
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ada yang harus diepaskan untuk tau rasanya lega..
Dan ada yang harus menghilang untuk tau rassnya sesal..
by : @bielatan( salma)
Semua yang terjadi biarlah terjadi, tapi jangan sampai terjadi untuk yang kedua kali, apalagi dengan kesalahan yang sama, sesal memang datang di akhir, dari sanalah orang belajar, harus ada yang di pilih meski tak ingin memilih, harus ada yang hilang agar menjadi lebih tegar.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Pagi ini, mayra sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, ia tengah menunggu adi yang akan datang untuk menjemputnya, mayra berharap hari ini adalah awal yang baik setelah semuanya, kini hanya ada adi yang akan menjadi prioritas utamanya, hanya dia.
Beberapa saat mobil adi sudah tiba di depan rumah mayra, ia segera turun menghampiri mayra yang tengah duduk menunggunya di teras, ia tersenyum bisa berangkat bersama dengan sang kekasih, tak lama..setelah keduanya berpamitan pada pak seto dan bu sinta, mereka segera berangkat.
Selama di perjalanan, mayra terus memberi semangat untuk dirinya sendiri, ia berusaha tersenyum meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja, adi pun ikut tersenyum, ia ikut bahagia jika melihat mayra bahagia, meskipun sebenarnya ia tak tau bagaimana perasaan mayra yang sesungguhnya.
Adi meraih tangan mayra dengan satu tangannya, dan yang satu menyetir, pandangannya masih fokus kedepan, tapi tangannya tidak bisa diam begitu saja, mayra tersenyum tak kala mendapati adi yang menggenggam tangannya, ia melirik adi sekilas, kemudian berharap adi akan selalu ada bersamanya.
Beberapa menit kemudian, mobil itu hampir sampai di gerbang sekolah, tapi mayra tidak meminta adi untuk menurunkannya seperti biasa, hal itu membuat adi heran, tapi ada baiknya juga, karna adi tidak perlu lagi repot-repot untuk memaksa mayra.
πππππππππππππ
Kali ini mayra turun dengan sangat tenang, bahkan ia mengucapkan trimakasih sebelum turun, hal itu membuat adi semakin bahagia, mayra pergi terlebih dahulu, sementara adi masih menatap kekasihnya yang mulai menghilang dari pandangannya.
Mayra terus tersenyum, ia bersikap sangat tenang, dan benar saja, kedatangannya sudah di nanti-nanti oleh kedua sahabatnya nana dan jeni, bahkan roy pun ikut tersenyum melihat mayra sudah kembali setelah beberapa hari hilang entah kemana.
Yah, saat itu jeni, nana dan roy tengah berbicara di depan kelasnya, melihat sosok mayra, mereka tersenyum bahagia bisa bertemu setelah beberapa hari, keduanya mengajak mayra masuk, sedangkan roy memilih kembali ke kelasnya.
Di dalam kelas, mereka segera mengintrogasi mayra kembali, ingin memastikan kejujuran yang mayra katakan, dan satu kebenaran yang mayra lupakan, hingga jeni tak sengaja melihat sesuatu yang berbeda pada diri mayra, yakni cincin yang melingkar di jari manisnya.
"Ini cincin apa mayra?" tanya jeni penuh selidik.
Kini jeni dan nana tengah menatap mayra lekat, mereka benar-benar memojokkan mayra dengan tatapannya, membuat sang empunya menelan salivanya susah.
Namun satu hal yang pasti, mayra akan tetap berbohong pada keduanya, ia masih belum siap untuk mengatakan kebenaran dari cincin itu.
"Ayo jawab mayra..!" desak nana penasaran.
__ADS_1
"Ohh..ini!" ucap mayra santai menunjukkan jarinya.
Yah..mayra kembali berbohong pada kedua sahabatnya, ia mengatakan bahwa cincin yang ia pakai adalah cincin pemberian dari sang mama, cincin pemberian sang ayah saat mereka bertunangan, dan dengan polosnya mereka percaya.
"Pantas saja seperti cincin pertunangan." celutuk jeni heran.
"Awas saja jika kamu bertunangan tanpa memberitahu kami." jelas nana mengancam.
Mayra tertawa agar meyakinkan keduanya, ia tak ingin keduanya curiga, ia juga tak menyangka bahwa alasan yang ia buat sangat cocok, hingga membuat mereka percaya begitu saja.
ππππππππππππππ
Beberapa menit kemudian, bel jam pelajaran berbunyi, Mayra dan yang lain bersiap untuk memulai jam pelajaran, dan tepat saat itulah rangga masuk mengganti bu mega untuk memberikan tugas karna ia sedang ada rapat dengan dewan guru.
Matanya langsung berbinar tak kala melihat sosok mayra yang sudah beberapa hari menghilang, sosok yang membuat hatinya resah dan gelisah di rundung rindu, hal itu jelas terlihat dari tatapannya, bahkan ...jika bisa saat itu juga rangga ingin memeluknya erat, hingga hal itu membuat nana dan jeni menyenggol mayra untuk memberitahu bahwa ia sangat dirindukan.
"Tuh...sang arjuna, yang sudah beberapa hari gelisah nyariin kamu, kayak polisi aja, tiap hari intro sama kita terus, iyakan jen?" ucapnya berbisik.
"100% bener banget." sahutnya mengangguk.
Mayra menggeleng kepalanya, ia tersenyum mendengar ucapan keduanya, ia yakin mereka tak berbohong, tapi apadaya...dirinya sama sekali tak pernah berpikir soal rangga, ia hanya menganggap rangga sebagai seorang kakak tak lebih dari itu, hanya ada adi yang ada di hatinya pikir mayra.
Sementara rangga masih terus menatap mayra, ia terus mencuri pandang tak kala tidak ada yang memperhatikannya, sementara adi masih ada di kelas lain untuk mengisi mapelnya.
Di rumah sakit, ardi sudah semakin sehat, dokter juga mengatakan bahwa besok ia sudah di ijinkan pulang, ardi memang sosok yang kuat, yah..dia di tuntut kuat karna hanya dirinyalah satu-satunya putra wijaya.
Namun yang harus mereka sayangkan setelah kejadian kecelakaan kemarin adalah, hilang ingatan ardi, sosoknya yang sudah lebih ceria kini harus hilang bersama hilangnya mayra dari ingatannya, ardi kembali seperti semula, ia memanglah baik, tapi keceriaan di wajahnya kini sirna, senyuman yang sering ia tunjukkan setelah mengenal mayra juga telah hilang, sosoknya kembali pendiam, ia kembali menjadi ardi yang bicara seperlunya, tersenyum di waktunya, dan ardi yang menyimpan sendiri semua isi hatinya.
Mama anita terpukul akan hal itu, begitu juga sang suami, tapi ia sadar ini semua adalah takdir dari sang ilahi, pak wijaya hanya bisa menenangkan sang istri tanpa berbuat apapun, toh meskipun bisa, ia juga sudah terikat janji dengan sang istri untuk tidak membawa mayra lagi kedalam kehidupan ardi, tak ingin putranya mengalami kecewa untuk kedua kalinya.
Mereka juga telah mengembalikan ponsel ardi, tapi tidak utuh dengan semua memori yang telah mama anita hapus, yah. sang mama sengaja menghapus semua foto-foto ardi dan mayra, bahkan foto mayra yang ardi simpan setelah memindai dari ponsel mayra, ia terkejut tak kala.melihat wallpaper ponsel ardi yang terpajang dengan foto mayra, gadis yang ternyata telah benar-benar mengisi hatinya, jujur saja..mama anita juga merasa bersalah telah melakukan itu semua, tapi ia berpikir itu semua demi kebaikan ardi, tak ada yang mengerti lukanya selain sang mama, jadi ia tak ingin luka yang sama putranya alami untuk kedua kalinya.
πππππππππππππππ
Jam pelajaran telah berlalu, kini waktunya untuk jam istirahat, mayra, jeni dan nana sudah berada di kantin sekolah, mereka memesan makanan sembari berbincang, dari kejauhan ada adi yang baru saja keluar dari ruang guru, matanya menelisik ke semua arah, mencari keberadaan kekasihnya yang ternyata tengah berada di kantin sekolah.
Adi tersenyum melihat mayra duduk bersama kedua sahabatnya, tapi senyum itu tak bertahan lama, tak kala ada sosok lain yang datang kemeja mayra.
"Shhiiiittt...!!" umpatnya pelan.
__ADS_1
Yah, siapa lagi kalau bukan rangga, adi tak menyangka rangga akan benar- benar menguji kesabarannya, tapi adi tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa memantau rangga dari kejauhan, tapi seandainya saat itu mereka berada di luar sekolah, sudah adi pastikan, rangga tidak akan bisa mendekati kekasihnya.
Adi segera merogoh ponsel di saku celananya, ia mengirim pesan pada mayra saat itu juga.
βββββ" Sayang..aku melihatmu, aku tidak suka pemandangan hari ini, ingat sayang..hukumanku masih berlaku."
Send...dan terkirim pada sang kekasih.
Tit tit...
Notif pesan masuk di ponsel mayra, ia segera membaca pesan itu, dan setelah membacanya, mayra tersenyum, diam-diam mayra menelisik ke semua arah, mencari keberadaan adi yang tengah mengawasinya, ia tak menyangka adi akan secemburu itu melihat rangga ada bersamanya, meskipun mereka tidak hanya berdua.
πππππππππππππ
βββ Pesan balasan.
"Ahh siap bossque.." send dan terkirim.
Mayra tersenyum setelah mengirim pesan itu, ia yakin adi akan terus memantaunya, di pantau langsung membuat hatinya bahagia saat itu, ia merasa istimewa, ternyata menjadi paparazi itu butuh tenaga ekstra dan kesabaran yang ekstra pula, apalagi yang di pantau kekasihnya sendiri.
Rangga yang melihat gerak-gerik aneh mayra merasa terganggu, di tambah mayra yang memainkan ponselnya tidak seperti biasanya, berbeda dengan nana dan jeni yang tidak memperhatikan mayra, keduanya asik mengobrol sambil makan.
"Siapa yang sedang bersamamu mayra?" batin rangga penasaran.
Melihat mayra yang sibuk dengan ponselnya, rangga memilih bicara lewat pesan yang ia kirim, ia ingin mengajak mayra pergi ke taman di alun-alun kota setelah pulang sekolah, ia berharap mayra akan mau menemaninya nanti.
Mayra tertegun menatap rangga, ia tak menyangka rangga akan bicara lewat pesan meski mereka sedang bersama, sontak hal itu membuat mayra merasa tidak enak hati terhadap rangga, dan menerima ajakannya tanpa meminta ijin pada adi terlebih dulu.
π π π π π π π π π π π π π
Alhamdulillah bisa up..
Semoga selalu sabar dan suka sma karya mom ya..
Jangan lupa like, fav dan komen sebanyaknya ya guys..
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata..
Hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa...
__ADS_1
Trimakasih readers setia mom..π
Marhaban ya ramadhan..ππππ