Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
PERASAAN


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Meeting berjalan dengan lancar, ardi sangat bersyukur mayra tetap bisa menemaninya meeting, meski saat situasi yang tidak mendukung.


Na


mun satu permintaan mayra pada ardi yakni tak ingin masalah tadi sampai terdengar oleh sang ayah, tak ingin membebani pikiran ayahnya dan membuatnya merasa bersalah atas semua yang terjadi dan ardi menyetujui hal itu, dari sanalah ardi semakin kagum melihat sisi dewasa mayra dalam mengatasi masalah, lalu mayra segera menghampiri adi dan ikut pulang bersamanya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Hari sudah menjelang sore, mayra menghubungi sang ayah kemudian memberitahunya bahwa ia telah pulang menemani ardi meeting, kemudian pergi bersama adi.


Tak ada obrolan diantara keduanya, suasana sangat hening dan kaku, sesekali adi menatap mayra yang terdiam dan menghadap ke luar cendela, hatinya merasa ngilu tak kala mengingat kekasihnya harus pergi bersama laki-laki lain, bahkan adi tau kalau ardi memiliki rasa pada mayra, di tambah pernyataan ardi saat itu yang mengatakan bahwa mayra ada kekasihnya.


30 menit kemudian, keduanya tiba di rumah adi, mayra segera turun dan masuk tanpa bertanya pada adi, kemudian adi menyusul mayra, bik jum kaget melihat kedatangan mayra saat itu, di tambah sikap keduanya yang terlihat berbeda, membuat dirinya merasa cemas.


"Oh tuhan...kuharap tidak terjadi apapun diantara mereka, utuhkanlah hubungan keduanya, jangan sakiti nak adi lagi." batinnya berdoa.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Adi masuk menyusul mayra, kemudian menggandeng tangannya agar naik ke kamarnya, membuat sang empunya menurut sesuai kemauan adi, tak mau terjadi perdebatan masalah sepele.


Tibanya di kamar adi melepas tangan mayra, menatap wajah mayra lekat, kemudian berbalik mundur dan menghantamkan pukulannya ke dinding kamar, bukan cuma satu kali tapi berkali-kali, hal itu membuat mayra kaget dan menghentikan adi.


"Stop mas..apa yang kamu lakukan? apa kamu gila? kalau marah, marah saja padaku, jangan melukai dirimu sendiri, apa salah dinding itu? sehingga kamu memukulinya? pukul saja aku." Cerocos mayra memegang tangan adi, meski sedikit takut melihat sikap adi, mayra tetap berusaha membranikan diri untuk mencegahnya, bahkan mayra memejamkan matanya.


Adi berhenti, dirinya menatap gadis yang ada di hadapannya, gadis yang ia cintai, matanya yang terpejam membuat adi menyadari bahwa mayra takut melihat sosoknya yang seperti itu kemudian memeluknya.


Merasakan pelukan adi mayra membuka mata, mendongak menatap wajah adi kemudian melihat tangannya yang berdarah.


Melihat tangan adi yang berdarah mayra panik.


"Lihat mas, tanganmu berdarah akibat ulah mu sendiri, ini hukuman untuk dirimu karna kamu sudah memukuli dinding yang tidak bersalah itu, dimana kotak p3k ?" oceh mayra kesal.


Adi tak menyangka meski dalam situasi seperti itu, kekasihnya masih bisa mengatakan hal konyol padanya, mungkin jika saat itu situasi yang terjadi tidak seperti itu adi akan tertawa.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Adi tak menjawab, membuat mayra mencari sendiri kotak p3k di dalam kamarnya, namun sayangnya tidak ada kotak p3k di kamar adi.


"Kotak itu tidak ada di sini, aku tidak perlu obat untuk luka kecil seperti ini, karna aku sudah terbiasa dengan luka yang lebih parah dari ini, dan obat hanya membuat lukanya mengering." ucap adi datar.


Mayra berhenti di tempat, dirinya menatap adi, kemudian menghela nafas panjang sebelum bicara.


"Mas...aku sudah menjelaskan semuanya padamu, bahwa tidak ada apapun diantara kami, tapi kenapa kau masih berpikir seperti itu?" ucap mayra menggeleng.

__ADS_1


Adi tidak percaya, karna sudah jelas dari apa yang adi lihat saat itu, bahwa ardi memiliki perasaan pada mayra, sama seperti dirinya, bahkan dengan jelas ardi menyatakan hal itu, mendengar ucapan adi mayra mimijit kepalanya yang terasa pusing.


" Mas..aku tidak tau mengenai perasaan mas ardi padaku, yang aku tau hanyalah perasaanku sendiri, aku juga tidak bisa mengendalikan perasaan siapapun, dan aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, dan perlu mas ketahui, jangan pernah menuduhkan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan, aku tidak suka itu mas." jelas mayra kecewa.


Adi sedikit menyesal melihat raut wajah kecewa mayra akibat ucapannya, tapi dirinya hanya ingin mengungkapkan isi hatinya, tak ingin mayra membuat kesalahan yang akan membuat jarak diantara mereka.


Kesalahan yang ia perbuat dengan menyetujui permintaan mayra agar menunda pertunangannya dan memberi jarak untuk meyakinkan perasaannya.


"Kau perlu tau mas, ada banyak hal yang membuat aku mengambil keputusan itu, aku tau kau mencintaiku, tapi hubungan kita tidak hanya terbatas antara aku dan kamu, cinta bukan perihal mengikat mas, tapi tentang kepercayaan, aku juga tidak ingin membuat suatu penyesalan di kemudian hari, dengan memilih hubungan yang mencekik diriku sendiri, aku juga tidak mau menghalangi siapapun mencintai dirimu, aku hanya ingin kamu yakin bahwa aku adalah pilihan terbaikmu mas, aku tak mau di sebut sebagai penghalang seseorang untuk kembali padamu dan mendapat kesempatan kedua darimu mas, meyakinkan perasaanku sebelum semuanya lebih jauh apa itu salah? apa kau senang saat melihat aku menderita jika aku salah mengambil keputusan, kamu juga berhak memilih mas." jelas mayra melemah.


Air matanya kian mengalir membasahi pipinya, namun mayra selalu berusaha menghapus air matanya, adi mendekat ke arah mayra, mengangkat tubuhnya dan meletakkan mayra di kasur, dirinya tak tega melihat mayra seperti itu, adi duduk di samping mayra, menyeka air matanya lalu menggenggam kedua tangannya, menciuminya lembut dengan penuh cinta, dirinya menyesal karna sudah melukai hati mayra, gadis yang ia cinta.


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


"Aku minta maaf sayang, maafkan aku, mungkin ini semua terjadi karna cintaku yang terlalu besar, aku takut kehilangan dirimu, aku tak rela jika kamu bersama orang lain, aku hanya menginginkan dirimu tidak dengan yang lain, percayalah..dan aku sangat mencintaimu, maafkan aku sayang." ucap adi lembut kemudian memeluknya.


Mayra terdiam, kepalanya terasa sedikit pusing, dirinya hanya bisa merasakan hangatnya pelukan adi, laki-laki pertama yang memeluk dirinya selain sang ayah. Sementara adi menyadari bahwa cintanya membuat dirinya selalu berpikir negatif, rasa takut kehilangan membuat dirinya bersikap demikian, membuatnya tak sadar bahwa mayra juga perlu kebebasan, apalagi di usianya saat ini.


" Aku sangat mencintaimu mayra, kau hanya milikku tak akan aku biarkan siapapun merebutmu." batin adi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di sisi lain ardy sudah tiba di rumahnya, dirinya terlihat lesu tidak seperti biasanya membuat mama anita curiga.


"Kamu kenapa sayang? pulang-pulang seperti ada masalah, cerita sama mama ardi, pasti mama akan bantu kamu." ucap mama anita membelai wajah ardi.


Bayang-bayang mayra terus menghantui hati dan pikirannya, ada rasa ngilu tak kala mengingat mayra dan adi, di tambah kenyataan pahit yang menghantam hatinya.


Tak mendapat jawaban dari putranya, mama anita tidak hanya diam saja, dirinya mencaritahu tentang apa yang terjadi pada putranya hari itu, karna dirinya tak mau melihat putranya terluka.


"Seorang ibu lebih peka dari seorang ayah ardi, mama akan mencaritahu semuanya." batin mama anita.


🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫🀫


Di dapur bik jum sedang hawatir, dirinya yakin bahwa telah terjadi masalah diantara adi dan mayra, dia berharap apapun masalahnya akan selesai secara baik-baik, tak ingin ada yang terluka, apalagi mengingat masalalu adi yang membuatnya menderita.


Mayra melepas pelukan adi, meski adi sempat mencegahnya, kemudian bangkit dan menarik adi bangun agar ikut dengannya.


"Kita mau kemana mayra? apa kau mau pulang sekarang?" tanya adi.


Mayra tak menjawab, dia hanya menuntun adi untuk ikut dengannya, namun hal itu membuat adi merasa lega melihat sikap mayra, dirinya berpikir bahwa mayra akan pulang.


Tibanya di bawah ternyata mayra mengajak adi pergi kedapur, bik jum yang ada di sana kaget, melihat tangan adi yang terluka.


"Tuan adi kenapa non?" tanya bik jum hawatir.

__ADS_1


"Tanya saja pada dia bik, yang jelas itu karma karna telah menyakiti benda yang tidak bersalah." celetuk mayra.


Kemudian mayra menarik adi ke kran untuk membersihkan lukanya.


"Bik..apa disini tidak ada p3k? atau kain untuk membalut tangan ini?" tanya mayra menunjukkan tangan adi.


Bik jum tersenyum mendengar ucapan mayra, begitupula dengan adi, dengan segera bik jum pergi mengambil kotak itu dan memberikannya pada mayra.


Dengan lembut dan telaten mayra mengobati luka adi dan membalutnya dengan perban, bik jum tersenyum melihat perhatian mayra pada adi kemudian pergi tak ingin mengganggu keduanya.


"Semoga apapun masalah diantara sellalu bisa di selesaikan secara baik-baik."batin bik jum berdoa.


πŸƒ~~~~~~~~~~~πŸƒ


Adi terus memperhatikan mayra, perlakuan lembutnya membuat hati adi bahagia, namun di saat seperti itu, adi juga tidak bisa lepas dari pesona kecantikan mayra, di tambah dress yang ia kenakan membuatnya terlihat sexy, dress berdada kemben itu menampakkan kulit putih mulus mayra mulai dari leher hingga dada yang sedikit menampakkan gundukan kenyal dari balik sana.


"Shittt...Apa mungkin aku bisa menahan ini terlalu lama, sementara dia selalu menggodaku." batin adi merana.


Selesai mengobati adi mayra melepas tangan adi, kemudian mencuci tangannya, sementara adi tetap mematung memperhatikan mayra, membuat yang di perhatikan merasa tidak nyaman.


"Mas..kamu kenapa? apa ada yang salah dariku? kalau begitu lebih sekarang kamu mengantarku pulang, aku ingin istirahat." ucap mayra.


Bukannya menjawab Adi menatap mayra intens, mendekat ke arahnya kemudian menarik tubuh mayra ke dalam pelukannya, menautkan keningnya sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya di bibir manis mayra.


πŸ€«πŸ€«πŸ€«πŸ€«πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Cuppp...


Ciuman yang tak bisa di hindari, membuat mayra mematung membulatkan matanya, dirinya terhimpit di dinding dapur, kedua tangan adi sudah mengendalikan tubuhnya, membuatnya tak bisa memberontak, ciuman lembut yang kian menuntut, adi ******* bibir mayra perlahan, menggigitnya membuka jalan agar bisa mengeksplor isi mulut mayra.


Pelan tapi pasti, mayra mulai terpancing, mata nya terpejam menikmati permainan adi, ciuman itu membuatnya melemah, hingga tanpa sadar kedua tangannya sudah mengalung manja di leher adi, hingga perlahan mulai membalas ciumannya, menyadari hal itu adi terus melakukan aksinya, bahkan adi melepas ciuman itu turun menjelajah menelusup ke leher jenjang mayra, memberikan sentuhan dan ciuman hangat yang membuat keduanya menggelora.


Bahkan adi sudah mulai turun ke bagian dada mayra, memberinya ciuman hangat, satu tangan adi sudah berada di resleting belakang dress mayra, membuatnya mudah untuk menurunkan dress itu.


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


YUK...TRAVELLING BERJAMAAH SM MOM🀣


Alhamdulillah bisa up, semoga suka ya..


mohon maaf apabila ada salah kata dan pengetikan karya..


mom cuma manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa..

__ADS_1


Jangan lupa like, share, fav dan komen sebanyaknya..


Trimakasih...


__ADS_2