Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
CEMBURU


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mayra membuka pintu kamar perlahan, matanya terkejut melihat perubahan dari kamar itu, ia tak menyangka adi akan menyiapkan semua itu untuk dirinya. Bukan cuma mayra, bahkan ardi juga terkejut, ia merasa cemburu melihat dekorasi kamar itu. Dengan banyak foto-foto adi dan mayra yang berbingkai indah berjejer di dindingnya.


"Cihhhh...sialan, beraninya dia memajang foto mayra." batin ardi cemburu.


Mayra merasa cemas, ia hawatir ardi akan tersinggung melihat kamar itu. Dan benar saja, saat mayra menoleh menatap ardi, raut wajah ardi berubah masam seketika, membuatnya mengurungkan niatnya untuk berganti baju di sana.


"Sebaiknya aku tidak perlu ganti baju disini mas, kita ke apartementmu saja." ajak mayra tersenyum.


"Tidak mayra, ganti baju disini setelah itu kita pulang." sahut ardi mencoba santai.


Mayra merasa tidak enak, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, lalu ia segera pergi untuk mengambil baju di ruang walk in closet. Mayra merasa bingung melihat deretan baju berbagai macam dan warna yang tertata rapi di sana, mengingat beberapa waktu lalu masih belum sebanyak itu. Bukan cuma baju, ada juga tas dan beberapa pasang sandal, heels dan sepatu.


"Sebanyak ini mas adi menyiapkan untukku." gumam mayra.


Lalu mayra mengambil satu baju, yakni setcel knit selutut berwarna soft pink dan seperangkat pakaian dalam. Setelah itu ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk berganti baju, tak ingin membuat ardi terlalu lama menunggu.


Sementara ardi menunggu mayra di sofa yang ada di kamar itu, menelisik ke semua sisi di mana ada banyak foto mayra dan adi. Ada api cemburu yang kian terbakar melihat itu semua, terbayang dengan semua kenangan yang pernah adi dan mayra lewati disana.


"Aahhh...shittt, sial sekali." keluh ardi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Beberapa menit kemudian, mayra telah selesai, ia segera keluar untuk menemui ardi, namun ternyata ardi sudah tidak ada disana, membuat mayra cemas.


"Jangan-jangan mas ardi marah." batin mayra berpikir.


Dan ternyata, ardi sudah menunggu mayra di ruang tamu, ia duduk disana ditemani oleh bik jum. Mayra segera turun menghampiri mereka, kemudian pamit untuk pulang.


"Bik, ini sudah malam, aku dan mas ardi harus pulang. Tapi bibik jangan sungkan untuk mengabariku tentang kabar mas adi." jelas mayra.


Mendengar hal itu ardi merasa cemburu, ia tidak suka mendengar mayra terlalu mencemaskan keadaan ardi, mengingat hal itu akan mengurangi waktu mereka bersama. Bik jum mengangguk, lalu mengantar mereka ke teras untuk pulang.


Bik jum masih menatap kepergian mobil ardi dan mayra, ia sangat bersyukur mendapati mayra yang masih mau kesana. Bik jum juga mengetahui, jika mayra masih sangat mencintai adi, meskipun dirinya tidak mau mengakui hal itu, bisa dilihat dari tatapan mayra pada adi di kolam tadi. Perhatian mayra pada adi yang sangat tulus, layaknya seorang istri, membuat bik jum berdoa agar keduanya bisa kembali seperti sediakala.

__ADS_1


"Jika takdir pernah menyatukan kalian, dan memisakan kalian saat ini, aku yakin


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Selama diperjalanan, ardi melajukan mobilnya sangat cepat, tidak seperti biasanya. Ia juga terdiam tak bicara sepatah kata apapun, membuat mayra perasaan.


"Sepertinya mas ardi marah, aku harus melakukan sesuatu." batin mayra berpikir.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah mayra. Ardi masih juga terdiam, bahkan ia tak membuka pintu mobilnya untuk mayra, dan mayra mengerti apa penyebabnya. Bukannya turun, mayra justru meraih tangan ardi di setir, lalu ia mendaratkan satu kecupan manis di pipi ardi, membuat sang empunya terkejut dan menatap mayra curiga.


"Maaf mas, jika kamu aku sudah merepotkanmu dan membuatmu marah." jelas mayra tersenyum.


Bukan cuma tersenyum, pipi mayra merona merah menahan malu, ia tak terbiasa melakukan hal itu, apalagi mencium ardi lebih dulu.


Ardi tidak bisa marah pada mayra, apalagi menerima rayuan seperti itu, justru membuat ardi terpancing untuk membalas ciuman mayra. Namun belum sempat ardi membalas ciumannya, mayra justru keluar dari mobil ardi, melambaikan tangan dan mengedipkan matanya ke arah ardi.


"Trimakasih mas, selamat malam. Jangan marah dan sampai jumpa besok." jelas mayra kemudian berlalu masuk ke rumahnya.


Ardi tersenyum, ia memukul pelan setir mobilnya, karna gagal membalas ciuman mayra. Tapi satu hal yang ardi tau, yaitu jika dirinya sangat mencintai mayra dan tidak bisa marah padanya.


Setelah memastikan mayra masuk ke dalam rumahnya, barulah ardi pulang. Ia tidak sabar untuk menanti esok pagi untuk bertemu mayra lagi, mengingat gadis cantik pujaan hati.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Mayra merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk, menatap langit-langit, menerawang takdir. Hatinya kembali dirasuki rasa ragu, mengingat pilihannya saat itu, di tambah saat dirinya teringat akan sosok adi. Ada rasa resah yang kian menghantui, mendengar kabar adi tidak baik-baik saja. Tak bisa di pungkiri jika di hatinya masih ada adi, apalagi mengetahui apa yang telah adi siapkan tadi untuknya.


Namun mayra kembali menyadarkan pikirannya, jika dirinya sudah memilih ardi, dan kini ardilah yang akan menjadi masa depannya pikir mayra. Lalu mayra mencoba memejamkan mata, tak kala ngantuk mulai hinggap di dirinya.


Malam kian membisu, dinginnya kian menusuk kalbu. Jam masih menunjukkan pukul 12 malam, dan mayra masih terbangun semalam itu. Perlahan mayra duduk dari tidurnya, mengucek-ngucek matanya mengumpulkan kesadarannya. Lalu ia meraih ponselnya, melihat saat itu pukul berapa.


Mayra teringat dengan adi, ia ingin tau keadaannya saat itu, lalu tanpa banyak berpikir ia menelfon bik jum, menanyakan keadaan adi.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žCall bik jum..


"Halo bik, bagaimana keadaan mas adi?" tanya mayra perlahan.

__ADS_1


Bik jum memberitau mayra jika keadaan adi masih sama, ia masih demam dan masih di kompres jelasnya. Mendengar hal itu membuat mayra merasa hawatir, ada rasa cemaa yang membuatnya ingin pergi ke sana, tapi mayra bingung bagaimana caranya, di tambah itu sudah sangat malam.


Lalu mayra meminta bik jum untuk melakukan VC dengannya, tapi menggunakan ponsel adi, karna ponsel bik jum bukan android. Mayra ingin memantau keadaan adi, agar dirinya merasa lebih tenang. Bik jum mengiyakan permintaan mayra, setelah mereka selesai menelfon, bik jum segera mengambil dan mengangkat ponsel adi, lalu meletakkannya di posisi yang menghadap adi, mempermudah mayra untuk melihatnya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah panggilan VC mayra berlangsung, bik jum pergi ke bawah untuk istirahat sebentar, sementa mayra yang akan menjaganya. Mayra memandangi adi, hatinya sedih melihat keadaan adi yang seperti itu, yang tanpa sadar membuat air matanya mengalir sendu. Ada rasa sakit atas setiap penyesalan semua keputusan yang ia lakukan, apalagi membuat orang yang ia cintai seperti itu. Kesalahan yang sama kini terulang kedua kalinya, dan mayra merasa bersalah karna menjadi penyebabnya.


"Maafkan aku mas, aku sudah melukaimu. Tapi harus kamu tau, aku tidak ingin ini semua terjadi. Aku juga merasakan sakit yang sama, bahkan melebihi dirimu." sesal mayra dalam tangisnya.


Hingga beberapa jam kemudian, jam menunjukkan sudah pukul 4 pagi, dan mayra masih terbangun menjaga adi meski dari jarak jauh. Bik jum juga sudah beberapa kali kembali untuk mengompres adi, hingga demamnya sedikit lebih menurun, dan hal itu membuat mayra lebih tenang.


Beberapa saat kemudian, adi bergerak sadar, melihat hal itu membuat mayra mengakhiri panggilan VCnya. Ia tak mau adi mengetahui tentang dirinya, ia sudah bersyukur mengetahui keadaan adi yang sudah membaik. Lalu mayra kembali merebahkan tubuhnya, ada rasa ngantuk yang hinggap seketika, membuatnya memejamkan mata.


Disisi lain, bik jum merasa senang, ia tidak menyangka mayra akan melakukan hal itu demi adi, membuktikan kebenaran hatinya. Dan adi benar terbangun, ia sadar dan meminta segelas air pada bik jum sebelum akhirnya ia tertidur lagi


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Pagi yang cerah, jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, dan mayra masih terlelap di atas ranjangnya yang empuk. Sedangkan diteras rumahnya, sudah ada ardi yang siap untuk menjemputnya, dan jangan tanya kemana, yaitu pergi ke rumahnya.


Bu sinta segera pergi keluar mendengar deru mobil di depan rumahnya. Yang ternyata adalah menantunya sendiri, lalu ia meminta ardi masuk dan menunggu mayra di ruang tengah. Lalu bu sinta pergi ke kamar mayra, melihat putrinya yang masih belum bangun juga.


"Tumben saja anak itu bangun kesiangan." pikirnya sambil menuju kamar putrinya.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Alhamdulillah bisa up lagi..


Mohon maaf jika ada salah kata..


Jangan lupa, like, love dan komen ya semuanya..


Mohon sabar, ingin mom up 2 episode setiap harinya..


Trimakasih banyak untuk yang selalu setia membaca..

__ADS_1


__ADS_2