
πππππππππππππ
Setelah acara selesai, adi hanya mengantar keluarganya pulang sampai ke mobil, ia masih betah berlama-lama menikmati waktu berdua dengan kekasih resminya, fera yang mengetahui hal itu terus menggoda sang kakak, dengan mengedip-ngedipkan matanya, ia juga tidak lupa memperingati mayra tentang kakaknya.
"Kak mayra, aku ingatkan ya...jangan terlalu dekat dengan kak adi, aku yakin dia akan menyusahkanmu setelah ini." jelasnya usil.
Mayra tersenyum mendengar peringatan fera, memang benar yang fera katakan, tapi bagaimana bisa ia tahu kalau kakaknya sangat suka menyusahkan dirinya, tapi hari ini mayra bisa lebih tenang, karna adi tidak akan melakukan hal aneh di depan banyak orang pikirnya.
π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²π₯²
Sementara di sisi lain ada ardi yang tengah melajukan mobilnya sangat cepat, ia terus saja melajukan mobilnya tanpa arah, rasa sakit yang ia rasakan membuatnya tidak bisa berpikir, kali pertama ia menaruh hati dan harus di kecewakan, memang benar takdir tak pernah ingkar, tapi tak bisa di pungkiri, tentang rasa sakit yang kian menyayat hati.
JENDARRRR...
Hingga pada akhirnya, mobil ardi itu menabrak sebuah pembatas jalan, yah..mobil ardi yang terlalu cepat berusaha menghindari mobil lain dari arah berlawanan, namun karna ardi memperkirakan itu tidak akan memungkinkan, jadi dia membanting setir hingga mobilnya menabrak pembatas jalan.
Wiu wiu wiu wiu...
Para pengendara lain yang melihat kecelakaan tersebut segera memanggil polisi dan ambulan, ardi sudah tak sadarkan diri, begitu juga mobilnya yang sudah penyok parah di bagian depan dan mengeluarkan asap.
πππππππππππ
Di saat yang bersamaan juga, di dapur ada mama anita yang menjatuhkan sebuah gelas yang ia pegang secara tidak sengaja.
CETTTARR...
Mama anita terkejut, pasalnya ia sudah memegang gelas itu dengan benar, tapi tetap saja gelas itu terjatuh dari tangannya, mendapati hal itu, hatinya merasa tidak nyaman, ia teringat akan ardi yang entah kemana tanpa ada kabar.
Beralih ke ardi, aparat kepolisian sudah mengefakuasi ardi dan membawanya ke rumah sakit dengan ambulan, mereka juga menghubungi ayah ardi, memberitahukan bahwa putranya mengalami kecelakaan dan sedang di larikan ke rumah sakit.
Bagai tersambar petir, papa ardi yang sedang berada di kantornya mendadak sesak, ia menjatuhkan ponselnya, untungnya saja ada susi sang sekretaris yang tengah ada di ruangannya, dengan cepat susi membantunya dan menghubungi dokter pribadi keluarga wijaya.
Susi adala sekpri pak wijaya, usianya sekitar 46 tahun, ia juga sudah lama bekerja di perusahaan wijaya, kurang lebih 10 tahunan, ia sempat terkejut mendapati bossnya yang tiba-tiba sesak, karna setaunya pak wijaya tidak pernah kambuh meski memiliki riwayat sesak selama ia bekerja di sana.
__ADS_1
πππππππππππππ
Setelah menelfon dokter, dan memindahkan pak wijaya, susi segera mengangkat telfon yang masuk ke ponsel atasannya, ia juga terkejut mendapat kabar dari pihak kepolisian bahwa putra atasannya mengalami sebuah kecelakaan, dan tanpa menunggu lama, susi segera menghubungi mama anita yang sejak tadinya gelisah memikirkan ardi.
Mendengar kabar buruk tentang putranya membuat mama anita ambruk, ia jatuh terduduk memikirkan ardi, bik tutik yang saat itu sedang bersama mama anita segera membantu sang nyonya untuk berdiri, ia masih belum tau tentang kabar apa yang nyonya dapatkan.
" Kenapa nya? apaa yang terjadi?" tanyanya hawatir.
Dengan lemah, mama anita mengatakan bahwa ardi mengalami kecelakaan, hal itu juga membuat bik tutik terkejut, ia juga merasa lemas mendengar kabat buruk tentang ardi, karna bagaimanapun ardi sudah ia anggap sebagai putranya, selama hampir 20 tahun bik tutik bekerja di sana membantu sang nyonya merawat ardi.
πππππππππππππππ
Di rumah sakit ardi sedang terbaring lemah, ia masih belum melewati masa kritisnya dan tim dokter sedang menanganinya, pak wijaya dan susipun juga sudah ada di sana menunggu ardi, sebelum sang istri datang, mereka hanya terus berharap dan berdoa agar ardi baik- baik saja.
Berpindah ke rumah mayra, di sana mayra dan adi sedang duduk di ruang tengah, mereka benar-benar berdua, sementara sang ibu dan para kerabat sibuk di dapur.
Adi hanya terus menikmati waktunya berdua, ia senang bisa meresmikan hubungannya, tak akan ada yang bisa menggantikan dirinya, ia hanya terus berharap bahwa hubungannya dengan mayra akan terus berjalan baik-baik saja.
Pak seto terkejut, ia tidak menyangka bahwa ardi akan mengalami kecelakaan, namun ia berusaha tenang, karna tidak mungkin pak seto meninggalkan tamunya begitu saja, ia juga ingin memberitahu mayra tentang kabar itu, tapi karna adi masih ada di sana jadi pak seto mengurungkan niatnya.
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Bu anita dan pak wijaya sedang menunggu di luar ruangan ardi, keduanya sedang berdoa agar putranya baik-baik saja, namun sejak awal, bu anita terus terisak, air matanya sudah tak terbendung ketika melihat kondisi putranya dari luar, pak wijaya mencoba menenangkan sang istri, memberinya pelukan hangat, membiarkannya terisak di dadanya, menguatkan dan meyakinkan istrinya bahwa ardi akan baik-baik saja.
"Mama harus tenang, papa yakin ardi laki-laki yang kuat, dia adalah putra wijaya ma." jelasnya lembut.
Susi dan bik tutik ikut terisak, keduanya tak tega melihat duka yang menimpa atasan mereka, ardi yang sangat baik dan sopan membuat mereka sudah menganggapnya sebagai putra mereka sendiri, namun yang ada di pikiran mereka saat itu ialah apa penyebab ardi sampai mengalami kecelakaan.
βͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈβͺοΈ
1 jam kemudian, setelah kerabat pulang, pak seto masuk ke dalam untuk memberitahu pada istrinya bahwa ardi mengalami kecelakaan, sontak saja hal itu membuat bu sinta terkejut, namun pak seto memintanya untuk tenang, ia akan pergi kerumah sakit lebih dulu, ia juga meminta agar sang istri tidak memberitahu mayra sebelum adi pulang.
"Baiklah pak, ibuk nanti akan menyusul bersama mayra setelah nak adi pulang." jelas sang istri.
__ADS_1
Di perjalanan pak seto terus berpikir, apa penyebab ardi hingga mengalami kecelakaan, karna setaunya, ardi tidak pernah lalai dalam berkendara, meskipun ia sedang di kejar waktu, hingga akhirnya setelah kurang lebih 30 menit tibalah ia di rumah sakit cahaya hati.
Pak seto yang baru saja datang segera menghampiri pak wijaya dan istrinya, sebagai seorang karyawan dan juga sahabat, pak seto ikut bersedih dengan apa yang dialami ardi, ia juga berusaha meyakinkan pak wijaya bahwa ardi akan baik-baik saja.
π€²π€²π€²π€²π€²π€²π€²π€²π€²π€²π€²π€²
Hingga keluarlah sang dokter dari ruangan ardi di rawat, pak wijaya dan istri segera bertanya bagaiman keadaan putranya, dokter menjelaskan bahwa ardi sudah melewati masa kritis, kini hanya menunggu ardi sadar, namun masih belum ada yang di ijinkan masuk sebelum ardi sadarkan diri.
Sementara di rumah, adi masih enggan pergi meninggalkan mayra, ia masih ingin menemani kekasihnya yang cantik itu, Namun sayang, niatnya urung karna mendapat telfon dari fera, yah..sebelum fera dan kedua orang tuanya kembali, ia berjanji akan mengajak fera jalan-jalan dan berbelanja, mayra senang akan hal itu, karna dirinya sudah merasa lelah dan ingin beristirahat, di tambah entah kenapa hatinya juga merasa tidak enak.
Mayra mengantar adi kedepan, ia tahu bahwa adi masih enggan untuk pulang, tapi dirinyapun juga sudah lelah, setelah kepergian adi ia hendak masuk ke kamarnya untuk beristirahat, namun bu sinta memanggil mayra ke dapur.
Setibanya di dapur, bu sinta memberitahu mayra tentang kabar kecelakaan ardi, kabar itu membuat mayra terkejut, ia tak menyangka ardi bisa mengalami kecelakaan, setelah memberitahu mayra, bu sinta mengajaknya untuk menjenguk ardi di rumah sakit.
ππππππππππππππππ
Selama di perjalanan, mayra terus terdiam, hatinya gelisah, ia kembali mengingat kembali semuanya, ia juga teringat tentang seseorang yang datang mengembalikan ponselnya, dan benar saja hal itu membuat mayra semakin terkejut.
"Jangan-jangan mas ardi pergi hingga kecelakaan setelah pulang dari rumahku." batinnya.
Hati mayra terus bergemuruh, ia dihantui rasa bersalah, dirinya benar-benar yakin kalau ardi pasti datang kesana, karna kemungkinan besar ponselnya memang tertinggal di rumah atau mobil ardi, namun yang dia harapkan adalah ardi tidak kecelakaan setelah melihat acara pertunangannya secara langsung, karna mayra akan menyalahkan dirinya sendiri, ia terus berdoa agar ardi baik-baik saja.
Bu sinta mencoba menenangkan mayra, ia menggenggam tangan putrinya, ia tau kalau mayra sedang gelisah, begitu juga bu sinta, ia berharap ardi baik-baik saja, karna dia adalah laki-laki yang baik.
πππππππππππππππ
@lhamdulillah bisa up..
trimakasih sudah bersabar menunggu, semoga karya mom selalu berkenan dihati kalian semua, jangan lupa tinggalkan like, fav dan komentar sebanyaknya, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan dan lainnya, hanya manusia biasa,
Sekian trimakasih semuanyaπππππππ
MARHABAN YA RAMADHAN
__ADS_1