Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
TAK MENYANGKA


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Juliet merasa sangat senang, ia benar-benar tidak menyangka bahwa mayra akan menemaninya malam ini, ia juga merasa bahwa ardi mendapatkan kesempatan kedua untuk bertemu dengan mayra secepat itu, keduanya mulai asik mengobrol, juliet tak ingin mayra merasa tak nyaman dengan kehadiran ardi yang sudah pasti mengusik hatinya, saking asiknya keduanya mengobrol, bahkan adi merasa curiga dengan kedekatan mayra dengan juliet, keakraban mereka tidak terlihat seperti pertemuan pertama, namun adi berpikir bahwa hal itu mungkin karna mayra memanglah gadis yang ramah, sehingga dirinya sangat mudah berteman, lalu adi bangkit dari duduknya, ia meminta ijin untuk ke toilet.


Setelah kepergian adi, mayra kembali diam membisu, begitu juga juliet yang mengerti akan hal itu, romeo menyunggingkan senyum samar di bibirnya, ia menatap ardi seakan memberi sebuah isyarat, dan hal itu berhasil ardi tangkap, namun ia masih belum mengerti, dan romeo tidak mau tahu akan hal itu, ia hanya ingin tau seberapa peka ardi akan semua petunjuknya.


Kemudian romeo bangkit, ia juga mengajak juliet untuk pergi sebentar, dengan alasan ingin membicarakan sesuatu yang sebenarnya agar ardi dan mayra bisa bicara berdua.


"Kita pergi dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengan istriku, kau temanilah mayra disini selagi adi pergi." jelas romeo.


Kini mereka hanya tinggal berdua, suasana sangat hening, bahkan terasa sangat dingin untuk mayra, dingin yang menyeruak kesetiap pori-pori kulitnya, ia tak berani mengangkat pandangannya, apalagi untuk bicara dengan ardi, di tambah ardi yang juga diam, yang tanpa mayra ketahui bahwa sebenarnya diamnya ardi karna sebuah alasan, kebingungannya dengan isyarat yang romeo berikan, jawaban tentang semua pertanyaannya, yang tidak lain adalah mayra.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Hingga adipun kembali, namun dengan raut wajah curiga, melihat mayra dan ardi hanya berdua saja.


"Dimana tuan romeo? kenapa kalian hanya berdua saja?" tanya adi menyelidik.


Belum sempat mayra menjawab, ardi tiba-tiba saja bicara, ia menjelaskan bahwa romeo dan juliet sedang keluar sebentar untuk membicarakan sesuatu, dan mereka juga sedang menunggu. Mendengar hal itu, adi mengangguk paham, ia kembali duduk disamping kekasihnya itu, tak lama kemudian, romeo dan juliet juga kembali kemeja, keduanya tersenyum mengatakan bahwa ada beberapa hal kecil yang mereka bicarakan tadi, yang sejatinya keduanya hanya pergi mengamati ardi dan mayra dari kejauhan, keduanya ingin tau apa ardi bisa memahami semua isyarat romeo, dan mengenali mayra, tapi ternyata gagal, ardi tidak mengerti sedikitpun dengan semuanya.


Mayra tersenyum hambar, ia berusaha menekan gejolak yang ada di hatinya, cukup ia saja yang tahu tentang semua tekanan yang ia rasakan pikirnya, hingga akhirnya makan malampun selesai, mereka pergi lebih dulu meninggalkan acara makan malam itu, sementara ardi masih duduk bersama romeo dan juliet dengan ketidaktahuannya tentang sosok mayra.


Seperginya adi dan mayra, romeo dan juliet menggeleng kecewa, keduanya hanya bisa menatap iba pada ardi, yang mereka tau ia sedang bingung dengan semuanya, petunjuk mereka seolah teka-teki jelas membuat ardi bingung, setelah itu romeo memutuskan mengajak istrinya pulang karna semuanya telah selesai, namun sebelum itu juliet sang istri tetap bicara, meski sudah romeo cegah, ia sudah tidak sabar melihat ardi yang tidak bisa peka dengan semua petunjuk yang mereka berikan, dengan sebuah kebetulan yang memang tidak direncanakan.


"Kau tau ardi! sangat jarang seseorang mendapatkan kesempatan kedua, mereka hanyalah orang-orang tertentu, begitu juga kamu, namun sayangnya, kamu adalah orang yang tidak bisa memahami semuanya, termasuk petunjuk yang kita berikan, kau ingin tau semua jawaban dari pertanyaanmu, tapi kamu menyianyiakan hal itu, harusnya..apa yang dekat dengan hati, akan bisa dikenali meski sudah lama hilang kendali." jelasnya tegas, kemudian keduanya pergi.

__ADS_1


🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄


Ardi termenung mengingat kata-kata juliet, ditambah raut wajah romeo yang seolah kecewa pada dirinya, apalagi romeo tak bicara setelah itu, hingga beberapa saat ardi mulai mengingat semuanya kembali, dan tersadar dengan kejadian tadi, dimana ardi hanya berdua dengan mayra, matanya terpejam, kepalanya terasa nyeri, saat mulai mengingat wajah mayra, dan yah...serpihan wajah mayra terlihat dalam kepingan ingatanya.


"Ssshhhh....mayra, yah..dia mayra, shiitttt..kenapa aku tidak bisa memahami hal itu, dan kenapa aku tidak bisa mengingat mayra tadi." gerutunya kesal.


Ardi segera bangkit pergi dari sana, ia buru-buru berlari keluar mencoba memastikan apa mayra masih ada di sana, ingin mengejarnya dan bicara pikirnya, namun sayangnya semua sudah terlambat, mayra sudah pergi bersama adi, hal itu membuat ardi mengerang frustasi.


"Aarrrgghhhhhh...sial!!


Sementara itu, mayra dan adi kini sudah diperjalanan pulang menuju rumah mayra, suasana terasa hening, pasalnya mayra terdiam semenjak keluar dari restoran, ia terus saja menatap keluar jendela, hati dan pikirannya sedang kacau, tapi mayra tak ingin adi tau akan hal itu, ia hanya ingin menenangkan hatinya.


Suasana yang hening membuat adi menatap mayra, ia merasa ada yang aneh dengan kekasihnya, ia juga kembali teringat dengan pertemuan mereka dengan ardi tadi, sikap ardi yang aneh, seolah tak mengenal keduanya, hal itu membuat adi bertanya-tanya, begitu juga dengan sikap mayra yang seolah tak mengenal ardi, hingga setelah beberapa menit kemudian, keduanya tiba di rumah mayra.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


"Kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya adi penuh selidik.


Mayra mengangguk dan tersenyum, berusaha meyakinkan adi, namun sayangnya, matanya tidak bisa menutupi segalanya, hingga beberapa kali adi benar-benar mencoba bertanya beberapa kali.


"Apa kau yakin ssyang? baiklah, jika tidak hari ini, aku akan menunggu besok, masuklah dan istirahat." jelas adi lembut.


Mayra tersenyum, kemudian berbalik masuk meninggalkan adi, ia membiarkan adi bicara dengan sang ayah yang ternyata masih belum tidur menunggu keduanya, yah..mayra mengerti bahwa adi mencemaskan dirinya, tapi untuk saat itu, mayra benar-benar belum bisa menceritakan segala kerumitan yang ia rasakan, mayra tau bahwa adi sudah pasti curiga, sangat jelas dari setiap pertanyaan yang sempat adi lontarkan tadi pikirnya.


Adi pergi setelah berpamitan pada ayah mayra, ia melajukan mobilnya perlahan, adi yakin bahwa ada yang mayra sembunyikan darinya, karna perubahan sikap mayra terlihat sejak saat keduanya tiba di restoran, ia juga kembali teringat dengan ardi yang seolah tidak pernah menganal dirinya, terutama mayra, entah itu sikap profesional atau apa pikirnya.

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ardi merasa kesal dengan dirinya, mengingat semua kesempatan yang sudah ia siasikan tadi, apalagi dirinya harus pulang dengan tangan hampa, namun ia tidak akan menyerah begitu saja, ardi akan kembali mencari mayra bagaimanapun caranya, bahkan ardi berniat untuk menemui juliet untuk bertanya tentang mayra, bahkan jika bisa ardi ingin juliet membantunya untuk bertemu mayra.


Ardi pulang dengan wajahnya yang kusut, hal itu membuat sang mama merasa aneh, kebetulan saat itu sang mama masih belum tidur, ia masih mengobrol dengan suaminya, sehingga mendapati ardi yang baru saja pulang.


"Kenapa ardi seperti itu? apa terjadi sesuatu padanya?" gumam mama anita.


Sang suami menggeleng kepala tidak tahu, mendengar gumaman istrinya, ia yakin bahwa putranya bisa menyelasaikan masalahnya sendiri.


"Sudahlah ma, jangan terlalu menghawatirkan ardi, dia itu laki-laki yang sudah dewasa, papa yakin dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, kita tidak perlu ikut campur ma, lagi pula tidak semua hal yang ardi rasakan bisa ia bagi ma, meskipun bisa jika ardi tidak mau? lagipula papa tidak mau mama terlalu over pada ardi, itu tidak baik untuk masadepan ardi ma." jelasnya lembut.


Sang istri merasa kesal, ia merasa apa yang ia rasakan selalu benar, begitu juga melihat sikap ardi tadi, namun sayangnya sang suami tidak bisa mengerti dan justru malah mencegah dirinya, padahal ia hanya ingin yang terbaik untuk putranya, hingga sang istri memilih pergi masuk kekamar meninggalkan suaminya sendirian.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Alhamdulillah..


bisa up lagi...


semoga suka..


mohon maaf dan harap bersabar..


trimakasih banyak..

__ADS_1


💛💛💛💛💛💛💛💛💛


__ADS_2