
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Sesal mana yang datang di awal..
Karna bukan sesal jika di awal..
Tapi pemberitahuan..
Beberapa menit kemudian, keduanya tiba di tempat acara, yakni di sebuah balkon rooftop apartement dengan tema outdor bernuansa white. Sangat indah dengan banyak hiasan bunga mawar putih di setiap sudutnyanya, dan karpet merah yang menjadi pijakan keduanya, seperti raja dan ratu.
Semua mata tertuju pada keduanya, melihat mayra dan ardi datang layaknya pasangan serasi. Keduanya masuk bergabung dengan semua, sorak sorai memuji keduanya mengiringi kehadiran mereka ditengah-tengah tamu.
Orang tua mayra sudah ada disana, begitu juga dengan nana dan jeni, mereka sudah menunggu kedatangan ardi dan mayra. Bukan cuma mereka, orang tua ardi juga sudah ada disana, romeo dan juliet dan beberapa tamu penting lainnya.
Mayra melangkah perlahan dalam gandengan ardi, wajah cantiknya semakin berseri, membuat auranya semakin terpancar, di tambah pipinya yang merona. Ardi tau jika mayra sedang merasa tegang dan malu, tapi itu tak jadi masalah, ardi berusaha menenangkan mayra, membelai lembut tangan mayra, yang bertaut di lengannya, memberi ketenangan untuk mayra.
"Tenang sayang, ada aku disini." bisiknya lembut.
Mayra tersenyum, ia merasa sangat beruntung mendapat laki-laki seperti ardi, tak menyangka akan bertemu ardi setelah semua yang terjadi.
"Trimakasih mas, karna kamu selalu ada untukku." batinnya
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Tak bisa dipungkiri jika ada rasa bahagia di hati mama anita, jangan tanya lagi tentang alasannya, tidak lain adalah melihat ardi tersenyum bahagia, ia tidak menyangka bahwa anaknya akan mendapat kebahagiannya, bisa bersanding dengan gadis yang ia cintai. Sebagai seorang ibu, mama anita merasa sangat bahagia, ia berharap dan berdoa agar kebahagian tidak pernah pergi dari putranya. Mama anita juga memeluk mayra, saat mayra mendekat ke arahnya, ia mencoba mempercayai mayra untuk kedua kalinya, berharap putranya akan bahagia bersamanya.
"Aku yakin kamu tidak akan melakukan hal yang sama mayra." batinnya.
Mayra merasa senang, mendapat pelukan hangat dari mama anita, ia berharap hubungan diantara mereka akan membaik, tidak ingin ada salah paham lagi, memulai semuanya dengan awal yang baru pikirnya. Melihat hal itu, orang tua mayra merasa bahagia, terutama ibunya, ia berharap jika putrinya akan bahagia setelah ini, mengingat tidak ada ibu yang menginginkan putrinya tidak bahagia.
Bahkan tetes air mata haru lolos di wajah ibu mayra, ada rasa sesak melihat putrinya, ada rasa bersalah mengingat tamparan yang pernah ia berikan di wajah putrinya.
Romeo dan juliet juga menghampiri ardi dan mayra, mereka memberi ucapan selamat untuk keduanya, mereka tidak menyangka jika akhirnya ardi bisa bersama mayra, mengingat salah paham yang pernah terjadi diantara mereka.
"Selamat ya mayra, aku senang melihat kalian berdua, semoga kalian akan abadi selamanya." ucap juliet bahagia.
__ADS_1
"Trimakasih nyonya juliet." balas mayra lalu memeluknya.
Romeo dan ardi tersenyum melihat keduanya, mereka berharap hubungan mereka akan terus sedekat itu, karna hubungan baik sangat sulit untuk di rakit, keduanya juga saling memeluk dan berjabat tangan, merasa bahagia dengan hubungan baik yang terjalin diantara mereka.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Setelah itu, acara di mulai, mama anita membuka kotak cincin pertunangan mereka, ia meminta ardi untuk memasangkan cincin di jari manis mayra. Dan dengan penuh bahagia ardi memasang cincin di jari manis mayra, cincin emas bertahtakan sebuah berlian diatasnya, di iringi sorak bahagia dari semua tamu dan keluarga.
BLUSSHHH....
Wajah mayra bersemu merah, ia juga merasa bahagia. Lalu tiba giliran mayra yang memakaikan cincin untuk ardi, tiba-tiba saja hatinya bergetar, pikiran kacau, dan ia kembali teringat akan sosok adi. Bukan cuma itu, ia kembali teringat dengan acara pertunangan mereka, yang memberi sesak di dada, membuat tangan mayra bergetar saat hendak memasang cincinnya.
Ardi menatap mayra, ia mengerti dengan guratan rasa di wajahnya, ia yakin jika mayra sedang tidak baik-baik saja. tapi ardi mencoba meyakinkannya, tersenyum memberi isyarat untuk mayra. Pak seto juga menyadari jika putrinya sedang tidak baik-baik saja, tapi ia yakin, jika ardi bisa menangani segalanya, lalu ia mengangguk memberi isyarat pada mayra.
Melihat anggukan dari sang ayah, menguatkan mayra, dirinya tak boleh luruh, dengan luka yang harusnya runtuh di saat bahagia mereka. Lalu mayra segera memasangkan cincin di jari manis ardi, menyempurnakan peresmian hubungan mereka, diiringi doa baik dari orang-orang tercinta.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Di sisi lain, ada adi yang baru saja turun dari kamarnya untuk makan malam, ia sengaja tak keluar sebelum eva pergi dari rumahnya, adi hanya bersikap hangat ketika difa datang bersama eva.
Bik jum dengan segera melayani adi untuk makan malam, ia tak ingin adi sakit di saat-saat yang sulit. Bik jum juga kembali teringat dengan surat yang mayra titipkan padanya, ia memberitahu adi soal kedatangan mayra, ia juga memberitahu jika mayra menitipkan kalung dan cincinnya.
Adi terdiam, ia mengingat surat yang ada di laci kamarnya, begitu juga dengan kalung dan cincinnya, lalu ia meminta bik jum untuk mengambilnya. Beberapa saat bik jum datang membawa surat itu, ia memberikannya pada adi, barulah setelah itu bik jum pergi, ia tak ingin menggangu makan malamnya. Namun sebelum bik jum pergi, adi bertanya dengan siapa mayra datang kesana.
"Non mayra datang bersama tuan ardi den, lalu ia pergi karna aden tidak ada." jelas bik jum, berlalu dari sana.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
JEDARRRRRR...
Adi terdiam, ia terkejut membaca isi surat hasil lab mayra.
"Mayra tidak hamil." gumamnya.
Tanpa banyak berpikir, adi bangkit dan bergegas pergi, ia sudah tak merasa lapar setelah membaca hasil lab mayra, kemudian berlari ke kamarnya, mengambil ponsel dan kunci mobilnya. Ia segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, di perjalanan adi juga terus mencoba menghubungi mayra, bukan hanya sekali tapi berkali-kali. Namun sayang, tak ada jawaban dari mayra, begitu juga dengan beberapa pesan yang ia kirim, tak ada satupun balasan dari mayra, dan hal itu membuatnya kesal dan mengerang frustasi.
__ADS_1
"Arrrgghhhhhh sial, angkat mayra..!" kesalnya.
Adi menyesal, dirinya telah menyakiti hati mayra dengan kata-katanya, ia kembali mengingat hinaan yang ia lontarkan pada mayra, ia menyesal tidak percaya pada mayra, dan tidak mau mendengar penjelasan dari mayra. Namun sayang, penyesalan adi sudah terlambat, karna mayra sudah memilih langkah lain dengan hubungan mereka.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Beberapa menit kemudian, adi tiba di rumah mayra, namun tidak ada seorangpun, adi terus memanggil, dan hasilnya nihil, hal itu membuat adi semakin bingung harus mencari mayra kemana, apalagi tidak ada seorangpun di rumahnya.
"Dimana kamu mayra." kesal adi resah.
Adi memutuskan untuk pergi, dan saat hendak masuk ke dalam mobilnya ada seseorang yang menghampiri adi, karna melihatnya mondar mandir di rumah mayra, tak lain adalah salah satu tetangga mayra, ia memberitahu adi jika tidak ada orang di sana, karna tak sengaja ia melihat orang tua mayra pergi di jemput oleh sebuah mobil.
"Sepertinya mereka akan pergi ke sebuah acara, karna mereka terlihat rapi sekali, tapi saya kurang tau mereka kemana." jelasnya.
"Trimakasih buk." ucap adi.
Mendapat informasi seperti itu adi kembali berpikir, ia lalu menelfon edo untuk mencari informasi tentang mayra, ia merasa hawatir, berharap mayra baik-baik saja. Namun tak bisa pungkiri, jika hatinya sedang gelisah memikirkan mayra, pikirannya kacau memikirkan semua kesalahan yang ia perbuat.
Sementara di tempat lain, ada ardi, mayra dan keluarganya yang sedang berbahagia, mereka sedang menikmati sesi foto bersama ardi dan mayra. Jeni dan nana merasa bahagia bisa melihat mayra mendapat pasangan seperti ardi, keduanya juga berharap agar bisa menemukan orang yang tepat sebagai pasangan mereka nantinya.
Namun ardi berubah, ia terus merangkul pinggang mayra posesif kemanapun mayra pergi, ia membuat semua orang tersenyum melihat sikap posesifnya, termasuk sang mama. Mereka terlihat seperti pasangan suami istri, ardi tak mau jauh dari mayra, dan hal itu membuat mayra merasa malu dan merona, bahkan mayra harus meminta ardi untuk meninggalkan dirinya sebentar saat ia ingin bicara dengan kedua temannya.
"Mas..bisa kau tinggalkan kami sebentar? Aku ingin bicara dengan mereka." ucap mayra.
"Sebentar kok om, gak lama." celetuk keduanya kompak.
"Baiklah.." jawab ardi.
Barulah ardi membiarkan mereka bicara, setelah mendapat sedikit sindiran dari kedua teman mayra. Tapi ardi tak perduli, ia hanya ingin dekat dengan mayra.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Alhamdulillah..
Bisa up lagi, kemaren sedikit rempong...
__ADS_1
Maaf harus nunggu, mohon maaf juga jika ada salah kata dalam penulisan kalimat, semoga suka, jangan lupa, like,love dan komen guys,..
Trimakasih...