
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Sejauh apapun kita pergi..
Sekencang apapun kita berlari..
Jika itu hanya di lakukan untuk menghidari masalah..
Itu akan percuma saja..
Karna masalah datang..
Untuk di selesaikan, bukan di tinggalkan...
Meski mungkin untuk menghindarinya sesaat..
Tapi tak mungkin untuk waktu, menarikmu kembali..
Agar datang dan menyelesaikannya...
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Pagi yang cerah, tapi pagi ini tak secerah sinar sang mentari.
Sejak kemarin pulang sekolah, mayra memilih mengurung diri di kamar, dirinya enggan untuk keluar kamar seperti biasanya, orang tuanya tau kalau putrinya sedang memiliki masalah, tapi keduanya ingin memberi ruang tersendiri agar mayra bisa berpikir tenang dalam menyelesaikan masalahnya sendiri, karna mereka tau, semakin banyak masalah yang mayra dapat, hal itu akan membangun kedewasaan bagi putri mereka.
Di dalam kamar, mayra memang sudah bangun seperti biasanya, dirinya sudah mandi dan membereskan tempat tidur seperti biasanya, namun hari ini mayra memutuskan untuk ijin tidak masuk sekolah melalui jeni, dirinya beralasan tidak enak badan, dan jenipun mengiyakan hal itu, meski dirinya sebagai seorang sahabat merasa bahwa mayra hanya sedang memiliki masalah yang belum ia ketahui.
๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ
Sementara adi sedang kesal, karna sejak kemarin mayra tak mengangkat telfonnya dan tak membalas pesan darinya, bahkan dirinya berangkat ke kantor tanpa sarapan.
Yah...pagi ini adi berangkat ke kantor untuk meeting dengan klien penting, kebetulan saja jadwalnya mengajar hanya ada di jam pelajaran terakhir, adi berharap bahwa nanti dirinya akan bertemu dengan mayra untuk menyelesaikan masalah mereka.
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
Jam istirahatpun tiba, nana dan jeni pergi ke kantin, keduanya membeli cemilan sambil mengobrol, tiba-tiba saja rangga duduk di meja yang sama ikut bergabung dengan keduanya, rangga bertanya tentang mayra yang tak terlihat bersama mereka, hal itu membuat jeni dan nana saling memandang, sementara rangga bingung melihat keduanya saling melempar pandangan.
"Apa terjadi sesuatu pada mayra? kenapa kalian diam saja?" tanya rangga hawatir.
Keduanya tersenyum bersama, menggelengkan kepala.
" Tidak pak...mayra hanya sedang tidak enak badan saja." seru kompak keduanya.
Rangga menghela nafas lega, mendengar mayra baik-baik saja.
"Apa bisa kalian antar saya kerumah mayra?" tanya rangga.
Keduanya mengaga mendengar hal itu, tak menyangka bahwa rangga akan menghawatirkan mayra seperti itu, tapi keduanya tak bisa mengantar rangga begitu saja tanpa sepengetahuan mayra.
__ADS_1
"Emmm...sepertinya bapak tidak perlu ke rumah mayra, dia hanya sedang demam biasa." cegah keduanya.
๐๐๐๐๐๐
tet...
Bel Jam pelajaran terahir berbunyi, keduanya segera masuk ke kelas mengakhiri obrolan mereka bersama rangga, tak ingin memperpanjang obrolan soal mayra, tak ingin menambah masalah untuk sahabatnya.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Di kantor adi telah selesai meeting, dia bergegas pulang dan bersiap pergi ke sekolah untuk masuk di pelajaran jam terahir di kelas mayra, dirinya tak sabar untuk bertemu dan menyelsaikan masalahnya dengan mayra setelah jam pelajaran berakhir.
Beberapa menit kemudian, adi tiba di sekolah dan bergegas masuk ke kelas mayra, matanya menelisik ke seluruh ruangan itu, namun matanya tak mendapatkan sosok yang ia cari, ada perasaan hawatir mengetahui mayra tak masuk saat itu.
Adi memulai jam pelajaran seperti biasa, suasana kelas nampak hening mengerjakan tugas dari adi, namun jeni dan nana bingung, dengan adi yang tak membahas soal ulangan harian kemarin, tapi mereka cukup senang karna tak ada ulangam harian saat itu.
๐๐๐๐๐๐๐
Tettt...
Jam pelajaran berakhir, semua siswa berhambur keluar kelas dan pulang kerumah masing-masing, adi juga terburu-buru, dirinya segera pergi menuju rumah mayra, berharap kalau mayra baik-baik saja.
"Mayra..kenapa kau seperti ini? harusnya kau jangan menjauhi ku karna masalah kemarin, ahhh...sial." keluh adi.
Mobilnya melaju sangat kencang, hingga beberapa menit kemudian dirinya telah tiba di rumah mayra, adi turun mengucap salam, menunggu salah seorang keluar menyambutnya, dan berharap bahwa mayralah yang keluar menemuinya.
Setengah jam menunggu di depan pintu, namun tak ada seorangpun yang datang membukakan pintu, kebetulan saat itu ayah dan ibunya sedang keluar rumah, sementara mayra sedang terlalap di kamarnya, beberapa kali adi mencoba menelfon mayra tapi percuma saja, karna saat itu ponsel mayra sengaja ia silent agar tak mengganggu tidur siangnya, namun adi memutuskan menunggu di luar.
๐๐๐๐๐๐๐๐
"Nak adi sejak kapan di sini? kenapa tidak masuk kedalam? mayra ada di dalam." jelas ayah mayra.
Sementara ibu mayra segera membuka pintu dan pergi ke kamar mayra untuk memberitahu bahwa adi datang kesana.
" Kurang lebih satu jam pak saya di sini, tapi saya panggil tidsk ada jawaban sama sekali, mayra saya telfon sejak kemarin tak menjawab sama sekali, jadi saya semakin hawatir pak." jelas adi.
Pak seto hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar penuturan adi, dia mengerti bahwa putrinya masih sangat labil, namun bersyukur mendapat menantu seperti adi yang sabar menghadapi putrinya.
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Bu sinta menggelengkan kepala tak percaya, melihat putrinya yang cantik tengah tidur terlelap, kemudian membangunkan mayra perlahan.
"Mayra..ayo bangun, di luar ada nak adi, temui dia sekarang, kasian nak adi, sudah satu jam lebih dia menunggu di luar." jelas ibunya.
Mayra terhenyak, dirinya tak menyangka bahwa adi akan ke sana untuk menemuinya.
"Tapi aku juga tidak tau buk, kan aku tidur lagi pula aku juga gak nyuruh mas adi ke sini." jelas mayra.
"Ya sudah..cepat cuci muka, lalu temui nak adi segera, ingat mayra..kamu berpendidikan jadi harus bersikap sopan seperti orang yang berpendidikan, jika ada mesalah diantara kalian berdua selesaikan, jangan menjauh dan lari dari masalah mayra, belajarlah dewasa nak..kasiahan nak adi, kamu paham kan apa kata ibuk mayra?" nasehat sang ibu, kemudian keluar meninggalkan mayra.
__ADS_1
๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ
Mayra menghela nafas, dirinya terpaksa harus mau menemui adi meski sebenarnya ingin menjauh darinya, dan memang benar yang ibunya katakan.
"Hufff...mas adi kenapa ke sini sekarang sih, kesel ah.." gerutu mayra.
Beberapa saat kemudian mayra menghampiri adi yang sedang duduk di ruang tamu di temani sang ayah, melihat mayra datang pas seto pergi meninggalkan keduanya agar bisa bicara berdua, mayra duduk di kursi yang berbeda dengan adi bahkan berjarak satu kursi diantara keduanya, dirinya enggan menatap adi yang saat itu menatapnya penuh harap.
โกโกโกโกโกโกโกโกโกโกโก
"Kenapa kamu tidak mengangkat telfonku mayra? harusnya kamu memberitahuku kalau kamu sedang sakit, jadi aku bisa menemanimu sayang, yang jelas aku minta maaf untuk kejadian kemarin, apapun yang terjadi padamu itu semua karna kesalahanku, kau ingat mayra..aku tunanganmu, dan apapun keinginanmu adalah tugasku." jelas adi lembut.
Mayra terkejut mendengan ucapan adi, dia tak menyangka bahwa adi akan minta maaf dan mengatakan hal itu, tapi mayra tidak semudah itu melupakan semuanya.
"Hemm..terserah mas saja, tapi mas masih sekedar calon tunanganku." sindirnya membuang muka dari adi.
๐๐๐๐๐๐๐๐
Niat hati ingin menyadarkan adi sebelum menyesal memilih gadis seperti dirinya, tapi bukannya menjauh mendengar sindiran mayra, adi malah berpindah duduk mendekat di samping mayra, bahkan mengambil kedua tangannya dan menciumnya lembut penuh kasih, membuat sang empunya terkejut.
"Kau tau mayra, aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kau dekat dengan laki-laki lain, aku hanya ingin dirimu duduk dan tertawa bersamaku, tolong mengertilah, cemburuku adalah bentuk dari cintaku padamu, ingat jangan pernah pergi dan menjauh dariku apapun masalah yang kita hadapi, dan soal pertunangan jika kau mau aku bisa mempercepatnya, aku bahkan siap menikahimu saat ini juga agar kamu tidak pernah bisa pergi lagi dari sisiku." jelas adi penuh yakin.
Mayra menatap adi tak percaya, melepas genggaman tangannya, kemudian menyentuh kepala adi dengan tangannya.
"Apa kamu sakit mas? perasaan aku yang sakit, tapi kenapa malah kamu yang begini?" gumam mayra berpikir.
Adi tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu, dirinya senang melihat mayra hawatir dengan dirinya, bukannya menjawab adi tiba-tiba saja mendaratkan sebuah kecupan di pipi mayra.
๐๐๐๐๐๐
Cuppp...
Satu kecupan mendarat sempurna di pipi mayra, membuat wajahnya merah merona, sementara adi tersenyum melihat wajah kekasihnya bersemu merah karna ulahnya, di saat mayra gugup takut kedua orang tuanya melihat hal itu.
"Tenang sayang...tidak ada yang melihat, semua ini karna dirimu yang membuatku semakin tidak waras." bisik adi ke telinga mayra.
"Iihhh...nyebelin." keluh mayra melengos dari adi.
"Apapun akan aku lakukan asal bersamamu, aku sangat mencintaimu mayra, bahkan aku ingin segera menikahimu agar kau benar-benar jadi milikku, seutuhnya ." batin adi.
Mayra berpikir, bahwa sepertinya tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, dirinya tak mau menceritakan kejadian makan kemarin malam bersama ardi, karna pastinya adi akan cemburu mengetahui hal itu, yang terpenting saat ini hubungannya sudah baik-baik saja.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Alhamdulillah bisa up lagi..
insyaallah akan mom usahain up terus meski gak teratur..
mohon dukungannya..
__ADS_1
jangan lupa like, fav dan komen sebanyaknya ya biar mom makin semangat..
trimakasih..๐๐๐๐๐๐