
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Setelah selesai mandi dan berganti baju, mayra kembali ke ruang tamu untuk menemui bu anita, tak sopan menurutnya meninggalkan tamunya begitu saja.
Melihat mayra keluar, bu anita beranjak untuk pamit pulang pada mayra dan ibunya, karna bu anita memang sengaja pulang menunggu mayra selesai membersihkan diri, sebelum pulang bu anita juga memberitahu mayra dan ibunya jika ingin mengajak mayra datang ke rumahnya besok.
Mayra tersenyum mengangguk patuh, dirinya merasa sungkan jika harus menolak undangan bu anita, di tambah sang ibu yang juga merasa sungkan jika mayra menolaknya.
Mayra dan ibunya mengantar bu anita ke depan rumah untuk pulang, beberapa saat setelah kepergian bu anita mayra menoleh pada sang ibu, tak mengerti maksut putrinya bu sinta meninggalkan mayra masuk ke dalam kamar, daripada dirinya pusing pikirnya.
Mayra masuk ke dalam kamarnya, memeriksa ponselnya, apa ada hal yang membuat sikap adi terlihat aneh padanya, beberapa menit memeriksa ponselnya, tak menemukan sesuatu yang menurutnya akan memancing amarah adi, mayra merasa kebingungan sendiri, tak mau ambil pusing akan hal itu mayra memilih merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk, kemudian terbang ke negri dogeng dalam mimpi.
โช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธ
Bu anita tiba di rumahnya, wajahnya terlihat sangat sumringah setelah bisa bertemu dengan mayra secara langsung, gadis nakal yang putranya sukai, pak wijaya yang lebih dulu tiba di rumah setelah pulang kantor merasa aneh melihat istrinya, senyuman-senyuman mencurigakan pikir wijaya.
Bu anita menghampiri sang suami yang terlihat curiga padanya, dirinya tidak bisa menyimpan satu rahasiapun dari sang suami, apalagi rahasia bahagia pikirnya, dengan antusiasnya bu anita menceritakan semuanya pada pak wijaya, dan sang suami menjadi pendengar yang baik bagi sang istri.
Setelah mendengar cerita sang istri, pak wijaya yakin bahwa mayra adalah gadis yang baik, tak salah jika putranya menaruh hati padanya, dia hanya berharap ardi dan mayra bisa bersatu nantinya, karna menambah kerabat adalah suatu kebahagian yang mereka tunggu di usia ardi saat itu.
โขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโขโข
Sementara di sebuah kantor, adi sedang duduk terdiam di kursi kebesarannya, dirinya masih menunggu kabar dari mayra, ingin tau seberapa besar kepekaan mayra terhadap sikapnya, tanpa adi tau yang di tunggu tengah tidur pulas bermimpi indah di kasurnya yang empuk.๐๐๐๐
1 jam lebih adi menunggu kabar dari mayra, namun nihil hasilnya dan hal itu membuat adi kesal, dirinya terpaksa mengesampingkan egonya untuk bertemu mayra sepulang kantor.
"Aku yakin rangga bertemu mayra tadi, tapi aku lihat seperti apa keterbukaan mayra padaku soal rangga, dan lihat saja rangga jika kamu sampai macam-macam dengan mayra." gumam adi.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Bu sinta melanjutkan aktifitasnya setelah kepergian bu anita, dirinya menyiram tanaman sembari menunggu kedatangan suami tercinta.
Beberapa menit kemudian, pak seto datang, bu sinta segera menyelasaikan pekerjaannya untuk menyambut sang suami, bu sinta segera membuatkan teh untuk pak seto, keduanya memilih duduk beristirahat di ruang tengah, sembari menikmati siang itu, tak lupa bu sinta juga menceritakan bahwa hari ini ia kedatangan tamu yakni bu anita istri pak wijaya, bu sinta menceritakan semuanya pada sang suami, sementara pak seto menjadi pendengar yang baik, keduanya masih belum mengerti maksut kedatangan bu anita ke sana, mereka hanya berpikir bahwa bu anita hanya ingin bersilaturahmi setelah sekian lama.
Tak melihat sang putri di siang itu, pak seto bertanya pada sang istri, mengetahui mayra sedang tidur siang pak seto tersenyum.
__ADS_1
Dia juga menceritakan niat baik adi yang ingin mengajak keluarganya untuk acara pertunangannya dengan mayra, pak seto juga mengatakan bahwa sebenarnya adi ingin segera menikahi mayra, hanya saja pak seto meminta adi untuk membicarakannya terlebih dulu dengan mayra, mendengar hal itu awalnya bu sinta terdiam, kemudian bu sinta mengatakan bahwa dirinya setuju asal mayra setuju, karna bu sinta yakin bahwa adi adalah laki-laki yang baim dan juga sangat mencintai putrinya, hanya saja kesiapan mayra yang masih di pertanyakan.
๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด
Di kamar, ponsel mayra berdering, suara alarm yang ia setting sudah membangunkannya tepat di pukul 3 sore, tak terasa ternyata dirinya sudah tidur cukup lama.
"Uugghhhh..." leguh mayra.
Masih setengah sadar, mayra duduk mengumpulkan untuk mengumpulkan kesadarannya, ia mengucek-ngucek matanya yang masih enggan terbuka dari tidurnya yang nyaman, beberapa saat ia meraih ponsel yang tergeletak di sampingnya, memeriksanya apa ada pesan atau telfon yang masuk, tapi tak ada satu notif pesan atau telfon yang masuk, ada rasa aneh mengetahui hal itu, karna adi tidak memberi kabar seperti biasanya.
"Tumben ya? tapi tak apalah, mungkin dia sibuk." gumamnya.
Mayra bangun setelah itu mandi untuk menyegarkan badannya, soal anehnya sikap adi tak mau ia ambil pusing.
Selesai Mandi dan merasa segar mayra keluar dari kamarnya, karna tak merasa akan kedatangan tamu siapapun mayra keluar kamar hanya menggunakan hotpants putih dan tangtop hitam bertali spageti, mayra keluar dengan rambutnya yang masih basah dan terurai sembarangan.
Mayra tak melihat kedua orang tuanya di ruang tengah ataupun didapur, sementara pintu rumah di biarkan terbuka, mungkin mereka sedang istirahat pikir mayra, merasa sedikit lapar, dia mengambil beberapa buah apel di kulkas, di kupasnya apel-apel itu di atas piring untuk cemilan sore.
"Apel yang segar untuk sore yang segar." gumam mayra.
Setelah selasai mengupas apel, mayra membawa piring berisi apel itu ke ruang tengah, sambil menonton tv dan makan apel segar enak sekali pikirnya.
Adi yang melihat pintu terbuka segera turun, namun tak ada jawaban meski beberapa kali bersalam, mendengar suara tv dari dalam membuat adi membranikan diri untuk memeriksa kedalam, dan benar saja..sosok yang ia tuju dan ia cari tengah duduk santai di sofa sembari nonton tv dengan cemilannya.
"Pintar sekali mayra, dia sedang bersantai sementara aku sibuk memikirkan dia sejak tadi." gerutu adi dalam hati.
ยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยค
Adi masuk tanpa ragu, menghampiri mayra yang sedang fokus, berdiri di depannya bagaikan hantu, sontak mayra terkejut dan membulatkan matanya tak percaya.
"Mas adi?? kapan mas adi tiba? kenapa tiba-tiba bisa ada di sini?" tegur mayra kaget.
Adi tersenyum melihat ekspresi wajah mayra yang kaget melihat kedatangannya, dirinya tak menjawab pertanyaan mayra, justru matanya teralihkan dengan pakaian yang mayra kenakan.
Pakaian yang minim dengan pemandangan indah yang memaparkan paha mayra yang mulus dan kulitnya yang lembut, di tambah rambut mayra yang masih sedikit basah, membuat adi menelan salivanya susah.
__ADS_1
Mayra menatap heran adi yang terdiam, ia berdiri di depan adi, mengibas-ngibaskan tangannya, berusaha menyadarkan adi yang entah kenapa pikirnya.
Hingga beberapa saat akhirnya adi tersadar melihat mayra yang tengah berdiri di depannya, egonya kalah hanya demi bertemu mayra, yang terpenting bisa melihat gadis cantik yang ia cintai pikirnya, di tambah pemandangan indah yang menjadi bonusnya.
Melihat situasi yang aman, adi merangkul posesif pinggang mayra, membuat mayra menempel dengannya, adi juga menyibak rambut mayra yang menjuntai basah menutupi wajah cantiknya, menyeka tetes air yang membasahi pipinya.
"Ingat sayang, kamu hanya boleh terlihat seperti ini di depanku." bisik adi lembut.
Sarkas mayra mendorong adi, dirinya bergidik ngeri mendengar bisikan adi, kembali mengingat kejadian waktu lalu, yang menurutnya akan sangat memalukan jika sampai orang tuanya melihat hal itu terjadi.
Dengan segera mayra duduk kembali ketempat semula, masih membiarkan adi berdiri, tanpa mempersilahkannya duduk, adi yang mengetahui pikiran mayra tersenyum jahil, dirinya tau isi pikiran kekasihnya saat itu, kemudian duduk di samping mayra tanpa aba-aba, membuat mayra bergeser tak mau terlalu dekat dengannya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
"Mas jangan aneh-aneh ya! ini di rumah, ada ayah sama ibuk!" jelas mayra perlahan.
Adi tersenyum mendengar instruksi dari kekasihnya, rupanya dia cukup peka melihat gerak-geriknya, di tambah pemandangan indah yang sudah pastinya membangunkan junior pikir adi.
Tak mau terjadi hal macam-macam nantinya, mayra segera menanyakan maksut kedatangan adi kesana, karna menurut mayra dirinya tak membuat janji temu dengan adi, mayra juga merasa tidak membuat kesalahan yang harus di jelaskan pikirnya.
Ternyata benar dugaan adi, bahwa mayra tidak peka dengan sikapnya, membuat adi menceritakan pertemuan tak sengajanya dengan rangga, yang membuat mayra sadar.
Mayra menceritakan semuanya pada adi bahwa rangga yang mengajaknya ke alun-alun kota, namun mayra tidak menceritakan tentang rangga yang menyatakan perasaannya, karna mayra yakin jika adi tau maka akan ada kesalahpahaman nantinya, dan tidak penting menurut mayra.
Adi mempercayai semua yang mayra katakan, namun dirinya tetap merasa harus berhati-hati mengingat sikap rangga terhadap mayra, dirinya yakin kalau rangga memiliki maksut tertentu pada mayra.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Sekian upnya..
mom ngantuk guys..maaf ya kurang memuaaskan..
dimohon keaabarannya, maaf sekali lagi..
Tapi jangan lupa dukungannya, like, fav dan komen sebanyaknya, jangan lupa budayakan like setelah membaca karna itu sangat berharga untuk imun booster update selanjutnya..
__ADS_1
Trimakasih banyak readers setia mommy mimin..
โฃโฃโฃโฃโฃโฃโฃ