
🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛🌛
Mayra tersenyum menatap ardi, wajahnya masih bersemu merah, ada gelayar aneh yang tiba-tiba saja hinggap di hatinya, entah kenapa suasana terasa sangat canggung, membuat mayra merasa sesak yang kian mendera.
Merasa sesak di dalam mobil, mayra membranikan diri mengajak ardi keluar dari mobil, mayra keluar lebih dulu, dia ingin menghirup udara segar, udara malam yang dingin setidaknya bisa sedikit mengurangi sesak di hatinya.
Ardi menyusul mayra keluar, dirinya menatap mayra yang tengah berdiri menghirup udara segar, ardi tau kalau mayra merasa sesak yang sama seperti hatinya, berada di situasi seperti mayra tidaklah mudah, harus ada kesiapan mental yang kuat agar bisa menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi.
Mayra beranjak duduk di kursi taman, dirinya mulai mengingat kembali semua yang terjadi dalam hidupnya dari awal, yah..awal dimana dia bertemu dengan adi setelah sekian lama, takdir kembali membawanya pada adi.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Mayra dihadapkan oleh banyak pilihan, adi, ardi dan rangga, yang mayra tau mereka semua tidak pernah salah dalam hal itu.
Sikap adi terkadang membuat mayra ragu akan cintanya, di tambah kehadiran masalalu yang seolah menghentikan mayra untuk berani melangkah maju bersamanya, dan apa yang ardi katakan memanglah benar, takdir tak pernah ingkar pada pemiliknya, sekuat apapun kamu mengikat sesuatu yang bukan takdirmu, itu akan sia-sia saja, justru dirimulah yang akan tersiksa.
Ardi memang baru mayra temui, adi dan ardi keduanya sangatlah berbeda, ardi jauh lebih tenang dalam menghadapi masalah apapun menurut mayra, hingga tanpa sadar mayra telah membandingkan keduanya.
Mayra takut jika suatu saat apa yang adi takutkan benar-benar terjadi, mengingat kejadian tadi dimana mayra merasakan gelayar aneh di hatinya, rasa canggung yang tidak seperti biasanya.
Mayra menoleh ke arah ardi yang tengah menatapnya sambil berdiri bersender di mobil, hingga tanpa sengaja tatapan keduanya saling bertemu, membuat wajah mayra kembali bersemu, tak ingin ardi melihatnya rona merah di wajahnya, mayra segera berpaling menyembunyikan wajahnya.
" Tunjukkan yang terbaik ya tuhan, untuk kebaikan ku dan orang di sekitarku." batin mayra berdoa.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Di rasa cukup menghirup udara segar, mayra bangkit dari duduknya, berjalan ke arah ardi yang tengah menatapnya dengan senyuman, hingga beberapa langkah mayra terhenti di hadapan ardi.
"Ayo mas kita pulang, lagi pula sudah tidak ada lagi yang ingin kamu katakan, besok aku harus ke sekolah, dan juga trimakasih karna mas sudah mengajakku kemari." ucap mayra tersenyum.
Ardi menganggukkan kepalanya, kemudian maraih tangan mayra, menggandengnya ke pintu mobil, membuka pintu untuk mayra, seperti ratu yang akan naik kereta malamnya.
Kemudian ardi segera masuk dan melajukan mobilnya menuju rumah mayra, di perjalanan tak ada obrolan di antara keduanya, mayra masih terdiam menatap keluar jendela, sementara ardi fokus menyetir dengan seribu pemikirannya.
__ADS_1
🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭🧭
Di sisi lain, ada adi yang baru saja datang menjemput paman, bibi serta putrinya fera, adi menjemput mereka sendiri, karna mereka hanya satu-satunya keluarga yang tersisa dari keluarga almarhumah sang mama.
Om hari, tante mila dan putrinya fera sengaja datang dari bandung untuk menghadiri acara pertunangan adi dan mayra, mereka tinggal di bandung karna usaha perkebunan dan peternakan mereka ada di sana, fera adalah satu-satunya adik sepupu perempuan adi yang dia anggap seperti adiknya sendiri.
Fera feronika, dia sudah berusia 19 tahun, 2 tahun lebih tua dari mayra, yah..fera adalah gadis yang baik dan juga ramah, dia sudah menganggap adi seperti kakaknya sendiri, hingga dirinya sangat antusias mendengar kabar baik tentang pertunangan adi, di tambah fera memang memiliki banyak waktu senggang.
pasalnya.. setelah lulus SMA fera tidak melanjutkan kuliah, meski dirinya sudah adi tawari untuk kuliah di jakarta, fera lebih memilih membantu usaha perkebunan dan peternakan ayahnya.
😉😉😉😉😉😉😉😉😍😍😍😍😍😍😍😆😆😆😆😆
Setelah bicara dengan paman, bibik dan fera, adi meminta mereka untuk beristirahat, adi pergi ke kamarnya, ia ingin merebahkan tubuhnya yang terasa penat, bukan hanya tubuhnya, hati dan pikirannya benar-benar kacau mengingat kejadian tadi, dimana dia terpaksa meninggalkan mayra bersama laki-laki lain.
"Aku hanya membiarkanmu bertemu dan bicara ardi, tapi aku tidak akan membiarkan mu membawa mayra pergi." batinnya.
Adi menatap langit-langit, bayang-bayang mayra selalu menghantui pikirannya, wajah dan senyumnya seakan mengalihkan dunianya, adi terus berpikir tentang cara meyakinkan mayra agar tetap berdiri di sampingnya.
"Aku harus segera menikahi mayra." batinnya.
Beberapa menit kemudian, keduanya sudah tiba di rumah mayra, ardi mengantar mayra masuk dan pamit pulang pada pak seto, ardi juga berterimakasih pada mayra karna sudah meluangkan waktunya, berharap lain waktu bisa mengajak mayra lagi.
Pak seto masuk kedalam, sementara mayra masih menunggu ardi pergi, hingga setelah mobil ardi pergi cukup jauh dari rumahnya, barulah mayra masuk kedalam rumah, ia masuk pergi ke kamarnya.
Mayra menjatuhkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk, menatap langit-langit, mengingat kejadian dimana adi yang saat itu mempertanyakan kejujurannya.
"Kenapa aku terjebak dalam situasi seperti ini, aku hanya gadis biasa tuhan, aku hanya berharap bisa mengendalikan perasaanku agar tak melukai siapapun." batinnya.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Ardi telah tiba di rumahnya, ia sudah di tunggu oleh sang mama, yang entah kenapa terlihat sangat bahagia, melihat raut wajah bahagia sang mama, ardi menatap curiga, ia menelisik senyuman mencurigakan itu, membuat sang empunya mengerti akan tatapan ardi.
"Apa kau benar-benar ingin tau sayang?" tawar sang mama tersenyum.
__ADS_1
Ardi menganggukkan kepalanya, kemudian mengikuti sang mama yang mengajaknya duduk di sofa king size.
Sebelum bemulai mendengarkan cerita sang mama, ardi melepas dasi dan jasnya, tak lupa melipat lengan kemejanya.
Keduanya duduk di sofa, mama anita mulai bercerita tentang kunjungannya ke rumah pak seto, ia sengaja pergi kesana untuk bertemu mayra, mama anita juga menceritakan bahwa mayra adalah gadis yang cantik dan baik, dirinya merasa setuju jika ardi memilih mayra menjadi kekasihnya, bahkan dia telah mengundang mayra untuk makan malam besok dirumah mereka.
Ardi terkejut mendengar cerita sang mama, dia berpikir bagaimana sang mama bisa tau tentang mayra, bahkan mengajaknya makan malam di sana, ardi tak menyangka bahwa sang mama akan melangkah sejauh ini.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sudahlah sayang, kamu tidak perlu terkejut, kamu sudah taukan seperti apa mama mu ini, lagi pula setiap ibu selalu bisa menebak apa yang ada dipikiran anaknya, dan satu hal lagi, besok pulang dari kantor kamu jemput mayra, kita akan makan malam bersama, dan harusnya kamu senang mendengar kabar baik ini, lagi pula mama sudah cocok melihat mayra." jelas sang mama senang.
Ardi memijit kepalanya pusing, tak mengira semuanya akan terjadi jauh dari perkiraannya sebelumnya, memang benar yang mamanya katakan, bahwa semua yang sang mama katakan adalah kabar baik, tapi apa mayra merasa begitu juga, ardi hanya tidak ingin kabar baik mamanya menjadi masalah yang akan menyesakkan mayra.
Ardi menghela nafas, dirinya bangkit dari duduknya, kemudian tersenyum menatap sang mama.
"Aku tau yang mama lakukan adalah hal yang terbaik dan demi kebaikanku, semuanya adalah kabar baik, akan tetapi ma, ini tidak semudah itu, mama belum memahami betul kondisi kita saat ini." jelas ardi lembut, kemudian pergi meninggalkan sang mama sendiri.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Mama anita merasa bingung mendengar ucapan ardi, apa yang di membuat ardi mengatakan hal itu, tapi satu hal yang mama anita pahami saat menangkap ucapan putranya yakni kata "kita" yang berarti mayra dan ardi sudah sangat dekat.
"Aku yakin, pasti mereka sudah memiliki hubungan spesial." gumamnya berpikir.
Ardi memilih pergi meninggalkan sang mama sendirian, merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk, dia tak ingin merasa pusing mendengar sang mama yang memberi harapan terlalu besar pada mayra, biarlah sang mama menerka-nerka apapun, ardi hanya ingin istirahat di kasurnya yang nyaman saat itu.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Semoga suka ya..
untuk novel mom yang di sebelah mohon maaf mom sangat terlambat upnya, tapi bakalan mom usahakan, karna mom masih up di sini...
jangan lupa tinggalkan like setelah membaca, fav dan komentar kalian sebanyak banyaknya, biar mom makin semangat lagi..
__ADS_1
maaf dan terimakasih banyak readersku tersayang.🙏😇