Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MERAYU


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️☘️


"Aku tidak ingin aneh-aneh dengan mu mayra! Aku cuma ingin kamu mayra!" jelas adi berbisik.


Sontak, tubuh mayra meremang, merasakan hembusan nafas adi yang menerpa wajahnya. Mayra seakan membeku, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya di dalam kungkungan adi. Mayra semakin bergidik ngeri, melihat wajah adi yang seakan ingin menerkamnya.


"Kenapa kamu tidak mencoba merayuku mayra?" tanya adi berbisik.


DEGG DEG..


Jantung mayra berdebar lebih kencang, mendengar pertanyaan adi padanya, membuatnya semakin tidak mengerti kemauan adi.


"Apa maksutmu mas? Ini sekolah!" ucap mayra gugup.


Adi menyerigai, menampakkan wajah buasnya yang seakan kelaparan. Membuat mayra semakin bergidik ngeri berada dekat dengan adi. Dan tanpa aba-aba, adi menyerang bibir mayra. ********** buas, tanpa toleransi.


💋💋💋💋💋💋


Mayra meremang, ia terpaku merasakan serangan buas adi. Serangan brutal, yang tak asing baginya, membuat dirinya mulai terlena. Adi benar-benar tak melawatkan semua kesempatannya. Dirasa mayra mulai menerima serangan darinya, adi semakin gencar melepaskan semua serangannya.


*******-******* adi benar buas, ia tak memberi jeda sedikitpun, membuat mayra hampir gelapan dan kehabisan nafas, hingga sang empunya menepuk dada adi memberi kode untuk memberinya jeda. Dirasa mayra benar-benar gelagapan akibat ulahnya, adi melepas pagutannya. Ia juga bernafas sejenak, sambil menatap wajah cantik yang ada dalam kurungannya. Wajah cantik, yang terlihat kesal menghirup oksigen akibat ulahnya.


"Aa..huff..mmm.. huff..!" hembus mayra beberapa kali.


Melihat hal itu, adi justru tersenyum, bahkan dirinya sangat merindukan mayra di saat-saat seperti.


"Dulu, hanya aku yang memiliki hak atas dirimu mayra, dan aku sangat suka melihatmu seperti itu!" batin adi mengenang.


Menyadari adi yang tersenyum menatap dirinya, membuat mayra kesal. Ia tak menyangka jika adi akan melakukan hal itu padanya. Lalu mayra mencoba lari dari adi, mendorongnya kuat dan hendak pergi dari sana. Namuj sayang, dorongan mayra tak lebih kuat dari tenaga adi, apalagi tenaga adi yang semakin kuat saat dirinya sedang menginginkan mayra.


Adi membuat mayra terkurung, bahkan sengat dekat tanpa ruang bernafas diantara mereka. Adi juga menutup mulut mayra dengan tangannya, membuat mayra tak bicara sedikitpun.


"Cukup diam mayra!! Jangan bicara apalagi bergerak dan lari dariku!! Karna aku, tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku akan membawamu semakin dekat denganku!" bisik adi intens.

__ADS_1


Mayra terdiam dalam bungkaman adi, karna dirinya tak berdaya saat itu. Tak ingin adi terus menutup mulutnya, mayra menganggukkan perlahan kepalanya, memberi jawaban dari perintah adi. Melihat anggukan mayra, adi sarkas melepas tangannya, ia tak ingin kekasihnya itu kebabisan nafas akibat dirinya. Namun, setelah adi melepas bungkamannya mayra mulai bicara.


"Kamu sudah gila mas! Bagaimana jika ada yang melihat kita disini? Bisa-bisa akan ada masalah besar setelah ini! Sekarang, lepaskan aku!" ucap mayra perlahan.


"Diam! Dan turuti saja mau ku mayra! Aku tidak perduli dengan apa yang akan terjadi, karna semua itu, akan membantuku! Aku siap, dengan semua resiko yang aku buat!" jelas adi menatap lekat mayra.


Deg..


Nafas mayra seakan tercekat, mendengar ucapan adi yang seakan sudah tidak memikirkan apapun. Ia hawatir, apa yang ia takutkan, benar-benar terjadi. Dan tanpa banyak berpikir, mayra memilih pasrah dan diam sesuai kemauan adi. Hanya saja, mayra meminta satu hal pada adi. Melihat mayra yang terdiam, adi tersenyum. Ia tau jika mayra tidak akan pernah menolaknya. Tapi, adi merasa tak tega, ketika melihat mayra memejamkan mata. Ia tau, jika dirinya sudah membuat mayra merasa takut dan tak berdaya, membuat egonya hancur seketika. Lalu adi membelai lembut wajah mayra dan meminta maaf padanya.


"Maafkan aku mayra! Aku sudah membuatmu takut. Aku tidak menginginkan hal itu. Tapi, harus kamu tau! Ada goresan besar, saat melihat kamu bersama ardi. Dan itu membuat luka di hatiku semakin parah, karna aku sangat mencintaimu!" jelas adi.


Mayra kembali terkejut mendengar ucapan adi, ia tak menyangka, adi akan mengatakan hal itu padanya. Bahkan, setelah mendengar hal itu, membuat mayra merasa menyesal, karna sudah mengores luka di hatinya. Lalu mayra membuka matanya, ia kembali menatap adi, mencari kebenaran dimatanya.


"Aku tau kau jujur mas! Tapi, apa dayaku. Semua ini sudah terjadi." batin mayra menyesal.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Aku tau itu mas! Tapi, semuanya sudah terlambat. Dan maaf!" ucap mayra.


Adi meneteskan air mata, luka itu membuat hatinya hancur dan mengalirkan kesedihannya. Tapi, ia berusaha kuat, lalu menghapus air matanya. Meskipun, mayra juga menyadarinya.


"Baiklah mayra! Aku terima kata maaf darimu! Tapi, tidak untuk cintaku." seraya melepas kungkungannya. Adi pergi begitu saja, meninggalkan mayra di sana.


Mayra menangis melihat sosok adi pergi begitu saja. Ia menyesal dengan semua yang terjadi, di tambah dengan luka yang ia beri untul adi. Tangisnya terisak dalam sepi, mengoyak isi hati.


Sementara adi, ia pergi ke toilet, untuk merapikan lagi penampilannya. Dengan gejolak di dadanya, setelah apa yang ia lakukan dengan mayra.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Beberapa saat kemudian, adi selesai dari toilet. wajahnya terlihat lebih segar, dengan senyum samar yang ia sunggingkan untuk menutupi lukanya. Lalu dirinya teringat akan mayra, dan hendak menghampiri mayra kembali. Namun sayang, niatnya terhenti tak kala dirinya melihat mayra sudah berjalan pergi menuju gerbang sekolah. Membuat adi merasa bersalah, melihat gadis yang ia cintai pergi begitu saja.


"Maafkan aku mayra!" batinnya.

__ADS_1


Setelah kepergian adi, mayra bergegas memperbaiki penampilannya di toilet siswa. Lalu ia memutuskan untuk pulang ke rumah menggunakan taksi. Ia tak memberitahu ardi, ia tak mau adi melihat ardi menjemput dirinya, mengingat apa yang adi katakan tadi padanya.


Mayra justru mengirim pesan pada ardi untuk menemuinya dirumahnya nanti malam. Ia ingin meminta ijin pada ardi untuk pergi bersama adi, meskipun dirinya tak yakin jika ardi akan mengijinkan dirinya.


Selama perjalanan pulang, mayra teringat kembali dengan apa yang ia lakukan dengan adi. Mayra menyadari semuanya, jika apapun kesalahan yang adi perbuat adalah akibat dari kesalahpahaman diantara hubungan mereka. Hingga beberapa menit kemudian, mayra tiba di rumah. Ia bergegas masuk dan mengganti pakaiannya. Saat itu, rumah mayra sedang sepi, ibunya sedang pergi.


Setelah mandi dan mengganti bajunya. Mayra hanya mengenakan tangtop hitam dan hotpans denim saat itu, dengan rambut yang terurai indah dengan kesan segar karna sedikit basah. Lalu mayra memilih duduk di ruang tengah sembari berbaring di sofa, sambil menunggu ibunya pulang. Beberapa menit berbaring di sofa, membuat mayra merasa ngantuk, meskipun dirinya sudah segar setelah mandi. Hingga tanpa sadar, mayra akhirnya terlelap di sofa.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Namun siapa sangka, satu jam menunggu hingga terlelap di sofa, bukan ibunya yang pulang, melainkan adi yang justru datang kesana. Yah, adi merasa tak tenang setelah apa yang ia lakukan pada mayra di sekolah, lalu ia berniat untuk menemui mayra.


Ketika tiba di sana, adi hendak memencet bel sebelum masuk. Tapi, ia terhenti tak kala melihat pintu rumah yang terbuka, membuatnya memberanikan diri mengintip kedalam. Mengingat jika pintu terbuka, sudah di pastikan ada orang di rumah. Dan benar saja, mata adi menangkap sosok yang ia cari sedang terlelap di sofa, membuatnya masuk dan menghampirinya.


Seakan terhipnotis, adi duduk berjongkok menatap wajah cantik mayra. Setelah sekian lama, ia tak pernah melihat mayra setenang itu dalam tidurnya. Membuatnya menyesal, menyadari kesalahan yang telah ia lakukan.


"Maafkan aku mayra! Bukan maksutku untuk menyakitimu. Apalagi, menjadi sebab pengganggu tidur nyenyakmu!" batin adi menyesal.


Adi masih enggan beranjak dari posisinya, menatap gadis cantik pujaan hatinya. Ditambah, keadaan mayra yang terlihat sangat segar di matanya, membuat siapapun bisa tergoda. Hingga tanpa sadar, adi tak tau jika ibu mayra sudah pulang.


Yah, ibu mayra pulang naik angkot, hingga kedatangannya tidak terdengar oleh adi. Pasalnya, ibu mayra harus turun, dan berjalan beberapa meter menuju rumahnya. Melihat pintu rumah yang terbuka dan mobil adi terparkir di rumahnya, membuat ibu mayra berpikir jika adi sedang bersama mayra. Tapi, dugaannya ternyata salah, ketika melihat adi yang tengah duduk berjongkok menatap putrinya. Ia mengira keduanya tengah bicara, dan pemandangan itu yang ia lihat, membuat ibu mayra menyadari satu hal.


"Ibuk tau kalau kamu mencintai mayra adi. Tapi, kenyataannya sangat rumit, dan hal itu diluar kendali ibuk!" batinnya tersentuh.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Mohon maaf sebesar-besarnya..


harap maklum dengan kekurangannya..


semoga tetap berkenan di hati semuanya..


mohon dukungannya dan trimaksih banyak.

__ADS_1


__ADS_2