
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Mentari kian terbenam di ufuk barat, menyisakan senja dengan kenangannya, entah manis ataupun pahit, tapi langit tetap setia menerimanya.
Yang sulit bukan tentang meninggalkannya, tapi tentang cara melupakan kenangannya. Yang sakit bukan raganya, tapi jiwanya.
Puas duduk menikmati waktu senja, kini keduanya memutuskan untuk pulang. Itu adalah kali pertama keduanya menikmati senja bersama, keduanya terlihat sedikit berantakan karna bermain air, bahkan seragam mayra terlihat kotor oleh pasir, begitu juga adi, namun ada kepuasan tersendiri bagi adi, saat bisa menikmati waktu bersama kekasihnya.
Keduanya masuk ke mobil, lalu tiba-tiba saja ponsel adi berdering, ia segera mengangkatnya, ternyata edo lah yang menelfon. Edo memberitahu adi bahwa dirinya harus menemui seseorang malam itu, karna itu sangat penting dan tidak bisa diwakilkan olehnya, adi juga tau siapa yang edo maksut.
Beberapa saat setelah panggilan edo berakhir, adi menatap mayra, ada suatu hal yang terlihat aneh dari tatapannya. Mayra juga menyadari tatapan adi yang berbeda, tapi ia juga tidak tau tentang apa yang adi pikirkan, karna sedari tadi, mayra tidak mendengar percakapan adi dan edo, pasalnya dia juga tidak ingin ikut campur dengan urusan pekerjaan adi, mayra tau jika edo yang menghubunginya, maka hal itu pasti tentang pekerjaan.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setengah jam kemudian, mobil adi tiba di rumah mayra, keduanya sarkas turun dan masuk kedalam, namun adi tak bisa mampir, karna suatu urusan dan mayra mengerti akan hal itu. Mayra juga tau bahwa adi sudah lelah karna menemaninya di pantai tadi, di tambah ia juga harus segera pergi, karna jika tidak, adi pasti akan mampir.
Setelah mayra masuk kedalam rumah, barulah adi pergi melajukan mobilnya, ada rasa resah yang hinggap di hatinya, saat tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Adi juga kembali menelfon edo memberitahu dirinya bahwa ia sudah menuju ketempat.
Di sisi lain, ada ardi yang tengah makan malam sendirian. Ardi sengaja makan malam sebelum ia pulang, namun ia tidak akan pulang ke rumahnya ataupun apartement miliknya, seperti yang ia katakan pada sang mama, melainkan ia akan pulang ke rumah mayra, seperti kemarin malam. Ardi sengaja makan malam, sembari menunggu mayra pulang, karna ia tahu bahwa mayra sedang pergi bersama adi sejak pulang sekolah.
"Aku akan sabar menunggu, meski menunggu itu membosankan." batinnya.
ββββββββββββ
Di kamarnya, mayra sudah bersiap untuk tidur, ia sudah mandi dan mengenakan setcel pendek piyama satin berwarna maroon, dengan rambutnya yang masih sedikit basah setelah keramas. Ia merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk dan memeluk guling, lalu memejamkan mata dan berdoa sebelum tidur, berharap ia diberikan mimpi indah untuk tidurnya.
Baru beberapa detik, tiba-tiba saja terdengar ketukan di jendelanya, ia terperanjat kaget, dan berpikir siapa yang mengetuk jendela kamarnya, namun dirinya kembali teringat, tentang kejadian kemarin malam, dimana ardi datang menemuinya melewati jendela.
"Apa jangan-jangan itu mas ardi lagi? jika benar, maka benar jika aku menganggap semua laki-laki itu keras kepala." gumamnya perlahan.
Dan benar saja, ardi sudah berdiri di depan jendela kamar mayra, melihat ardi di luar, mayra segera membuka jendela kamarnya, lalu ardi segera masuk kedalam. Namun kali ini mayra merasa sedikit kesal, pasalnya ardi benar-benar melakukan hal konyol yang membuatnya bingung, bahkan bisa membuat keduanya terjebak dalam masalah.
__ADS_1
"Mas..kenapa kamu kemari lagi? Jika ada yang tau kau menginap disini setiap malam, maka itu akan jadi masalah, bisa-bisa kita di nikahkan mas." jelas mayra perlahan.
Ardi tersenyum, lalu ia memegang bahu mayra, mencoba meyakinkannya bahwa tidak akan ada yang tau, karna dia sudah mengatur semuanya, mayra cukup diam dan menurut saja padanya.
"Percayalah mayra, semuanya akan baik-baik saja." jelas ardi.
"Dan jika hal itu terjadi, aku akan menikahimu sayang." batinnya.
πππππππππππππ
Namun kali ini mayra ingin memberi jarak diantara keduanya, untuk menghindari hal diluar dugaan, dengan cara memasang tabir tengah ranjang, yang akan menjadi pembatas keduanya. Tapi sayangnya hal itu ardi tolak, ardi tidak ingin ada pembatas diantara mereka, setipis apapun, bahkan jika mayra menolak kemauannya, ardi mengancam bahwa dirinya akan memastikan bahwa setelah malam itu, mereka akan tidur bersama selamanya, bukan hanya setiap malam saja.
"Aku bisa memastikan ucapanku mayra." jelas ardi lembut.
Lantas mayra menghela nafas, dirinya hanya bisa mengikuti kemauan ardi, meski sebenarnya dirinya ingin menjauh dari ardi, tak ingin memberinya luka akibat mereka yang sangat dekat. Sedangkan ardi tersenyum, ia berbaring di sisi mayra, merentangkan tangannya agar mayra bisa menggunakannya sebagai bantal, dan yah..mayra menjadi gadis penurut sesuai kemauan ardi.
Ardi merasa bahagia, lalu ia memejamkan matanya, menautkan tangannya di perut mayra, memeluknya erat, membawanya kedalam hangatnya mimpi, menerawang indah indahnya hari, meski tak selalu abadi. sedangkan mayra masih terbangun mengingat adi, ada rasa bersalah, ketika mengingat dirinya, apalagi ketika membayangkan adi mengetahui apa yang ardi lakukan, ia yakin bahwa akan terjadi masalah besar, tapi mayra tak mau banyak berpikir, ia memejamkan matanya dan beristirahat.
πππππππππππππ
"Kau tau? Aku sudah muak mendengar semuanya, beberapa hal bisa aku toleransi, tapi ada beberapa hal yang sudah di luar batas, jangan membuatku marah jika kau tidak mau menanggung akibatnya. lakukan apa yang kau mau tapi jangan menggangguku." jelasnya.
"Tapi...ini bukan salahku, ini juga salahmu!" bantahnya.
Adi memutar mata malas, kemudian bangkit, ia hendak melangkah pergi meninggalkannya, tapi sebelum itu ia berhenti menatapnya.
"Ingat..pergi dan jangan berani menggangguku!". jelas adi datar.
Adi melenggang pergi meninggalkannya sendirian, sementara orang itu masih duduk tertegun menatap kepergian adi. Edo menunggu adi di luar, dan sebelum pergi, adi meminta edo untuk mengurusnya, ia tidak ingin jika orang itu datang dan mengganggunya.
"Siap bos." jelas edo.
__ADS_1
ππππππππππππ
"Arrggghhhhhh....." kesalnya.
Adi mengerang frustasi mengingat orang itu, ia tidak peduli tentang apapun yang terjadi padanya, tapi yang adi hawatirkan jika dia kembali menggagunya. Tapi tiba-tiba saja adi teringat pada mayra, dirinya sangat merindukannya, mengingat waktu yang mereka habiskan di pantai, membuat senyum terukir di sudut bibirnya, bahkan adi berniat untuk pergi mampir ke rumah mayra, karna hanya dengan bertemu mayra, hatinya bisa merasa tenang.
"Aku sangat merindukanmu sayang." batinnya.
Dan beberapa menit kemudian, mobil adi tiba di rumah mayra, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, bahkan rumah mayra sudah terlihat sangat sepi, tapi hal itu tidak membuat adi mengurungkan niatnya bertemu mayra. Ia mengambil ponsel di saku celananya, kemudian menelfon mayra.
Di kamar, mayra terbangun, tak kala mendengar ponselnya berdering, meski setengah sadar ia mencoba meraih ponselnya di nakas, ia tidak melihat siapa yang tengah menelfonnya dan langsung mengangkatnya.
"Hallo, siapa?." ucap mayra.
"Sayang.." sahut adi di sebrang.
Dan dorr...
Mata mayra terbelalak kaget mendengar suara adi, ia terduduk sembari mengucek matanya agar lebih sadar, dan melihat nama penelfon di ponselnya, yang ternyata adi. Ia tidak menyangka adi akan menelfonnya malam-malam begitu, apalagi baru saja keduanya juga bertemu, mayra hanya hawatir jika terjadi sesuatu pada adi.
"Mas adi kenapa? Apa ada masalah?" cecar mayra cemas.
"Ada sayang, keluarlah!" jelas adi.
Ardi terbangun, ia tersadar saat mayra menyebut nama adi di telfon, ia merasa kesal dan cemburu mendengar mayra yang mencemaskan adi, apalagi saat keduanya sedang bersama. Mayra hendak pergi beranjak dari ranjangnya, ia ingin menemui adi yang ternyata sudah ada di depan rumah menunggunya, namun ardi cegah, ia tak ingin mayra pergi. Mayra menghela nafas, lalu ia menjelaskan pada ardi jika dirinya harus menemui adi, apalagi dia sudah menunggunya di depan rumah, mayra mencoba meminta pengertian ardi, dia berjanji jika akan menemui adi sebentar saja, hingga akhirnya ardi terpaksa setuju, karna dia juga tidak ingin mempersulit mayra karna sikapnya.
"Baiklah..tapi lekas kembali, aku menunggu sayang." jelasnya
ππππππππππππ
Alhamdulillah bisa up lagi..
__ADS_1
Semoga kedepannya makin baik lagi, ππππ
Trimakasih..