Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MENYESAL


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Aarrgghhhhh...!" frustasi adi.


Ia jatuh terduduk, menatap kepergian ardi dan mayra, ia benar-benar menyesali semuanya.


Juliet dan romeo menyusul keluar, mereka berpikir mayra masih bicara dengan adi, namun nyata tidak, apalagi saat mendengar erangan frustasi adi. Awalnya romeo kira ardi tidak curiga, ia mengatakan akan pergi ke toilet, jadi romeo merasa tenang. Tapi nyatanya, ardi meminta ijin bukan untuk pergi ke toilet, melainkan memeriksa mayra dan juliet.


Romeo dan juliet merasa kasihan melihat adi, lalu mereka menghampirinya. Romeo membantu adi bangkit, mencoba menenangkannya, bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi adi? Kenapa mayra bisa bersama ardi?" tanya romeo bingung.


Adi terdiam, ia sangat menyasali kesalahannya kali itu, ia juga kembali mengingat dimana dirinya pernah melakukan hal itu, yakni meragukan ucapan mayra. Untuk pertanyaan romeo, adi tak menjawabnya, ia justru pergi tanpa bicara. Adi melajukan mobilnya begitu cepat.Romeo dan juliet mengerti, mereka memaklumi hal itu, mereka hanya berharap jika masalah diantara mereka akan selesai dengan baik-baik saja.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Mayra masih terdiam, matanya sembam memperlihatkan guratan kesedihan. Ardi mengerti apa yang mayra rasakan, ia juga tidak ingin menyalahkan mayra, ia paham, jika situasi sangat sulit untuknya, dan ardi harus selalu ada untuk mendukungnya.


Merasa tidak tepat untuk pulang saat itu, melihat keadaan mayra, ardi memutuskan untuk membawanya pulang ke rumahnya, ia tak ingin ada yang mengganggu mereka.


Beberapa saat, ketika rute jalan mereka berubah, barulah mayra menyadari kemana ardi akan membawanya pergi.


"Kenapa kita tidak pulang mas?" tanya mayra.


Masih fokus menyetir dan terdiam, ardi enggan menjawab mayra, ia hanya ingin membawa mayra ketempat yang tenang untuk beberapa waktu. Ia yakin jika adi akan terus berusaha untuk menemui mayra.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Masih terdiam dan terus bergelut dengan pikirannya, mayra teringat pada keluarga adi, ada rasa bersalah karna sudah memutuskan semuanya tanpa sepengetahuan mereka. Menambah sesak di dadanya, mengobrak-abrik hatinya.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah ardi, dan mayra masih terdiam, dirinya merasa enggan untuk turun. Membuat ardi menatap dirinya, ia tau jika tunangannya itu tidak mau turun, walaupun begitu, ardi tidak akan diam saja.


Ia sarkas turun, lalu membuka pintu, lalu ia membawa mayra, menggendongnya ala bride style. Mayra menghela nafas menatap ardi, ia tau jika ardi tidak menerima bentuk penolakan apapun darinya. Masih dalam gendongan ardi, keduanya masuk menuju kamar, membuat mayra merasa canggung di saat-saat seperti itu. Bagaimana tidak, dirinya kembali teringat dengan moment pertama mereka pergi disana.

__ADS_1


Ardi merebahkan mayra perlahan di ranjang, ia duduk di samping mayra, tersenyum kemudian membelai lembut wajahnya, ardi juga menanggalkan sebuah kecupan di keningnya. Sontak hal itu membuat mayra bergidik ngeri, membuatnya menggeser menjauh dari ardi.Membuat ardi bingung mengernyitkan dahinya, melihat mayra yang menjauh darinya.


"Kenapa sayang?"bingung ardi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Mayra menggeleng, ia tersenyum menyembunyikan perasaannya. Namun beberapa saat ardi mengerti dengan sikap kekasihnya itu, ia teringat dengan moment mereka waktu itu, indah dan akan selalu tersimpan dalam ingatannya. Membuat ardi berpikir untuk mengerjai mayra, ia menyeringai licik menatap mayra, lalu bangkit dan membuka jasnya. Ardi juga melepas kemejanya, lalu ia merangkak pelan menuju mayra.


Membuat sang empunya bergidik ngeri, bahkan mayra mencoba menghindar, bergeser perlahan saat ardi hampir mencapai dirinya. Namun sayang, mayra tidak bisa melarikan diri lagi, ketika dirinya terpentok bahu ranjang yang membuatnya terhimpit oleh ardi yang sudah mencapai dirinya.


Ardi mengedikkan alisnya, dan kembali menyunggingkan senyum mencurigakan di wajah tampannya. Ia meletakkan tangannya di pundak mayra, membuat sang empunya menelan salivanya susah. Dan tanpa mayra ketahui, ardi sedang berusaha menahan tawanya dalam hati, ia sangat suka melihat wajah cemas mayra, ketimbang wajah sedihnya.


"Ohhh mayra..ingin sekali aku tertawa, melihat wajah cemasmu ini sayang." batin ardi.


"Mass...aku mau ke toilet." keluh mayra memejamkan mata.


Hal itu berhasil lolos dari bibir mayra, sambil memejamkan mata, dan mendorong tubuh ardi menjauh darinya.


Membuat ardi tidak kuat lagi menahan tawanya, alhasil ardi melepas mayra dan tertawa.


😄😄😄😄😄😄😄😄


Mayra membuka matanya, ia melongo menatap ardi yang tertawa, dan dirinya baru menyadari jika ardi sedang mengerjai dirinya, membuat mayra mengeluh kesal dengan ulahnya.


"Ihhhh..mas ardi jahat." keluh mayra memukuli pundak ardi.


Ardi masih tertawa, merasa geli karna sudah berhasil menipu mayra, membuat tawanya memenuhi kamar itu. Mayra terdiam, ia tersipu tersenyum menatap ardi, tak menyangka bisa melihat ardi tertawa karna dirinya.


Dirinya kembali teringat, bahwa setiap duka memiliki cerita, setelah luka akan ada banyak bahagia, meski terasa sulit nyatanya. Mayra berharap agar kedepannya hubungan mereka akan semakin membaik, dirinya bisa membawa kebahagian untuk semua orang terutama ardi, ia tidak ingin memberi luka pada semua orang yang ia cintai, termasuk adi. Perasaannyapun masih sama, walaupun setelah luka yang ia terima.


Setelah itu, mayra memilih untuk turun dari ranjang, ia pergi kekamar mandi, karena mukanya terasa lengket setelah menangis. Sedang ardi memilih untuk menunggu mayra, ia terdiam tak ingin terus menertawakan mayra dan membuatnya kesal.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌

__ADS_1


Di sisi lain, adi rupanya pergi ke rumah mayra, ia berharap bisa bertemu dan bicara dengan mayra di sana, namun nyatanya nihil, mayra tidak pulang, dan hal itu membuat adi merasa kesal.


"Sial..kemana kamu membawa mayra sialan." batinnya kesal.


Pak seto menatap adi, ia mengerti perasaan adi saat itu, apalagi saat melihat raut wajahnya, mengetahui mayra belum pulang. Ditambah hari sudah semakin malam dan ardi pergi bersamanya, ada rasa tidak terima mengetahui semuanya.


Lalu pak seto mengajak adi masuk kedalam rumahnya, ia ingin bicara dengannya, tak mau ada salah paham diantara mereka. Karna bagaimanapun pak seto tetap merasa bertanggung jawab atas semuanya.


"Semua yang terjadi memanglah tidak benar nak adi, tapi bapak percaya, jika kamu akan memahami ini. Sikap mayra memang masih labil tapi semua ini tidak lepaa dari tanggung jawab bapak, maka dari itu bapak ingin minta maaf padamu." jelas pak seto menunduk.


Adi merasa tidak nyaman melihat pak seto yang menundukkan kepalanya di hadapannya, ia tau jika semuanya bukanlah kesalahannya ataupun kehendaknya, karna dalam hal iti adi juga ikut bertanggung jawab atas sikap mayra pada dirinya.


"Jangan minta maaf pak, harusnya saya yang lebih bisa memahami mayra, setelah hubungan kami berjalan selama ini. Saya juga bertanggung jawab atas sikap mayra kepada saya." jelas adi menghela nafas.


"Itu memang benar nak." sahutnya.


Tiba-tiba saja, bu sinta datang menghampiri keduanya, ia duduk bergabung dengan mereka. Pak seto menatap sang istri, ia tidak menyangka istrinya akan ikut bicara bersama mereka.


Bu sinta meminta maaf pada adi atas semua yang terjadi, ia tidak membenarkan sikap mayra, begitu juga ketertutupan apa yang pernah terjadi diantara ardi dan mayra. Namun satu hal yang bu sinta sayangkan, adalah sikap adi pada mayra saat di rumah sakit.


" Ibuk sadar kalau sikap kamu saat itu wajar nak, tapi harusnya kamu coba mengerti, pahami mayra, ingat seberapa lama kalian saling mengenal tentang satu sama lain. Apa tidak ada sedikit kepercayaan diantara kalian? Yang membuat semuanya jadi kacau. Kamu lebih dewasa dan jauh lebih bisa memahami, dan mayra sudah mencoba menjelaskan semua yang terjadi meski terlambat, dia juga membawa bukti tes ulangnya, tapi kamu tidak menunjukkan sedikit sikap simpati pada hubungan kalian." tegas bu sinta menggebu.


Mendengar nada bicara sang istri, pak seto segera merangkulnya, ia menggosok-gosok lembut pundak sang istri, memberinya kehangatan bersama ketenangan untuknya.


Adi sangat menyesal, ucapan bu sinta memanglah benar, dan membuat pikirannya semakin kacau. Dirinya tidak tau harus bicara apalagi, hanya kata maaf yang bisa ia beri. Adi hanya ingin segera bertemu dengan mayra, dan bicara langsung dengannya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Alhamdulillah bisa up lagi..


Semoga suka, dan selalu sabar menanti..


Semkga berkenan di hati, dan mohon maaf yang sebesar-besarnya..apalabila ada salah kata dalam penulisan cerita..Jangan lupa,like, love dan komen guys..

__ADS_1


Trimakasih...


__ADS_2