Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
PELUKAN INISIATIF


__ADS_3

πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Pagi yang cerah, mayra sudah bersiap-siap untuk pergi kesekolah hari itu, awalnya dia akan berangkat sendiri ke sekolah tanpa meminta sang ayah mengantarnya, namun dia diberitahu ayahnya bahwa adi akan menjemputnya dan mengajaknya berangkat sekolah bersama, mayra menghela nafas, merasa kesal mendengar berita itu, pikirnya dia akan pergi ke sekolah seperti sebelum ia mengenal adi, terpaksa mayra menunggu malas adi, dirinya pura-pura tersenyum melihat sang ayah pergi.


Beberapa menit setelah sang ayah pergi, mobil adi tiba di depan rumah, adi segera keluar dan tersenyum melihat mayra yang ternyata sudah setia menunggunya, meski dengan terpaksa, dengan perasaan senang adi menghampiri mayra dan mengajaknya berangkat, keduanya langsung berangkat karna ibu mayra sedang pergi ke pasar bersama sang ayah tadi.


Di perjalanan mayra memilih mengotak-atik ponselnya untuk mengalihkan rasa gugupnya, tak kala dia mengingat kejadian kemarin, sementara adi sesekali melirik ke arah mayra, dirinya merasa terganggu melihat mayra yang sejak awal sudah sibuk dengan ponselnya, membuatnya menginjak pedal rem mendadak.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


CHIITTT......


Mobil itu berhenti seketika tak kala adi mengijak pedal rem mobilnya, mayra tersentak kaget dengan hal itu, dirinya memegang dadanya yang kaget, kemudian menatap adi yang ternyata sudah menatapnya tajam terlebih dulu.


"Mas kenapa?" tanya mayra kesal.


Adi mendekatkan wajahnya ke arah mayra, kemudian merampas ponsel di tangan mayra, adi benar-benar merasa terganggu dengan ponsel mayra, saat itu dirinya merasa kesal karna hal sepele seperti itu, tak ingin mengatakan hal yang nantinya akan menyakiti hati mayra, adi memilih keluar dari mobilnya, membanting pintunya kasar, dan bersender di cup depan mobil, menghela nafas menetralkan emosinya.


Mayra tersentak dengan sikap adi, dirinya sadar bahwa adi terganggu dengan sikapnya tadi, merasa sudah bersikap seperti itu, mayra memilih turun, perlahan dengan mengumpulkan semua keberaniannya untuk mendekati adi saat itu, melangkah perlahan dan berhenti di depannya.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Mayra yang merasa bersalah menunduk gugup, dirinya tak tau harus bicara apa untuk membujuk adi, belum sempat ia bicara adi sudah lebih dulu mengeluarkan isi hatinya.


"Mayra...kumohon padamu, sekali saja lihat aku yang ada di sampingmu, sebagai seorang kekasih yang sangat mencintai, seorang manusia biasa yang sering berbuat salah dan dosa, ku mohon..., jangan lihat aku sebagai orang asing dengan seragam yang aku pakai saat ini, atau siapapun yang harus kamu takuti, aku tau semuanya terlalu cepat, aku terlalu pemaksa, egois, dan mungkin saja kamu belum sepenuhnya mencintaiku, kamu masih belum yakin dengan perasaanmu, kamu masih labil dan lainnya, tapi cobalah..belajar melihat cintaku mayra, cintai aku sepenuh hatimu, seperti aku yang sangat mencintaimu di waktu yang singkat ini." jelas adi menahan kesal.


Adi mengungkapkan apa yang ada di hatinya, dirinya merasa kesal namun ia tahan dengan berusaha meredam emosi di dadanya, tak ingin kata-katanya terlampau menyakiti kekasihnya,ai berbalik badan membelakangi mayra, bahkan adi sempat mengerang kesal pada dirinya sendiri.


"Aaarrrhhhhgggg........" teriaknya.


β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘


Mayra terdiam, dirinya benar-benar merasa bersalah, rasa takut, gugup dan lainnya bercampur menjadi satu, mayra ingin menenangkan adi saat itu, namun dirinya masih melihat kesana kemari, tak ingin ada yang memergoki mereka saat itu, dan untungnya saja, saat itu mereka sedang berhenti di jalanan yang sepi, sehingga mayra memberanikan diri mendekati adi.


SSRtttttt....


Mayra memeluk adi dari belakang, mencoba menenangkan adi, meski gugup dengan mata terpejam, ia tetap membranikan diri untuk melakukan hal itu, membuat adi terkejut mendapat reaksi mayra yang jauh di luar ekspektasinya, mendapatkan pelukan yang membuatnya benar-benar terdiam dan tenang.


"Apa ini nyata mayra?" batin adi bertanya-tanya.


Tangan mayra sudah melingkar di badannya, memberi rasa tenang yang membuat adi merasa sangatnya dari sebelumnya, di tambah aroma manis yang kian menyeruak dari tubuh mayra.


Hal itu adalah kali pertama bagi adi mendapat pelukan inisiatif dari mayra, karna mayra cenderung pasif dalam menerima umpan.


Lembut dan sabar, mayra mencoba menenangkan adi saat itu.

__ADS_1


"Mas..maafkan aku ya, aku tidak bermaksut seperti itu, aku salah, mas jangan marah ya, aku tadi hanya gugup jadi.." ucap mayra lembut.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Belum sempat mayra menyelesaikan ucapannya, adi sudah memotongnya lebih dulu, berbalik badan dan mengubah posisi mayra yang kini berdiri di hadapannya, menatapnya lekat begitu dekat.


"Jadi apa mayra?? katakan!!." tanya adi.


Bibir mayra terasa kelu, ditatap adi seintens itu membuatnya mati kutu, di tambah jantungnya yang semakin berdebar kencang membuat tubuhnya merasa lemas gugup dan mabuk kepayang.🀣🀣🀣🀣🀣🀣(maaf ya mom lebay)


Srrrttttt....


Adi menarik pinggang mayra hingga dia menempel ketubuhnya, menarik tengkuknya dan mendaratkan ciuman di bibirnya.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


(Bayangkan saja bestiee, ciuman pak guru di tengah jalan🀭🀀)


Satu ciuman, tenang, hangat dan cukup lama, membuat sang empunya mematung seketika, membulatkan matanya menerima serangan dadakan di jalan raya.


Mayra yang sadar di mana posisi mereka saat itu segera mendorong tubuh adi kuat-kuat, tak ingin ada yang melihat mereka, di tambah saat itu mereka sedang sama-sama menggunakan seragam, hingga adi melepas pelukannya, kemudian mayra berlari masuk ke dalam mobil karna merasa malu akan hal itu.


"Lagi dan lagi, di jalanpun jadi." batinnya.


Namun sayangnya mereka tidak sadar, kalau sejak tadi ada dua mata yang tengah mengawasi keduanya, melihat semua bahkan dia tak menyangka bahwa adi dan mayra benar-benar memiliki hubungan.


Beberapa saat setelah mayra masuk, adi masuk ke dalam mobil, menatap mayra yang tengah gugup dan malu hingga memalingkan wajahnya ke arah cendela, adi yang tau akan hal itu tersenyum, kemudian membelai rambutnya, membuat sang empunya menoleh, menatap adi yang tengah menatapnya.


"Lain kali jangan ulangi hal yang tidak aku suka sayang, aku hanya ingin, waktu kita berdua tidak terbuang sia-sia." ucap adi.


Mayra mengangguk patuh, tersipu malu memalingkan wajahnya yang bersemu merah, kemudian adi melajukan mobilnya kembali menuju sekolah.


Beberapa menit kemudian, mobil itu akan memasuki gerbang sekolah, mayra meminta adi menurunkannya di luar gerbang, tapi adi menolak, dirinya mengatakan bahwa tidak akan ada yang curiga, dan meyakinkan mayra jika adi sudah memiliki alasan jika ada yang memergoki keduanya.


************


Mayra turun dengan rasa gugup, namun adi sudah meyakinkan mayra jika tidak akan ada yang curiga, dan memintanya bersikap biasa agar tidak ada yang curiga, mayra segera turun dan pergi berpisah dari adi, sementara adi langsung menuju ke ruang guru.


Mayra menuju kelasnya melewati lorong sekolah, namun dirinya terkaget tak kala menabrak sosok roy di hadapannya.


Brukkk...


Benar saja, saat itu roy juga baru datang menuju ruang kelasnya, namun dirinya terhenti tak kala mendapat sebuah pesan di ponselnya.


"Maaf maaf.." spontan mayra.

__ADS_1


Roy tersenyum melihat mayra, kemudian berlalu dari sana meninggalkan mayra sendirian, mayra bingung melihat roy yang tidak seperti biasanya, dia meninggalkannya sendiri tanpa bicara sepatah katapun, tak ingin berpikirpanjang tentang roy mayra memutuskan untuk pergi ke kelasnya.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Di ruang guru adi teringat dengan ponsel mayra yang ternyata ada di saku celananya, ia lupa mengembalikannya tadi, tapi adi tidak bisa mengembalikan ponsel itu karna dirinya harus rapat dengan dewan guru.


πŸ›ŽπŸ›ŽπŸ›Ž..


Tettt..bel jam pelajaran pertama di mulai, pagi itu semua dewan guru memang sedang mengadakan rapat untuk ujian kelas 12, dan semua mata pelajaran akan di gantikan dengan guru magang, termasuk di kelas mayra, kali ini kelas mayra kedapatan rangga yang akan masuk di kelasnya untuk menggantikan adi di mapel bahasa indonesia.


Rangga masuk dengan senyuman indah yang terpancar dari wajahnya yang tampan, membuat para siswi mabuk kepayang, terkecuali mayra, sementara nana dan jeni masih sama dengan siswi lainnya.


Pelajaran berjalan sangat kondusif, di tambah rangga yang sangat bisa membawa suasana, membuat suasana terasa sangat fun, namun tidak bisa di pungkiri, mata rangga tak pernah lepas dari sosok mayra, yang selalu menyita perhatiannya, bahkan nana dan jeni juga sadar akan hal itu, mereka juga sempat berbisik pada mayra bahwa rangga terus memandangnya, namun mayra tak perduli.


πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Sementara di ruang rapat adi teringat akan mayra, entah kenapa ada rasa hawatir saat dirinya teringat rangga yang menggantinya di kelas kekasihnya itu, bahkan tanpa sadar adi bergumam nama mayra saat salah satu guru bertanya padanya, membuat yang mendengar bingung.


"Kenapa pak adi dengan mayra?" tegur bu mega bingung.


Adi yang tersadar akan ucapannya barusan segera mengalihkan pembicaraan.


"Tidak ada bu mega, hanya masalah kelas saja, jadwal selanjutnya." kilah adi tenang.


Satu jam kemudian rapat selesai, bersamaan dengan bel pergantian jam pelajaran, adi lega mendengar bel itu, yang berarti rangga akan keluar dari kelas mayra, cintanya membuatnya merasa hawatir akan mayra.


😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚


Rangga keluar dari kelas mayra, namun dirinya meminta mayra untuk ikut dengannya keluar kelas sebentar, membuat siswi lainnya merengek iri melihat hal itu.


Mayra terpaksa ikut, tak ingin menyinggung perasaan rangga.


Rangga mengajak mayra bicara di depan perpustakaan, tak ingin ada yang mendengar pembicaraan keduanya.


"Mayra, apa setelah kamu pulang sekolah kita bisa bicara? aku ingin mengajakmu keluar sebentar, apa kamu bisa?" tanya rangga berharap.


Mayra bingung harus menjawab apa, dirinya tak bisa ikut rangga begitu saja tanpa memberi adi terlebih dulu, di tambah ponselnya sedang berada di adi, jadi dirinya tidak bisa memberitahu adi, membuatnya bingung.


Rangga menatap mayra, berharap mayra tak menolak, berbeda dengan mayra yang berharap ada adi yang menghampirinya dan membantu saat itu, namun tak ingin membuat rangga menunggu terlalu lama, mayra mengangguk setuju dengan permintaan rangga, membuat rangga tersenyum bahagia.


--------------------------------😌😌😌😌😌😌😌-----------------------------------


Alhamdulillah bisa up, di tunggu ya up selanjutnya..


semoga suka dan jangan lupa dukung mom, like, fav and komen sebanyaknya ya biar mom makin semangat..

__ADS_1


maaf kalau ada salah ketik dll..


Trimakasih😌😌😌😌😌


__ADS_2