Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MENJELASKAN


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pagi yang cerah, namun tak secerah biasanya. Entah kenapa, mayra sudah merasa jengah sepagi itu, seakan harinya akan terasa sangat berat baginya.


Seperti biasa, mayra sudah siap untuk berangkat ke sekolah pagi itu, mengingat pesan yang kedua temannya kirimkan, mengajaknya pergi kesekolah untuk beberapa tugas. Sebelum pergi ke sekolah, mayra sarapan bersama kedua orangtuanya.


Tettt...


Tiba-tiba saja bel berbunyi, tak menyangka akan kedatangan tamu sepagi itu.


"Siapa tamu sepagi ini?" Tanya pak seto.


"Mungkin ardi yah." sahut mayra.


Lantas mayra segera beranjak dari kursinya, ia segera pergi untuk membuka pintu. Dan deg..deg..Mata mayra terbelalak kaget setelah membuka pintu, melihat sosok siapa yang datang bertamu.


"Mas adi.." batinnya terkejut.


Yah, tamu pagi itu bukan ardi, melainkan adi, dan bukan dia sendiri yang datang kesana, melainkan bersama edo dan eva. Namun mayra semakin terkejut melihat keadaan eva yang sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan terlihat sangat buruk. Wajahnya yang kusam tanpa make-up dan rambutnya yang pendek kusut berantakan, dengan baju sederhana yang ia kenakan, tidak terlihat seperti seorang eva yang pernah mayra temui sebelumnya. Bahkan mayra hampir saja tidak mengenali eva, jika saja dirinya tidak melihat secara seksama dari dekat wajahnya. Ditambah dengan beberapa lebam di wajahnya, yang membuat mayra semakin syok melihatnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mayra masih terdiam menatap eva, ia seakan masih tak percaya melihat keadaan eva. Edo memapahnya berjalan, terlihat eva yang sedikit lemas, dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu mayra bertanya apa tujuan adi datang kesana.


"Ada apa ini mas?" tanya mayra bingung.


"Aku ingin bicara denganmu,ayah dan ibu mayra." jelas adi.


Mayra masih terdiam mendengar penjelasan adi, membuat adi yang sudah tidak sabar masuk tanpa mayra persilahkan. Adi masuk menggandeng mayra yang mematung di depan pintu, tanpa rasa ragu sedikitpun. Karna dirinya tidak pernah merasa menjadi orang asing di rumah itu, diikuti edo dan eva di belakangnya.


Tap tap tap...


Suara langkah kaki menuju meja makan, membuat penghuninya menatap ke asal suara. Pak seto dan bu sinta terkejut melihat kedatangan adi yang menggandeng tangan mayra, di tambah dengan dua orang asing yang datang kesana.

__ADS_1


"Pagi pak buk, maaf jika kedatanganku menggangu sarapan kalian. Sebaiknya aku akan menunggu di ruang tengah bersama mayra." jelas adi sopan.


Lalu adi berbalik menuju ruang tengah. Namun ia masih menggandeng tangan mayra bersamanya, membuat sang empunya ikut kemana ia pergi. Di tambah mayra yang masih bingung dengan semua yang terjadi. Adi duduk berdampingan dengan mayra, sedangkan edo duduk bersama eva.


Edo sempat tersenyum samar melihat tingkah bossnya, yang seakan tidak mau jauh dari mayra.


"Bisa saja boss mengambil kesempatan." batin edo.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Bukannya melanjutkan acara sarapan mereka, pak seto justru menghentikan sarapannya. Ia merasa tak enak jika harus membuat adi menunggu, di tambah dirinya yang sudah tidak nafsu makan akibat terkejut dengan kedatangan mereka, begitu juga dengan bu sinta, ia juga ikut menemui mereka.


"Ada apa nak adi?" tanya pak seto.


Pak seto duduk berdampingan dengan sang istri, ia bertanya apa maksud dari kedatangan adi kesana.


Dan tanpa banyak basa-basi, adi menjelaskan maksut dan tujuan kedatangannya kesana, yang di temani edo dan eva.


Mayra terdiam, ia terkejut mendengar peryataan adi didepan orang tuanya, membuat keduanya saling bertatapan. Namun adi kembali mengalihkan pandangannya, ia kembali menjelaskan semuanya pada pak seto.


"Saat ini, bukan cuma tentang dua keluarga, tapi ada keluarga lain diantara hubungan kita. Saya sadar jika saya sudah salah, tapi tidak seharusnya mayra mengambil langkah ini pada saya, karna apapun yang terjadi, saya sangat mencintai mayra selamanya." jelas adi mengeratkan genggamannnya.


🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭


Deg deg deg...


Penjelasan adi berhasil menghantam hati mayra, membuatnya diam membisu, merasakan perasaan aneh yang kembali menggoyahkan pilihannya. Sikap adi juga membuatnya merasakan semua ketulusan perasaan adi pada dirinya.


"Kenapa seperti ini?" batin mayra bingung.


Bukan cuma mayra, semua orang juga terdiam, mendengarkan semua penjelasan adi. Pak seto juga tidak bisa memungkiri beberapa kebenaran yang adi katakan. Ia juga tidak bisa memutar waktu kembali, untuk merubah semua kesalahan yang putrinya lakukan, hanya ada penyesalan yang tidak bertuan.


"Bapak tau nak, tapi semuanya sudah terjadi, dan apapun itu, bapak sudah menyerahkan semua keputusan pada kalian berdua. Dan untuk saat ini, bapak harap kamu bisa mengerti posisi mayra nak. Rasa kecewa bisa saja membuat beberapa orang salah dan mengambil langkah yang tidak tepat, salah satunya putriku." jelas pak seto.

__ADS_1


Adi mengangguk mendengar penjelasan pak seto, ia juga menyadari bahwa semua yang terjadi juga akibat dari kesalahannya, yakni meragukan kejujuran mayra. Karna hal terpenting dalam sebuah hubungan bukan cuma cinta, melainkan kejujuran dan kepercayaan. Barulah setelah itu adi memberi sebuah kode pada edo, yakni agar eva mulai bicara dan menjelaskan semua yang ia lakukan.


Sambil berkaca-kaca, dengan suara yang serak, eva mulai menceritakan semua yang ia lakukan dan yang terjadi diantara dirinya dan adi dimasalalunya. Namun, sebelum itu eva meminta maaf kepada mayra, atas semua kesalahan yang ia perbuat, dengan rasa penyesalan yang ia terima.


"Aku minta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat. Aku benar-benar menyesal, karna telah melakukan ini semua pada kalian, sampai-sampai hubungan kalian hancur seperti ini. Aku yang salah, karna telah bermimpi untuk kembali pada mas adi, dimana sebelumnya, aku sudah merusak segalanya. Terutama kepercayaan didalam sebuah hubungan." jelas eva berkaca-kaca.


Eva terus menjelaskan tentang semuanya, hubungannya dengan adi, penghianatannya, mimpinya untuk kembali dan semua rencana jahat yang ia lakukan untuk memisahkan adi dan mayra.


"Aku yang telah mengirim paket-paket itu, aku yang telah mengirim wanita itu, aku juga yang telah menukar hasil lab kehamilanmu mayra." jelas eva melemah.


Eva semakin melemah, suaranya bergetar menahan semua sesak akibat derita yang ia perbuat. Air matanya pun runtuh, membuatnya terisak dalam penyesalan. Bukan cuma penyesalan tentang kejahatannya pada mayra, yakni penyesalan dirinya karna telah memanfaatkan putri angkatnya kedalam rencana busuknya. Gadis kecil tak berdosa, yang ia bawa untuk menutupi semua rencana busuknya, bahkan menjadikannya senjata dalam rencana jahatnya.


"Maafkan mama difa." batinnya mengingat diva.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Pasalnya sejak edo membawanya, eva sudah tidak bisa bertemu dengan difa. Adi meminta agar edo membawa difa pergi jauh dari eva, dan mengurus segala keperluannya. Adi memastikan agar gadis kecil tak berdosa itu, tidak menanggung akibat dari perbuatan jahat eva. Dan hal itu membuat eva tersiksa, setelah menyadari semua kesalahannya meskipun sudah terlambat. Eva akhirnya menyadari, jika tidak semua kebahagiaan bisa di miliki, dan menyesali kebodohannya karna telah mengabaikan kebahagian yang sudah ia miliki, yakni difa. Kebahagian dan ketenangan yang ia rusak sendiri.


Setelah perpisahan mereka, adi masih tetap memberikan semua kewajibannya sebagai seorang ayah untuk difa, meskipun dirinya tidak serumah dengannya, tapi hak atas nama yang adi beri masih terus berjalan untuk difa, dan eva juga ikut menikmatinya. Adi menyadari, jika difa berhak mendapatkan kasih sayang yang sempurna, meskipun pada akhirnya tidak sesempurna anak-anak lainnya. Tapi adi memastikan jika difa akan mendapat semua fasilitas untuk dirinya sebagai putrinya.


Mendengar penjelasan eva benar-benar membuat semua orang terluka, termasuk mayra dan ibunya. Mereka semakin terluka mendengar rencana jahat yang ia lakukan dengan memanfaatkan difa. Membuat air mata mayra mengalir, merasakan sakitnya. Bu sinta juga merasa terhina mendengar perbuatan yang eva lakukan sebagai seorang ibu, yang telah merusak reputasinya sebagai seorang ibu. Bu sinta juga menyesal, setelah mengingat semua kesalahan yang ia perbuat pada mayra. Yakni menyalahkan mayra atas semua rencana jahat eva dan sebuah tamparan yang ia berikan untuk kejujuran putrinya.


Bu sinta menangis tak kuat menahan air matanya, ia melabuhkan kepalanya di bahu suaminya, mencari sandaran untuk kepedihan yang ia rasakan. Begitu juga mayra, tapi mayra masih enggan untuk melabuhkan kepalanya di bahu adi, membuatnya menangis terisak sendiri.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Alhamdulillah bisa up..


mohon maaf untuk kesalahan penulisan kata..


Harap maklum, dan semoga tetap setia, suka membaca karya mom semua..


Harap bersabar dan trimakasih banyak semua.

__ADS_1


__ADS_2