Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
PAKET MISTERIUS


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Ini bukan tentang siapa yang selalu ada, melainkan..


Tentang siapa yang bisa membuat nyaman..


Ini bukan tentang masa depan saja, melainkan..


tentang siapa yang bertahan dan tidak akan pergi menjadi masalalu..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Keesokan paginya, ada ardi yang baru saja bangun dari tidurnya, namun kali ini berbeda dari sebelumnya, ardi bangun dengan kesal, karna dirinya melewatkan satu malam tanpa mayra, ia terlelap di rumahnya. Semalam ia berbaring di kasurnya untuk istirahat sebelum pergi ke rumah mayra, hal itu membuat dirinya mengerang frustasi.


"Arghhhhh...sial, aku ketiduran, bisa-bisanya aku tertidur disini!" keluhnya.


Dengan kesal, ardi segera mandi dan bersiap, ia juga terlihat terburu-buru saat hendak pergi ke kantor, bahkan ardi menolak untuk sarapan, membuat mama anita merasa heran.


" Kenapa anak itu? Tidak biasanya dia seperti itu." batinnya.


Melihat sang istri yang risau dengan sikap putranya, pak wijaya segera menghibur istrinya.


"Jangan hawatir ma, dia sudah besar, mungkin saja dia melupakan sesuatu, atau ada meeting pagi ini." jelasnya.


Mama anita mengangguk, ucapan suaminya berhasil menenangkan pikirannya, karna apa yang suaminya katakan bisa jadi benar, mengingat ardi yang selalu sibuk dengan pekerjaan, mengingat tidak ada hal lain selain pekerjaan yang sangat dekat dengan putranya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di sisi lain, ada mayra yang sudah siap pergi ke sekolah bersama ayahnya, adi tak perlu menjemputnya, karna kemarin saat mereka mengobrol bersama, mayra sudah memberitahu adi bahwa dirinya ingin pergi ke sekolah bersama ayahnya selama beberapa hari.


Di perjalanan, tiba-tiba saja ban motor pak seto meletus, dan saat itu lokasi mereka jauh dari bengkel. Pak seto meminta mayra untuk memesan taxi online untuk mengantarnya ke sekolah agar dia tidak terlambat, namun mayra menolaknya, ia tak mau meninggalkan ayahnya sendirian, sehingga mereka memutuskan untuk berjalan kaki sambil mendorong sepedanya menuju bengkel.


Beberapa saat, ardi yang memang hendak pergi kerumah mayra, tak sengaja melihat mayra dan ayahnya. Ia segera menghentikan mobilnya di samping mereka, kemudian bertanya tentang apa yang terjadi. Pak seto menceritakan bahwa ban motornya tiba-tiba bocor, kemudian dengan segera ardi mengajak keduanya untuk naik ke mobil, ia meminta pak seto untuk meninggalkan motornya di sana, ia akan meminta seseorang untuk memperbaikinya.

__ADS_1


Awalnya pak seto menolak, tapi kasihan melihat putrinya, akhirnya ia mau, tak ingin putrinya juga terlambat akibat hal itu. Sementara ardi juga merasa senang, ia tak menyangka takdir memberinya bantuan untuk bertemu mayra, meski awalnya ia ingin menemui mayra tanpa memiliki sebuah alasan yang pasti.


Namun kali ini berbeda, ardi justru pergi menuju kantornya lebih dulu, ia tidak mengantar mayra ke sekolahnya. Ardi dengan sengaja mengantar pak seto lebih dulu, agar ia bisa bicara berdua saja dengan mayra nantinya. Setelah menurunkan pak seto di kantor, ardi kembali melajukan mobilnya.


Di tengah perjalanan menuju sekolah, ardi menghentikan mobilnya, ia menepi di pinggir jalan, menatap mayra dari spion yang masih duduk di kursi belakang. Tatapan ardi kali ini berbeda dari biasanya, bahkan mayra merasa takut saat menyadari tatapan ardi padanya. Ardi tak bicara apapun, tapi tiba-tiba saja ia membuka pintu mobil di sebelahnya, membuat mayra mengerti kemauan ardi. Dengan segera mayra turun dan berpindah duduk di samping ardi.


"Bagus, tempatmu bukan di belakang, tapi di sampingku mayra, karna kamu adalah pendampingku." jelas ardi.


Lalu ia melajukan mobilnya kembali, mayra menghela nafas lega, ia bersyukur ardi tak marah padanya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tibanya di sekolah, mayra hendak turun, namun ardi mencegahnya, ia meraih tangannya lalu menatap mayra.


"Ingat mayra, pulang sekolah aku akan menjemputmu, titik!!" tegas ardi.


Mayra terkejut, ia hendak bicara menolak ucapan ardi, tapi ardi tak membiarkan mayra untuk membantah ucapannya, ia meminta mayra turun, lalu melajukan mobilnya kembali menuju kantor. Hal itu membuat mayra bingung, ia masih terdiam menatap kepergian mobil ardi, berpikir entah bagaimana jadinya jika adi mengetahui semuanya, mengingat ucapannya pada adi, bahwa adi tak perlu mengantar jemput dirinya karna ingin bersama ayahnya.


"DORRR....!!" Kejut nana dan jeni.


"Kalian ini, untung aja jantungku gak copot." keluh mayra.


Ketiganya masih belum masuk ke kelas, mereka justru masih asik mengobrol disana, apalagi nana dan jeni sempat melihat mobil yang mengantar mayra, mereka masih ingat dengan mobil ardi, karna ia pernah menjemput mayra sebelumnya. Mereka terus mencecar mayra tentang hubungannya dengan ardi, karna mereka berpikir bahwa ardi adalah kekasih mayra.


"Ayo ngaku may, itukan om yang waktu itu jemput kamu kan?" cecar nana.


Mayra menggeleng, ia memijat kepalanya, ia bingung harus bagaimana menjelaskannya pada mereka, di tambah saat dirinya mengingat adi, menjelaskan pada keduanya saja sangat sulit pikirnya.


Di tengah-tengah perdebatan mereka, tiba-tiba saja pak satpam menghampiri ketiganya, ia menunjukkan sebuah paket yang tertulis untuk mayra. Maklum saja pak satpam bisa mengenali mayra, karna sebelumnya ia sering bertemu dengan mayra saat dulu ayahnya sering menjemputnya.


Mayra bingung melihat paket di tangannya, karna belum pernah ia menerima paket di sekolah, apalagi dirinya tak merasa memesan sesuatu dengan alamat sekolahnya. Begitu juga dengan nana dan jeni, mereka ikut merasa bingung, agar tak bingung, keduanya meminta mayra untuk membuka paketnya, namun mayra menolak, di tambah saat itu bel masuk kelas sudah berbunyi, membuat ketiganya berlari menuju kelas.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Kali ini adi sedang sibuk di kantor, ia sedang rapat bersama edo dan tidak pergi ke sekolah, bahkan adi lupa mengabari mayra tentang hal itu. Adi juga merasa tenang karna sebelumnya mayra sudah memberitahunya bahwa ia akan pergi bersama ayahnya, hari itu juga, adi akan bertemu dengan romeo, mereka akan meeting sekaligus makan siang bersama.


Di sisi lain, ada mama anita yang tengah duduk di ruangan suaminya, ia sedang menunggu suaminya selesai rapat. Kali ini ia bukan berkunjung untuk melihat putranya, tapi untuk menemui suaminya, mereka sudah membuat rencana untuk makan siang bersama.


Sementara ardi juga tengah rapat bersama ayahnya, termasuk lina dan pak seto, mereka tengah membahas proyek di luar kota, ardi sempat tak setuju jika dirinyalah yang ayahnya utus langsung untuk mengawasi proyeknya di sana, ia tak mau jauh dari mayra, mengingat bukan cuma beberapa hari tapi satu bulan lamanya, dengan alasan ada beberapa hal yang masih belum selesai tuturnya.


Pak wijaya menggeleng kepalanya, ia sudah tidak bisa memaksa ketika ardi sudah menolaknya, ia tau bahwa putranya selalu menuruti semua kemauannya termasuk ibunya, dan ia tidak pernah menolaknya meski itu menyangkut hidupnya, akan tetapi itu adalah kali pertamanya ardi menolak perintahnya sebagai atasan ardi, dan dia sangat menghormati itu.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di kelas, bel jam istirahat sudah berbunyi, mayra masih di dalam kelas, sementara nana dan jeni sudah keluar lebih dulu. Mayra teringat dengan paket yang ia terima, dan ingin membukanya, ia melihat paket misterius yang tak memiliki nama pengirim, membuatnya semakin penasaran. Di bukanya paket itu, dan ternyata terdapat sebuah foto yang mengejutkan dirinya.


Bahkan bukan cuma terkejut, ia tak percaya melihatnya, berusaha berpikir positif sebelum tau yang sebenarnya. Di balik foto itu juga terdapat sebuah pesan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Jangan terlalu banyak berharap, jika setiap janji bisa diingkari.


Dan jangan pernah berjanji, jika tidak bisa menepati.


Setiap janji bukan untuk di khianati."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mayra tak mengerti, dirinya masih meraba-raba semua petunjuk itu, lalu ia segera menyimpan foto itu di tasnya, tak mau ada yang tau tentang hal itu, ia juga tak ingin terlalu banyak berpikir tentang hal yang belum ia ketahui kebenarannya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di sebuah restoran, ada adi dan edo yang tengah makan siang bersama romeo, mereka baru saja selesai meeting, sekaligus makan siang bersama, karna sudah lama juga mereka tidak bertemu. Makan siang berjalan sangat menyenangkan, tawa renyah kian terdengar dari perbincangan mereka. Di sudut lain restoran itu, ada mama anita dan pak wijaya yang juga tengah makan siang bersama.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Alhamdulillah bisa up lagi..

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah kata..


Jangan lupa, like, love dan komen..


__ADS_2