
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Bukannya berhasil memberi kejutan untuk mayra, justru bu sintalah yang lebih dulu mendapat kejutan di lemari mayra. Sudah sangat lama bu sinta tidak pernah memeriksa lemari putrinya, mengingat mayra yang sudah dewasa dan bisa mengurus segalanya. Hingga tak sengaja ia menjatuhkan beberapa barang saat hendak meletakkan baju-baju baru untul mayra. Apalagi kalau bukan beberapa paket misterius yang diterima oleh mayra.
"Paket apa ini." pikir bu sinta memungutinya.
Bu sinta membawanya ke ranjang mayra, dan memeriksa iai paket itu karna merasa penasaran. Tidak biasanya mayra menyimpan paket lengkap dengan kardusnya.
Dan Jedarrrr...
Bagai tersambar petir di siang hari, bu sinta terkejut melihat isinya, ia juga semakin terkejut tak kala mendengar rekaman
Tanpa banyak berpikir, bu sinta yang merasa emosi mengetahui kebenaran dari paket yang mayra terima, berniat pergi ke rumah adi, ia sarkas memesan taxi untuk pergi kesana, tidak lupa ia membawa semua bukti yang ia dapat.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sepanjang perjalanan, bu sinta merasa bergetar, ia tidak menyangka putri satu-satu mereka akan mengalami hal itu, menerima luka dan menyimpannya sendiri, membuktikan seolah dirinya yang bersalah atas semua yang terjadi.
Beberapa menit kemudian, bu sinta tiba di rumah adi, ia segera turun dan masuk. Kedatangan bu sinta di sambut oleh bik jum yang tengah membersihkan jendela. Bik jum merasa kaget melihat kedatangan ibu mayra.
"Ibuk kan ibunya non mayra?" tanya bik jum sopan.
"Iya, saya bu sinta, ibu dari mayra. Apa nak adi ada? Saya ingin bertemu dengannya." jelas bu sinta datar.
Bik jum mengangguk lalu mengajak ibu mayra masuk, ia mengantar bu sinta menuju kamar adi. walaupun perasaannya terasa tidak enak melihat raut wajah ibu mayra yang kurang menyenangkan.
Tibanya di depan kamar adi, ibu mayra meminta bik jum agar ia meninggalkannya sendiri untuk masuk bertemu dengan adi. Setelah bik jum pergi, barulah bu sinta masuk, ia masuk tanpa mengetuk pintu melihat kamar adi yang terbuka, dan menemukan sosok adi yang tengah berbaring dan tertidur. Membuat bu sinta ingin mengurungkan niatnya bicara dengan adi.
Saat hendak keluar dari sana, tiba-tiba saja adi terbangun dan memanggil bu sinta.
"Ibuk." panggil adi sopan, ia bangun dan duduk.
Mendengar adi memanggilnya bu sinta menoleh. Ia kembali dan menghampiri adi, untuk mengatakan semua hal yang memenuhi hatinya. Mengungkap semua luka yang putrinya terima.
"Ada apa buk?" tanya adi sopan.
Adi merasa hawatir mendapat kedatangan ibu mayra ke sana, karna tidak biasanya ibu mayra datang kesana, apalagi sendiri. Dan tanpa banyak basa-basi ibu mayra menyerahkan semua paket yang ia temukan di lemari mayra. Alhasil, semua itu berhasil mengagetkan adi, membuatnya terbelalak kaget mengetahui paket yang mayra terima.
"Bagaimana ini mungkin? Siapa yang melakukan ini?" gumam adi bingung.
Lantas bu sinta tersenyum melihat kebingungan adi, membuat bu sinta berpikir bagaimana adi bisa sekejam itu pada putrinya.
"Ibuk tidak menyangka dengan semua ini adi, bagaimana mungkin kamu menutupi semua ini dari mayra? Padahal kami sudah mempercayakan mayra padamu, berharap kamu bisa mengertinya, menerima dirinya, putri ku yang belum dewasa. Tapi apa nyatanya? Justru putriku yang terlalu dewasa untukmu, sampai-sampai ia menyimpan lukanya sendiri, tak ingin memberitahu kami, membuatnya terlihat seperti penjahat di hadapan semua orang." jelas bu sinta penuh tekanan.
__ADS_1
Adi mengerti perasaan bu sinta, mengetahui luka atas kebenaran yang ia terima. Namun adi berusaha meyakinkan bu sinta, jika paket itu tidak membuktikan semua kebenaran yang ada.
"Buk bisa adi jelaskan, ini semua tidak benar." jelas adi.
Namun sayang, bu sinta tak mau mendengarnya, ia justru pergi dari sana. Sebelum itu, ia meminta adi agar menjauhi mayra.
"Biarkan putriku bahagia, jangan pernah temui dia, cukup dengan luka yang ia terima." jelas bu sinta lalu pergi.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Aarrrgghhhhhh......" erang adi frustasi.
Ia tak menyangka jika mayra akan menutupi semua itu darinya, apalagi setelah beberapa paket yang ia terima, membuat adi menyadari tentang sikap aneh mayra. Dan ia juga tidak menyangka, jika mayra akan menyimpan semua lukanya seolah tidak terjadi apa-apa. Membuat rasa penyesalan di hatinya semakin bertambah.
"Maaf kan aku mayra, aku tidak tau tentang ini." batinnya.
Lalu tanpa banyak berpikir, adi menelfon edo, ia meminta edo untuk benar-benar mengurus eva, ia juga meminta edo untuk mengurus difa. Setelah itu adi terdiam, ia mengingat semua momentnya bersama mayra, setiap kenangan yang pernah mereka buat di setiap tempat, termasuk di kamarnya.
Di sisi lain, tepatnya di rumah mayra, ada ardi yang tengah duduk di ruang tengah menunggu mayra membuatkan minuman untuknya, keduanya sudah tiba sejak tadi, setelah ibu mayra pergi. Di dapur mayra tengah membuat pisang goreng dan minuman untuk ardi.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Beberapa menit kemudian, mayra telah selesai. Ia membawa nampan berisi es jeruk dan sepiring pisang goreng untuk ardi. Bu sinta juga datang, ia sarkas masuk melihat pintu rumahnya terbuka.
Dan benar saja, bu sinta di suguhkan oleh pemandangan hangat putrinya dan ardi, dimana keduanya tengah bercanda sambil mencicipi pisang goreng buatan mayra. Membuat siapapun yang melihatnya ikut tersenyum bahagia, terutama ibu mayra.
"Semoga putriku akan selalu bersama orang-orang yang bisa membahagiakannya." batinnya berdoa.
Lalu ia masuk mengagetkan keduanya.
"Ibuk." sapa ardi.
"Ibuk darimana? Tadi mayra cari tidak ada. O ya buk, aku sudah menggoreng pisang di dapur untuk mas ardi, aku juga membuatkan untuk ibuk dan ayah tadi." jelas mayra.
Bu sinta mengangguk tersenyum namun ia tak bicara, lalu berlalu dari sana, meninggalkan mereka berdua. Sementara mayra dan ardi melanjutkan makannya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Hari sudah sore, setelah puas makan dan bercanda dengan mayra, ardi memutuskan untuk pulang, di tambah dengan dorongan mayra yang memintanya untuk pulang.
"Baiklah sayang, aku akan pulang. Tapi...nanti malam berjanjilah besok kamu akan menginap dirumah." jelas ardi mengedikkan alisnya.
Mayra tersenyum melihat tingkah ardi, bahkan ia mencubit pipi ardi yang terlihat menggemaskan di matanya. Dan hal itu adalah pertama kalinya mayra melakukan hal itu, membuat sang empunya bahagia.
__ADS_1
"Aku rela meski kau cubit setiap hari sayang." jelas ardi meraih tangan mayra di pipinya.
"Idih...gombal." ucap mayra tertawa.
Bukannya pulang, ardi justru semakin betah disana, dan tak ingin pulang. Ia sangat bahagia melihat mayra tertawa, setelah apa yang ia alami, berharap kedepannya akan baik-baik saja. Tiba-tiba saja pak seto pulang, ia baru saja datang dari luar. Melihat ada ardi disana pak seto duduk ikut bergabung dengan mereka.
Lantas mayra bangkit, ia pergi meninggalkan ardi berdua dengan ayahnya, memberi mereka waktu untuk bisa bicara berdua. Mayra pergi ke kamarnya, ia berganti mandi sekaligus berganti baju, karna sejak tadi mayra masih mengenakan seragam sekolahnya saat bersama ardi.
☘️☘️☘️☘️☘️🍀☘️☘️☘️☘️
Beberapa menit kemudian, mayra telah selesai mandi. Ia membuka lemarinya dan terkejut mendapat kejutan baju baru dari sang ibu.
"Pasti ibu yang membeli ini untukku." gumam mayra senang memegang baju barunya.
Namun mayra kembali terkejut, mendapati semua paket misterius yang ia simpan hilang dari lemarinya. Membuat mayra panik ketakutan jika ada yang mengambilnya.
"Dimana paket-paket itu? Aku yakin tadi pagi masih ada." panik mayra membongkar lemarinya.
Mayra bingung harus bertanya pada siapa, karna jika ada yang tau soal paket-paket misterius itu, akan jadi masalah pikirnya. Ia mencarinya di seluruh sudut kamarnya, tapi hasilnya nihil. Tak kunjung menemukan paket-paket itu, mayra segera memakai baju, ia memakai baju baru yang ibunya berikan, dan saat itulah mayra berpikir jika ibunyalah yang mengambil semuanya.
"Jangan-jangan ibu yang mengambilnya." pikir mayra.
Beberapa saat mayra keluar dari kamarnya, ia mengenakan setcel knit berwarna lemon dari ibunya, membuatnya terlihat semakin segar memakainya. Rupanya ardi juga belum pulang, ia masih bicara dengan ayah mayra, membuat mayra menghampiri mereka.
"Mas belum pulang? Ini sudah sore, jangan mengajaknya bicara terus ayah." jelas mayra.
Mendengar hal itu membuat ardi melayangkan tatapan tajam ke arah mayra, ia merasa tersinggung karna mayra secara langsung mengusirnya, sementara mayra tidak merasa. Setelah itu pak seto meninggalkan ardi dan mayra, ia pergi ke kamarnya untuk menemui bu sinta.
Ardi berdiri setelah melihat pak seto pergi, ia sarkas menarik mayra mendekat ke arahnya, membuat keduanya sangat dekat tanpa sekat.
"Beraninya kamu mengusirku sayang?" tanya ardi.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Alhamdulillah bisa up lagi..
Semoga suka, dan sabar..
Mohon maaf jika ada salah kata..
Jangan lupa, like, love dan komen...
Trimakasih...
__ADS_1