
ππππππππππ
Bibir yang tak kian bicara, membuat hati terbelenggu oleh rasa. Adi tak sanggup menahan derita, akibat rindunya yang menjadi gubuk sengsara.
Tanpa banyak bicara, adi menghempas mayra kedalam pelukannya, memeluknya erat, melepas semua rindunya.
"Aku sangat merindukanmu mayra." jelas adi.
Mayra memejamkan matanya, merasakan pelukan hangat adi yang juga ia rindukan. Jujur saja, setiap rasa yang pernah ada, tidak mungkin bisa tiada begitu saja.
"Aku juga merindukanmu mas, karena setiap rasa tidak bisa hilang begitu saja." batin mayra.
Mayra kembali teringat dengan semua kenangan yang ia lewati bersama adi, sikap dan sifat adi membuatnya mengerti, jika tidak semua keangkuhan rupa, melambangkan kekerasan jiwa.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Sedangkan di bawah sana, tepatnya diruang tamu, ada ardi yang tengah menunggu mayra dengan gusar. Ada rasa hawatir membiarkan mayra menemui adi sendiri. Rasa hawatir akan kehilangan mayra kembali.
Lalu bik jum datang, ia membawa secangkir minuman untuk ardi. Ia menyuguhkan capucino hangat untuk ardi, lalu duduk menemaninya.
"Minumlah den." ucap bik jum.
Ardi mengangguk dengan seulas senyum samar yang mengandung kegelisahan. Bik jum mengerti dengan raut wajah ardi, tapi ia memilih diam dan justru sedikit bercerita padanya. Bik jum menceritakan apa yang adi alami, kisah buruknya dengan eva, yang kini juga menghancurkan kehidupan adi.
"Kesepian, kehancuran sudah pernah den adi alami. Tapi jika itu terlalu sering, bibik hawatir jika dia akan benar-benar hancur dan tidak bisa bangkit lagi." jelas bik jum berpikir.
Ardi mengerti arah pembicaraan bik jum, tapi dirinya tidak akan pernah bisa merelakan mayra untuk kembali pada adi. Karna kehancuran yang sama juga ia rasakan, sama seperti dulu disaat ardi harus melihat mayra bersama adi.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Dikamar, mayra menghela nafas, lalu ia melepas pelukan adi, lalu menatap wajah tampannya.
"Mas..aku kemari sesuai janjiku, dan sekarang apa yang kamu butuhkan? Aku tidak bisa terlalu lama disini, kamu harus bisa mengerti mas." jelas mayra.
Adi masih terdiam, tapi..tiba-tiba saja ia berlutut di kaki mayra, membuat sang empunya kaget. Mayra sarkas mundur dari posisinya, meminta adi bangun dan tidak berlutut dihadapannya, namun adi tetap tidak bersedia.
"Tidak mayra, aku pantas melakukan ini. Aku rela melakukan apapun demi dirimu, dan aku tidak membutuhkan apapun selain dirimu disampingku mayra, hanya kamu." jelas adi memohon.
Mayra ikut berlutut menatap adi, ada sayatan kepedihan melihat sosok adi melakukan itu demi dirinya, membuat mayra meneteskan air mata. Isakan pilu tentang cinta yang menjadi derita, menyengsarakan insan dunia. Adi sarkas memeluk mayra kembali, merasakan luka yang sama.
__ADS_1
"Jangan menangis mayra, aku tidak sanggup melihat hal ini." batin adi pilu.
Lalu sambil terisak, mayra bekata.
"Jangan membuat aku tersiksa mas, melihatmu menderita akibat cinta yang tak mampu aku terima." jelas mayra.
Degg..deg..deg...
Kata-kata mayra menghantam hati adi, membuat dirinya menyadari sesuatu, yakni cinta yang tidak selalu bisa diterima, dan semua itu akibat dari perbuatannya sendiri. Lalu adi melepas pelukannya, ia menatap wajah sendu gadis cantik yang ia cintai. Menyadarkan dirinya jika tidak seharusnya ia membawa mayra kedalam derita cinta yang menyiksannya.
πππππππππππ
Tapi adi tidak bisa melakukan apapun, karna dirinya juga tersiksa, apalagi melihat mayra menderita. Namun satu hal yang pasti, yakni dirinya tidak bisa melepas mayra begitu saja, apalagi melupakannya.
Tiba-tiba saja sosok ardi datang dan masuk ke kamar itu, melihat apa yang terjadi diantara mayra dan adi. Ardi sarkas menghampiri mayra dan menariknya bangkit, menggenggam tangan mayra dan membawanya ke sisinya. Matanya memerah merasakan api cemburu melihat apa yang terjadi.
"Harusnya ada batasan yang kamu jaga tuan adi. Seperti hal yang kamu katakan sebelumnya, agar tidak muncul keraguan yang sama dalam hubungan mayra dengan kekasihnya." jelas ardi penuh penekanan.
Mayra menatap ardi, ia tidak menyangka ardi akan mengatakan hal itu pada adi. Lantas ucapan ardi membuat adi mengepal kuat, ia menahan emosinya yang kian terpancing oleh ardi. Adi bangkit, lalu ia menatap tajam ardi, membuat tatapan keduanya bertemu, tatapan kejam yang seolah saling menyerang. Dan tidak bisa dipungkiri, hawa panas terasa memenuhi kamar itu.
"Dan harusnya, tamu hanya datang untuk pergi, tidak lancang masuk ke kamar ini." tegas adi tajam.
"Jangan saling menikam diantara rasa sakit yang mulai mencekik. Jujur saja, aku tidak suka dengan situasi ini, sakit dan sulit. Rasanya aku tidak mampu jika harus berada terlalu lama diantara kalian berdua, bukannya lega, tapi sesak yang membawa derita." jelas mayra jengah lalu pergi.
Mayra pergi begitu saja setelah mengatakan hal itu, ia tidak perduli dengan keduanya, entah apa yang akan terjadi dibelakangnya nantinya. Mayra pergi dengan rutukan kutukan untuk dirinya sendiri, atas semua masalah yang terjadi.
Melihat mayra pergi, adi hendak berlari untuk mengejar mayra, namun dirinya di cegah oleh ardi.
"Jangan mengejar apa yang bukan hakmu." hardik ardi menahan bahunya.
Adi menepis tangan ardi di bahunya, menatapnya tajam seolah ingin menerkamnya.
"Singkirkan tanganmu." hardik adi.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Ardi tersenyum, lalu ia berbalik meninggalkan adi, ia mengejar mayra sebelum pergi terlalu jauh tanpa dirinya. Sedang adi masih terdiam di kamarnya, ia mengurungkan niatnya untuk mengejar mayra, bukan karna ardi, tapi ia tau, jika dirinya mengejar mayra bersama dengan ardi, hal itu akan semakin membuat mayra bingung.
Sementara itu, ardi akhirnya berhasil mengejar mayra, yang rupanya sudah pergi dengan berjalan kaki, tapi masih tak jauh dari rumah adi, dan hal itu tetap membuat ardi hawatir. Ardi sarkas membuka pintu mobilnya, meminta mayra masuk dan pulang bersamanya.
__ADS_1
"Sayang..masuk!!" panggil ardi.
Mayra menghentikan langkahnya, ia menoleh ke arah ardi, lalu memutar mata malas, hingga akhirnya ia terpaksa naik sebelum ardi marah, mengingat ardi juga keras kepala dan tidak akan pernah menuruti keinginannya. Namun mayra merasa lebih lega, mengetahui hanya ardi yang menyusulnya, karna jika adi juga ikut, hal itu akan membuatnya semakin bingung. Meskipun begitu, dirinya tetap memikirkan adi, berharap ia akan baik-baik saja. Mayra yakin, adi tak ikut mengejarnya karna ia tau hal itu akan membuat semuanya semakin sulit.
"Aku tau, kamu pasti mengerti mas." batinnya.
Selama diperjalanan, mayra masih terdiam, begitu juga ardi. Bukan karena tidak ingin bicara, melainkan tidak ingin membahas semuanya saat itu juga, terutama mayra. Ia tak ingin membicarakan semuanya, jika nantinya itu akan merusak segalanya.
Hingga akhirnya beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah mayra. Ardi sarkas turun membukakan pintu untuk mayra, meskipun hatinya masih tak terima dengan apa yang terjadi. Ia tak ingin hal itu mempengaruhi hubungan mereka, apalagi membuat mereka jauh.
"Masuk dan tidurlah." ucap ardi.
"Makasih mas." jelas mayra datar.
Mayra turun, lalu ia masuk. Ia pergi tanpa bicara apalagi menatap ardi, berlalu begitu saja dan menghilang dari pandangan ardi. Sedangkan ardi masih menatap sosok mayra yang sudah menghilang dari pandangannya, berharap mayra tidak akan pernah pergi dari hidupnya lagi.
"Jangan pernah mencoba untuk berubah." batin ardi.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Rupanya kedatangan mayra disambut oleh orangtuanya yang tengah menonton tv di ruang tengah. Keduanya melihat mayra yang sedikit aneh berbeda dari biasanya, tapi mereka tetap diam, tak ingin ikut campur dengan apa yang terjadi pada mayra, selama masih didalam batas sewajarnya. Mereka ingin mayra bisa berpikir dan bertindak sendiri dalam menyelesaikan semua masalahnya, agar mayra semakin dewasa. Karna setiap masalah, akan membantu proses pemdewasaan seseorang termasuk mayra pikir mereka.
Mayra berlalu masuk ke kamarnya, ia merasa lelah saat itu, lelah badan, lelah pikiran. Lalu mayra pergi kekamar mandi untuk cuci muka dan berganti baju, barulah setelah itu ia tidur.
"Cukup untuk hari ini." keluhnya sambil mencuci mukanya.
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Alhamdulillah bisa up,..
Pengennya nyicil dua, tapi masih blom bisa..
Harap sabar dan tenang, pasti mom.usahakan..
Mohon maaf untuk kesalahan dalam pemgetikan kata..
Jangan lupa, like, love dan komen...
Trimakasih...
__ADS_1