
⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜
🛎 tet...
Bel pulang sekolah berbunyi ...
Mayra segera pulang, dia ingin menghindari bertemu adi, pasalnya setelah mengumpulkan tugas ke meja adi mayra segera memesan gocar, agar dia bisa secepatnya pulang.
Perasaannya tidak enak melihat ekspresi adi yang membuatnya bergidik ngeri.
Benar saja, taksi online pesanan mayra sudah menunggunya di gerbang, dia segera masuk kemudian mobil itu segera melaju menuju rumahnya.
Di sisi lain adi sedang mencari mayra, bahkan dia mencari mayra di kelasnya, adi lupa tidak mengirimkan pesan bahwa mayra harus pulang dengannya. Meski sudah resmi berhubungan mereka belum sempat bertukar nomer, namun hal itu mudah bagi adi,karna adi bisa dengan mudah mengetahui semua nomer ponsel murid-muridnya, tapi ia enggan menelfon mayra karna dia berniat untuk menemui mayra di rumahnya.
Benar saja adi semakin kesal menerima hal itu, kejadian pagi tadi saja sudah membuatnya hampir ingin meledak. Apalagi dia juga memergoki rangga yang sedang mencari mayra hingga ke kelasnya, tangannya mengepal kuat menahan emosi melihat wajah rangga.
😌
Setelah beberapa menit akhirnya mayra sampai di rumahnya, dia segera masuk dan membersihkan diri, dia mengenakan kaos pink lengan pendek dan hot pants hitam, rambutnya ia gerai karna masih basah. Mayra memilih untuk bersantai di teras rumahnya sambil memainkan ponselnya, dia duduk di hammok chair alias kursi gantung rotan yang berada di teras depan.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Tiba-tiba saja sebuah mobil pajero sport berhenti di halaman rumahnya, sosok laki-laki tampan, berbadan tegap, dengan balutan jas yang berpadu dengan kemeja biru membuatnya terlihat sangat formal.
Mayra tak mengenalnya, dia segera berdiri ketika laki-laki itu menghampiri dirinya, merasa tak mengenalnya mayra bertanya dia ingin mencari siapa.
"Saya Ardi, teman pak yunanda ayahmu, ada berkas yang ketinggalan tadi saat kita bicara." jelas ardi.
"Ohhh...mas ardi, sebentar ya mas aku panggil ayah dulu." ucap mayra masuk meninggalkan ardi.
Ardi terdiam, dirinya tak fokus mendengar ucapan mayra, dia terpaku melihat gadis cantik yang kini sudah menghilang dari hadapannya, siapa yang tidak terpesona melihat gadis secantik mayra, apalagi dengan tampilan mayra yang natural dan segar setelah mandi tadi.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Beberapa saat mayra keluar bersama ayahnya, pak seto keluar membawa berkas yang ardi maksut. Ardi masih berdiri menunggu mereka keluar dan hal itu baru mayra sadari, karna tadi dirinya terburu-buru hingga lupa untuk menpersilahkan ardi untuk duduk.
"Maaf nak ardi, saya lupa memberikannya tadi." ucap pak yunanda.
"Tak masalah pak." sahut ardi.
__ADS_1
"Ohh iya nak ardi, kenalkan ini putriku mayra, dan mayra kenalkan ini nak ardi, atasan ayah." jelas pak seto pada putrinya.
"Iya ayah, maaf ya mas tadi lupa nyuruh duduk dulu." ucap mayra tersenyum.
"Tak masalah mayra, kau tak perlu sungkan anggap saja aku teman ayahmu." jelas ardi.
"Baiklah mas, aku pikir siapa ternyata teman ayah, tapi mas ardi ini kan atasan ayah, kenapa ayah memanggilnya begitu." bingung mayra.
"Karna aku yang menginginkan hal itu mayra." sela ardi.
Pak seto tersenyum mendengar pertanyaan putrinya. Setelah sedikit mengobrol ardi pamit pulang karna ada urusan lain, dirinya senang bisa bertemu dengan putri dari pak seto yang meski hanya sekedar bawahannya, ardi sudah menganggapnya seperti ayahnya sendiri, karna pak seto adalah teman ayah ardi dan juga salah satu karyawan yang sudah mengabdi sangat lama di perusahaannya.
😶😶😶😶😶
Tepat setelah kepergian ardi, mobil adi masuk kehalaman rumah mayra, bahkan adi sempat melihat ardi yang bicara dengan mayra dan juga ayahnya.
Mayra bergidik ngeri melihat adi keluar dari mobilnya, apalagi mengingat hal yang terjadi di sekolah. Ayah mayra meninggalkan keduanya agar bisa lebih leluasa bicara, adi yang tak mau masuk kedalam, membuat mereka memilih bicara di teras. Adi menatap tajam ke arah mayra, yang ditatap hanya bisa bergidik ngeri, berharap lolos dari kemarahan adi.
"Mas mau minum apa?" gugup mayra.
"Kau masih bisa menawariku minum sayang?" tanya adi dengan nada mengejek, dia sedang menahan emosinya, bagaimana tidak, ada laki-laki lain yang melihat mayra dalam keadaan yang menurutnya sangat sexy, dia tak ingin hal itu dilihat orang lain kecuali dirinya.
"Ganti bajumu sekarang, aku sudah pernah bilang bukan?" tanya adi.
Mata adi menatap tajam mayra, perlahan mendekat ke arahnya, mengerti maksut adi, dengan cepat sebelum adi mendekat, mayra segera masuk ke dalam untuk berganti baju.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Beberapa saat mayra keluar sudah berganti dress coklat lengan panjang selutut, dalam hati adi tersenyum melihat mayra yang menuruti kata-katanya, dia berharap mayra akan terus seperti itu, dia tak ingin mayra membangkang dan pergi dari hidupnya.
Adi berjalan mendekati mayra, kemudian memeluknya, sedang mayra hanya mematung, dia berpikir kenapa adi bersikap aneh.
Adi bertanya pada mayra siapa yang bicara dengan nya tadi.
"ohh...tadi itu teman ayah, mas ardi namanya, dia atasan ayah juga, tapi dia sangat baik dan sopan." jelas mayra.
Mendengar penjelasan mayra dia merasa lega, namun adi tetap tak suka jika mayra memuji laki-laki lain, adi juga menanyakan hal yang terjadi padanya saat mengantar buku sebelum pulang.
Panjang lebar mayra menjelaskan hal yang adi tanyakan dengan jujur, dia merasa tak ada yang salah, tak tau kalau kejadian itu terdengar ke telinga kekasihnya karna ada yang memergoki mereka, kejadian itu murni kecelakaan dan bukan di sengaja.
__ADS_1
"Begitu ceritanya pak..eh mas maksutnya." ucap mayra.
"Kali ini aku maafkan, lain kali kau tak boleh ceroboh mayra, kau membuatku mengalami kerugian dan laki-laki lain mendapat keuntungan, atau aku akan segera menikahimu agar tak ada yang bisa mendekatimu." jelas adi.
"Bagaimana bisa? sekolah saja belum lulus mau menikah, lagi pula siapa yang mau menikah?" tanya mayra.
Mendengar pertanyaan mayra, adi mencubit gemas pipi mayra, adi berpikir seandainya dia sudah menjadi istri adi, tak akan dia biarkan mayra mengoceh hal bodoh, bahkan saat itu adi benar-benar ingin memakan mayra, kalau saja mereka ada di rumahnya saat itu.
Tiba-tiba saja, ibu mayra datang, melihat putrinya sedang di peluk bu sinta berdehem pelan, "Khemm."
Hal itu membuat adi melepas pelukannya, tersadar sang camer sedang melihat keduanya, ada rasa bahagia yang menyelimuti hati bu sinta, melihat putrinya bersama laki-laki yang menyayanginya.
"Nak adi kenapa tidak masuk, mayra..ajak calon tunanganmu kedalam, tak sopan membiarkan dia di luar." ucap bu yumna.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Mendengar hal itu adi tersenyum, mayra hanya diam tak merespon, bukan masuk adi malah mengutarakan niatnya besok untuk mengajak mayra pergi mencari cincin untuk acara pertunangan mereka setelah pulang sekolah, mayra terkejut mendengar hal itu, dia merasa keputusan adi terlalu cepat, mayra pikir hubungan mereka hanyalah pacaran saja agar bisa saling mengenal sebelum tahap itu, namun di luar ekspektasi adi malah mempercepat, bahkan adi juga mengutarakan bahwa dia ingin menikahi mayra secepatnya, hal itu mendapatkan senyuman dari bu sinta, yang mengerti bagaimana kondisi adi.
"Sabar nak, tunggu ujian mayra selesai kalau kamu mau menikahi dia, tapi ibu terserah mayra saja, kalau mayra setuju untuk di percepat ibu dan ayah tak masalah, biar nanti ibu bicarakan sama ayahnya nak." jelas bu yumna.
"Isshh...ibu ini seenaknya saja setuju, aku yang mau nikah belum di tanya, dan bapak ini..ehh maksutku mas ini ih..nyebelin, tunangan belum ehh udah pindah haluan ke yang lain." ucap mayra mendengus kesal.
Bukanya mendapat pembelaan dari sang ibu, mayra malah di tertawai oleh ibunya dan juga adi, setelah bicara adi meminta ijin pamit pulang, karna hari sudah sore, mayra mengantar adi hingga adi meninggalkan rumahnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Bukan senang, mayra malah merasa gugup dan bingung, karna semuanya terjadi terlalu cepat, baru saja beberapa hari mereka bertemu dan memutuskan untuk berhubungan dan beberapa hari lagi mereka akan bertunangan.
Sementara ibu yumna masuk dan menghampiri suaminya di kamar, menceritakan semua kejadian tadi dan niat adi besok yang ingin mengajak mayra membeli cincin.
Keduanya merasa lega, karna putrinya mendapatkan pria yang berniat serius, karna ini pertama kalinya bagi mayra berhubungan dengan laki-laki, mereka tak ingin putrinya mengalami rasa sakit di awal hubungannya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Maaf ya..
mom baru sempet up, kejar tayang nih sma satunya.
Jangan lupa 👍❤🗯 dan vote sebanyak banyaknya...
__ADS_1
Trimakasih...