Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
Be like Sugar Baby


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ini bukan tentang siapa yang sering memberi, tapi tentang nilai ketulusan hati.


Melihat nana merona karna menerima buket dari roy, membuat mayra teringat pada ardi dan juga black card pemberiannya, membuatnya mengingat tentang hari.


"Apa sekarang adalah hari memberi sedunia?" batinnya.


Kemudian ia tersenyum sendiri, mengingat pikirannya yang tidak masuk akal, dan ia kembali mengingat bagaimana setiap malam dan pagi ardi keluar masuk kamarnya melalui jendela, di tambah black card pemberiannya, membuatnya merasa seperti sugar baby.


"Sugar babynya mas ardi." batinnya tertawa.


Tanpa mayra sadari, nana dan jeni sedang memperhatikan dirinya, mereka merasa aneh melihat mayra yang terlihat tersenyum sendiri dengan lamunannya, membuat keduanya berniat usil melihat dirinya.


"Dorrr..." kompak keduanya.


"Mas ardi" celetuk mayra kaget.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Dan yah, mereka berhasil mengagetkan mayra, bahkan tanpa sengaja mayra menyebut nama ardi, membuat nana dan jeni menatapnya curiga.


"Ayo..mas ardi siapa?" tuduh nana.


"Jangan-jangan om-om waktu itu ya?" timpal jeni curiga.


"Bukan- bukan, kalian salah dengar." kilah nana.


Jeni dan nana saling memandang, keduanya merasa aneh melihat mayra, padahal mereka sangat yakin bahwa apa yang mereka dengar tidak salah, kemudian mereka bertanya pada roy, apakah hanya mereka yang salah mendengar mayra.


"Nana dan jeni benar mayra, kau menyebut nama ardi, siapa dia?" jelas roy.


Mayra menggaruk kepalanya yang tak gatal, dirinya bingung harus menjawab apa, melihat ketiganya kini sedang menunggu jawaban darinya, mengingat ardi memang pernah menjemputnya di hadapan jeni dan nana. Namun kali ini mayra selamat, saat suara bel jam pelajaran berbunyi, membuat mereka bubar dari penantian jawaban mayra, tapi yang pasti, mereka akan tetap menunggu penjelasan mayra.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jam pelajaran di mulai, namun ada yang berbeda kali ini, di saat sosok ranggalah yang masuk ke kelasnya, mayra kembali teringat tentang apa yang terjadi diantara mereka, setelah sekian lama rangga tak kesana, apalagi bicara dengannya.


"Kak rangga." batin mayra.


Ada rasa canggung yang hinggap di hatinya, begitu juga rangga, ia tak berani menatap mayra. Tapi sebisa mungkin ia bersikap dewasa, mengingat posisinya saat itu, apalagi yang terjadi diantara mereka sudah berlalu, ia tak ingin hal itu mempengaruhi kinerjanya dalam mengajar. Sesekali rangga tersenyum, ia memberi sedikit candaan di sela-sela mapelnya, tak ingin para siswanya merasa bosan.

__ADS_1


Tapi, siapa yang akan bosan melihat rangga, wajahnya yang cukup tampan, tetap menjadi incaran siswi lainnya, mengingat status rangga yang masih single, membuat para siswi berani mendekatinya, terkecuali mayra.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Saat itu juga, ada adi yang melewati kelas mayra. Matanya menangkap sosok rangga di sana, membuatnya menatap mayra seketika, beberapa detik adi berhenti, dengan alibi beberapa buku yang ia bawa terjatuh di depan kelas mayra, membuat mayra dan yang lainnya menoleh seketika, begitu juga rangga, ia hanya ingin memastikan bahwa rangga mengingat dirinya, mengingat yang terjadi diantara mereka, barulah ia pergi menuju kelas sebelahnya.


Rangga mengerti maksut dari adi, bahwa itu adalah peringatan untuk dirinya, mengingat semua yang terjadi, meskipun kenyataanya berbeda, sangat sulit untuk melupakan gadis cantik dan baik seperti mayra, yang sudah memikat hatinya. Apalagi setelah lama mereka tak jumpa, getaran canggung itu, kembali mengingatkan tentang perasaan yang telah tiada.


Selama pelajaran berlangsung, mayra enggan menatap rangga, ia hanya menyimak tanpa melihatnya. Rangga menyadari hal itu, tapi ia memaklumi semuanya, rangga sebenarnya juga tak ingin, jika saja ia tidak di mintai tolong oleh guru yang bersangkutan untuk menggantinya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Satu jam kemudian, pelajaran rangga selesai, entah kenapa waktu terasa begitu lama, begitu juga yang rangga rasakan, bahkan ia menghela nafas lega saat keluar dari kelas mayra, perasaannya benar-benar di uji untuk yang ke sekian kali.


Beberapa saat setelah rangga keluar, mayra ikut keluar kelas, ia ingin ke kamar mandi, dan saat itu juga ada adi yang ternyata juga baru keluar dari kelas sebelahnya, ia berjalan di belakang mayra, memperhatikannya tanpa mayra ketahui, hingga akhirnya mayra masuk ke dalam kamar mandi, sementara adi pergi ke ruang guru.


Di sisi lain, ada ardi yang tengah tersenyum sendiri di ruangannya, ia menatap foto mayra di layar ponselnya, mengingat semua moment bersama mayra.


"Aku senang bisa melewati malamku bersama mu mayra, dan aku tidak akan melewatkannya sekalipun." gumamnya.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangannya, dan ternyata lina yang masuk saat itu, ia datang untuk memberikan beberapa berkas untuknya, hingga tanpa sengaja ia melihat ponsel ardi yang masih menyala, dan terpampang nyata foto mayra, membuat lina galau jadinya.


Hingga ardi menyadari bahwa lina juga melihat foto mayra di ponselnya, ia tak suka dan membentaknya.


"Jaga matamu saat bekerja, aku tidak suka itu lina!" tegas ardi.


Lina terkejut, itu adalah kali pertama ardi membentaknya. Lina segera mengalihkan pandangannya, ia mengangguk mengiyakan ucapan ardi, tak mengira ardi akan marah. Bahkan ardi memperingkan lina untuk melupakan apa yang ia lihat.


"Satu lagi, lupakan apa yang kamu lihat dan jangan banyak berpikir." jelas ardi datar.


"Iya pak." angguk lina.


Lina keluar dari rusngannya, sementara ardi memijat kepalanya, ia tidak suka jika ada yang ikut campur dengan hidupnya, ia hawatir jika lina akan memberitahu tentang foto mayra pada ibunya, karna ardi tau, jika semua sekretaris pilihan ibunya adalah mata-mata untuknya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Pulang sekolah, mayra mengirim pesan untuk adi, ia memberitahunya bahwa kali ini dirinya akan pulang bersama jeni, karna dia ingin mampir ke kantor ayahnya, mayra ingin pulang bersama ayahnya.


βœ‰βœ‰βœ‰βœ‰ Send to Mas adi.

__ADS_1


"Mas, aku pulang bersama jeni, sekaligus mampir ke kantor ayah, karna aku ingin membeli sesuatu bersama ayah nanti."


βœ‰βœ‰βœ‰βœ‰Send to My love.


"Baiklah, hati-hati."


Adi mengiyakan keinginan mayra, tanpa berpikir panjang kemana mayra akan pergi, kebetulan saja saat itu ia sedang sibuk bersama dewan guru lainnya, dan hal itu membuat mayra senang.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Hingga beberapa menit kemudian, mayra tiba di kantor ayahnya, dan jeni pulang lebih dulu. Ia masuk menemui resepsionis dan menunggu di lobi, ia juga memberitahu ayahnya bahwa ia sudah samapi dan sudah menunggunya.


Pak seto tersenyum, kemudian ia dengan segera menyelesaikan semua pekerjaannya agar bisa segera menemui putrinya. Sementara mayra masih duduk bermain ponsel di lobi, tak ingin merasa bosan, ia pergi keluar dan memilih menunggu di taman kantor, kebetulan saja saat itu sedang ada sebuah pemotretan produk, membuatnya sedikit terhibur melihat acara pemotretan tersebut.


Satu jam kemudian, pak seto telah menyelesaikan pekerjaannya, ia segera bersiap untuk pulang, namun sebelum itu, ia pergi menemui lina, ia memberitahu lina bahwa dirinya akan pulang lebih dulu dan ingin meminta ijin pada ardi, karna dia adalah pimpinannya.


"Pak ardi masih ada di dalam pak, masuk saja!" jelas lina.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Belum sempat pak seto masuk, rupanya ardi keluar dari ruangannya, dan saat itu juga, pak seto segera bicara pada ardi untuk meminta ijin.


"Pak, saya ingin meminta ijin pulang hari ini, karna putri saya sudah menunggu dibawah, pekerjaan saya juga sudah selesai." jelasnya.


Ardi terkejut, ia tak menyangka bahwa mayra akan datang kekantornya, ia segera mengangguk mengijinkan pak seto pergi, jangan tanya tentang panggilan pak seto pada ardi, itu hanya berlaku saat mereka tidak hanya berdua.


Sarkas pak seto segera pergi menuju putrinya, tak ingin membuatnya menunggu lama, begitu juga ardi, keduanyapun keluar bersama. Ardi sangat senang, ia tak menyangka mayra akan pergi ke kantornya, itu adalah kesempatan baginya untuk bertemu mayra.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Beberapa saat mereka tiba di lobi, melihat mayra tak ada di sana, pak seto segera menelfonnya, dan ternyata mayra sudah menunggunya di taman, lalu mereka pergi kesana. Setibanya mereka di taman, pak seto sarkas memanggil mayra, membuat sang empunya menoleh. Dan bukan hanya menoleh, mayra bahkan terkejut melihat sang ayah yang datang bersama ardi, di tambah saat ardi tersenyum samar menatap dirinya.


Pak seto juga memberitahu ardi bahwa ia ingin pergi bersama putrinya untuk bernostalgia, yakni pergi membeli mie ayam kesukaan mayra, ia bercerita bahwa mereka biasanya pergi kesana setelah mayra pulang sekolah, bahkan ia juga mengajak ardi untuk pergi bersama jika mau, membuat mayra bingung jadinya.


"Ya ampun ayah, kenapa ayah mengajak mas ardi juga sih, ribet jadinya." keluh batinnya.


Sementara ardi tersenyum bahagia, ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan hari itu dari mayra.


"Tuhan sangat baik, dan menghadirkan orang yang aku rindukan." batin ardi.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Alhamdulillah bisa up lagi..


__ADS_2