, romeo dan juliet juga tahu tentang hal itu, mengetahui hal itu membuat romeo mengedipkan mata kepada sang istri, memberi kode agar dirinya tidak menyingung ardi malam itu, dan juliet mengerti, julietpun merasa sedikit bersalah tak kala mengingat kata-katanya pada ardi waktu itu, ia yakin bahwa ucapannya sudah pasti sangat mengganggu pikiran ardi. Romeo meminta ardi untuk bersabar sedikit lagi, karna ada seseorang yang masih mereka tunggu, ia ingin ardi bisa kenal dan juga ikut bekerjasama nantinya.
Beberapa menit kemudian, sosok yang mereka tunggu tiba, yah..adi dan mayra berjalan menuju meja romeo, dan saat tiba disana mayra terhenyak kaget dalam diamnya, langkahnya spontan terhenti melihat orang-orang yang ia temui malam itu bersama adi, perasaannya diobrak-abrik oleh masalalu ketika melihat sosok ardi yang juga tengah menatap kedatangannya, spontan adi berubah, ia segera merangkul posesif pinggang mayra saat itu, melihat ardi yang ada disana, hal itu membuat mayra tersadar, kemudian berusaha bersikap netral di depan adi, ia kembali teringat bahwa ardi sudah melupakan dirinya, jadi tidak ada yang salah jika mereka bertemukan kembali saat itu, saat semuanya sudah berakhir, tentunya dengan keadaan yang berbeda pikir mayra.
Juliet dan romeo juga tak kalah kaget, mereka tak menyangka bahwa adi yang mereka kenal adalah adi tunangan mayra, namun mereka mengerti bahwa adi tidak mengetahui apapun, terlihat jelas dari perubahan sikap posesifnya terhadap mayra, membuat juliet dan romeo berusaha mengalihkan semuanya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Keduanya lalu duduk bergabung, namun adi tak membiarkan mayra duduk di samping ardi, ia memilih kursi di samping juliet untuk mayra, tak ingin mayra berdekatan dengan ardi, ketidaktahuannya membuat adi merasa terancam, namun hal itu teralihkan saat romeo mulai memperkenalkan sang istri pada semua orang, layaknya pertemuan pertama mereka, ia juga mengenalkan ardi pada mayra dan adi, sontak ardi bersikap begitu ramah dan sopan saat itu, layaknya pertemuan biasa.
Namun tidak dengan adi, ia justru merasa curiga pada ardi tak kala melihat sikapnya yang berbeda, seolah tak mengenal dirinya dan mayra, begitu juga dengan sikap mayra, membuat adi bingung dengan semuanya, tapi hal itu ia tepis karna romeo dan juliet, ia yakin bahwa semua yang terjadi memang tidak di sengaja, dan yang lebih baiknya lagi, ardi juga tak bersikap aneh, apalagi berusaha mendominasi pada mayra.
Makan malampun dimulai, dengan obrolan-obrolan ringan yang mengisi suasana saat itu, yang sejatinya... tanpa adi ketahui mayra sedang gelisah, serpihan masalalunya kembali memenuhi hati dan pikirannya, rasa bersalah yang selama ini berusaha ia buang kembali lagi, ada banyak hal yang ingin ia katakan pada ardi secara langsung, meski dirinya benar-benar ingin melupakan semuanya, sesekali matanya mencuri pandang kearah ardi, ada rasa yang membuat dirinya ingin memastikan bahwa ardi baik-baik saja selama ini.
Tapi tidak dengan juliet, ia sangat mengenal mayra, meski hanya dengan beberapa kali pertemuan, meja lingkaran yang membuat kelimanya terus terhubung, begitu juga dengan kisah mereka, juliet yakin bahwa saat itu mayra ingin mengungkapkan banyak hal, begitu juga dengan ardi, saat ia mengetahui siapa mayra.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Alhamdulillah bisa up, setelah fakum selama ini..
karna beberapa kesibukan, mom minta maaf kepada semuanya, dan trimakasih untuk kalian semua yang tetap setia dengan karya mom yang alakadarnya ini, trimakasih.🙏🙏🙏