Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
LEBIH SAKIT


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mayra bergegas keluar, ia segera pergi menemui adi, yang ternyata sudah menunggunya di depan pintu. Adi tersenyum melihat mayra di depannya, bahkan adi tak segan memeluknya, membuat sang empunya merona. Adi tak peduli dengan apapun saat itu, yang ia tau, dengan cara memeluk mayra, itu bisa mengurangi sesak di dadanya, membuatnya lebih tenang dan nyaman.


Sementara mayra tidak mengerti apa yang adi alami, ia hanya tau bahwa adi saat itu membutuhkan dirinya, memerlukan pelukannya, yang nyatanya membuat adi lebih tenang. Adi tersenyum, merasakan pelukan mayra dan belaian lembut mayra.


Malam yang hening, hembusan angin menerpa keduanya, merayap lembut di sela-sela mereka, ikut merasakan hangatnya pelukan keduanya, membuat keduanya semakin erat, dekat dan hangat. Aroma manis kian menyeruak menenangkan adi, membuatnya candu dan tak ingin melepas mayra.


Di sisi lain, ada ardi yang tengah melihat keduanya, akan terasa lebih sakit saat mata melihatnya sendiri, ardi mengepal kuat, hatinya bergemuruh, matanya memerah terbakar api cemburu, bahkan ardi merasa sangat sulit untuk mengendalikan diri, jika tidak, saat itu juga ardi akan pergi menghampiri keduanya. Tapi ardi terus mencoba meredam emosinya, ia terus mengingat senyum mayra yang selalu memenangkan hatinya, dan tangisnya, yang menjadi luka untuknya, sehingga ardi memilih pergi tak melihatnya.


🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭


Beberapa saat, adi melepas pelukannya, ia membelai wajah mayra, tersenyum padanya.


"Maaf..jika aku membuatmu cemas sayang, aku kemari karna aku sangat merindukanmu, jadi jangan cemas, karna saat kau di sisiku, semuanya akan baik-baik saja." lembut adi.


Mayra kembali merona, ia tersenyum memalingkan wajahnya. Lalu siapa sangka, tiba-tiba saja adi mengeluarkan coklat dari saku jasnya, membuat mayra bahagia.


"Coklat manis untuk kekasihku yang manis." ucap adi.


"Trimakasih mas." lembut mayra merona.


Mayra sarkas menerima coklat pemberian adi, meski hanya sebuah coklat kecil, itu sudah membuat mayra bahagia. Karna tidak semua kebahagiaan, selalu tentang hal yang besar, kebahagiaan yang sederhana, bisa saja, tentang berbagi waktu dan tawa bersama.


"Lain kali, aku akan membawakan banyak coklat untukmu sayang." janjinya.


Setelah puas bertemu mayra, adi pergi untuk pulang, karna waktu sudah larut malam, ia juga tak mau mayra kekurangan istirahat karna harus menemuinya malam-malam, meskipun di rumah mayra sendiri. Barulah setelah itu adi pergi melajukan mobilnya.


Mayra kembali masuk, ia merasa senang menatap coklat pemberian adi, tak menyangka adi bisa melakukan hal romantis untuknya.


"Bukan tentang apa yang kamu beri mas, tapi arti ketulusan pemberianmu." batinnya.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Namun mayra kembali teringat dengan sikap menyebalkan adi yang membuatnya kesal, lalu ia segera pergi masuk ke kamar, mengingat ardi yang pasti sudah menunggunya. Dan benar saja, ardi tengah menunggu mayra, ia berdiri di depan jendela sambil memandang langit. Mayra merasa bersalah, karna sudah membuatnya menunggu lama, dan ia tau bahwa menunggu itu membosankan.


"Mas maaf, aku sudah membuatmu menunggu." ucapnya

__ADS_1


Ardi berbalik menatap mayra, masih terlihat jelas goresan kecewa di matanya.


"Tidak masalah mayra, aku akan selalu menunggu, meski aku tak tau, apa aku bisa mendapatkan apa yang aku tunggu. Dan ini bukan tentang siapa yang menunggu mayra." jelas ardi.


Mayra terdiam, ia mengerti maksut ardi, lantas mayra segera mendekat ke arah ardi, ia meraih tangannya dan meminta maaf, karna dirinya tidak ingin menyakiti ardi atau siapapun, mengingat ada kemungkinan ardi melihatnya saat bersama adi. Kemudian ardi tersenyum, menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja, meski nyatanya ia terluka. Ardi menatap mayra sendu, lalu membelai wajah cantiknya, memintanya untuk tersenyum, karna ia tak suka melihat wajah sedih mayra.


"Aku bisa menahan luka, tapi jangan tunjukkan wajah sedihmu, karna aku tak suka mayra." batinnya.


Ardi memeluk mayra, dirinya tak bisa menahan semua rasa, emosi dan kecewanya hancur seketika, melihat wajah sendu mayra, kemudian ia mengajak mayra tidur, karna waktu masih malam.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Ke esokan paginya, seperti kemarin, mayra sudah menyiapkan sarapan untuk ardi sambil menunggunya selesai mandi. Ia bertindak seperti seorang istri, yang membuat suaminya betah setiap hari, terutama ardi. Selesai mandi dan bersiap, ardi segera makan sarapan yang mayra bawa, sementara mayra duduk sarapan bersama orangtuanya.


Selesai sarapan, dan sebelum berangkat, mayra masih kembali ke kamarnya, memastikan ardi sudah selesai dan pergi dari sana. Namun jangan lupa, hal wajib apa yang ardi minta di setiap paginya, yakni morning kiss.


Kali ini ardi tidak pergi begitu saja, ia memberikan mayra black card untuk membeli apapun keinginannya, ia tidak menerima penolakan mayra, dan memaksa mayra untuk menyimpannya.


"Jangan hawatirkan tentang saldonya, aku akan menambahnya tiap bulan sayang, gunakan sesukamu dan nikmatilah." ucap ardi lembut.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹Cuppp...


Mayra terdiam, menatap kepergian ardi, rasanya ia tidak percaya dengan semua yang terjadi, melihat black card yang ardi beri.


"Satu aku tolak, kenapa ada satu lagi yang datang, oh tuhan..ini cobaan atau kejutan?" batinnya.


Tak mau banyak berpikir, ia menyimpan kartu itu di dompetnya, lalu ia bersiap pergi ke sekolah. Dan pagi itu mayra akan pergi ke sekolah diantar oleh ayahnya, karna sudah lama rasanya mayra tidak pergi bersama ayahnya.


"Ayo ayah kita berangkat." ajak mayra.


πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§


Melihat sang putri, bu sinta sadar, bahwa kini putrinya sudah sangat besar, dan dewasa. Ia kembali teringat dimana mayra selalu menggandeng tangannya, merengek manja ketika meminta sesuatu dari tangannya, dan sekarang mayra sudah bisa melakukan apapun sendiri, meskipun mayra akan tetap menjadi putri kecil dihatinya, ia berharap agar putrinya selalu bahagia.


Keduanya berangkat naik motor, ada rasa bahagia bisa pergi bersama, kedekatan seorang ayah dan putrinya, membuat siapa saja yang melihatnya ikut bahagia. Tangan mungil mayra yang dulu belum bisa menggenggam, kini sudah berkembang dan mampu merangkul tubuh ayahnya, membuat hati sang ayah bahagia.


Meski memiliki sebuah mobil, mayra lebih suka naik motor bersama sang ayah, ada nostalgia yang ia rasakan, mengingat masa kecilnya, dimana ia pergi sekolah bersama ayahnya, sambil menikmati pemandangan jalan raya dengan udaranya yang bebas, kadang sambil bernyanyi membuat harinya semakin berseri. Cinta pertama seorang putri adalah ayahnya, dan mayra adalah pertama di hati ayahnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sekolah mayra. Mayra segera turun dari motor ayahnya, ia tersenyum bahagia, lalu mengambil tangan sang ayah dan menciumnya.


"Ayah tau? Tangan ini, akan selalu menjadi tangan yang melindungiku dari apapun. Karna tidak ada tangan yang sekuat tangan ayah di dunia." ucap mayra.


Deg deg..


Hati pak seto bergetar mendengar ucapan putrinya, belum pernah mayra mengatakan hal itu, itu adalah kali pertama pak seto sebagai ayah mendapat pernyataan cinta dari putrinya, setelah ia beranjak dewasa. Bahkan pak seto menjadi haru, hingga air mata mengalir lolos di pipinya. Tapi ia segera menyekanya, tak ingin putrinya sedih melihat air matanya, yang nyatanya adalah air mata bahagia. Setelah itu, pak seto mengecup kening mayra, barulah ia pergi menuju kantornya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


*Ada beberapa kesedihan yang tak terduga, mom ingat pada almarhum papa, dimana ada tangannya yang selalu melindungi semua anaknya.


Jaga selagi ada, sayangi selagi punya, sebelum sesal jadi ujungnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jeni dan nana terharu melihat mayra dan ayahnya, ada rasa bahagia yang membuat keduanya teringat pada orangtua mereka, membuat keduanya juga sadar tentang betapa beruntung masih memiliki orang tua yang selalu menjaga mereka.


Mayra tersenyum menghampiri kedua temannya, mereka sengaja menunggu mayra saat melihat kedatangannya. Barulah ketiganya masuk bersama menuju kelas. Di sisi lain ada adi yang juga sempat melihat moment mayra dan ayahnya, ia merasa beruntung bisa mendapatkan mayra.


"Aku sangat mencintaimu mayra." batinnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Setibanya di kelas, tiba-tiba saja roy muncul menghampiri mereka, namun roy tidak datang begitu saja, ia datang membawa sebuah buket bunga dan coklat untuk nana, membuat nana tersenyum merona, apalagi ketika mayra dan jeni kembali menggodanya.


"Ya ampun, pagi-pagi udah kemanisan." seru mayra.


"Diabetes ntar noh.." sahut jeni.


Sementara nana masih merona menerima buket dari roy, begitu juga roy yang ikut tersenyum mendengar godaan kedua teman nana, tapi ia senang karna nana mendapat teman yang baik seperti mayra dan jeni.


"Aku beruntung mendapat nana dan teman sebaik mereka." batinnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Alhamdulillah bisa up pagi ini..

__ADS_1


Semoga kalian semua tetep suka karya mom ya..


Semoga kedepannya makin baik lagi..


__ADS_2