
π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Dalam pelukan itu ada rasa kosong yang kini kembali terisi dengan kehadiran mayra dalam hidup adi, bahagia yang menyeruak di hatinya, hasrat yang selama ini dia tahan karna tak memiliki tujuan, kini sudah menemukan titik terang.
Pelukan hangat itu berlangsung cukup lama, bukan mayra yang ingin, tapi adi yang memang masih belum puas memeluk mayra.
Aroma manis kian menyeruak dalam pelukan adi, deru nafas mayra yang menyapu dada bidangnya, membuat adi semakin tak bisa menahan rasanya.
Di tangkupnya wajah mayra yang malu dan masih bersemu merah, kemudian dengan lembut adi mendaratkan bibirnya pada bibir mayra yang terasa manis.
π Cup...
Ciuman yang lembut, hangat dan terasa manis, ini kali ketiga mayra mendapatkan serangan dadakan dari adi, dia tak tau apa yang harus dirinya lakukan, ciuman adi yang hangat dan semakin menuntut membuat mayra tak sadar bahwa dirinya mulai hanyut di permainan adi, matanya terpejam tak kala merasakan ciuman adi, gigitan kecil ia berikan agar mayra membuka mulutnya, hingga ia bisa dengan bebas mengabsen tiap inci mulut mayra.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah cukup lama, hingga merasa mayra kehabisan nafas adi melepas pagutannya, memberi jeda mayra agar mengambil nafas, meski sebenarnya ia tak ingin berhenti.
"Bernafas sayang.." menautkan keningnya dengan kening mayra.
Setelah dirasa cukup mayra mengambil nafas, adi melanjutkan ciumannya kembali, ********** lembut dengan gigitan-gigitan kecil di bibir manis itu, sang empunya hanya bisa meremas kaos adi, merasakan sentuhan adi yang membuat dirinya hanyut, menuntut hal yang bertolak belakang dengan pikirannya.
πππππππ€
Setelah cukup lama hingga adi puas mencium mayra, sekitar tiga kali episode, adi melepas pagutannya.
Di belai lembut wajah kekasihnya itu, di sekanya bibir mayra yang basah dan semakin memerah akibat ulahnya tadi, dengan senyuman yang terukir indah di wajah tampan itu.
"Aku ingin hal ini tidak cepat berlalu sayang, aku tidak sabar membawamu bersamaku." lembut adi.
Sentuhan dan ucapanya membuat mayra semakin memerah malu. "Tapi pak.." sela mayra namun terpotong saat adi melanjutkan kalimatnya.
"Tidak ada tapi-tapian, kau adalah kekasihku yang berarti milikku dan aku tak suka jika ada yang mendekatimu bahkan merebutnya dariku, mulai saat ini jangan panggil aku bapak, jika bukan di sekolah. Jika tidak aku akan menghukummu." tegas adi memberi perintah.
"Lalu aku harus memanggilmu apa?" bingung mayra.
"Panggil aku sayang, seperti aku memanggilmu." sarannya.
"Tidak..mas saja." tolak mayra.
"Terserah kamu saja sayang, kau memang gadis pintar." puji adi.
__ADS_1
ππππππππππ
Mayra tersipu malu, kemudian menenggelamkan wajahnya kedalam pelukan adi, posisi mayra membuat junior adi benar-benar sesak, apalagi saat mayra bergerak di atasnya, wajar saja hal itu terjadi bagi laki-laki normal sepertinya, apalagi melihat tubuh mayra yang terekspos dengan dress pres body.
"Sayang, jangan banyak bergerak, jika kamu masih betah duduk di atas pangkuanku." bisik adi ke telinga mayra.
"Maksutnya mas." bingung mayra tak mengerti.
Mendengar ucapan adi yang tak ia pahami, di tambah melihat raut wajah adi yang seperti ingin memakannya, membuat mayra segera turun dari pangkuannya.
"Good girl, kau tunggu di sini ya sayang."ucap adi setelah mayra turun dari pangkuannya.
Adi segera pergi ke kamarnya untuk menuntaskan hasratnya yang harus ia tahan kembali.
Mayra menghela nafas panjang setelah kepergiannya, dia kembali berpikir tentang keputusannya kali ini, apa itu benar.
Di tatapnya jam dinding yang menunjukkan sudah jam 2 siang, ia segera pergi ke kamar untuk mengganti bajunya dengan seragam sekolahnya tadi, karna tak ingin mendapatkan introgasi dari ibunya.
βββββ
Setelah selesai menuntaskan hasratnya, adi berniat menghampiri mayra di bawah, namun melihat dia tak ada di sana, adi segera menyusul masuk ke dalam kamar, di mana mayra berganti baju.
"Aaa....mas adi mesum, keluar aku mau ganti baju." teriak mayra.
Mendegar teriakan mayra adi segera pergi meninggalkan kamar itu, dirinya tak mau harus mandi untuk kedua kalinya untuk menuntaskan hasratnya.
Dirinya terpaksa menunggu mayra di bawah, hingga beberapa saat kemudian mayra turun dengan seragam sekolahnya, namun rambutnya masih basah.
Melihat mayra seperti itu, bik jum yang sedari tadi ada di dapur sambil menunggu mayra turun, lalu menghampiri mereka dengan membawa hairdryer.
"Keringkan dulu rambut non, kan aneh non kalau pulang sekolah rambutnya basah." tutur bik jum lembut, di sertai senyum penuh arti, sambil mengeringkan rambut mayra.
"Iya juga ya bik, abisnya tadi aku gerah, biasanya abis pulang sekolah mandi sama keramas.
Adi duduk dan tersenyum, mendengar obrolan ringan kekasihnya dan bik jum, pemikiran mayra yang masih polos pantas saja membuat bik jum tersenyum penuh arti.
Dirinya tau kalau bik jum yang selama ini mengurusnya setelah orangtuanya meninggal dan dia anggap sebagai ibunya sendiri.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah selesai mengeringkan rambutnya, adi pergi untuk mengantar mayra pulang. Beberapa menit akhirnya mereka tiba di rumah mayra, namun mayra tak berniat mengajak adi masuk kedalam, apalagi melihat orangtuanya yang sedang duduk bersantai di teras rumahnya.
__ADS_1
Raut wajah mayra benar-benar gugup, adi tau kalau gadisnya itu cemas, dirinya memang berniat untuk mampir dan bicara pada orang tua mayra tanpa memberi tahu mayra.
"Ayo sayang kita turun." ajak adi.
"Mas tidak perlu ikut turun, cukup di sini saja." cegah mayra.
Meski sudah mencegah adi dengan seribu alasan, mayra tetap gagal, karna adi tetap ikut masuk untuk bertemu orang tua mayra, bahkan adi tak sungkan-sungkan menggenggam tangan mayra meski sudah di tolak.
π±π±π±π±π±π±π±π±
Orang tua mayra yakni pak yunanda dan bu yumna sangatlah ramah dan baik, awalnya keduanya kaget melihat putrinya pulang dengan laki-laki dewasa yang menggenggam tangan putrinya, mengingat putri mereka yang jarang dekat laki-laki, apalagi sampai datang kerumah mereka.
Namun setelah mendengar penjelasan adi dan niat baiknya, kedua orang tua mayra langsung merestui niat baik adi, meski tanpa mayra, karna sedari pualng, mayra langsung masuk kekamarnya, iamemilih pergi tak ikut dalam pembicaraan ketiganya. Dia takut jika orangtuanya tau dan dia akan di marahi habis-habisan.
Tapi justru sebaliknya, kedua orangtuanya bahagia, meski ini terasa begitu cepat, mereka hanya meminta jika adi memang berniat serius pada mayra, berharap agar adi bisa bersabar dalam menghadapi putrinya dan bisa menunggu mayra hingga lulus, dan masalah keputusan mayra soal pendidikannya, mereka tidak ingin memaksa mayra dan adi harus menerima apapun keputusan mayra kelak.
"Hanya itu yang ingin ayah minta padamu nak adi." jelas ayah mayra.
"Iya nak, kau jauh lebih dewasa dan juga sudah berpengalaman dalam sebuah hubungan, mendapatkan memang lebih mudah daripada mempertahankan, kami hanya bisa mendoakan hal yang terbaik untuk kalian, asalkan mayra bahagia kamipun ikut bahagia, tapi jangan terlalu memaksanya " jelas bu sinta penuh harap.
Mendengar hal itu adi benar-benar paham, karna bagaimanapun mayra memang masih muda untuk menjalin sebuah hubungan yang serius, dia mengerti posisinya saat ini juga dengan posisi mayra.
Namun hatinya lega dan bahagia karna sudah bisa menyampaikan niatan baiknya, yang ternyata mendapat respon positif, tak terasa hari sudah menjelang sore. Setelah puas berbincang dengan orangtua mayra, adi pamit pulang, meski tak sempat menemui mayra, karna dia tau kalau mayra sedang syok dengan langkah yang adi ambil tentang hubungannya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah kepergian adi, kedua orang tua mayra segera bicara dengan putrinya, penjelasan serta pengertian mereka berikan kepada mayra, putrinya yang masih muda dan belum memiliki pengalaman dalam perihal suatu hubungan, mereka hanya berharap mayra bahagia dan mulai belajar bersikap dewasa dalam menjalani sebuah hubungan.
Mereka yakin pada adi, melihat sosok adi yang penuh wibawa dan juga perhatian yang ia tunjukkan pada mayra.
Meski tak bicara banyak namun keduanya bisa melihat seperti apa sosok adi yang sebenarnya. Tak ada masalah dengan status adi yang merupakan duda dan juga guru mayra, mereka berharap dengan kedewasaan usia, adi bisa menjadikan pengalamannya dalam menjalin suatu hubungan dengan baik.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Hy para readers..
Semoga suka ya, dan minta doanya semoga karya mom ini bisa di ajukan..lagi galau sama novel mom yang satunya..tapi tetep semangat meski lagi dilema.
jangan lupa πβ€π― dan vote ya buat mom biar makin semangat up.
Trimakasih.
__ADS_1