
π±πβππ±βππ±βππ±βπ±ππ±
Adi berhasil dengan ulahnya, mayra benar-benar terjebak, ia harus menjelaskan semuanya, lebih tepatnya mengklarifikasi, pertanyaan-pertanyaan di cecar habis-habisan oleh nana dan jeni, sementara roy yang juga penasaran hanya terus menyimak, karna ada nana dan jeni yang sudah mengajukan pertanyaannya.
Jeni dan nana terus bicara, berbagai pertanyaan keduanya ajukan bergantian, diantaranya.
"Ada hubungan apa kamu sama pak adi?"
"Masak iya? guru minum bekas muritnya?"
"Iya..murit cewek lagi, bukannya minum bekas gitu sama aja kayak ciuman gak langsung?"
"Jujur may, kamu ada hubungan apa? sejak kapan?"
"Jangan-jangan waktu itu kamu...?"
"Cincin itu..."
βββββββββββββββ
Mayra bingung harus menjawab dari mana, ia benar-benar merasa terpojok dengan semua rentetan pertanyaan dari kedua sahabatnya, mayra terus berpikir mencari alibi yang pas untuk mengakhiri rasa penasaran mereka.
"Aku gak ada apa-apa sama pak adi, aku aja kaget pas dia minum esku, mana ku tau dia bakalan gitu, lagian kalaupun aku ada hubungan sama pak adi, aku bakalan cerita kok sama kalian, mungkin aja dia lagi haus, terus pengen es, trus salah minum, namanya juga guru ya, pasti banyak tugas juga, apalagi pak adi wakil kepala, trus dia kira itu es nya, dan yah..jangan terlalu mudah menyimpulkan." jelas mayra.
Ketiganya terus menatap mayra curiga, ada keraguan mendengar ucapan mayra, meski apa yang mayra katakan memang masuk akal, hingga akhirnya mereka mau berhenti.
Dan saat itu juga bel masuk kelas berbunyi, ketiganya kembali ke kelas begitu juga dengan roy.
Dalamnya mayra masih merasa kesal pada adi, bahkan dirinya tak ingin bertemu adi setelah itu, ia ingin memberi hukuman pada adi akibat ulahnya itu, mayra juga ingin mengurungkan niatnya untuk mampir, namun dirinya sudah berjanji, ia tak ingin mengecewakan bik jum yang juga ingin bertemu dengannya.
ππππππππππππ
Tanpa mayra sadari, nana masih mengamati gerak-geriknya, ia merasa ada yang aneh dari sikap mayra, bahkan ia berniat untuk menyelidiki kebenaran hubungan adi dan mayra, karna tidak mungkin adi bersikap begitu saja tanpa alasan pikirnya, tapi nana tidak memberitahu jeni akan hal itu, sebelum ia menemukan bukti yang jelas tentang hubungan mayra dan adi, dan jika benar mayra terbukti memiliki hubungan dengan adi, nana akan menghukum mayra karna sudah berbohong kepadanya dan jeni sebagai sahabatnya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, bel pulang sekolah berbunyi, seluruh murid berhamburan keluar sekolah, begitu juga dengan mayra, nana dan jeni. Di parkiran sudah ada roy yang rupanya sudah menunggu nana, semenjak keduanya resmi berpacaran, nana sering berangkat dan pulang bersama roy, sementara jeni pulang di jemput oleh ayahnya.
Beberapa kali ponsel mayra berdering, notif pesan dari adi, yang memintanya untuk menunggu di parkiran, namun sayangnya mayra menolak, ia lebih memilih berjalan kaki hingga keluar gerbang, bahkan mayra memesan taxi untuk mengantarnya pulang, ia tak ingin pulang bersama adi, karna dirinya masih merasa kesal dengannya.
βββββββββββββββ
Melihat hal itu, adi mencoba mencegah mayra, ia meminta mayra untuk pulang bersama dirinya, namun mayra tetap menolak, dan bersikeras untuk tetap naik taxi, mayra juga memberi pilihan yang sulit untuk adi.
"Aku pulang sendiri naik taxi ke rumahmu? atau aku pulang sendiri naik taxi ke rumahku?" tanya mayra ketus.
Awalnya adi tetap tidak setuju, apalagi dengan dua pilihan yang mayra berikan, namun akhirnya adi terpaksa setuju, melihat raut wajah mayra yang benar-benar kesal, ia menyadari bahwa mayra bersikap seperti itu akibat ulahnya sendiri, yang terpenting mayra tetap mampir ke rumahnya.
Beberapa menit kemudian, taxi yang mayra tumpangi tiba terlebih dulu, diikuti oleh mobil adi, mayra turun lalu segera masuk ke rumah adi. Mayra masuk disambut oleh bik jum yang rupanya sudah menanti kedatangannya, keduanya tersenyum karna senang bisa bertemu.
"Akhirnya kita bisa bertemu non, bibik kangen sama non, udah lama non gak kesini." jelas bik jum senang.
Mayra tersenyum, kemudian mengajak bik jum untuk duduk bersamanya, keduanya mulai bicara layaknya seorang ibu dan anak, membuat adi merasa bahagia melihat pemandangan itu. Adi tersenyum ke arah keduanya, namun senyumannya tak mendapat respon baik dari mayra, justru sebaliknya, mayra seolah tak melihat adi disana, ia masih merasa kesal mengingat kejadian di sekolah, bik jum yang melihat hal itu tersenyum, karna tak ada wanita yang bisa menolak senyuman indah dari adi kecuali mayra.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
ππππππππππππππππ
Disisi lain, ada ardi yang tengah duduk di temani pak seto, keduanya sama-sama sibuk, ardi ingin pekerjaannya selesai karna ia akan makan malam bersama romeo. Beberapa saat kemudian, lina datang membawakan minuman yang ardi minta, lina membawakan keduanya jus jeruk, dan beberapa camilan, setelah itu ardi meminta lina untuk keluar.
Tiba-tiba saja ponsel pak seto berdering, ada panggilan masuk yang tertera dari mayra, kebetulan saat itu ponsel pak seto sedang berada di atas meja bersama berkas-berkas, sarkas pak seto mengangkat telfonnya, setelah ia meminta ijin dari ardi untuk mengangkatnya. Ardi masih bisa mendengar obrolan keduanya, ia mendengar bahwa mayra memberitahu pada ayahnya bahwa ia ada di rumah adi, dan nanti adi akan mengantarnya pulang. Beberapa saat kemudian, obrolan keduanya selesai, pak seto kembali melanjutkan pekerjaannya bersama ardi,
Ardi berpikir bahwa saat ini mayra sedang bersama adi, pantas saja mayra melarangnya untuk menemui dirinya, namun ardi tetap akan pergi menemui mayra, setelah acara makan malamnya bersama romeo, karna ia sangat merindukan mayra.
" Jika kau memiliki waktu bersamanya, maka kau juga memiliki banyak waktu untuk bersamaku." batinnya.
πππππππππππππππ
Satu jam kemudian, adi turun menghampiri mayra, dan rupanya mayra sudah duduk sendirian sambil bermain ponsel di sofa, bik jum rupanya sudah pergi meninggalkan mayra sendiri, lalu adi segera menghampirinya.
__ADS_1
Mayra yang melihat adi menghampirinya segera memalingkan wajahnya, ia merasa kesal mengingat kejadian di sekolah tadi, mengingat rentetan pertanyaan yang membuatnya terjebak, sementara adi pergi begitu saja tanpa memikirkan dirinya. Adi duduk di samping mayra, bahkan hendak merangkul bahu mayra, namun mayra menolaknya, tapi adi tidak menyerah semudah itu, tubuhnya yang gagah membuat mayra terdiam dengan mudah.
"Sudahlah sayang, jangan marah padaku, hanya karna hal itu kau marah padaku, apa kau tau? aku sangat merindukanmu, sudah lama kau tidak mampir kemari." jelas adi mengecup rambut mayra.
Mayra mendengus kesal, apalagi mendengar ucapan adi yang menyepelekan kejadian tadi.
"Mas pikir itu mudah bukan? apa mas tau berapa banyak pertanyaan mereka yang harus aku jawab? reaksi mereka? kepercayaan mereka padaku? aku berusaha sebaik mungkin untuk menutupi hubungan kita sebelum waktunya tiba mas, dan kelakuanmu membuat mereka curiga." jelas mayra kesal.
Adi menghela nafas, ia memutuskan untuk minta maaf pada mayra, tak ingin memperpanjang perdebatan diantara keduanya, apalagi disaat seperti itu, adi hanya ingin menikmati waktu mereka berdua, tapi bukan dengan perdebatan diantara keduanya.
πππππππππππππ
Namun mayra tak mereda begitu saja, menurutnya dengan kata maaf tidaklah menyelesaikan masalahnya, karna mayra yakin teman-temannya tidak akan percaya begitu saja. Mendengar ucapan mayra yang seolah ingin sangat merahasiakan hubungan mereka, membuat adi terpancing emosi, meski dirinya sudah menjelaskan pada mayra bahwa tidak akan ada yang curiga tentang hubungan mereka, membuat adi merasa terluka.
"Lantas kenapa jika mereka tahu tentang hubungan kita mayra? sebegitu malukah kamu dengan hubungan ini? atau kamu memang tidak menginginkan hubungan ini? jika mereka tau sekarang, itu tidaklah buruk, cepat atau lambat mereka juga akan tau, aku sudah bosan menutupi ini semua, kadang aku menyadari bahwa kamu selalu mencoba menjauhi diriku, kau selalu meragukan cintaku, meragukan hubungan kita, membuat aku bingung harus bagaimana." jelas adi kesal.
Adi bangkit dari duduknya, ia terlihat emosi bahkan mengerang frustasi, ia pergi ke kamarnya meninggalkan mayra sendiri, adi tak ingin ucapannya nantinya akan membuat mayra terluka, cukup dirinya saja, adi juga kembali teringat tentang mayra yang menelfon dengan seseorang, ia teringat pada ardi yang kini sudah kembali kedalam kehidupan mayra, meski belum adi ketahui pastinya tentang ingatan ardi yang telah kembali atau tidak, tapi ia yakin ada yang tidak adi ketahui, dan dirinya harus berhati-hati.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Mayra menangis, hatinya terasa sesak tak kala mendengar ucapan adi, ia merasa menyesal dan merasa bersalah padanya, karna apa yang adi katakan memanglah benar pikirnya, namun ia tidak tau harus bagaimana, ditambah dengan kembalinya ardi diantara hubungan mereka, dengan perasaan yang juga tidak bisa mayra kendalikan, membuat dirinya bingung dengan hubungan mereka, mayra juga menyadari bahwa harusnya dirinya tidak bersikap demikian.
Puas menangis meluapkan sesak di hatinya mayra bangkit dari duduknya, ia berjalan menaiki tangga pergi ke kamar adi untuk minta maaf atas kesalahannya, ia sadar bahwa ucapannya sudah menyakiti hati adi, apalagi adi juga memiliki hak atas dirinya dan juga hak dalam hubungan mereka, cepat atau lambat semua orang juga akan mengetahui kebenaran hubungan mereka, meski sikap menjauh yang sering mayra lakukan memiliki beberapa alasan.
Tiba di kamar adi, mayra tak melihat adi ada disana, kemudian ia menelisik mencari keberadaan adi, dan menemukan adi berada di balkon luar kamarnya, lalu mayra segera menghampirinya, ia berhenti di belakang adi dan mulai bicara.
" Maafkan aku mas, aku tidak bermaksut menyakiti hatimu, aku hanya tidak mau mereka tau sebelum aku lulus ujian, mas memiliki hak dalam hubungan ini juga atas diriku, aku tidak pernah meragukan cintamu mas, saat aku menjauh, itu karna aku ragu dengan diriku sendiri, aku tidak ingin menyakiti hatimu, jika nantinya aku memang tidak mampu." jelas mayra bergetar.
πππππππππππππ
Alhamdulillah bisa up..
swmoga suka, jangan lupa like, love dan komen..
__ADS_1
mohon maaf bila ada salah kata dan pengetikan..
Trimakasih...ππππ