Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
RUANG TENGAH


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Pagi yang cerah, mayra sudah siap untuk pergi ke sekolah, dia memilih pergi tanpa di antar sang ayah, namun belum sempat ia keluar dari halaman rumahnya, ponselnya berdering, sebuah panggilan yang tertera dari adi, membuat mayra menghela nafas, entah kenapa mayra merasa enggan untuk bertemu dengan adi pagi itu, Meski dengan terpaksa, ahirnya mayra mau tidak mau tetap bicara dengan adi di ponsel.


Adi mengatakan bahwa hari itu mayra tidak perlu masuk sekolah, karna adi dan keluarganya akan datang ke sana untuk bertemu dengan mayra secara langsung, sekaligus membahas pertunangan mereka, mayra sempat menolak permintaan adi, namun akhirnya mayra kalah dan tetap harus menuruti kemauan adi, dia juga sudah mengurus surat ijin untuk mayra.


Setelah bicara dengan adi di telfon, mayra kembali masuk kedalam rumahnya dengan wajah lesu, mayra memilih duduk di ruang tengah.


Pak seto yang melihat wajah lesu putrinya tersenyum, menghampirinya dan duduk di samping mayra.


"Putri ayah tak pantas jika sedang seperti ini, cantiknya berkurang 10%." hibur sang ayah.


Mayra tahu bahwa ayahnya tidak melihat wajahnya seperti itu, membuat mayra tersenyum mendengar ucapan ayahnya.


Yah, adi sudah memberitahu pak seto tentang rencananya hari itu, namun tidak dengan mayra, karna adi memang sengaja tidak memberitahu mayra sejak tadi malam, pak seto juga memberi beberapa pandangan tentang sebuah hubungan, yang terkadang memiliki banyak rintangam dengan beberapa pilihan.


"Pantas saja ayah tidak berangkat hari ini." batin mayra.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Setelah bicara dengan sang ayah, mayra pergi ke kamarnya untuk berganti baju, sebelum ia membantu sang ibu mempersiapkan makanan untuk menyambut kedatangan keluarga adi.


Mayra mengenakan dress maron tanpa lengan selutut, dengan rambut yang ia ikat sembarang, membuat kesan cantik yang sangat natural di usianya saat ini.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di sisi lain, ada ardi yang tengah siap untuk berangkat ke kantornya, namun kali ini ardi berangkat tanpa sarapan, entah kenapa dirinya tak nafsu makan, moodnya pagi itu sedang kacau, di tambah pikirannya yang selalu teringat akan mayra membuatnya tak berselera.


Mama anita yang mengetahui hal itu, mencegah ardi berangkat, dia memberi nasehat agar ardi bisa lebih terbuka terhadap orang tua tentang masalah apapun yang terjadi padanya, karna apapun itu seorang anak tidak bisa membohongi orang tua bagaimanapun caranya.


Ardi mengangguk lesu mendengar nasehat dari sang mama, benar yang mamanya katakan, akan tetapi ardi tidak ingin membuat semuanya semakin rumit, cukup dia saja yang tau, tak ingin membuat orangtuanya terlibat dalam perasaannya, namun tetap saja sang mama tetap terlibat dengan semua yang terjadi padanya.


Selesai memberi wejangan pada sang putra, barulah mama anita mengijinkan ardi untuk berangkat kerja, dan memberitahunya agar tidak lupa untuk sarapan di kantor.


"Dan satu hal lagi sayang, jangan lupa nanti malam kamu jemput calon menantu mama, upss..mayra maksut mama, ajak dia kemari karna mama sudah mengundangnya untuk makan malam bersama." jelas sang mama tersenyum.

__ADS_1


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Sekitar pukul 9 semua persiapan sudah selesai, makanan sudah tertara rapi di meja makan, begitu juga dengan beberapa camilan ringan, di ruang tengah untuk menyambut kedatangan keluarga adi.


Selesai membantu sang ibu, mayra segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum keluarga adi datang, mayra mandi dan berganti baju, mayra memilih mengenakan longdress coksu berlengan seperempat, dengan belahan di depannya selutut hingga menunjukkan kaki jenjangnya yang putih mulus.


Sementara di luar sana, deru mobil terdengar berhenti di depan rumah, pak seto dan bu sinta yang mendengarnya segera pergi keluar untuk menyambut siapa yang datang, ternyata keluarga adi telah tiba di sana.


Senyum kebahagian kian bermekaran di antara dua keluarga, mereka saling menyambut dan merangkul memberikan sambutan kehangatan yang membahagiakan, dua keluarga dengan dua perbedaan, tapi di tengah-tengah itu semua, harus ada satu tujuan yang sama, saling menerima dan saling melengkapi.


Semua keluarga telah berkumpul, pak seto, bu sinta, om hari, tante mila, fera, dan adi, kini mereka hanya menunggu mayra, semabari menunggu mayra, om hari tengah memberitahukan niat baiknya datang kesana mewakili adi sebagai orangtuanya, dan hal itu di sambut penuh bahagia oleh pak seto sekeluarga.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara adi masih tak tenang, karna dia belum melihat kekasihnya muncul di sana, fera yang mengetahui hal itu tersenyum, dirinya semakin penasaran dengan sosok kakak iparnya yang telah membuat adi seperti itu.


"Seperti apa gadis itu, hingga kakakku bisa seperti itu?" batinnya penasaran.


Di tengah perbincangan mereka, mayra muncul mendekat ke arah mereka, seperti tersihir..semua mata menatap ke arahnya, ada rasa bahagia di hati adi melihat kekasihnya muncul di sana, begitu juga dengan fera, yang sejak tadi penasaran ingin tau seperti apa gadis yang membuat kakaknya takluk.


Mayra mendekat ke arah mereka, perlahan dengan malu-malu mayra menyapa keluarga adi, sikap mayra yang ramah membuat keluarga adi setuju dengan pilihan adi, bahkan fera terlihat sangat antusias memperkenalkan dirinya pada mayra, fera yakin bahwa mayra adalah gadis yang baik, meski usianya lebih muda darinya, adi tersenyum melihat mayra yang bisa dengan cepat sedekat itu dengan keluarganya.


Adi duduk di samping sang paman, sementara mayra duduk diantara tante mila dan fera, adi hanya bisa sesekali mencuri pandang, tanpa bisa menatap kekasihnya berlama-lama.


Setelah satu jam lebih mereka berbincang, akhirnya sudah bisa di pastikan bahwa adi dan mayra akan bertunangan besok setelah pulang sekolah, namun dengan acara yang sederhana dan tertutup, hanya keluarga terdekat yang akan hadir di sana, demi menjaga status mayra dan juga adi.


Mereka berlanjut ke meja makan, yakni acara makan bersama untuk yang pertama kalinya, meski kedua keluarga itu baru saling bertemu, tetap saja kehangatan suasananya sangat terasa, adi duduk samping mayra, sementara tante mila duduk bersebelahan dengan fera dan juga ibu mayra, adi senang bisa menikmati hari itu dengan kebahagian.


Mereka mulai makan, namun tante mila masih sempat memperhatikan bagaimana cara mayra melayani adi, sementara mayra yang sudah terbiasa melayani adi, dengan cekatan melakukannya dengan baik, tante mila dan juga fera tersenyum bahagia, melihat mayra yang sudah sangat pas menjadi pendampingnya.


🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭


Sekitar jam 12 mereka pulang, mereka akan kembali besok di hari yang bahagia, namun tidak dengan adi, dia masih belum pulang dari sana dengan alasan ingin bicara beberapa hal dengan mayra.


Pak seto dan bu sinta memilih masuk untuk beristirahat, sementara mayra dan adi masih mereka tinggalkan di ruang tengah.

__ADS_1


Adi tersenyum menatap mayra, dirinya benar-benar sudah tak sabar menanti hari bahagianya besok, di belainya lembut wajah mayra yang duduk di sampingnya, membuat sang empunya merona malu.


" Jangan mas, ada ayah dan ibu tidak enak jika mereka melihat." tutur mayra perlahan.


Bukannya diam, adi justru bangun dari duduknya, kemudian berlutut di depan mayra yang tengah duduk, di genggamnya kedua tangan mayra saat itu.


"Mayra..aku tau semuanya terlalu cepat, tapi aku yakin ini yang terbaik, jadi jangan pernah pergi untuk menolakku, aku berjanji akan selalu mencintaimu dan membahagiakan dirimu mayra, selamanya." jelas adi lembut.


Entah kenapa kata-kata adi berhasil membuat mayra merasa bahagia, mayra meminta adi bangkit dan duduk di sampingnya, ia tak mau adi melakukan hal itu lagi padanya.


"Ingat mas..jangan lakukan hal ini lagi padaku, jika suatu saat aku pergi darimu, jangan pernah memohon padaku, tapi berusahalah agar aku tetap bersamamu, akan lebih bahagia jika kita menjadi hal yang di peroleh dari hasil berjuang." jelas mayra lembut.


Adi tersenyum, mengangguk bahagia mendengar kata-kata mayra, adi berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan membiarkan mayra pergi dan akan selalu memperjuangkan cintanya agar bisa selalu bersama mayra.


Keduanya mengobrol di ruang tengah sembari menikmati waktu berdua, adi masih enggan beranjak dari sana, ia tak mau melewatkan kesempatan itu, adi duduk merangkul pinggang mayra posesif, tak membiarkan jarak sedikitpun, tangannya yang kini berada di perut mayra, sedang mengelus-elus perutnya, memberikan rangsangan lembut pada sang empunya, menariknya lebih dekat lagi, perlahan adi mulai menautkan kepalanya di bahu mayra, berbisik lembut di telinganya.


" Aku mencintaimu mayra, apa boleh?" bisiknya.


Mayra yang sadar akan ucapan adi bergidik ngeri, ia segera bangkit menjauh darinya, tak ingin terjadi di luar dugaan, sementara adi tersenyum melihat ekspresi mayra yang terkejut, ia tau kalau mayra sudah bisa menebak apa maunya.


"Sekarang lebih baik mas pulang, aku mau istirahat, besok juga kita akan bertunangan, jadi jangan kemari lagi sebelum acara besok okey." jelas mayra.


Mau tidak mau adi terpaksa harus pergi, karna mayra sudah memintanya, meski itu akibat dari ulahnya sendiri, tapi adi senang bisa bercanda dengan kekasihnya saat itu.


🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭


Hayo...pada travel kemana pikirannya tadi...


Alhamdulillah ya mom bisa up...


jangan lupa like, fav dan komen sebanyaknya biar mom makin semangat lagi upnya, dan maaf sekali kalo ada kesalahan penulisan kata, dll...


Trimakasih untuk kalian semua yang selalu sabar..


MARHABAN YA RAMADHANπŸ˜‡πŸ™

__ADS_1


__ADS_2