Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
GURU DAN MURID


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sesuai janjinya, adi dan mayra kini sudah berada di moll, namun keduanya masih mengenakan seragam sekolah, membuat beberapa mata menatap keduanya. Pasalnya, mereka terlihat seperti guru dan murid, tapi tidak sejalan dengan sikap yang adi tunjukkan, sikap posesifnya saat menggandeng tangan mayra, membuat beberapa orang menyadari bahwa hubungan keduanya lebih dari sekedar guru dan murid.


Bahkan terlihat jelas tak kala mayra ingin melepas tangan adi, saat dirinya ingin melihat beberapa barang, dan hal itu membuat mayra sedikit kesal, meskipun pada akhirnya mayra hanya bisa menghela nafas menyikapi sikap posesif adi. Bukan hanya itu, adi melarang mayra belanja saat pelayan laki-laki yang datang melayaninya.


" Jangan disini, kita cari di tempat lain." ujarnya.


Mayra terpaksa menuruti kemauan adi, tak ingin berdebat dengannya, meski sebenarnya ia sangat menyukai barang tersebut. Namun ada sebagian dari pelayan wanita, yang justru terlihat gemas, melihat adi dan mayra berjalan bersama, mereka juga saling berbisik saat melihat sikap posesif adi pada mayra, bahkan sempat terdengar oleh keduanya.


" Seandainya aku jadi muridnya." ucap seorang wanita.


" Gurunya ganteng sih.." sahut yang lain.


" Serasi sekali, seperti drama korea." timpal yang lain.


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Tapi adi tidak peduli, ia hanya ingin tidak ada yang mengganggu mayra, apalagi saat bersama dirinya. Sementara mayra hanya terdiam, tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, meski sejatinya mayra tidak merasa senang, seperti yang mereka bicarakan, bukan karena apa, melainkan karna sikap adi yang posesif dan tidak membiarkannya memilih barang yang ia suka.


Sehingga setelah setengah jam mereka berkeliling, tak ada satupun barang yang mereka dapat, mayra hanya terdiam dengan wajahnya yang sedikit kesal. Adi yang menyadari hal itu berhenti, membuat langkah keduanya terhenti, kemudian bertanya pada mayra kenapa ia tidak membeli satu barangpun, dan hal itu semakin membuat mayra kesal.


"Kau tau pak, kenapa aku kesal? Ini semua karnamu, setiap aku ingin memilih barang yang aku suka, kau selalu menarikku pergi, karna alasan konyol. Jika aku mau pak, aku bisa saja mendekati laki-laki lain jika aku mau." kesal mayra.


Adi menghela nafas, kemudian ia meminta maaf pada mayra, karna sikapnya yang membuat mayra merasa tidak nyaman, bahkan adi rela berjongkok untuk meminta maaf pada mayra, membuat keduanya jadi pusat pandangan semua orang. Manyadari hal itu, mayra segera meminta adi berdiri dan mengangguk memaafkan adi, dia tidak ingin dianggap sebagai wanita yang kejam, apalagi dengan seragamnya saat ini, sangat tidak pantas, jika seorang guru berjongkok meminta maaf pada dirinya.

__ADS_1


Tak ingin terus menjadi pusat perhatian, mayra menggandeng adi pergi, dirinya tak menyangka jika acara belanjanya akan gagal seperti itu, bahkan mayra mengajak adi pulang, karna dirinya sudah tak ingin belanja. Adi juga merasa bersalah pada mayra, karna sudah membuatnya kesal dan gagal belanja, ia menyadari bahwa sikap posesifnya akan sangat mengganggu mayra, tapi itulah dirinya, ia tetap tidak ingin ada yang mendekati mayra.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Selama perjalanan pulang, mayra tak banyak bicara, ia hanya terus menjawab tidak, setiap adi menawarinya sesuatu, karna mood nya sudah hilang sejak beberapa jam yang lalu. Adi berpikir, bagaimana caranya untuk membuat mayra senang, sehingga dirinya terpikir untuk mengajak mayra pergi ke pantai bukannya pulang.


Awalnya mayra tak sadar kemana mobilnya akan pergi, namun beberapa saat, ia menyadari bahwa mobilnya tidak melewati jalan pulang kerumah, atau kerumah adi, ia menetap ke arah adi yang terlihat tenang dan fokus menyetir, namun ia tetap enggan untuk bertanya, kemana mereka akan pergi sebenarnya.


Hingga setengah jam kemudian, mobil mereka berhenti, kini keduanya sudah tiba di pantai, pemandangan indah hamparan pasir dan deburan ombak yang datang dan pergi. Mata mayra terkejut, tak kala ia melihat pantai, ada perasaan senang tak menyangka adi akan pergi mengajaknya ke sana, bahkan ia sarkas turun dari mobil tanpa aba-aba, melepas sepatunya dan berlari ke tepian, bermain pasir dan air.


Sementara adi, masih menatap gadis cantik itu dari mobil, membiarkan mayra menikmati semuanya, tak ingin merusak kesenangannya, adi hanya ingin melihat senyuman indahnya, karna ada rasa bahagia melihat mayra bisa tertawa, dan rasa sakit ketika melihatnya terluka.


Saking senangnya mayra, ia sampai lupa memanggil adi untuk ikut, deburan ombak yang saling menyapa, membuat moodnya kembali seperti sedia kala, hembusan angin juga ikut menari menemani mayra, membuatnya rambutnya beterbangan melambai ceria.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Adi segera berlari menghampiri mayra, tak kala dirinya mendapat lambaian tangan kekasihnya. Kini keduanya sudah bersama, berjalan di tepian, bermain dengan ombak yang saling menyapa. Mayra merasa sangat senang, bahkan adi juga ikut tertawa, melihat mayra yang berlari saat dia mengejarnya. Baju


Keduanya terus tertawa, merasakan kebahagian yang sederhana, yakni bisa berbagi waktu dan tawa bersama. Sesekali adi menatap mayra lekat, ia membelai wajah cantiknya, dan menggenggam tangannya. Ia juga membawa mayra kedalam pelukannya, membiarkan hangat peluknya, menyatu dengan dinginnya hembusan angin. Bukan hanya itu, adi juga mengungkapkan isi hatinya, membuat mayra merona.


" Maaf jika aku sudah membuatmu kesal sayang, tapi yakinlah, bahwa aku hanya takut kehilanganmu, tolong jangan pernah pergi dariku, meski caraku sering menyakitimu." jelas adi lembut.


Mayra tersenyum, mengangguk lembut mendengar ucapan adi, kemudian dirinya membalas pelukan adi.


"Kau sangat menyebalkan mas, tapi aku paham itu." batinnya.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di sisi lain, ada lina yang tengah duduk beristirahat setelah membawa banyak berkas keruangan adi, ia mengeluh lelah dengan pekerjaannya, tapi apa daya, ketampanan ardi membuatnya bertahan, meski sebenarnya begitu sulit.


" Kalo aja gak ganteng, ogah mah bertahan di sini." gerutunya.


Jadi inget kak intan, 🀣🀣🀣🀣"🎢🎢🎢🎢 Begitu syulit, lupakan ardi, apalagi ardi ganteng..."


Namun siapa sangka, tiba-tiba saja nyonya besar datang dan berdiri di hadapannya, membuatnya terbelalak kaget seperti maling kesiangan. Lina segera bangkit dan menyambut mama anita dengan sopan meski sedikit gelagapan, ia takut sang nyonya mendengar ucapannya tadi, berdoa agar dirinya selamat.


" Ya tuhan..selamatkan aku dari ucapanku sendiri, jika tidak aku akan jadi pengangguran." batinnya cemas.


Untungnya saja, sang nyonya tidak mendengar ucapannya, ia hanya bertanya tentang putranya dan ingin bertemu dengan ardi, lalu lina dengan segera mengantar mama anita masuk ke ruangan ardi, ia bisa menghela nafas lega karna tuhan sudah menyelamatkannya, kemudian lina segera pergi meninggalkan keduanya. Ardi tersenyum melihat kedatangan sang mama, ia tidak menyangka jika mamanya akan berkunjung hari itu, ardi mengajak mama anita duduk dan bicara.


Mama anita tersenyum melihat putranya, keduanya duduk saling berhadapan, lalu ia membelai lembut wajah tampan putranya, ia menyadari bahwa sebenarnya putranya tidak baik-baik saja, bahkan sudah sangat lama, setelah kecelakaan itu terjadi, senyumannya tak lagi mekar seperti dulu, apalagi saat bersama mayra, ada rasa bersalah di hati kecilnya, karna ia sudah menutupi segala kebenaran mayra pada putranya. Meskipun niatnya tidak buruk, ia hanya ingin melindungi putranya agar tidak merasakan sakit hati, dan ia juga menyadari, bahwa mayra sebenarnya tidak salah dalam hal ini, hanya saja, mayra memang harus jauh dari ardi, karna itu jauh lebih baik, jika dekat hanya ada untuk sekedar memberi luka pikirnya.


Dan sejatinya, ardi sudah mulai sembuh seperti sedia kala, tanpa sang mama ketahui, meskipun senyumnya tak mekar seperti yang lalu, hanya saja, kekosongan di hatinya mulai kembali terisi, meski ia tahu itu tidak abadi, entah benar atau salah, mengisinya dengan cinta yang bisa menjadi racun yang menyiksa dan memberi nestapa. Ia hanya tidak ingin menunjukkannya pada sang mama, bukan tentang tidak ingin berbagi rasa, tapi lebih menjaga agar tidak semuanya yang merasa terluka, cukup dirinya yang tau kebenaran tentang dia dan mayra.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Alhamdulillah bisa up..


Semoga kalian selalu sabar dan suka sama karya mom..


setiap manusia tidak luput dari salah dan dosa.

__ADS_1


__ADS_2