
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Sudah satu jam lebih ardi meninggalkan mayra sendirian, ia benar-benar di paksa untuk berpikir, bahkan hati mayra sudah sesak dengan gejolak dihatinya, hingga akhirnya mayra memutuskan untuk menghampiri ardi di atas, mayra juga hawatir jika ia terlalu lama bersama ardi, orang tuanya akan kebingungan mencari dirinya, namun sayangnya mayra lupa bahwa ia masih memblokir kontak adi, sehingga adi tidak bisa menghubungi dirinya.
Mayra tiba di depan kamar, pintunya sudah terbuka, mayra merasa ragu untuk masuk menemui ardi, tapi mau tidak mau ia harus melakukannya, mayra masuk perlahan, ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, rupanya ardi memang masih menunggunya, ia berdiri di dekat balkon luar, namun tanpa kemeja, membuat mayra ragu untuk menemuinya.
Mayra hendak berbalik arah mengurungkan niatnya untuk bicara dengan ardi, namun sayangnya ardi sudah mengetahui kehadirannya, ia juatru memanggil mayra untuk masuk dan mendekat kearahnya, karna keduanya memang harus bicara.
"Kemarilah mayra, jangan takut, aku yakin hubungan kita tidak semenakutkan itu, sampai kau takut mendekat padaku." ucap ardi menoleh ke arah mayra.
Mayrapun masuk, ia berdiri di samping ardi, namun dirinya bingung harus memulai semuanya dari mana, namun tiba-tiba saja tangan ardi menyentuh pundak mayra, ia meminta mayra untuk relaks, kemudian menceritakan alasannya tidak menemui dirinya setelah kecelakaan yang menimpa dirinya.
Mayra menghirup nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan dan mulai bicara.
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
" Aku bingung harus mengatakan apa, intinya aku ingin meminta maaf atas kesalahan yang aku sengaja ataupun tidak, yang membuat hatimu terluka, aku sungguh tidak menyangka bahwa mas akan mengalami kecelakaan setelah pulang dari rumahku, itupun aku benar-benat tidak mengetahui bahwa mas akan datang kerumah di hari pertunanganku, karna terkahir kali kita bertemu malamnya, sebelum besoknya aku bertunangan dengan mas adi, aku juga sudah memberitahumu mas tentang pertunanganku, tapi itu di luar dugaan, aku minta maaf." jelas mayra terisak, buliran beningpun mengalir di wajahnya yang cantik.
Melihat mayra yang menangis, ardi tak tega, sarkas ia merengkuh mayra kedalam pelukannya, dada bidang itu menjadi tumpuan dari derai air mata mayra, ardi tak ingin mayra merasa bersalah, karna itu bukanlah kesalahan mayra, ardi mencoba menenangkan mayra, memeluknya erat dengan penuh kehangatan.
"Jangan menangis sayang, aku tidak ingin melihatmu menangis, itu semua bukan kesalahanmu, itu semua adalah takdir, yang jelas, aku bersyukur bisa dipertemukan kembali denganmu, masih di beri kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya, jadi kumohon jangan menangis, aku tidak ingin melihat air mata mengalir di wajahmu yang cantik." lembut ardi membelai rambutnya.
Mayra masih terisak menumpahkan sesaknya di dada bidang ardi, semua hal yang sudah lama ia tahan akhirnya bisa ia curahkan pada orang yang tepat, rasa nyaman membuat mayra tak sadar bahwa kedua tangannyapun sudah melingkar di tubuh ardi, menerima pelukan hangat dari laki-laki itu.
Ardipun tak ingin melepas pelukannya, ia tidak ingin waktunya cepat berlalu, kehangatan itu sangatlah nyaman, seolah ada hal baru yang datang mengisi kekosongan hatinya selama ini, sesekali ardipun menciumi kepala mayra, menikmati aroma manis yang menyeruak di indra penciumannya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"SAYANG!!" lembut ardi.
__ADS_1
Sarkas panggilan ardi menyadarkan mayra, membuat sang empunya merona, mendengar panggilan itu, membuat mayra membranikan dirinya menatap ardi kembali, seolah mencari kebenaran pernyataan ardi. Begitu juga dengan ardi yang mengerti arti tatapan mayra, dirinya memang sengaja memanggil mayra begitu, ingin menyakinkan gadis cantik itu, bahwa apapun yang terjadi, dan selama apapun mereka berpisah, perasaan ardi tetap sama pada mayra.
"Kau tau sayang, aku tidak perduli lagi dengan siapapun selain dirimu, kejadian kemarin membuatku mengerti artinya sebuah perjuangan, aku hanya ingin bersamamu, aku juga akan memperjuangkan dirimu, hanya kamu yang ada di hatiku." jelas ardi mempertegas.
"Tapi.." ucap mayra.
💋💋💋💋💋💋
CUPPPP....
Ucapan mayra terpotong oleh aksi ardi yang justru membungkam bibirnya dengan sebuah kecupan, lembut dan hangat awal dari sebuah ciuman, yah..perlahan tapi pasti, ardi membuat mayra merasa nyaman, menerima setiap sentuhannya, bahkan ardi menarik tengkuk mayra agar memperdalam ciumannya, ardi ******* bibir manis mayra, mengapsen setiap inchi isi mulut mayra, hingga sang empunya tanpa sadar mulai membalas ciumannya.
Tangan mayrapun mulai meremas tubuh gagah ardi menikmati ciuman mereka, bahkan ardi mulai tak segan untuk membelai tubuh mayra, tangannya mulai bergelayar nakal di leher mayra, kemudian turun membuka kancing seragam baju mayra, merasa mayra seolah kehabisan nafas, ardi melepas pagutannya, ciumannya turun menjelajahi leher jenjang mayra, membuat keduanya semakin bergelora, rindu yang lama keduanya simpan seolah tersampaikan saat itu juga.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Tiba-tiba saja, ponsel ardi berdering, hal itu mengagetkan keduanya, membuat mayra tersadar dengan apa yang mereka lakukan, tapi ardi tetap mengabaikannya dan tidak mengangkat ponselnya, ia masih ingin melanjutkannya dengan mayra, namun tidak dengan mayra, ia meminta ardi untuk mengangkat telfonnya lebih dulu, hingga akhirnya ardi mau, dan melepas mayra saat itu.
Ardi meraih ponselnya, ia segera mengangkat telfonnya, sementara mayra bangkit dari tidurnya, ia memperbaiki rambutnya yang berantakan dan seragamnya yang sudah meringsek tak karuan, ia juga hendak pergi ke toilet untuk mencuci muka, tapi ardi justru melarangnya beranjak dari tempat tidur, ia memberi isyrat agar mayra tetap duduk disana, membuat mayra mengurungkan niatnya.
Beberapa saat kemudian, ardi selesai dengan telfonnya, ia segera kembali ke mayra, ia duduk di hadapannya, menatap lembut gadis cantik yang sedang duduk merona di depannya, ardi merasa sangat bahagia bisa menikmati waktunya bersama mayra, ia masih tidak ingin mayra pergi meninggalkannya meski sebentar saja.
"Sayang..aku ingin kita menginap disini!" jelas ardi.
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
Mayra terkejut, ia tidak bisa melakukan apa yang ardi inginkan, karna sudah pasti orangtuanya dan juga adi sedang mencarinya, ia menjelaskan hal itu pada ardi, kemudian ia kembali teringat dengan ponselnya, ia yakin bahwa saat itu adi pasti sedang kesal mencarinya, sarkas mayra beranjak dari sana, ia turun mengambil ponselnya yang ada di tasnya di ruang bawah.
Ardipun ikut turun menghampiri mayra, ia tidak mau mayra mencoba pergi tanpa dirinya, melihat mayra yang sedang fokus mengotak-atik ponselnya, membuat ardi menatap mayra dengan tatapan berbeda, ada rasa cemburu yang hinggap di hatinya tak kala ia mendengar nama adi dari mulut mayra.
__ADS_1
Mayra benar-benar panik, menerima ratusan log panggilan dan pesan dari adi, ia tidak menyangka adi sangat mencemaskan dirinya, hingga tanpa banyak berpikir mayra meminta ardi untuk mengantarnya pulang saat itu juga, namun ardi tidak mau, ia yang akan mengantarnya pulang nanti dan menjelaskan semuanya pada kedua orang tua mayra, tapi mayra melarangnya, kemudian memberi penjelasan pada ardi.
"Mass..aku minta maaf untuk semuanya, dan trimakasih karna kamu sudah sangat baik padaku, tapi aku tidak bisa pulang denganmu, mas adi sudah mengatakan bahwa kita sedang jalan berdua, jadi aku harus menemui mas adi sekarang, dan untuk hubungan kita, aku minta maaf, hubungan kita tidak akan bisa berlanjut mas, kita hanya sebatas teman, aku sudah bertunangan dengan mas adi, aku juga sudah berjanji pada tante anita untuk pergi jauh dari hidupmu mas, aku tidak ingin menjadi masalah dalam hidupmu nantinya." jelas mayra perlahan.
Ardi menolak semua ucapan mayra, ia mengatakan bahwa pola pikirnya sudah ia ubah, ia akan tetap memperjuangkan cintanya pada mayra bagaimanapun caranya, bahkan bersaing dengan adi, ia juga akan mengantar mayra untuk bertemu adi, meski mayra menolaknya, ia yakin bahwa keduanya akan bisa bersama nantinya, tidak perduli siapapun, termasuk ucapan sang mama, ardi juga meyakini bahwa dalang di balik menjauhnya mayra adalah sang mama, kemudian ardi pergi meninggalkan mayra sendirian, ia naik ke atas untuk pergi mengambil baju dan kunci mobilnya untuk mengantar mayra pulang, bahkan ardi juga ingin bicara dengan adi secara langsung.
Sementara mayra hanya bisa menghela nafas, ia tidak tau harus menjelaskannya bagaimana lagi pada ardi agar ia mengerti, ia hanya yakin bahwa nantinya akan timbul masalah ketika mereka kembali bertemu, mayra hanya bisa mencoba, karna ardi dan adi keduanya sama-sama keras kepala pikirnya.
"Aku harap tidak akan terjadi masalah untuk ini." batin mayra.
Beberapa saat ardi turun, ia menghampiri mayra yang tengah duduk menunggu kehadirannnya, kemudian mayra bangkit, sebelum pergi ia memperbaiki kerah baju ardi yang kurang rapi,dan hal itu semakin membuat ardi jatuh cinta pada dirinya, namun sebelum keduanya berangkat mayra meminta satu hal pada ardi.
"Mas..ku mohon padamu, kau boleh mengantarku bertemu mas adi, tapi cukup sampai disitu, setelah itu kamu harus segera pulang, anggap saja hari ini tidak terjadi apapun diantara kita, cukup semua kebenaran yang kamu ketahui, dan lainnya lupakan." jelas mayra memelas.
Bukannya menjawab ucapan mayra, ardi justru pergi keluar lebih dulu meninggalkan dirinya, ia merasa mayra tidak mementingkan perasaannya selain perasaaan adi, namun hal itu tidak bisa merubah keinginan ardi.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Alhamdulillah bisa up lagi
semoga keebelakangnya mom makin rajin..
kalian suka dengan karya mom..
mohon maaf apabila ada salah kata dan penulisannya..
jangan lupa, like, love dan komen sebanyaknya ya..
Trimakasih...
__ADS_1