Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
BERSANDAR


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tidak semua penjelasan bisa memperbaiki segalanya..


Tidak semua pundak bisa menjadi sandaran disaat terluka..


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Melihat mayra menangis, adi sarkas merangkul pundak mayra agar bersandar di bahunya. Ia tak tega melihat mayra menangis, setidaknya untuk menjadi sandaran kesedihan mayra. Sedang sang empunya ingin menolak, tapi adi tidak membiarkan itu terjadi, ia justru mempererat rangkulannya, membelai lembut kepala mayra, berusaha membuatnya nyaman dalam sandarannya.


Sedangkan eva juga menangis, ia menyesali perbuatannya, meminta maaf atas semua kesalahannya, memohon kepada adi agar mau mengampuninya dan bisa berkumpul lagu dengan difa. Namun adi tidak menjawab permohonan eva, ia masih tidak bisa mempercayai eva setelah semua kesalahan yang ia lakukan, terutama pada mayra.


"Kau tau eva, sekali berbohong, selamanya tidak akan dipercaya." jelas adi membelai kepala mayra.


Eva menunduk terisak, ia merasa sangat malu dengan dirinya. Sedang edo hanya terus memperhatikan bossnya, yang terus saja ingin dekat dengan mayra.


"Bisa saja boss ini, dilihat-lihat nona mayra memang sangat cantik dan masih muda, pantas saja boss tergila-gila padanya." batin edo melirik mayra.


Namun siapa sangka adi melihat hal itu, ia sangat jeli dengan siapapun yang tengah menatap kekasih cantiknya, membuatnya melayangkan tatapan tajam ke arah edo, membuat sang empunya terkejut dan sarkas mengalihkan pandangannya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah mendengarkan semua penjelasan tentang apa yang terjadi, pak seto terdiam, ia bingung harus melakukan apa. Namun, tiba-tiba saja bu sinta bicara, ia meminta adi untuk merelakan semuanya.


"Nak adi, ibu minta maaf sudah salah paham padamu. Tapi ada beberapa hal yang tidak bisa di rubah dengan kata maaf, dengan penjelasan ini semua, yakni kenyataan tentang hubungan mayra dengan nak ardi. Ibuk berharap kamu bisa mengerti, ibuk harap kamu bisa belajar mengikhlaskan mayra, karna yakinlah, apapun yang menjadi takdirmu, kelak akan kembali padamu. Jangan memberi pilihan sulit untuk mayra, karna ibuk tidak rela melihat dia terluka." jelas bu sinta.


Adi terdiam, dirinya tidak bisa merelakan mayra, karna dia sangat mencintai mayra. Ia juga tidak mungkin rela melihat mayra bersama orang lain, meskipun ia tahu semua yang terjadi akibat dari kesalahan yang juga ia perbuat. Adi belum menjawab apapun dari ucapan bu sinta, ia mengedikkan alisnya memberi kode pada edo untuk membawa eva pergi, ia tak mau jika eva tau terlalu jauh hubungannya dengan mayra. Lalu edo pamit untuk pergi, ia memapah eva membawanya pergi dari sana. Barulah setelah itu adi bicara.


"Saya sangat mencintai mayra pak buk, saya tidak bisa merelakan mayra bersama orang lain. Saya tau, apapun penjelasan dan kata maaf dari saya, tidak akan bisa merubah apapun yang terjadi saat ini. Tapi, apapun yang terjadi saat ini, tidak akan pernah bisa merubah perasaan saya pada mayra." tegas adi penuh penekanan.


Pak seto menggeleng bingung mendengar ucapan adi, ia merasa sesak menghadapi pilihan sulit yang putrinya alami. Mayra juga merasa bingung, ia tak tau bagaimana cara menjelaskan pada adi tentang semuanya, agar ia bisa memahami posisinya.


"Sesak sekali.." keluh batinnya.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mayra melepas rangkulan adi, ia bangkit dari duduknya, merasa sudah sesak jika harus terlalu lama duduk di sisi adi, ditengah-tengah pilihan sulit yang ada di hidupnya.


"Mas..kumohon mengertilah! Katakan apa yang membuatmu mempersulit semua ini? aku akan melakukan apapun, asal itu bisa membantu kita berdua. Kau taukan aku bingung dan sesak dengan keadaan ini, tolonglah mengerti." jelas mayra memohon.


Lalu adi berdiri dari duduknya, ia menatap mayra tajam. Adi meminta mayra untuk ikut dengannya menemui pamannya, agar ia menjelaskan tentang hubungan mereka yang harus di akhiri, karna adi tidak bisa menjelaskannya sendiri, mengingat hatinya yang juga tidak rela melakukan itu semua.


"Setelah itu, baru akan aku putuskan bagaimana akhir dari hubungan ini." tegas adi menatap mayra mendalam.


Hati mayra bergetar, ia melihat kedalam mata adi, dimana ada keterpaksaan yang ia ambil dari keputusannya. Orang tua mayra hanya terdiam mendengarkan adi dan mayra bicara. Tapi, keduanya setuju mendengar permintaan adi, karna mereka tau, jika hubungan mereka bukan tentang mereka saja, tapi tentang dua keluarga. Apapun resikonya harus mereka terima, dan mayra menyetujui itu semua.


"Baiklah mas, aku akan ikut, tentukan saja kapan kita akan pergi." jelas mayra.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Lalu adi duduk kembali, ia merasa sedikit lega setelah mengatakan semuanya, meskipun ada penyesalan karna tanpa sengaja dirinya telah memberi jalan untuk setuju dengan pengakhiran hubungan mereka. Sementara orang tua mayra hanya terdiam, mereka tidak tau harus bicara apa lagi. Yang jelas mereka sudah merasa lebih lega, karena sudah mendengar langsung semuanya, begitu juga dengan kesepakatan yang keduanya terima. Melihat jam sudah pukul 7:30, adi mengajak mayra untuk pergi ke sekolah bersama, namun mayra menolaknya.


"Aku akan pergi sendiri mas." jelas mayra.


Sayangnya, penolakannya tetap tidak mempan, karna sikap keras kepala adi yang ia tau, tidak akan mungkin menuruti kemauannya. Di tambah pak seto yang meminta mayra untuk menuruti ucapan adi, karna ia juga tau bagaimana watak adi, ia tak ingin terjadi perdebatan yang panjang antara adi dan putrinya.


"Ikutlah mayra, ini juga sudah siang." jelas pak seto mengedipkan matanya.


Dan akhirnya mayra memutuskan untuk ikut pergi kesekolah bersama adi, lalu keduanya pamit lalu pergi. Pak seto dan bu sinta mengantar mereka ke teras, melihat kepergian mobil yang membawa putrinya pergi. Mereka menghela nafas, merasa lega setelah mengetahui kebenaran yang sebenarnya, berharap apapun keputusan yang diambil dari hubungan putrinya, itu akan menjadi keputusan yang terbaik.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Di perjalan, mayra terdiam, ia memalingkan wajahnya ke arah jendela, merasa jengah dengan paginya. Adi menatap ke arah mayra, ia tau apa yang mayra rasakan, sesak dan lelah pastinya.


"Maafkan aku mayra." batinnya menyesal.


"Ingat mayra, apapun keputusan akhir dari hubungan kita, aku tidak mau kamu menjauh dariku, apalagi berusaha menghilang dari hidupku, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi." jelas adi fokus menyetir.

__ADS_1


Lantas hal itu membuat mayra menoleh menatap adi, ia tidak mengerti jalan pikiran adi. Bagaimana mungkin bisa begitu pikir mayra. Dan mayra memilih diam, daripada berdebat dengan adi yang tak ada ujungnya. Namun siapa sangka, diamnya mayra justru membuat adi tak suka, sarkas adi menginjak pedal rem mobilnya.


CHIIIITTTT.....


Suara gesekan ban mobil dan aspal terdengar berdenyit karna adi mengerem mendadak. Ia tidak suka melihat mayra yang terdiam seolah tak menggubris ucapannya. Membuat mayra terkejut memegang dadanya, lalu menatap adi yang juga menatapnya.


"Jangan diam membisu mayra, karna hal itu membuatku bingung. Diammu juga menyiksaku!!" tegas adi.


Mayra menghela nafas, lalu ia memalingkan wajahnya, tak ingin menjawab apalagi berdebat dengan adi. Tapi adi tak membiarkan hal itu terjadi, ia justru meraih wajah mayra agar tetap menatapnya.


"Jangan berpaling mayra! Karna hal itu tidak bisa menghindari segalanya." jelas adi lagi.


Mayra melepas tangan adi di wajahnya, lalu ia memijit kepalanya yang terasa sedikit pusing, merasa bingung dengan situasinya.


"Aku tidak ingin berdebat mas, tolonglah! Kita akan pergi kesekolah dan bersikap sewajarnya. Aku tidak akan menjauh darimu, aku hanya ingin menjaga batasan-batasan wajar diantara kita." jelas mayra.


"Tidak mayra! Tidak ada batasan apapun yang bisa menjauhkan aku dengan dirimu, apapun!" tegas adi penuh penekanan.


Lalu adi membuang muka ke samping, ia merasa sesak mendengar kata batasan dari mulut mayra.


Mayra terdiam, ia semakin bingung harus bagaimana. Ia tau jika adi terluka mendengar ucapannya, karna tidak biasanya adi membuang muka setelah bicara dengannya.


"Aku tau ini sulit, tapi bagaimana lagi? Aku juga bingung dan sakit mas." batin mayra menatap adi.


Lalu mayra mencoba menenangkan adi, ia tau jika adi juga merasakan hal yang sama dengannya, apalagi setelah mendengar ucapannya. Lalu mayra menyentuh bahu adi, ia mencoba membujuknya perlahan.


"Mas..maaf, aku tidak ingin semuanya semakin rumit, cukup jalani semuanya sesuai alurnya. Ini semua sudah terjadi, dan waktu tidak bisa di putar kembali. Hanya ada satu pilihan, yaitu maju, meskipun itu sangat sulit." jelas mayra perlahan.


Lalu adi menatap menatap mayra, mencari kebenaran dimatanya. Berharap akan ada setitik cahaya harapan di mata mayra untuknya, setelah semua kebenaran pahit yang harus ia terima.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Alhamdulillah bisa up..

__ADS_1


Mohon maaf jika ada sslah kata..


Harap bersabar, dan trimakasih banyak atas dukungannya.


__ADS_2